KELAS SOSIAL DALAM NOVEL TERUSLAH BODOH JANGAN PINTAR KARYA TERE LIYE

Authors

  • Ida Fitriani Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhamadiyah Purwokerto
  • Akhmad Fauzan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhamadiyah Purwokerto

DOI:

https://doi.org/10.51878/educational.v6i1.8541

Keywords:

Kelas Sosial, Sosiologi Sastra, Karl Marx, Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar

Abstract

ABSTRACT

This study aims to examine the social class represented in the novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar by Tere Liye. The novel was selected because it is not only a popular literary work but also reflects strong social criticism of capitalism in Indonesia. The method employed is descriptive qualitative research. Data were collected through library research using reading and note-taking techniques. The background of the study highlights social inequality that affects social structures, in which literature functions as a mirror of social injustice. The research problem focuses on how social class is portrayed in the novel, with the objective of describing its influence on character development and social conflict. The findings show that social class in the novel is analyzed using Karl Marx’s theory, which includes class dualism (bourgeois and proletariat), means of production, class state, and ideology. The novel depicts the exploitation of natural resources through illegal mining by the upper class, state apparatus repression against the lower class, and false ideology that conceals injustice. In conclusion, the novel serves as a reflection of unequal social reality, criticizes capitalist domination, and encourages critical awareness toward more equitable social change. Data analysis employed the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing with triangulation for validity. This study is expected to enrich understanding of the role of literature in criticizing unequal social structures.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kelas sosial yang terdapat dalam novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Novel ini dipilih karena bukan hanya karya sastra populer, tetapi juga mencerminkan kritik sosial yang kuat terhadap kapitalisme di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui metode pustaka dengan teknik simak dan catat. Latar belakang masalah menyoroti ketimpangan sosial yang memengaruhi struktur masyarakat, di mana sastra berfungsi sebagai cermin realitas ketidakadilan. Rumusan masalah difokuskan pada bagaimana kelas sosial digambarkan dalam novel tersebut, dengan tujuan mendeskripsikan pengaruhnya terhadap pembentukan karakter tokoh dan konflik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas sosial dalam novel dianalisis menggunakan teori Karl Marx, yang mencakup dualisme kelas (borjuis dan proletar), alat produksi, negara kelas, serta ideologi. Novel ini menggambarkan eksploitasi sumber daya alam melalui tambang ilegal oleh kelas atas, penindasan aparat negara terhadap kelas bawah, dan ideologi palsu yang menyembunyikan ketidakadilan. Kesimpulannya, novel berfungsi sebagai cermin realitas sosial yang timpang, mengkritik dominasi kapitalisme, dan mendorong kesadaran kritis menuju perubahan sosial yang lebih setara. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi untuk validitas. Penelitian ini diharapkan memperkaya pemahaman tentang peran sastra dalam mengkritik struktur sosial yang timpang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alia, S. I., Yulianeta, Y., & Durachman, M. (2024). Representasi kapitalisme dalam novel Mala karya Putu Wijaya. SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik, 25(2). https://semiotika.jurnal.unej.ac.id/index.php/SEMIOTIKA/article/view/48364

Apriani, S. V., Ridho, M. R., & Mardiansyah, Y. (2025). Social Construction and Social Status Conflict in Qais Figure in Layla Majnun Novel by Nizami (Sociology of Literature Perspective). ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities, 8(2), 432-442. https://journal.unhas.ac.id/index.php/jish/article/view/44342

Aprilya, D. (2024). Dampak kebijakan fiskal pada kelas bawah dalam novel Pabrik karya Putu Wijaya: Marxisme. Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(1), 165–179. https://doi.org/10.19105/ghancaran.v6i1.13290

Basid, A., Sulthoni, A., & Rosyida, Z. N. (2018). Dinamika ideologi Karman dalam novel Kubah karya Ahmad Tohari berdasarkan perspektif sosiologi sastra Marxis. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 18(1), 58–68. http://ejournal.upi.edu/index.php/BS_JPBSP/article/view/12146

Damanik, Y., Wuriyani, E. P., & Daulay, J. (2024). Perjuangan perempuan pada novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye (kajian ekofeminisme). Perspektif: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa, 2(3), 270–286. https://doi.org/10.59059/perspektif.v2i3.1533

Damono, S. D. (1978). Sosiologi sastra: Sebuah pengantar ringkas. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Dewi, E. N. K. (2024). Kekerasan dalam novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye: Perspektif Johan Galtung. Proceedings Series on Social Sciences & Humanities, 20, 320–326. https://conferenceproceedings.ump.ac.id/pssh/article/view/1383

Fadillah, N. A. (2024). Memahami Teori Sosial Karl Marx: Kelas, Konflik, dan Perubahan. Nusantara: Jurnal Pendidikan, Seni, Sains Dan Sosial Humaniora, 1(02). https://journal.forikami.com/index.php/nusantara/article/view/574

Faizal, A. A., & Haryanti, R. P. (2025). Utopia of a classless society in Roald Dahl’s Charlie and the Chocolate Factory: A Marxist study. Rainbow: Journal of Literature, Linguistics and Culture Studies, 14, 266-273. https://doi.org/10.15294/rainbow.v14i.31410

Faran, F. F. (2023). Representasi Kelas Sosial Pada Film Free Guy: Analisis Marxisme (Doctoral dissertation, Universitas Komputer Indonesia). http://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/8614

Fox, N. J. (2023). Green capitalism, climate change and the technological fix: A more than human assessment. The Sociological Review, 71(5), 1115–1134. https://doi.org/10.1177/00380261221121232

Galfani, I., & Melzatia, S. (2025). The Social Logic of Green Capitalism: Market Performance, Governance, and the Political Economy of Green Accounting in Indonesia. Baileo: Jurnal Sosial Humaniora, 3(2), 445-465. https://doi.org/10.30598/baileofisipvol3iss2pp445-465

Ginting, Y. S., & Nucifera, P. (2024). Analisis ketimpangan sosial dalam cerpen “Senyum Karyamin” karya Ahmad Tohari: Sosiologi sastra. Literasi: Jurnal Pendidikan Guru Indonesia, 4(2). https://doi.org/10.58218/literasi.v4i2.1382

Hatibie, Y. (2024). Pertentangan kelas dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Reduplikasi: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, 4(2), 90–115. https://ejurnal.pps.ung.ac.id/index.php/Reduplikasi/article/view/2697

Hendriwani, S. (2022). Teori kelas sosial dan marxisme Karl Marx. Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat, 2(1). https://journal.uinjkt.ac.id/index.php/paradigma/article/download/26617/10413

Kambali, M., & STAI Al-Azhar Menganti Gresik. (2020). Pemikiran Karl Marx tentang struktur masyarakat (dialektika infrastruktur dan suprastruktur). Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ekonomi Islam, 8(2), 63–80. https://doi.org/10.37812/aliqtishod.v8i2.154

Magnis-Suseno, F. (1999). Pemikiran Karl Marx: Dari sosialisme utopis ke perselisihan revisionisme. Gramedia Pustaka Utama.

McNally, D. (2025). Slavery and capitalism: A new Marxist history. University of California Press.

Miranda, M., & Karlina, E. M. (2025). Representasi eksploitasi terhadap masyarakat dalam novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye: Tinjauan marxisme. JIP: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(2), 385–399. https://jutepe-joln.net/index.php/JURDIKAN/article/view/158

Raya, D., Rizky, R., Robiatul, C., Az-zahra, J., Azizah, W., & Rafa, M. (2024). Sumber kekuasaan dalam negara: Analisis berdasarkan teori konflik Karl Marx. Public Sphere: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum, 3(2). https://doi.org/10.59818/jps.v3i2.810

Rizky, M. S., & Djunatan, S. (2025). Ideological Criticism of Sustainable Development: Degrowth and Challenges to Ecological Capitalism. Integritas Terbuka: Peace and Interfaith Studies, 4(2), 113-130. https://journal.integritasterbuka.id/index.php/integritas/article/view/65

Rohman, S., & Wicaksono, A. (2018). Tentang sastra: Orkestrasi teori dan pembelajarannya. Garudhawaca.

Rui Fu, Z. (2025). The Anthropocene in red green perspective: A Marxist ecological critique. Journal of Environmental Studies (forthcoming). https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/10455752.2025.2489121

Saputra, H. P. (2025). Kapitalisme, perubahan iklim, dan eksklusi sosial: Implikasinya terhadap masyarakat adat. Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi, 14(1), 23–34. https://doi.org/10.21831/dimensia.v14i1.75909

Senatama, G. (2023). Teori negara Marxian: Negara sebagai alat dalam penguasaan tanah di Indonesia. Jurnal Cendekia Ilmiah (J CEKI), 2(4), 334–343. https://ulilalbabinstitute.co.id/index.php/J-CEKI/article/view/1696

Downloads

Published

2026-02-16

How to Cite

Fitriani, I., & Fauzan, A. (2026). KELAS SOSIAL DALAM NOVEL TERUSLAH BODOH JANGAN PINTAR KARYA TERE LIYE. EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran , 6(1), 305-316. https://doi.org/10.51878/educational.v6i1.8541

Issue

Section

Articles