SEKOLAH BERWAWASAN GENERASI MUDA PEDULI KESEHATAN REPRODUKSI (GEMPI KESPRO) MEMBANGUN KEPEDULIAN REMAJA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI

Authors

  • KOEKOEH HARDJITO Poltekkes Kemenkes Malang
  • SUWOYO SUWOYO Poltekkes Kemenkes Malang
  • ERNA RAHMA YANI Poltekkes Kemenkes Malang

DOI:

https://doi.org/10.51878/community.v1i2.632

Keywords:

kader, generasi muda peduli kesehatan reproduksi

Abstract

Pada masa remaja terjadi berbagai macam perubahan yang cukup signifikan baik secara fisik mental, emosi serta psikososial termasuk sistem reproduksinya. Hal tersebut dapat mempengaruhi kehidupan dan perilaku pribadi, lingkungan keluarga maupun masyarakat dimana remaja tersebut berada. Untuk menyikapi perkembangan tersebut maka setiap remaja perlu menyiapkan diri dengan baik. Salah satu cara dalam menyiapkan diri adalah dengan meningkatkan pemahaman tentang kesehatan reproduksi dengan benar melalui berbagai cara yang dapat dipertanggungjawabkan. Sebagai bagian dari lingkungan yang dapat memberikan pengaruh pada remaja khususnya dalam menjaga kesehatan reproduksinya, maka sekolah berkewajiban membangun lingkungan yang dapat mendukung perkembangan kesehatan reproduksi remaja ke arah yang positif. Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan sekolah berwawasan Gempi Kespro (Generasi Muda Peduli Kesehatan Reproduksi), yaitu sekolah yang peduli terhadap kesehatan reproduksi para siswanya, dengan melibatkan siswa untuk menjaga kesehatan reproduksi sesuai fase yang dialaminya dalam rentang kehidupan remaja. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan evaluasi manajemen, serta pelatihan. Kegiatan sosialisasi dan evaluasi dilaksanakan secara tatap muka langsung, sedangkan kegiatan pelatihan dilaksanakan secara tatap muka virtual via zoom meeting. Sasaran sosialisasi adalah 15 orang guru dan tenaga kependidikan, sedangkan sasaran pelatihan adalah 35 kader. Kader berasal dari 35 siswa kelas 8 dan 9 yang terpilih. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di awal program, sedangkan evaluasi dilaksanakan di akhir program. Pelatihan kader dilaksanakan selama 3 sesi, jarak tiap sesi sekitar 4 minggu, untuk meningkatkan pemahaman siswa diantara sesi pelatihan dilanjutkan dengan komunikasi melalui grup whatsapps. Hasil kegiatan menunjukkan komitmen yang tinggi dari manajemen sekolah dalam membangun sekolah berwawasan gempi kespro. Siswa secara aktif berperanserta dalam membangun kesehatan reproduksinya dengan ikut serta sebagai kader gempi kespro, kader memiliki pemahaman yang baik tentang kesehatan reproduksi yang ditunjukkan dari peningkatan nilai pre tes ke post tes yaitu dari rerata 46,7 menjadi 77,8. Diharapkan kader gempi kespro dapat menyebarluaskan pemahamannya tentang kesehatan reproduksi pada teman disekitarnya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arifian, L., Suryani, N., & Wujoso, H. (2018). Hubungan antara Lingkungan Belajar dan Lingkungan Keluarga dengan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Siswa SMA. Proceeding of the URECOL, 856–865.

https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=0L1KFkkAAAAJ&citation_for_view=0L1KFkkAAAAJ:MXK_kJrjxJIC

Benita, N. R. (2012). Pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja siswa SMP Kristen Gergaji. Universitas Diponegoro. http://eprints.undip.ac.id/37650/1/Nydia_Rena_Benita_G2A008137_Lap._KTI.pdf

Berliana, N., & Pradana, E. (2016). Hubungan peran orangtua, pengaruh teman sebaya dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Jurnal Endurance, 1(2). http://ejournal.lldikti10.id/index.php/endurance/article/view/984

Muflihatin, I., & Swari, S. J. (2017). Pencegahan Perilaku Seks Bebas dan HIV/AIDS pada Remaja melalui Penyuluhan tentang Kesehatan Reproduksi Remaja dan Pembentukan Kader Kesehatan Remaja di MTs Nurul Islam Panti Jember. 4.

https://publikasi.polije.ac.id/index.php/prosiding/article/view/703

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta. Rineka Cipta.

Pradipta, U., Yanuarini, T. A., & Hardjito, K. (2020). Pengaruh permainan edukatif terhadap perilakuremaja putridalam manajemenkebersihan menstruasi (MKM). Jurnal Pendidikan Kesehatan, 9(1), 21–33. https://doi.org/10.31290/jpk.v9i1.1480

Proverawati, A., & Misaroh, S. (2009). Menarche: Menstruasi Pertama Penuh Makna (1st ed.). Yogyakarta. Nuha Medika.

Sarwono, S. W. (2012). Psikologi remaja. Jakarta. Rajawali.

Sihite, P., Nugroho, D., & Dharmawan, Y. (2017). Pengaruh Edukasi Kesehatan Reproduksi terhadap Pengetahuan siswa tentang Triad KRR (Seksualitas, HIV AIDS dan Napza. Jurnal Kesehatan masyarakat, 5(4), 237–246.

https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm/article/view/18355

Zulkifli L. (2012). Psikologi perkembangan. Bandung. PT Remaja Rosdakarya.

Downloads

Published

2021-10-31

How to Cite

HARDJITO, K. ., SUWOYO, S., & YANI , E. R. . (2021). SEKOLAH BERWAWASAN GENERASI MUDA PEDULI KESEHATAN REPRODUKSI (GEMPI KESPRO) MEMBANGUN KEPEDULIAN REMAJA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI. COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 100-106. https://doi.org/10.51878/community.v1i2.632

Issue

Section

Articles