MENGANGKAT ISU LOKAL DARI MASYARAKAT SUKU BATIN KECAMATAN TABIR MELALUI PERTUNJUKAN SENI TARI DI MI DARUSSALAM JELUTUNG KOTA JAMBI
DOI:
https://doi.org/10.51878/community.v5i1.6691Keywords:
isu lokal, suku batin, seni tari, pelestarian budayaAbstract
This research is motivated by the decline in appreciation for local culture and the marginalization of indigenous issues, such as the Batin Tribe in Tabir District, due to modernization. The focus of this research is to analyze the use of dance performances as an innovative educational medium to raise local issues of the Batin Tribe and instill cultural awareness in students at MI Darussalam Jelutung, Jambi City. As a crucial step, this research uses a descriptive qualitative method with a mentoring approach, which includes stages of material preparation, intensive practice, and development of performance creativity. The main findings indicate that dance art that raises the theme of traditional life is successful as an effective means to communicate the values of local wisdom symbolically and emotionally. This activity has a significant impact on improving students' contextual understanding of their culture, fostering empathy, and strengthening self-confidence and teamwork. In conclusion, dance performances have proven to be a powerful pedagogical strategy for cultural preservation. By integrating local issues into artistic expression, schools create meaningful, relevant, and transformative learning experiences for the younger generation.
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh lunturnya apresiasi terhadap budaya lokal dan terpinggirkannya isu-isu masyarakat adat, seperti Suku Batin di Kecamatan Tabir, akibat arus modernisasi. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis pemanfaatan pertunjukan seni tari sebagai media edukasi inovatif untuk mengangkat isu lokal Suku Batin dan menanamkan kesadaran budaya pada siswa di MI Darussalam Jelutung, Kota Jambi. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan pendampingan, yang meliputi tahapan persiapan materi, latihan intensif, dan pengembangan kreativitas pertunjukan. Temuan utama menunjukkan bahwa seni tari yang mengangkat tema kehidupan tradisional berhasil menjadi sarana yang efektif untuk mengkomunikasikan nilai-nilai kearifan lokal secara simbolis dan emosional. Kegiatan ini berdampak signifikan pada peningkatan pemahaman kontekstual siswa terhadap budaya mereka, menumbuhkan rasa empati, serta memperkuat rasa percaya diri dan kerja sama tim. Kesimpulannya, pertunjukan seni tari terbukti menjadi strategi pedagogis yang kuat untuk pelestarian budaya. Dengan mengintegrasikan isu lokal ke dalam ekspresi seni, sekolah menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, relevan, dan transformatif bagi generasi muda.
Downloads
References
Atmojo, S. E., et al. (2021). Thematic learning based on local culture in implementing national character values in inclusive referral elementary school. Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian Dan Kajian Kepustakaan Di Bidang Pendidikan, Pengajaran Dan Pembelajaran, 7(4), 845. https://doi.org/10.33394/jk.v7i4.4256
Bransika, D. M. I., et al. (2025). Nilai pendidikan dalam tradisi Lubuk Larangan Desa Muara Langeh Kecamatan Tabir Barat Kabupaten Merangin. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(4), 1291. https://doi.org/10.51878/learning.v4i4.4166
Christina, D., et al. (2025). Membentuk generasi cinta budaya lewat musik tradisional di usia emas. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 5(2), 933. https://doi.org/10.51878/learning.v5i2.5643
Fadhilah, M. N. (2022). Peran kegiatan Green Lab dalam meningkatkan profil pelajar Pancasila di Sekolah Dasar Alam. SITTAH: Journal of Primary Education, 3(2), 161. https://doi.org/10.30762/sittah.v3i2.528
Fatmi, N., & Fauzan, F. (2022). Kajian pendekatan etnopedagogi dalam pendidikan melalui kearifan lokal Aceh. Al-Madaris: Jurnal Pendidikan Dan Studi Keislaman, 3(2), 31. https://doi.org/10.47887/amd.v3i2.98
Indriyani, D., et al. (2023). Promoting civic engagement among students in the preservation of local culture during a time of disruption. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 20(1), 104. https://doi.org/10.21831/jc.v20i1.58790
Ista, A., et al. (2024). Je’ne ta’luka sumbayang tang tappu masyarakat Suku Kajang ditinjau dari nilai pendidikan Islam multikultural. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 4(3), 221. https://doi.org/10.51878/cendekia.v4i3.3007
Juanis, B., et al. (2022). Knowledge, attitudes and practices of youths towards the intangible cultural heritage elements of Dusun ethnic in Malaysian environment. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 975(1), 012008. https://doi.org/10.1088/1755-1315/975/1/012008
Nasution, M. R., et al. (2020). The effectiveness of teaching materials based on local culture on 7th grade students in Junior High School Sipirok. Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education (BirLE) Journal, 3(1), 189. https://doi.org/10.33258/birle.v3i1.833
Nurdiani, N., & Felicia, N. T. (2021). The efforts of local community in preserving cultural heritage in the city of Semarang – Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 780(1), 012078. https://doi.org/10.1088/1755-1315/780/1/012078
Nurhidayati, E. (2017). Pedagogi konstruktivisme dalam praksis pendidikan Indonesia. Indonesian Journal of Educational Counseling, 1(1), 1. https://doi.org/10.30653/001.201711.2
Rohmiyati, A., et al. (2025). Pemberdayaan generasi muda sebagai penggerak perubahan dalam rangka meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesenian dan kebudayaan. COMMUNITY: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 293. https://doi.org/10.51878/community.v4i2.4374
Rosa, S., et al. (2021). Increasing youth awareness of local culture through active learning. Cypriot Journal of Educational Sciences, 16(4), 1582. https://doi.org/10.18844/cjes.v16i4.6014
Rosala, D., & Budiman, A. (2020). Local wisdom-based dance learning: Teaching characters to children through movements. Mimbar Sekolah Dasar, 7(3), 304. https://doi.org/10.17509/mimbar-sd.v7i3.28185
Subroto, D. E., et al. (2023). Implementasi teknologi dalam pembelajaran di era digital: Tantangan dan peluang bagi dunia pendidikan di Indonesia. Jurnal Pendidikan West Science, 1(7), 473–481. https://doi.org/10.58812/jpdws.v1i07.542
Sultan, S., et al. (2020). Functions and strategies to the integration of multicultural values in textbook discourse for elementary school students. Lingua Cultura, 14(1), 15. https://doi.org/10.21512/lc.v14i1.6219
Sumartini, N. W., et al. (2025). Eksplorasi kendala guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal pada pembelajaran IPS di sekolah dasar. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 4(4), 665. https://doi.org/10.51878/social.v4i4.4461
Swarna, M. F., et al. (2024). Peranan Gen Z dalam mempertahankan budaya lokal Indonesia di era global. Karimah Tauhid, 3(5), 5947. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v3i5.13298
Syafriadi, S., et al. (2021). Integrasi permainan tradisional dalam metode pembelajaran praktik untuk meningkatkan minat belajar PJOK. Reflection Journal, 1(1), 14. https://doi.org/10.36312/rj.v1i1.487
Wang, X., & Zhang, C. (2018). Connotation interpretation on modern value of national dance. Proceedings of the 2018 5th International Conference on Education, Management, Arts, Economics and Social Science (ICEMAESS 2018). https://doi.org/10.2991/icemaess-18.2018.229
Yulianie, P., et al. (2025). Membangun identitas nasional melalui pendidikan kewarganegaraan di SMP Kristen Rehobot Palangka Raya. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(1), 105. https://doi.org/10.51878/social.v5i1.4626
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













