LEBIH DARI SEKADAR MENGHAFAL: IMPLEMENTASI SELF-REGULATED LEARNING DALAM PEMBENTUKAN KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING SISWA TAHFIDZ
DOI:
https://doi.org/10.51878/learning.v6i4.15181Keywords:
Self-Regulated Learning, Program Tahfidz, Problem SolvingAbstract
ABSTRACT
The Al-Qur'an tahfidz program is not only oriented toward achieving memorization targets but also has the potential to develop self-regulation skills that support the development of students' problem-solving abilities. This study aims to analyze the implementation of self-regulated learning in the Al-Qur'an tahfidz program and its impact on the development of students' problem-solving abilities at SMP Al-Qur'an An-Nawawiy. This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were obtained through interviews, observations, documentation, and open-ended questionnaires involving the principal, tahfidz coordinator, tahfidz teachers, and students, and were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña through the stages of data condensation, data display, and conclusion drawing. The results show that the implementation of self-regulated learning is carried out through a structured tahfidz program, guidance on memorization targets, the application of learning strategies, as well as continuous monitoring and evaluation. This process develops students' abilities to plan, control, and reflect on their learning processes. The implementation of self-regulated learning also contributes to the development of problem-solving abilities, as demonstrated by students' abilities to identify and analyze the causes of difficulties, manage emotions when facing obstacles, select appropriate problem-solving strategies, and evaluate and improve learning strategies based on experience. Thus, the Al-Qur'an tahfidz program not only serves as a means of achieving memorization targets but also as a medium for developing independent, reflective, and adaptive learning characteristics in facing various learning challenges.
ABSTRAK
Program tahfidz Al-Qur'an tidak hanya berorientasi pada pencapaian target hafalan, tetapi juga berpotensi membentuk kemampuan regulasi diri yang mendukung berkembangnya kemampuan problem solving siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi self-regulated learning dalam program tahfidz Al-Qur'an serta dampaknya terhadap pembentukan kemampuan problem solving siswa di SMP Al-Qur'an An-Nawawiy. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan angket terbuka yang melibatkan kepala sekolah, koordinator tahfidz, guru tahfidz, serta siswa, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi self-regulated learning berlangsung melalui pelaksanaan program tahfidz yang terstruktur, pembimbingan target hafalan, penerapan strategi belajar, serta monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan. Proses tersebut membentuk kemampuan siswa dalam merencanakan, mengendalikan, dan merefleksikan proses belajarnya. Implementasi self-regulated learning juga berdampak pada berkembangnya kemampuan problem solving yang ditunjukkan melalui kemampuan mengidentifikasi dan menganalisis penyebab kesulitan, mengelola emosi ketika menghadapi hambatan, memilih strategi penyelesaian yang sesuai, serta mengevaluasi dan memperbaiki strategi belajar berdasarkan pengalaman. Dengan demikian, program tahfidz Al-Qur'an tidak hanya berfungsi sebagai sarana mencapai target hafalan, tetapi juga menjadi media pengembangan karakter belajar yang mandiri, reflektif, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan belajar.
Downloads
References
Azninda, H., & Setyarsih, W. (2018). Penerapan model pembelajaran problem based learning menggunakan strategi self-regulated learning untuk meningkatkan kemampuan problem solving peserta didik. Inovasi Pendidikan Fisika, 7(2), 347–352. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/inovasi-pendidikan-fisika/article/view/24595
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications. https://books.google.co.id/books?id=s4ViswEACAAJ&redir_esc=y
El Husnah, Z., Rozi, S., & Wachidah, H. N. (2025). Strategi guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan self-regulation siswa melalui kegiatan keagamaan. Jurnal Ilmiah Ar-Risalah: Media Keislaman, Pendidikan dan Hukum Islam, 23(2), 197–208. https://ejournal.uniib.ac.id/index.php/arrisalah/article/view/3417
Fanany, J. A., Ismanto, H. S., & Ismah. (2024). The effect of group guidance services with problem solving techniques to improve self-regulation in students. An-Nadwah, 30(2), 68–75. https://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/nadwah/article/view/22516
Ilhami, M. W., Nurfajriani, W. V., Mahendra, A., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2024). Penerapan metode studi kasus dalam penelitian kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(9), 462–469. https://doi.org/10.5281/zenodo.11180129
Kurniawati, I., Raharjo, T. J., & Khumaedi. (2019). Peningkatan kemampuan pemecahan masalah untuk mempersiapkan generasi unggul menghadapi tantangan abad 21. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana UNNES, 2(1), 701–707. https://proceedings.unnes.ac.id/snpasca/article/view/360
Nabilah, A., Sinring, A., & Harum, A. (2022). Penerapan strategi self-regulated learning untuk meningkatkan setoran hafalan Tahfidz yang rendah pada siswa di Madrasah Aliyah. Pinisi Journal of Education, 2(5), 1–11. https://eprints.unm.ac.id/33684/1/36835-91335-1-PB.pdf
Nuryadi, L. R., Padlurrahman, & Mahsun. (2023). Internalisasi nilai-nilai spiritual dalam membentuk karakter siswa melalui program Tahfidzul Qur’an. Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan, 18(2), 211–222. https://doi.org/10.29408/edc.v18i2.24996
Patimah, E., & Sumartini. (2022). Kemandirian belajar peserta didik pada pembelajaran daring: Literature review. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(1), 993–1005. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i1.1970
Pramesti, D., & Suryadi, B. (2025). Systematic literature review: Faktor-faktor yang mempengaruhi self-regulated learning pada siswa. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 7(2), 520–530. https://doi.org/10.31004/edukatif.v7i2.8067
Rahardjo, M. (2011). Metode pengumpulan data penelitian kualitatif [Materi kuliah Metodologi Penelitian PPs. UIN Maliki Malang]. https://uin-malang.ac.id/r/110601/metode-pengumpulan-data-penelitian-kualitatif.html
Rahman, H. K., Yafi, S., & Nelwati, S. (2025). Analisis strategi problem solving membentuk kemandirian siswa di tingkat SD/MI. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(1), 5566–5571. https://jerkin.org/index.php/jerkin/article/view/2357
Rozzaq, A., & Khoir, M. A. (2025). Peran guru Tahfidz sebagai pembimbing dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an santri di pondok pesantren. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 14(1), 977–986. https://www.jurnaldidaktika.org/contents/article/view/1874/962
Sabila, I. H., & Harahap, A. R. (2023). Motivasi belajar baca pada siswa kelas rendah sekolah dasar. Nizhamiyah, 13(2), 116–128. https://doi.org/10.30821/niz.v13i2.2444
Salsabila, S., Mohtarom, A., & Kirom, A. (2024). Pengaruh ekstrakurikuler Tahfidz dalam pembentukan karakter religius siswa SDN Glagahsari 1 Sukorejo Pasuruan. Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains, 13(1), 159–171. https://doi.org/10.19109/intelektualita.v13i1.22934
Sari, W. K., Ariani, W. A., & Perdana, M. (2023). Pengaruh layanan bimbingan kelompok menggunakan teknik problem solving terhadap kesiapan belajar siswa pascapandemi. Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 7(2), 95–99. https://journal.unindra.ac.id/index.php/teraputik/article/download/1173/pdf
Susanto, D., Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ilmiah. Jurnal QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora, 1(1), 53–61. https://doi.org/10.61104/jq.v1i1.60
Tahar, I., & Enceng, E. (2006). Hubungan kemandirian belajar dan hasil belajar pada pendidikan jarak jauh. Jurnal Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh, 7(2), 91–101. https://lib.unj.ac.id/jurnal1/index.php?id=36330&p=show_detail
Wandani, E., Sufhia, N. S., Eliawati, N., & Masitoh, I. (2023). Teori kognitif dan implikasinya dalam proses pembelajaran individu. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(5), 868–876. https://doi.org/10.5281/zenodo.8055054
Zainab, S., & Yoza, K. N. (2024). The effect of self-regulation on academic stress among Tahfidz students at MA Ulumul Qur’an Pagar Air. ALACRITY: Journal of Education, 4(3), 190–202. https://doi.org/10.52121/alacrity.v4i3.435
Zimmerman, B. J. (2002). Becoming a self-regulated learner: An overview. Theory Into Practice, 41(2), 64–70. https://doi.org/10.1207/s15430421tip4102_2
Zimmerman, B. J. (2008). Investigating self-regulation and motivation: Historical background, methodological developments, and future prospects. American Educational Research Journal, 45(1), 166–183. http://www.jstor.org/stable/30069464
Zuhry, S. (2017). Paradigma filosofis pendidikan Islam. Tarbiya Islamia: Jurnal Pendidikan dan Keislaman, 6(1), 66–77. http://ejurnal.unim.ac.id/index.php/tarbiya/article/view/12
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










