IMPLEMENTASI MANAJEMEN PESANTREN RAMAH ANAK: LANGKAH STRATEGIS MENEPIS STIGMA NEGATIF.
DOI:
https://doi.org/10.51878/educational.v6i3.13473Keywords:
Manajemen Kurikulum, Pesantren Ramah Anak, Stigma Negatif PesantrenAbstract
The increasing incidence of violence and bullying, along with inadequate child protection in Islamic boarding schools, highlights the need for safer governance that prioritizes students’ well-being. Although child-friendly Islamic boarding schools have been widely examined in terms of policy and violence prevention, studies on their implementation through management functions remain limited. This study aims to analyze the implementation of child-friendly Islamic boarding school management through the functions of planning, organizing, actuating, and controlling, known as POAC, at Pesantren Azmania Ponorogo. This study employed a qualitative approach with a case study design. Six informants were purposively selected based on their involvement in program management, comprising student care personnel, school and madrasah principals, male and female student mentors, and students. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation and analyzed using the Miles and Huberman interactive model. Data credibility was strengthened through source and technique triangulation. The findings indicate that planning involved needs assessment, policy formulation, and forums with students’ parents; organizing included task allocation and external partnerships; actuating comprised non-physical disciplinary practices, student participation, and the provision of supporting facilities; and controlling was conducted through evaluation meetings and the Daily Performance application. The implementation of POAC supports safer, more participatory, humanistic, and transparent Islamic boarding school governance and has the potential to strengthen child protection and public trust.
ABSTRAK
Meningkatnya kasus kekerasan, perundungan, dan lemahnya perlindungan anak di pesantren menunjukkan perlunya tata kelola yang lebih aman dan berorientasi pada kesejahteraan santri. Meskipun pesantren ramah anak telah banyak dikaji dari aspek kebijakan dan pencegahan kekerasan, implementasinya melalui fungsi manajemen masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen pesantren ramah anak melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan atau POAC di Pesantren Azmania Ponorogo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian ini melibatkan enam informan yang dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan mereka dalam pengelolaan program, terdiri atas pengelola pengasuhan, kepala madrasah dan sekolah, musyrif dan musyrifah, serta santri. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan mencakup analisis kebutuhan, penyusunan kebijakan, dan forum dengan wali santri; pengorganisasian meliputi pembagian tugas dan kemitraan eksternal; pelaksanaan mencakup pengasuhan tanpa hukuman fisik, partisipasi santri, dan penyediaan sarana pendukung; sedangkan pengawasan dilakukan melalui rapat evaluasi dan aplikasi Daily Performance. Penerapan POAC mendukung tata kelola pesantren yang lebih aman, partisipatif, humanis, dan transparan serta berpotensi memperkuat perlindungan anak dan kepercayaan masyarakat.
Downloads
References
Akdon. (2011). Strategic management for educational management (Manajemen strategik untuk manajemen pendidikan). Alfabeta.
Arief, M., & Assya’bani, R. (2022). Eksistensi manajemen pesantren di era digital. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 16(6), 2548–2562. https://doi.org/10.35931/aq.v16i6.1541
Asifudin, A. J. (2016). Manajemen pendidikan untuk pondok pesantren. Manageria: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(2), 355–366. https://doi.org/10.14421/manageria.2016.12-10
Bafaqih, H., & Sa’adah, U. L. (2023). Pesantren ramah santri: Respons mencegah kekerasan di pesantren. Jurnal Leverage, Engagement, Empowerment of Community (LeECOM), 4(2), 165–172. https://doi.org/10.37715/leecom.v4i2.3510
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Emilda, E. (2022). Bullying di pesantren: Jenis, bentuk, faktor, dan upaya pencegahannya. Sustainable: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan, 5(2), 198–207. https://rumahjurnal.iainsasbabel.ac.id/sus/article/view/2751
Hazmin, M. M., & Zain, Z. (2024). Pesantren di tengah kontroversi: Upaya rekonstruksi kepercayaan masyarakat terhadap pesantren di era modern. Shibghoh: Prosiding Ilmu Kependidikan UNIDA Gontor, 3, 1100–1122.
Herman. (2013). Sejarah pesantren di Indonesia. Al-Ta’dib, 6(2), 145–158. https://ejournal.iainkendari.ac.id/al-tadib/article/view/311
Ikromussalam, S. H. (2023). Analysis of government policy on child-friendly Islamic boarding schools in preventing sexual violence in Islamic boarding schools. Fahima, 2(1), 13–24. https://doi.org/10.54622/fahima.v2i01.91
Irsandi, F., & Fahyuni, E. F. (2025). Manajemen pesantren ramah anak di era milenium [Preprint]. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Preprints Server. https://doi.org/10.21070/ups.6929
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2025). Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2025 tentang Peta Jalan Program Pengembangan Pesantren Ramah Anak. Kementerian Agama Republik Indonesia.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. (2024). Data kekerasan terhadap anak Januari–Oktober 2024 dalam Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.
Mahmudi, M., Abdulah, F. S. P., & Hayat. (2024). Implementasi kebijakan pondok pesantren ramah anak: Tantangan dan peluang di era modern. Jejaring Administrasi Publik, 16(2), 131–143. https://doi.org/10.20473/jap.v16i2.65651
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Mulkhan, A. M. (2002). Nalar spiritual pendidikan: Solusi problem filosofis pendidikan Islam. Tiara Wacana Yogya.
Natsir, A., & Zulmuqim. (2023). Evaluasi program pesantren ramah anak model CIPP di Provinsi Sumatera Barat. SURAU: Journal of Islamic Education, 1(1), 66–78. https://doi.org/10.30983/surau.v1i1.6375
Saini, M. (2020). Model pengembangan pesantren ramah anak sebagai upaya deradikalisasi keagamaan sejak dini. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 73–91. https://doi.org/10.52166/tabyin.v2i1.31
Saipullah. (2022). Model pendidikan karakter berbasis nilai-nilai tradisi pesantren. Tapis: Jurnal Penelitian Ilmiah, 6(2), 132–145. https://doi.org/10.32332/tapis.v6i2.5313
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















