PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK DI ERA DIGITAL

Authors

  • Erni Setyowati Universitas Ma’arif Lampung
  • Uli Karomah Universitas Ma’arif Lampung
  • Rahmat Hidayat Universitas Ma’arif Lampung
  • Siti Roudhotul Jannah Universitas Ma’arif Lampung

DOI:

https://doi.org/10.51878/manajerial.v5i2.5747

Keywords:

Peran Guru PAI, Kemandirian Belajar, Akhlak, Era Digital

Abstract

The digital era presents both challenges and opportunities for Islamic Religious Education (PAI) as students easily access information that is not always positive, necessitating PAI teachers to guide them in self-directed learning and moral development. This research examines the role of PAI teachers in fostering self-directed learning and character in students during the digital age, focusing on the integration of Abuddin Nata's Theory of Educational Communication and Malcolm Knowles' Theory of Self-Directed Learning. The research method employed is a qualitative library study with descriptive analytical analysis, detailing and illustrating existing data from literature. The findings indicate that PAI teachers must act as facilitators, educators, mentors, instructors, and motivators, applying preventive, repressive, and curative approaches to moral development. The integration of these two theories enables PAI teachers to cultivate students who are not only intellectually bright but also possess strong character and noble morals amidst the influx of digital information. Thus, this study concludes that the holistic role of PAI teachers is crucial in producing a generation that is independent and grounded in Islamic values.

ABSTRAK
Era digital menghadirkan tantangan dan peluang bagi Pendidikan Agama Islam (PAI) karena siswa mudah mengakses informasi yang tidak selalu positif, sehingga guru PAI perlu membimbing mereka dalam belajar mandiri dan menjaga akhlak. Penelitian ini mengkaji peran guru PAI dalam membentuk kemandirian belajar dan akhlak siswa di era digital, dengan fokus pada integrasi Teori Komunikasi Edukatif Abuddin Nata dan Teori Kemandirian Belajar Malcolm Knowles. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) kualitatif dengan analisis deskriptif analitis, yang mendeskripsikan dan menggambarkan data secara rinci dari literatur yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI harus berperan sebagai fasilitator, pendidik, pembimbing, pengajar, dan motivator, serta menerapkan pendekatan preventif, represif, dan kuratif untuk membina akhlak. Integrasi kedua teori ini memungkinkan guru PAI untuk membentuk siswa yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga berkarakter kuat dan berakhlak mulia di tengah arus informasi digital. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa peran holistik guru PAI sangat krusial dalam mencetak generasi yang mandiri dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

References

Amini, I., & Jamilah, S. (2023). Peran guru PAI dalam mengembangkan sikap kemandirian siswa (studi kasus di Marhalah Tsanawiyah TMI Putri Al-Amien Prenduan). Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan, 3(1). https://doi.org/10.57251/ped.v3i1.944

Aritonang, E. (2022). Peran guru dalam meningkatkan kemandirian siswa pada pembelajaran daring. JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala, 7(1). https://doi.org/10.58258/jupe.v7i1.2985

Bachtiar, M. Y. (2023). Integrasi keterampilan abad 21 dalam proyek digital kolaboratif pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 15(1), 89–102.

Baharun, H. (2016). Pendidikan anak dalam keluarga: Telaah epistemologis. Jurnal Pedidikan, 3(2).

Fauzi, R. N. (2024). Efektivitas e-modul interaktif berbasis gamifikasi untuk meningkatkan motivasi belajar PAI siswa SMP. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(2), 210–223.

Firmansyah, M. I., & Sulistiono, M. (2022). Kompetensi pedagogi digital guru PAI dalam menanamkan etika digital dan mengatasi cyberbullying. At-Ta'dib, 17(1), 45–60.

Gunawan, F. A. (2022). Pemanfaatan podcast sebagai media suplemen untuk meningkatkan kemandirian belajar Pendidikan Agama Islam. Ta'lim: Jurnal Studi Pendidikan Islam, 5(2), 189–201.

Haidar, G. A., & Maulani, H. (2025). Peran guru pendidikan agama Islam dalam membina karakter siswa di era digital. Jurnal IHSAN Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 234–241. https://doi.org/10.61104/ihsan.v3i1.606

Hidayat, R. (2020). Peran guru sebagai desainer pengalaman belajar dalam model blended learning untuk kemandirian siswa pada mata pelajaran PAI. Jurnal Tarbiyatuna, 11(1), 55–68.

Mahardika, R., & Siregar, M. (2021). Peran konselor guru PAI dalam menangani krisis identitas siswa di era digital. Cendekia: Journal on Education and Teaching, 15(2), 220–235.

Nugroho, A., & Lestari, F. (2023). Peran guru Pendidikan Agama Islam dalam membangun literasi digital berbasis nilai tabayyun di kalangan siswa SMA. Al-Tadris: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 11(2), 145–158.

Pratiwi, D. E., & Hakim, L. (2024). Tantangan otoritas keilmuan guru PAI di tengah disrupsi informasi oleh penceramah di media sosial. Edukasia Islamica, 9(1), 78–92.

Qodir, A., & Mubarok, H. (2022). Pembelajaran Fikih Ibadah Praktis melalui video conference: Studi kasus pada masa pandemi. Islamica: Jurnal Studi Keislaman, 16(2), 210–225.

Rohani, & Kurniawati, E. (2024). Peran guru pendidikan agama Islam di era digital (studi kasus di SDN 1 Tanjung Raja Giham). TAHSINIA, 5(5).

Sahertian, P. A. (2010). Konsep dasar dan teknik supervisi pendidikan dalam rangka pengembangan sumber daya manusia. Rineka Cipta.

Santoso, B. (2021). Pemanfaatan Instagram sebagai media dakwah dan pembentukan karakter bagi siswa oleh guru PAI milenial. Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam, 3(2), 112–125.

Saputri, A. D., & Anwar, S. (2021). Internalisasi nilai kejujuran melalui desain tugas PAI online yang berbasis integritas akademik. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(1), 34–47.

Setiawan, A. (2019). Pengaruh dukungan orang tua dalam manajemen gawai terhadap kemandirian belajar siswa pada pembelajaran PAI. Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan, 15(2), 178–190.

Siregar, N. A. (2015). Peran guru dalam meningkatkan prestasi siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 12 Pekanbaru. Jom Fisip, 2(2).

Syaibani, I., et al. (2022). Upaya guru PAI dalam proses pembelajaran di era digital. Jurnal Pendidikan Islam, 1(2).

Tanjung, R. R., et al. (2024). Transformasi digital dalam pendidikan: Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui teknologi. Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan, 3(2), 211–217. https://doi.org/10.58192/sidu.v3i2.2195

Utami, P. W. (2020). Desain evaluasi otentik berbasis portofolio digital dalam pembelajaran PAI di masa pandemi. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 10(3), 250–261.

Wulandari, S., & Abdullah, I. (2023). Peran strategis guru PAI dalam internalisasi nilai moderasi beragama (wasathiyyah) sebagai penangkal radikalisme digital. Jurnal Al-Hikmah, 17(1), 1–15.

Zulfikar, T., & Harahap, D. (2025). Integrasi nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran PAI di era digital untuk memperkuat karakter kebangsaan. Jurnal Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 13(1), 50–65.

Downloads

Published

2025-06-28

How to Cite

Setyowati, E., Karomah, U. ., Hidayat, R. ., & Jannah, S. R. . (2025). PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK DI ERA DIGITAL. MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen Dan Supervisi Pendidikan, 5(2), 385-394. https://doi.org/10.51878/manajerial.v5i2.5747

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.