PERBEDAAN KADAR ELEKTROLIT MENGGUNAKAN BAHAN UJI SERUM DENGAN BAHAN UJI PLASMA HEPARIN
DOI:
https://doi.org/10.51878/healthy.v5i4.14622Keywords:
Elektrolit, Serum, Plasma HeparinAbstract
Electrolyte examination is performed to assess the levels of the major electrolytes in the blood. This examination is used to help establish the diagnosis of fluid balance disorders and acid-base imbalances in the body. The test materials commonly used for electrolyte examination are serum and heparinized plasma. Differences in the type of test material may affect the results of electrolyte examinations. This study aimed to determine the differences in electrolyte levels, including sodium, potassium, chloride, and ionized calcium, between serum and heparinized plasma test materials. This study employed a quantitative approach with an analytical observational design and a cross-sectional design. A total of 15 samples were obtained from patients undergoing electrolyte examinations at Muhammadiyah Babat General Hospital in February 2026. Electrolyte examinations were performed using the Erba Electrolyte Analyzer with the direct Ion-Selective Electrode (ISE) method. The results showed that the mean sodium levels were 139.29 mmol/L in serum and 136.49 mmol/L in heparinized plasma, the mean potassium levels were 3.79 mmol/L in serum and 3.58 mmol/L in heparinized plasma, the mean chloride levels were 106.77 mmol/L in serum and 105.63 mmol/L in heparinized plasma, and the mean ionized calcium levels were 1.00 mmol/L in serum and 0.89 mmol/L in heparinized plasma. The examination results were analyzed using the paired t-test and the Wilcoxon signed-rank test according to the data distribution. The results showed significant differences in sodium, potassium, and ionized calcium levels between serum and heparinized plasma test materials, with significance values of p < 0.05. Meanwhile, chloride levels showed no significant difference between serum and heparinized plasma test materials, with a significance value of p > 0.05. Based on the data analysis that had been conducted, significant differences were found in sodium, potassium, and ionized calcium levels between serum and heparinized plasma test materials, whereas chloride levels showed no significant difference.
ABSTRAK
Pemeriksaan elektrolit merupakan pemeriksaan untuk menilai kadar elektrolit utama di dalam darah. Pemeriksaan ini digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis adanya gangguan keseimbangan cairan maupun ketidakseimbangan asam-basa dalam tubuh. Bahan uji yang umum digunakan pada pemeriksaan elektrolit adalah serum dan plasma heparin. Perbedaan jenis bahan uji dapat memengaruhi hasil pemeriksaan elektrolit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya perbedaan kadar elektrrolit, meliputi kadar natrium, kalium, klorida, dan kalsium terionisasi antara bahan uji serum dengan bahan uji plasma heparin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif observasional analitik dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 15 sampel dari pasien yang menjalani pemeriksaan elektrolit di RSU Muhammadiyah Babat pada bulan Februari 2026. Pemeriksaan elektrolit dilakukan menggunakan alat Erba Electrolyte Analyzer dengan metode Ion Selective Electrode (ISE) secara langsung. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa rerata kadar natrium pada serum sebesar 139,29 mmol/L dan plasma heparin sebesar 136,49 mmol/L, kadar kalium pada serum sebesar 3,79 mmol/L dan plasma heparin sebesar 3,58 mmol/L, kadar klorida pada serum sebesar 106,77 mmol/L dan plasma heparin sebesar 105,63 mmol/L, serta kadar kalsium terionisasi pada serum sebesar 1,00 mmol/L dan plasma heparin sebesar 0,89 mmol/L. Data hasil dari pemeriksaan elektrolit akan dianalisa menggunakan uji T-dependen dan uji Wilcoxon sesuai dengan distribusi data. Hasil uji pada kadar natrium, kalium, dan kalsium terionisasi antara bahan uji serum dengan bahan uji plasma heparin menunjukkan adanya perbedaan bermakna, dengan nilai signifikansi (p < 0,05). Sedangkan, pada kadar klorida tidak terdapat perbedaan bermakna antara bahan uji serum dan bahan uji plasma heparin dengan nilai signifikansi (p > 0,05). Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, ditemukan perbedaan yang bermakna pada kadar natrium, kalium, dan kalsium terionisasi antara bahan uji serum dengan plasma heparin, sedangkan kadar klorida tidak menunjukkan perbedaan bermakna.
References
Hamroun, A., Pekar, J.-D., Lionet, A., Ghulam, A., Maboudou, P., Mercier, A., Brousseau, T., Grzych, G., & Glowacki, F. (2020). Ionized calcium: analytical challenges and clinical relevance. Journal of Laboratory and Precision Medicine, 5, 22–22. https://doi.org/10.21037/jlpm-20-60
Irawan, E., Saputra, E. F., Puspasari, S., & Dinaryanti, S. R. (2025). Buku Ajar Keperawatan Dasar (F. Sihombing (ed.)). Aureka Media Aksara.
Jafri, L., Habib, A., & Saba, K. (2014). Ionized Calcium Measurement in Serum and Plasma by Ion Selective Electrodes : Comparison of Measured and Calculated Parameters. 29(3), 327–332. https://doi.org/10.1007/s12291-013-0360-x
Khairunnisa, A. (2022). Pengaruh Variasi Waktu Penundaan Pemeriksaan Elektrolit (Natrium, Kalium, Dan Klorida) Pada Sampel Plasma Heparin. Poltekkes Kemenkes Surabaya.
Khariri, Handayani, S., Sofiyatun, E., Asmaria, T., Wulandari, D., & Hidayat, S. (2025). Tren Dan Inovasi Terkini Dalam Penelitian Biomedis. CV MMFast Publishing.
Khoirul Ummah, A. (2024). Effect of Blood Collection Tube Variations on Electrolyte Levels [Pengaruh Variasi Tabung Pengumpul Darah Terhadap Kadar Elektrolit].
Larson, D., Hayden, J., & Nair, H. (2017). Clinical chemistry: fundamentals and laboratory techniques. Elsevier.
Lestari, S. P. (2018). Perbedaan Kadar Kalium Menggunakan Spesimen Serum dan Plasma Na2EDTA. Universitas Muhammadiyah Semarang.
Mahendra, A. (2023). An overview on electrolytes: Its importance, function, and imbalances. Clin Nutr Hosp Diet, 43(1), 1–02. https://doi.org/10.12873/0211-6057.23.01.195
Nurlaeni, E., Sukeksi, A., Ariyadi, T., Program Studi IV Analis Kesehatan Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang, M. D., & Program Studi IV Analis Kesehatan Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang, P. D. (2017). Perbedaan Natrium, Kalium,. Klorida Menggunakan Serum dan Plasma Heparin. In Perbedaan Natrium, Kalium,. Klorida Menggunakan Serum dan Plasma Heparin. Universitas Muhammadiyah Semarang.
Nurprilinda, M., Janah, R., Prasetiyo, P. D., Ichsan, A., Septarina, F. R. A., Ginting, A., Ked, M., PK, S., Aryani, D., & Wibowo, S. (2025). Dasar-Dasar Patologi Anatomi dan Klinik. CV Eureka Media Aksara.
Odame Anto, E., Ansah Owiredu, W. K. B., Obirikorang, C., Acheampong, E., Amankwaa, B., Oppong Afranie, B., Donkor, S., Philip Segbefia, S., & Animwaah Osei, A. (2017). Influence of K2EDTA, sodium citrate and lithium heparin anticoagulants on lipid profile in plasma samples as measured by an automated chemical analyzer. Biomedical Research and Clinical Practice, 2(5). https://doi.org/10.15761/brcp.1000153
Prasnadistya, Pratama, P. (2020). Gambaran Kadar Elektrolit Kalium (K+) pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II di RSUD Majenang Periode Maret-April 2020. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Rifai, N. (2022). Tietz Textbook of Laboratory Medicine-E-Book: Tietz Textbook of Laboratory Medicine-E-Book. Elsevier Health Sciences.
Sabela, Mai, C. (2021). Asuhan Keperawatan Pada Anak Gastroenteritis Dengan Masalah Keperawatan Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit Di Rsu Muhammadiyah Ponorogo. Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Sari, M. P., Komara, N. K., & Shari, A. (2022). Petunjuk Praktikum Hematologi Dasar. Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.
Sepetiene, R., Sidlauskiene, R., & Patamsyte, V. (2018). Plasma for Laboratory Diagnostics. In Plasma Medicine - Concepts and Clinical Applications. InTech. https://doi.org/10.5772/intechopen.76092
Susianti, H. (2019). Memahami interpretasi pemeriksaan laboratorium penyakit ginjal kronis. Universitas Brawijaya Press.















