PENATAAN PULAU KECIL DENGAN KONSEP EKOWISATA DI PULAU PASUMPAHAN

Authors

  • Resky Prafitri Universitas Pattimura
  • Hertine Megiestri Kesaulya Universitas Pattimura
  • Wa Ode Sitti Jurianti Aswad Universitas Pattimura

DOI:

https://doi.org/10.51878/knowledge.v5i2.5781

Keywords:

Pulau kecil, ekowisata, daya dukung lahan, konservasi

Abstract

Pasumpahan Island in Padang City has great potential as an ecotourism destination, but its unplanned development risks causing environmental degradation and conflicts over space use. Careful planning is needed to align tourism activities with long-term conservation efforts. Therefore, this study aims to analyze the potential and biophysical carrying capacity of the island and formulate a spatial planning concept based on sustainable ecotourism principles. This study uses a descriptive method with a spatial analysis approach. The research stages include site analysis to identify physical characteristics, analysis of regional carrying capacity to determine development capacity limits, and analysis of the application of ecotourism principles in the local context. The results of the study produced a spatial planning concept that divides Pasumpahan Island into three main zones: a conservation zone to protect coastal ecosystems and vegetation; a buffer zone as a center for controlled ecotourism activities such as environmental education; and a service zone concentrated on environmentally friendly accommodation and supporting facilities. This concept is designed based on the pillars of ecotourism, namely conservation, empowerment of the local community economy, and increasing environmental awareness for tourists. It is concluded that the application of this zoning model is a crucial integrative strategy to optimize the tourism potential of Pasumpahan Island in a sustainable manner.

ABSTRAK
Pulau Pasumpahan di Kota Padang memiliki potensi besar sebagai destinasi ekowisata, namun pengembangannya yang belum terencana berisiko menimbulkan degradasi lingkungan dan konflik pemanfaatan ruang. Diperlukan sebuah perencanaan yang matang untuk menyelaraskan aktivitas pariwisata dengan upaya konservasi jangka panjang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan daya dukung biofisik pulau serta merumuskan konsep penataan ruang berbasis prinsip ekowisata berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis spasial. Tahapan penelitian meliputi analisis tapak untuk mengidentifikasi karakteristik fisik, analisis daya dukung kawasan untuk menentukan batas kapasitas pengembangan, serta analisis penerapan prinsip-prinsip ekowisata pada konteks lokal. Hasil penelitian menghasilkan konsep penataan ruang yang membagi Pulau Pasumpahan menjadi tiga zona utama: zona konservasi untuk melindungi ekosistem pesisir dan vegetasi; zona penyangga sebagai pusat kegiatan ekowisata terkendali seperti edukasi lingkungan; serta zona pelayanan yang terkonsentrasi untuk akomodasi dan fasilitas pendukung ramah lingkungan. Konsep ini dirancang berdasarkan pilar ekowisata, yaitu konservasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, serta peningkatan kesadaran lingkungan bagi wisatawan. Disimpulkan bahwa penerapan model zonasi ini merupakan strategi integratif yang krusial untuk mengoptimalkan potensi wisata Pulau Pasumpahan secara berkelanjutan.

References

Asiyah, S., & Rachmadi, K. R. (2020). Implementasi pariwisata berbasis masyarakat (CBT) di Coban Parang Tejo Malang. JBMP (Jurnal Bisnis, Manajemen Dan Perbankan), 6(2), 56. https://doi.org/10.21070/jbmp.v6i2.647

Bian, M., et al. (2022). Strategi pengembangan pantai Pink sebagai atraksi pariwisata di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat. Journal of Responsible Tourism, 1(3), 281. https://doi.org/10.47492/jrt.v1i3.1371

Dahuri, R., et al. (2001). Pengelolaan sumber daya wilayah pesisir dan lautan secara terpadu. Pradnya Paramita.

Das, M., & Chatterjee, B. (2015). Ecotourism: A panacea or a predicament? Tourism Management Perspectives, 14, 3–16.

Departemen Kebudayaan dan Pariwisata & WWF Indonesia. (2009). Prinsip dan kriteria ekowisata berbasis masyarakat.

Direktorat Jenderal Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Departemen Kelautan dan Perikanan. (2001). Pedoman umum pengelolaan pulau-pulau kecil berkelanjutan dan berbasis masyarakat.

Hastutik, D., et al. (2021). Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pengembangan desa wisata di Desa Ponggok Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten. AGRITEXTS: Journal of Agricultural Extension, 45(1), 46. https://doi.org/10.20961/agritexts.v45i1.51539

Hatma, S., et al. (2020). Optimalisasi penggunaan kitosan limbah kulit udang vannamei sebagai koagulan dalam perbaikan kualitas air danau. Journal of Bioprocess, Chemical, and Environmental Engineering Science, 1(2), 17. https://doi.org/10.31258/jbchees.1.2.17-24

Ihsannudin, I., et al. (2021). Perceptions of Masalembu Island communites on importance and threat values of small island resources. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 23(1), 101. https://doi.org/10.25077/jantro.v23.n1.p101-109.2021

Kasman, K., et al. (2023). Pengembangan pariwisata berbasis penataan ruang di Pulau Tidung Besar Kepulauan Seribu. Jurnal Enggano, 8(1), 59–66.

Kaya, I. R. G., et al. (2020). Manajemen ekosistem pesisir pulau-pulau kecil untuk ekowisata berkelanjutan di Pulau Saparua. Makila, 14(1), 14–24.

Koondoko, Y., et al. (2017). Pengembangan pariwisata Kabupaten Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara. Jurnal Master Pariwisata (JUMPA), 4(2), 303. https://doi.org/10.24843/jumpa.2017.v04.i02.p09

Kurdi, S. Z. (2020). The development of infrastructure in small islands based on environmental carrying capacity (Case study: Ndao Island, East Nusa Tenggara, Indonesia). IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 419(1), 012023. https://doi.org/10.1088/1755-1315/419/1/012023

Makmun, M., & Sidik, R. I. (2019). Peranan dinas pariwisata Kabupaten Lebak dalam meningkatkan ekonomi kreatif berbasis wisata budaya pada Suku Pedalaman Baduy Luar. PAJ: Jurnal Pencerahan dan Aplikasi Administrasi Publik, 3(2), 193.

Patty, S. I., et al. (2020). Sebaran suhu, salinitas, kekeruhan dan kecerahan di perairan Laut Tumbak-Bentenan, Minahasa Tenggara. Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan, 3(1), 77. https://doi.org/10.33387/jikk.v3i1.1862

Purnaweni, H., et al. (2018). Coastal community group for coastal resilient in Timbulsloko Village, Sayung, Demak Regency, Indonesia. E3S Web of Conferences, 31, 09009. https://doi.org/10.1051/e3sconf/20183109009

Purnomo, H., & Salim, A. (2016). Model pengembangan ekowisata berbasis masyarakat pada pulau-pulau kecil. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 27(2), 120-134.

Sofia, L. A., & Baharuddin. (2020). Pengelolaan pulau-pulau kecil: Potensi pengembangan ekowisata Pulau Laut Kepulauan. Pattimura Proceeding: Conference of Science and Technology.

Suratman, F. N., & Darumurti, A. (2021). Collaborative governance dalam pengelolaan ruang terbuka hijau publik (RTHP) di Kota Yogyakarta. Jurnal Pemerintahan Dan Kebijakan (JPK), 2(2), 102. https://doi.org/10.18196/jpk.v2i2.12743

Downloads

Published

2025-06-29

How to Cite

Prafitri, R., Kesaulya, H. M. ., & Aswad, W. O. S. J. . (2025). PENATAAN PULAU KECIL DENGAN KONSEP EKOWISATA DI PULAU PASUMPAHAN. KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian Dan Pengembangan, 5(2), 439-447. https://doi.org/10.51878/knowledge.v5i2.5781

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.