ANALISIS NORMATIF: URGENSI STANDARISASI KRITERIA KELALAIAN MEDIK DALAM PENEGAKAN HUKUM KESEHATAN PASCA UU NOMOR 17 TAHUN 2023

Authors

  • Siti Rukayah Akademi Keperawatan Berkala Widya Husada
  • Yudhi Hertanto Akademi Keperawatan Berkala Widya Husada, Universitas Islam Sultan Agung

Keywords:

Standarisasi Kelalaian Medik, Medical Negligence, UU Nomor 17 Tahun 2023, Putusan Mahkamah Konstitusi

Abstract

ABSTRACT

The enactment of Law Number 17 of 2023 on Health through the omnibus law approach has restructured Indonesia’s healthcare legal system but has also created normative ambiguity concerning medical negligence, medical error, and medical risk, potentially leading to inconsistent judicial decisions and the criminalization of healthcare professionals. This study aims to analyze the urgency of standardizing the criteria for medical negligence, map the distribution of legal liability, and evaluate the juridical implications of Constitutional Court Decision Number 156/PUU-XXII/2024. This normative legal research employs statutory, conceptual, and case approaches, analyzed using prescriptive legal analysis and legal reasoning. The findings reveal that the absence of operational criteria for medical negligence undermines legal certainty and equitable law enforcement. Constitutional Court Decision Number 156/PUU-XXII/2024 reinforces the role of the Professional Disciplinary Board as an ethical and disciplinary screening mechanism prior to criminal proceedings, while substantive legal proof requires standardized parameters based on the 4D Negligence Test (Duty, Dereliction, Direct Causation, and Damage). This study proposes a novel conceptual model consisting of standardized parameters to distinguish medical negligence, medical error, and medical risk under Law Number 17 of 2023, thereby contributing to the development of health law and the theory of professional medical liability while providing a normative framework for formulating national standards on medical negligence.

ABSTRAK

Pemberlakuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan melalui metode omnibus law merestrukturisasi sistem hukum kesehatan di Indonesia, namun masih menyisakan kekaburan norma mengenai kelalaian medik (medical negligence), kesalahan medik (medical error), dan risiko medik (medical risk) yang berpotensi menimbulkan disparitas putusan serta kriminalisasi tenaga medis. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi standarisasi kriteria kelalaian medik, memetakan distribusi tanggung jawab hukum, dan mengevaluasi implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 156/PUU-XXII/2024. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, yang dianalisis secara preskriptif melalui argumentasi hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum adanya parameter operasional kelalaian medik menghambat kepastian hukum. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 156/PUU-XXII/2024 memperkuat peran Majelis Disiplin Profesi sebagai mekanisme penyaringan etik dan disiplin sebelum proses pidana, sedangkan pembuktian materiil memerlukan parameter 4D Negligence Test (Duty, Dereliction, Direct Causation, dan Damage). Penelitian ini menghasilkan model konseptual baru berupa parameter terstandar pembeda antara medical negligence, medical error, dan medical risk pasca berlakunya UU Nomor 17 Tahun 2023 yang memperkaya teori pertanggungjawaban profesi medis serta menjadi dasar penyusunan standar nasional kelalaian medik.

References

Afsari, N., Sari, A. P., Adhimutiahara, F. D. D., Wibawa, I. B. G. A., & Putra, M. D. (2026). Perlindungan Hukum terhadap Tenaga Kesehatan dalam Pelayanan Medis yang Merugikan Pasien dari Perspektif Hukum Kesehatan. SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 5(2), 999-1008. https://doi.org/10.55123/sosmaniora.v5i2.7926

Anders, R. L. (2025). Global Perspectives on Patient Safety: The Central Role of Nursing Management. In Healthcare (Vol. 13, No. 24, p. 3240). 10.3390/healthcare13243240

Arimbi, D. (2025). Legal Responsibility for Medical Risks, Medical Errors, and Malpractice in Health Services. Lex Publica, 12(1), 63-89. https://doi.org/10.58829/lp.12.1.2025.283

Atmadja, N., Tulak, N., & Fadila, A. (2025). Pertanggungjawaban Hukum RS atas Kelalaian Medik dan Sanksi terhadap Tenaga Medis di RS. Jurnal Ilmiah Hukum dan Hak Asasi Manusia, 5(6), 5470–5475. https://doi.org/10.38035/jihhp.v5i6.5512

Bagiastra, I. N. (2023). The idea of the Health Omnibus Law as a national legal policy in an effort to increase public health degrees in Indonesia. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 23(1), 33-46. https://doi.org/10.30641/dejure.2023.V23.33-46

Beatrice Anastasya Secillia A., Fransiska Sesilia Maranatha, Natalia Ariela Hartanti, & Yuniarti, Y. (2025). Analisis Implikasi Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan terhadap Praktik Keperawatan di Indonesia . Jurnal Siti Rufaidah, 3(2), 38–48. https://doi.org/10.57214/jasira.v3i2.182

Damanhury, A., Candra, M., & Sagala, R. V. (2025). Penerapan Metode Omnibus Law Dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan. Jurnal Sains, Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Dan Hukum, 2(1), 57-68. https://doi.org/10.60126/sainmikum.v2i1.825

Dewi, A., Seftaviani, N., & Rochmawati, E. (2019). Patient Safety Incident Differences Between Accredited and not Accredited Primary Health Center. JMMR (Jurnal Medicoeticolegal Dan Manajemen Rumah Sakit), 8(3), 215–223. https://doi.org/10.18196/jmmr.83109

Disantara, F. P., Hamdani, F., Fauzia, A., & Disantara, G. I. P. (2024). Sistem Hukum Penanggulangan Darurat Kesehatan dalam Perspektif Omnibus Law: Relasi terhadap Hak Asasi Manusia. Jurnal Interpretasi Hukum, 5(2), 1120-1130. https://doi.org/10.22225/juinhum.5.2.10512.1120-1130

Fahrul, M. (2025). Hubungan Antara Kelalaian Dan Risiko Medik Dalam Perspektif Pertanggung Jawaban Hukum (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Malang). https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/18089

Fibrini, D. (2024). Perlindungan Hukum Terhadap Tenaga Kesehatan Dalam Melakukan Tindak Medis. Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum, 5(1), 147-156. https://doi.org/10.55357/is.v5i1.621

Habiba, M. (2026). A reading of Good Medical Practice 2024. Journal of Obstetrics and Gynaecology, 46(1), 2618966. https://doi.org/10.1080/01443615.2026.2618966

Irawati, S. A. (2024). Perlindungan Hukum Bagi Pasien Dalam Keadaan Urgensi Di Rumah Sakit Patria IKKT: Analisis Terhadap Hak-Hak Pasien Dan Tanggung Jawab Pihak Medis. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 10(1), 153-166. http://dx.doi.org/10.37905/aksara.10.1.153-166.2024

Kesuma, S. I. (2024). Ulasan Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan. Jurnal Nusantara Berbakti, 2(1), 253-261. https://doi.org/10.59024/jnb.v2i1.324

Kurniawan, R., & Chandra, A. (2024). Perlindungan Hukum terhadap Dokter dalam Pelayanan Medis Darurat. Jurnal Kedokteran dan Hukum, 12(3), 201–215.

Marraffa, P., Marega, L., Politano, G., & Gianino, M. M. (2026). Does the health system model shape prevention? Evidence from 22 OECD countries (2004–2023). Frontiers in Public Health, 14, 1836855. https://doi.org/10.3389/fpubh.2026.1836855

Mindi, L., & Mindiroeseno, A. M. (2024). Manajemen Rumah Sakit dalam Pencegahan Medication Error melalui Patient Safety. Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan, 7(1), 18-22. https://doi.org/10.32585/jmiak.v7i1.5179

Nakes, D., & Kemenkes, R. I. (2025). Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2025–2029. https://repositori-ditjen-nakes.kemkes.go.id/798

Nelson, L. M. (2026). Duty of Care Governance: a conceptual framework for aligning health system scale with the clinician–patient relationship. Frontiers in Systems Biology, 6, 1796465. https://doi.org/10.3389/fsysb.2026.1796465

Ngura, S. P. (2024). Penyelesaian Sengketa Pelayanan Kesehatan Penerima Layanan Kesehatan Perspektif Hukum Acara Perdata. Adhaper: Jurnal Hukum Acara Perdata, 10(02), 110-127. https://doi.org/10.36913/adhaper.v10i02.60

Rahman, A. (2026). Eksistensi Majelis Disiplin Profesi Dalam Menangani Pelanggaran Etik Dan Disiplin Kedokteran Pasca Berlakunya UU Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(2), 6294-6316. https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.5119

Soge, A. D. (2023). Analisis Penanganan Kesalahan Profesi Medis dan Kesehatan dalam UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan Menurut Perspektif Hukum Kesehatan. Journal of Health Care and Justice, 1(2), 148–158. https://doi.org/10.30588/jhcj.v3i2.1690

Sugianti, T. (2026). Perlindungan Hukum terhadap Profesi Ners yang Berpraktik Keperawatan Mandiri Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan. Jurnal Hukum, Administrasi Publik dan Negara, 4(1), 12–35. https://doi.org/10.62383/hukum.v3i2.969

Sumardiyanto, M. E. (2026). Pertanggungjawaban tindak pidana malpraktek oleh tenaga kesehatan terhadap pasien study kajian undang-undang nomor 17 tahun 2023 tentang kesehatan: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(4), 21622-21627. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.5504

Sumardiyanto, M. E. (2026). Pertanggungjawaban Tindak Pidana Malpraktek oleh Tenaga Kesehatan terhadap Pasien Study Kajian Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(4), 21622–21627. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.5504

Suwandi, D. (2024). Surat Izin Praktik Dokter Sebagai Perlindungan Hukum Bagi Tenaga Medis Dalam Pelayanan Telemedicine di Indonesia Pasca Terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 Tentang Peraturan Pelaksana Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan. Proceeding Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia, 1(01), 106-114. https://rumah-jurnal.com/index.php/pmhki/article/view/197

Thahir, P. S., & Tongat, T. (2024). Legal review of medical crime: Patient protection and professional responsibility in medical practice. Audito Comparative Law Journal (ACLJ), 5(2), 130-142. https://doi.org/10.22219/aclj.v5i2.33832

Triana, Y., dkk. (2023). Perlindungan Hukum terhadap Hak Pasien dalam Pelayanan Kesehatan Berdasarkan Hukum Positif Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 5(1), 1034–1040. https://doi.org/10.31004/jpdk.v5i1.11124

Vandenbroucke, F. (2024). Working together to advance resilient health systems across the OECD. The Lancet, 403(10425), 415-416. https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(24)00129-6/abstract

Wildan, Pratama, P. A., Muhafid, & Prayuti, Y. (2025). Mediasi Sebagai Alternatif dalam Penyelesaian Sengketa Malpraktek Medis. Jurnal Ilmu Multidisiplin, 4(2), 1182–1189. https://doi.org/10.38035/jim.v4i2.1075 .

Downloads

Published

2026-07-24

How to Cite

Rukayah, S., & Hertanto, Y. (2026). ANALISIS NORMATIF: URGENSI STANDARISASI KRITERIA KELALAIAN MEDIK DALAM PENEGAKAN HUKUM KESEHATAN PASCA UU NOMOR 17 TAHUN 2023. YURISDIKSI : Jurnal Ilmu Hukum Dan Humaniora, 1(2), 187–200. Retrieved from https://jurnalp4i.com/index.php/yurisdiksi/article/view/13768

Issue

Section

Articles

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.