DINAMIKA KESETARAAN GENDER DALAM MASYARAKAT NIAS DI ERA MODERN
DOI:
https://doi.org/10.51878/knowledge.v6i4.16678Keywords:
kesetaraan gender, masyarakat Nias, adat istiadat, perempuan, modernisasi, gender equality, Nias society, customary traditions, women, modernizationAbstract
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kesetaraan gender dalam masyarakat Nias di era modern, khususnya hubungan antara nilai-nilai adat, kedudukan perempuan, dan perubahan sosial. Kesetaraan gender menjadi persoalan penting karena berkaitan dengan kesempatan perempuan dalam memperoleh pendidikan, berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, bekerja, serta terlibat dalam kehidupan sosial dan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) dan sintesis tematik. Data berupa 15 artikel jurnal terbitan 2021–2026 yang dipilih berdasarkan relevansi, kejelasan identitas penulis, serta ketersediaan DOI atau tautan daring; tujuh artikel membahas masyarakat Nias secara langsung dan delapan artikel lainnya menjadi pembanding dari konteks Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran daring, dokumentasi, dan pencatatan pada matriks telaah literatur, sedangkan analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan mengelompokkan informasi ke dalam lima tema dan menafsirkannya menggunakan teori strukturasi Anthony Giddens serta konsep dominasi maskulin Pierre Bourdieu. Hasil kajian menunjukkan bahwa (1) dalam adat dan pewarisan, kedudukan ahli waris masih berpusat pada garis laki-laki, meskipun satu kajian melaporkan pergeseran praktik di tingkat keluarga; (2) pendidikan memperluas kesempatan perempuan, tetapi harapan terhadap peran domestik masih menjadi hambatan; (3) kesempatan bekerja dan menduduki jabatan terbuka, tetapi belum otomatis mengubah pandangan tentang peran gender; (4) perkawinan adat dan kehidupan keluarga masih membentuk pandangan tentang peran laki-laki dan perempuan; dan (5) media sosial serta modernisasi membuka ruang wacana baru, walaupun belum ada kajian dalam sampel ini yang meneliti perempuan Nias secara langsung. Karena menggunakan studi kepustakaan, temuan ini merupakan sintesis literatur dan perlu diuji melalui penelitian lapangan.
ABSTRACT
This study aims to analyze the dynamics of gender equality in Nias society in the modern era, particularly the relationship between customary values, women's status, and social change. Gender equality is an important issue because it concerns women's opportunities to access education, participate in decision-making, work, and engage in social and cultural life. This study employs a qualitative approach using the library research method and thematic synthesis. The data comprise 15 journal articles published between 2021 and 2026, selected for relevance, clear authorship, and the availability of a DOI or online link; seven articles address Nias society directly, and eight provide comparative evidence from other Indonesian contexts. Data were collected through online searching, documentation, and note-taking in a literature review matrix. The data were then analyzed descriptively and qualitatively by grouping information into five themes and interpreting it using Anthony Giddens's structuration theory and Pierre Bourdieu's concept of masculine domination. The findings indicate that (1) under customary law, heirship remains centered on male descendants, although one study reports shifts in family practice; (2) education widens women's opportunities, yet expectations of domestic roles remain an obstacle; (3) opportunities in employment and public office are open but do not automatically change views of gender roles; (4) customary marriage and family life continue to shape views of men's and women's roles; and (5) social media and modernization open new discursive spaces, although no study in the sample examines Nias women directly. Because the study relies on library research, the findings are a synthesis of the literature and need to be tested through field research.
Downloads
References
Aristeus, S., Firdaus, Utami, P. N., Shahrullah, R. S., Baskoro, A., & Saadah, C. (2025). Between local belief and international norms: Gender inequality among Marapu women in Sumba. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 18(1), 139–154. https://doi.org/10.14421/ahwal.2025.18108
Azizah, N. (2023). Derekonstruksi komunikasi sosial kesetaraan gender: Dalam sistem budaya patriarki di Indonesia. Maddah: Jurnal Komunikasi dan Konseling Islam, 5(2), 126–133. https://doi.org/10.35316/maddah.v5i2.3471
Bourdieu, P. (2001). Masculine domination (R. Nice, Trans.). Stanford University Press.
Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075
Gea, B., Suryamizon, A. L., & Adriaman, M. (2024). Penyelesaian sengketa waris masyarakat Nias berdasarkan hukum adat Nias dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Sakato Law Journal, 2(1), 1–8. https://jurnal.umsb.ac.id/index.php/SLJ/article/view/5406
Ghello, E. N., Ramadhan, A. J., Nahuddin, Y. E., Indrayanti, K. W., Budiono, I., & Az, M. G. (2024). Gender equality: Deprivation of women’s rights in the Pitti Rambang tradition. Jurnal Cakrawala Hukum, 15(3), 218–227. https://doi.org/10.26905/idjch.v15i3.15162
Gulo, M., Halawa, N., Riana, R., & Bu’ulolo, Y. (2024). Resistensi perempuan Nias terhadap dominasi budaya patriarki melalui pendidikan. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(9), 10402–10413. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i9.5676
Gulo, O., & Siahaan, E. M. R. (2023). Gambaran religiusitas pada wanita suku Nias yang sudah menikah. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 11(3), 407–414. https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v11i3.11838
Nasriyah. (2023). Pengaruh media sosial terhadap persepsi remaja tentang kesetaraan gender. Harakat an-Nisa: Jurnal Studi Gender dan Anak, 8(1), 11–22. https://doi.org/10.30631/81.11-22
Nugraha, S. P., & Susilastuti, D. H. (2022). Peran gender kontemporer di Indonesia: Perubahan dan keberlanjutan: Studi pustaka. Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 27(2), 351–378. https://doi.org/10.20885/psikologika.vol27.iss2.art9
Qomaruddin, Q., & Sa’diyah, H. (2024). Kajian teoritis tentang teknik analisis data dalam penelitian kualitatif: Perspektif Spradley, Miles dan Huberman. Journal of Management, Accounting, and Administration, 1(2), 77–84. https://doi.org/10.52620/jomaa.v1i2.93
Ramadhani, A. N. (2021). Hubungan sosialisasi gender dalam keluarga dengan persepsi gender siswa SMK. SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 17(2), 141–154. https://doi.org/10.21831/socia.v17i2.35358
Saputri, D., Ismi, H., & Dasrol, D. (2023). Penyelesaian sengketa pembagian waris pada masyarakat adat di Desa Harefanaese Kabupaten Nias Utara. JOM Fakultas Hukum Universitas Riau, 10(1). https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFHUKUM/article/view/34036
Siregar, N. D., Harahap, A., & Hutasoit, S. S. (2026). Patriarchy and education: Challenges faced by Indonesian women in achieving equality. Al-Mujtama’: Journal of Social Sciences, 2(1). https://doi.org/10.30829/al-mujtama.v2i1.22471
Sunggu, F. O., Giawa, A., & Endi, Y. (2023). Pandangan Gereja Katolik terhadap böwö dalam tradisi perkawinan suku Nias. Gaudium Vestrum: Jurnal Kateketik Pastoral, 7(2). https://doi.org/10.61831/gvjkp.v7i2.187
Syahrizal, H., & Jailani, M. S. (2023). Jenis-jenis penelitian dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif. Jurnal QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora, 1(1), 13–23. https://doi.org/10.61104/jq.v1i1.49
Telaumbanua, N., Halawa, O., Telaumbanua, E., & Lase, D. (2024). Analisis perspektif pegawai tentang kesetaraan gender dalam menduduki jabatan (Studi kasus pada Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Nias). Jurnal Ekonomi, Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (JEBMA), 4(2), 726–736. https://doi.org/10.47709/jebma.v4i2.3878
Widodo, W. R. S. M., Nurudin, & Yutanti, W. (2021). Kesetaraan gender dalam konstruksi media sosial. Jurnal Komunikasi Nusantara, 3(1), 44–55. https://doi.org/10.33366/jkn.v3i1.73
Zebua, H. M. N. (2024). Proses penyelesaian sengketa melalui hukum adat Nias (Fondrako) dalam pembagian harta warisan (Studi di Desa Ononamolo I Botomuzoi, Kecamatan Hiliduho, Kabupaten Nias). Jurnal Hukum dan Kemasyarakatan Al-Hikmah, 5(3). https://doi.org/10.30743/jhah.v5i3.10064
?ybura, W. (2024). Gender – pomi?dzy sprawczo?ci? a determinizmem: Analiza w perspektywach teoretycznych Michela Foucaulta, Pierre’a Bourdieu, Ervinga Goffmana i Anthony’ego Giddensa [Gender – between agency and determinism: An analysis in the theoretical perspectives of Michel Foucault, Pierre Bourdieu, Erving Goffman, and Anthony Giddens]. Zoon Politikon, 15, 45–92. https://doi.org/10.4467/2543408XZOP.24.004.19953














