EKONOMI KREATIF BERLANDASKAN NILAI KRISTIANI: MENGELOLA TALENTA UNTUK KEMANDIRIAN DAN PELAYANAN JEMAAT
DOI:
https://doi.org/10.51878/community.v5i1.6878Keywords:
ekonomi kreatif, katekisasi, potensi localAbstract
The creative economy is a strategic sector that relies on ideas, knowledge, and human creativity to generate added value and enhance competitiveness. In the context of the church, developing a creative economy grounded in Christian values offers an innovative approach to empowering congregations, particularly young generations, to achieve economic independence while strengthening their service. This community engagement program was conducted at GPM Wayame Congregation, involving 50 catechism students aged ?16 years. The program adopted a participatory approach through interactive lectures, group discussions, case studies, and Q&A sessions, covering topics such as the concept of the creative economy, classification of business types, strategies for utilizing local potential, and the integration of faith-based values including honesty, hard work, and service to others. Evaluation was carried out through pre-tests, post-tests, and observations of active participation. The results of the activity showed an increase in participants understanding from 62% to 89%, as well as their ability to identify five main categories of local potential: processed bananas, processed sago, smoked fish, fish floss, fish nuggets, fish scale handicrafts, and bamboo musical instruments. Business ideas generated included packaging innovation, digital marketing, and church bazaars. These findings confirm that the combination of contextual learning and Christian values can effectively enhance creativity, entrepreneurial ethics, and participant motivation. Moving forward, program sustainability can be strengthened through technical training, business mentoring, and the utilization of digital marketing strategies, with potential for replication in other congregations by adapting to their respective local contexts.
ABSTRAK
Ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor strategis yang mengandalkan ide, pengetahuan, dan kreativitas manusia untuk menciptakan nilai tambah serta mendorong daya saing. Dalam konteks gereja, pengembangan ekonomi kreatif berlandaskan nilai Kristiani menjadi pendekatan inovatif untuk memberdayakan jemaat, khususnya generasi muda, agar mandiri secara ekonomi sekaligus memperkuat pelayanan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Jemaat GPM Wayame dengan melibatkan 50 siswa katekisasi berusia ?16 tahun. Program dirancang menggunakan metode partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan tanya jawab, dengan materi mencakup konsep ekonomi kreatif, klasifikasi jenis usaha, strategi pemanfaatan potensi lokal, serta integrasi nilai-nilai iman seperti kejujuran, kerja keras, dan pelayanan kepada sesama. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, dan observasi partisipasi aktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari 62% menjadi 89%, serta kemampuan mengidentifikasi lima kategori potensi lokal utama: olahan pisang, olahan sagu, ikan asap, abon ikan, nugget ikan, kerajinan sisik ikan, dan alat musik bambu. Ide usaha yang dihasilkan mencakup inovasi kemasan, pemasaran digital, dan bazar jemaat. Temuan ini mengonfirmasi bahwa kombinasi pembelajaran kontekstual dengan nilai-nilai Kristiani mampu meningkatkan kreativitas, etika wirausaha, dan motivasi peserta. Ke depan, keberlanjutan program dapat diperkuat melalui pelatihan teknis, pendampingan bisnis, dan pemanfaatan strategi pemasaran digital, serta berpotensi direplikasi di jemaat lain dengan adaptasi konteks lokal masing-masing.
Downloads
References
Ananda, N. D., Heryati, Y., & Rusli. (2023). Pengaruh Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Ekonomi Kreatif Terhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat Di Kecamatan Mamuju. Prosiding Diseminasi Penelitian Ekonomi Dan Bisnis, 1(1), 231–237. https://prosiding.unimaju.ac.id/index.php/DISEM/article/view/46
Anggadwita, G., Ramadani, V., Alamanda, D. T., Ratten, V., & Hashani, M. (2017). An Entrepreneurial intentions from an Islamic perspective: A study of Muslim entrepreneurs in Indonesia. International Journal of Entrepreneurship and Small Business, 31(2), 165–179. https://doi.org/10.1504/IJESB.2017.085336
Ante, D., & Sutrisno, S. (2025). Business Ethics from a Theological Perspective. Journal of Religious and Socio-Cultural, 6(1), 14–32. https://doi.org/10.46362/jrsc.v6i1.282
Aprilianti, D., & Supriyanto, E. (2022). Digital marketing strategies for MSMEs: Enhancing competitiveness in the social media era. Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, 24(1), 12–25.
Basuki, R., & Prasetyo, A. E. (2020). (2020). Religious values and entrepreneurship: The influence of spiritual values on community-based business sustainability. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 23(1), 45–58.
Benabou, R., & Tirole, J. (2006). Incentives and Pro-Social Behavior. American Economic Review, 96, 1652–1678. https://doi.org/10.1257/aer.96.5.1652
Florida, R. (2002). The rise of the creative class: And how it’s transforming work, leisure, community and everyday life. (Basic Book).
Imelda, D. Q., Budiarti, I. N., Wahyuni, R. S., & Soimah, N. (2023). Pemanfaatan potensi lokal untuk meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Bumi Rahayu. Jurnal Benuanta, 2(2). https://doi.org/10.61323/jb.v2i2.77
Kemenparekraf, K. P. dan E. K. (2023). Statistik ekonomi kreatif Indonesia 2023.
Mouchrek, N., & Benson, M. (2023). The theory of integrated empowerment in the transition to adulthood: concepts and measures. Frontiers in Sociology, Volume 8-. https://doi.org/10.3389/fsoc.2023.893898
Mulyani, S., Fitriani, N., & Hidayat, R. (2021). Model pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis nilai-nilai keagamaan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(2), 101–110. https://doi.org/10.1234/jpm.v7i2.12345
Nugraha, A., & Prayudi, Y. (2018). Efektivitas Metode Pembelajaran Interaktif dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 25(1), 45–56.
Popay, J., Whitehead, M., & Hunter, D. J. (2024). Strengthening community empowerment initiatives as a route to health equity. Community Development Journal, 59(3), 345–360.
Prasetyo, B., & Sutopo, W. (2018). Pemberdayaan Potensi Lokal Berbasis Ekonomi Kreatif Untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat. Jurnal Pengembangan Masyarakat, 34(2), 87–96.
Puspita, P., . M. M., Agustin, L. S., Yanti, V. J., & Syifa, A. W. (2024). Peran Ekonomi Kreatif dan Industri Lokal dalam Meningkatkan Pendapatan dan Mengurangi Kemiskinan di Masyarakat Pedesaan Indonesia. Jurnal Pendidikan Ekonomi, 18(2). https://doi.org/10.19184/jpe.v18i2.52098
Putra, R. A., Sari, Y., & Lestari, D. (2023). Digitalization of culinary MSMEs: Innovation, competitiveness, and market expansion. Jurnal Ekonomi Kreatif, 8(2), 77–89.
Rachmawati, R., Hidayati, N., & Rahma, D. (2020). Pengembangan Produk Lokal Berbasis Sumber Daya Wilayah Pesisir. Jurnal Ekonomi Dan Pembangunan Daerah, 15(1), 12–22.
Salma D, Anisah, Rossanty, N. L. P. E., & Nurmin, S. (2023). Potensi dan Peran Masyarakat dalam Ekonomi Kreatif Berbasis Sumber Daya Lokal di Desa Puungkoilu, Morowali. Jurnal Abdimas Bina Bangsa, 4(2), 1386–1395. https://doi.org/0.46306/jabb.v4i2.662
Setiawan, A. (2022). Gereja dan kewirausahaan sosial: Strategi kolaborasi untuk pemberdayaan jemaat. Jurnal Sosial Dan Humaniora, 11(1), 55–68.
UNCTAD, U. N. C. on T. and D. (2010). Creative economy report 2010: Creative economy, a feasible development option.
Widyastuti, S. (2021). Peran Gereja Dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa: Studi kasus gereja di Jawa Tengah. Jurnal Pemberdayaan Komunitas, 9(2), 133–145.
Zimmerman, M. A. (2000). Empowerment theory: Psychological, organizational and community levels of analysis. In J. Rappaport & E. Seidman (Eds.), Handbook of community psychology (pp. 43–63). MA: Springer. https://doi.org/10.1007/978-1-4615-4193-6_2
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













