PEMBERDAYAAN GENERASI MUDA SEBAGAI PENGGERAK PERUBAHAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN KEPEDULIAN MASYARAKAT TERHADAP KESENIAN DAN KEBUDAYAAN
DOI:
https://doi.org/10.51878/community.v4i2.4374Keywords:
Pemberdayaan Generasi Muda, Memupuk Nasionalisme, Melestarikan Seni BudayaAbstract
Public awareness toward culture (arts, traditional houses, traditions, regional languages, regional food, regional clothing, ethics) at the local and national levels is currently lacking. This is because local cultural products in the form of art as a national culture are degraded by foreign art that is more often aired through various media. The purpose of this Community Service is an effort to empower the younger generation as a driver of change to be more familiar with culture and participate in maintaining their cultural arts. The method used is quantitative using a Likert scale, the Likert scale is used to measure students' knowledge of their own culture. This is done by providing briefings to Polimedia students about the importance of their role as drivers of change to participate in maintaining artistic and cultural values as the nation's identity and fostering a sense of nationalism. The briefing provided included counseling on the importance of involving arts and cultural activities in every event at school and being used in the form of digital media content. The expected results are the empowerment of the younger generation to promote Indonesian arts and culture through participating in carnivals, cultural arts festivals and creating content with Indonesian culture.
ABSTRAK
Kepedulian masyarakat terhadap budaya (kesenian, rumah adat, tradisi, bahasa daerah, makanan daerah, pakaian daerah, etika) di tingkat lokal maupun nasional saat ini dirasa kurang. Hal ini karena produk-produk budaya lokal berupa kesenian sebagai budaya bangsa terdegradasi oleh kesenian luar negeri yang lebih sering ditayangkan melalui berbagai media. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini merupakan satu upaya untuk memberdayakan generasi muda sebagai penggerak perubahan untuk lebih mengenal budaya dan ikut serta memelihara seni budayanya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan skala Likert, skala Likert digunakan untuk mengukur pengetahuan Mahasiswa terhadap suku budayanya sendiri. Hal ini dilakukan dengan memberikan pembekalan kepada mahasiswa Polimedia tentang pentingnya peran mereka sebagai penggerak perubahan untuk ikut mempertahankan nilai-nilai kesenian dan kebudayaan sebagai jati diri bangsa serta memupuk rasa nasionalisme. Pembekalan yang diberikan diantaranya dengan penyuluhan pentingnya melibatkan kegiatan kesenian dan kebudayaan setiap acara-acara di sekolah serta dijadikan dalam bentuk konten media digital. Hasil yang diharapkan adanya pemberdayaan generasi muda untuk mempromosikan seni budaya Indonesia melalui ikut dalam karnaval, festival seni budaya dan membuat konten-konten yang bermuatan budaya Indonesia.
Downloads
References
Alwasilah, A. Chaedar. 2006. Pokoknya Sunda: Interpretasi untuk Aksi. Bandung: Karawitan.
Ermawan, 2017. Pengaruh Globalisasi Terhadap Eksistensi Daerah di Kebudayaan Indonesia. Jurnal Kajian Lemhannas Edisi 32.
Fitri, M., & Susanto, H. 2022. Nilai Sosial Religi Tradisi Manopeng pada Masyarakat Banyiur. Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah, 7(2), 161-169.
Habibuddin, Burhanuddin, Dina Apriana. 2022. Pemberdayaan Masyarakat dalam Pelestarian Budaya Lokal sebagai Sumber Belajar Siswa Sekolah Dasar. Jurnal ABDI POPULIKA. Vol. 03 No. 2, Juli 2022, Hal. 156-172
Haminah Sabiah Vitry & Syamsir. 2024. Analisis Peranan Pemuda dalam Melestarikan Budaya Lokal di Era Globalisasi. Triwikrama: Jurnal Multidisiplin Ilmu Sosial. Volume 03, Number 08 2024.
Hermawanto, Ariesani & Anggraini Melaty. 2020. Globalisasi, Revolusi Digital dan Lokalitas: Dinamika Internasional dan Domestik di Era Borderless World. LPPM UPN VY Press, Yogyakarta.
Paramita, I. G. A. (2018). Bencana, agama dan kearifan lokal. Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan, 18(1), 36-44.
Syah, Hidayat. 2013. Urbanisasi dan Modernisasi (Studi tentang Perubahan Sistem Nilai Budaya Masyarakat Urban di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan). Riau: UIN Suska.
Suneki, Sri. 2012. Dampak Globalisasi terhadap Eksistensi Budaya Daerah. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Kewarganegaraan. Jurnal Ilmiah CIVIS, Vol. II (1), 307-321. http://journal.upgris.ac.id/index.php/civis/article/view/603
Triwardani, R., Rochayanti, C. (2014). Implementasi Kebijakan Desa Budaya dalam Upaya Pelestarian Budaya Lokal. Jurnal Reformasi. 102-104.
Tri Yunita Sari, Heri Kurnia, Isrofiah Laela Khasanah, Dina Nurayu Ningtyas. 2022. Membangun Identitas Lokal Dalam Era Globalisasi Untuk Melestarikan Budaya Dan Tradisi Yang Terancam Punah. Academy of Social Science and Global Citizenship Journal. AoSSaGCJ, Vol. 2, Issue 2, (2022) page 76-84
Zulfa, Desri Nora, Refni Yulia, Edi Susrianto Indra Putra. 2022. Pelestarian Budaya Lokal Dalam Media Pembelajaran Berbasis Proyek Simulasi (PBPS) Pada Generasi Milenial. Jurnal Sejarah, Kebudayaan dan Pendidikan : Bakaba. Volume 10 Nomor 2, Juli – Desember 2022 , p. 19-23. http://ejournal.upgrisba.ac.id/index.php/bakaba
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













