INOVASI TATA KELOLA KOMUNITAS BELAJAR: SEBUAH STRATEGI DALAM MENGAKSELERASI BUDAYA KERJA KOLABORATIF PENDIDIK

Authors

  • Frida Frida SD Negeri 001 Balikpapan Timur
  • Sukirman Sukirman Universitas Ahmad Dahlan
  • Suyatno Suyatno Universitas Ahmad Dahlan

DOI:

https://doi.org/10.51878/elementary.v6i4.16063

Keywords:

Komunitas Belajar, Inovasi Tata Kelola, Budaya Kerja Kolaboratif, Professional Learning Community, Kepemimpinan Instruksional

Abstract

ABSTRACT

The need to establish a collaborative work culture in schools requires Learning Communities (Komunitas Belajar or Kombel) to move beyond mere policy compliance and develop into professional learning spaces collectively owned by educators. This study aimed to analyze Kombel governance innovation in accelerating educators’ collaborative work culture at SD Negeri 001 Balikpapan Timur. A descriptive qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews with four informants, observations of Kombel activities, and document analysis, then analyzed deductively and inductively through axial coding using Rogers’ innovation diffusion framework and DuFour’s three core ideas of the Professional Learning Community. Data credibility was strengthened through source and technique triangulation. The findings revealed the emergence of a hybrid top-down–bottom-up governance model: regulations served as the initial catalyst, while program sustainability was supported by collective agreements, collaborative inquiry, peer coaching, technology use, and continuous reflection. Collaborative culture emerged as the dominant finding, characterized by openness, cross-grade practice sharing, and reduced individualistic work practices. The 2025 Education Report also indicated increases of 10.61 points in teacher reflection and instructional improvement and 16.96 points in instructional leadership; however, these figures provide contextual support rather than causal evidence. The study concludes that sustainable Kombel depends on integrating formal structures, collective ownership, needs-based learning, and data-informed reflection.

ABSTRAK

Kebutuhan untuk membangun budaya kerja kolaboratif di sekolah menuntut Komunitas Belajar (Kombel) tidak berhenti sebagai pemenuhan kebijakan, tetapi berkembang menjadi ruang pembelajaran profesional yang dimiliki bersama oleh pendidik. Penelitian ini bertujuan menganalisis inovasi tata kelola Kombel dalam mengakselerasi budaya kerja kolaboratif pendidik di SD Negeri 001 Balikpapan Timur. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap empat informan, observasi kegiatan Kombel, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deduktif-induktif melalui coding aksial dengan kerangka difusi inovasi Rogers dan tiga ide besar Professional Learning Community DuFour. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan terbentuknya tata kelola hibrida top-down–bottom-up: regulasi menjadi pemicu awal, sedangkan keberlanjutan program bertumpu pada kesepakatan bersama, inkuiri kolaboratif, peer coaching, pemanfaatan teknologi, dan refleksi berkelanjutan. Budaya kolaborasi menjadi temuan dominan, ditandai keterbukaan, pertukaran praktik lintas jenjang, dan berkurangnya kerja individual. Rapor Pendidikan 2025 turut menunjukkan peningkatan refleksi dan perbaikan pembelajaran guru sebesar 10,61 poin serta kepemimpinan instruksional sebesar 16,96 poin, tetapi bersifat kontekstual dan bukan bukti kausal. Penelitian menyimpulkan bahwa keberlanjutan Kombel ditentukan oleh perpaduan struktur formal, kepemilikan kolektif, pembelajaran berbasis kebutuhan, dan refleksi berbasis data.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anas, I., & Ardiansyah, M. (2025). Kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah penggerak dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 001 Center Mambi Kabupaten Mamasa. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(02), 164–174. https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/27196

DuFour, R. (2004). What is a professional learning community? Educational Leadership, 61(8), 6–11. https://www.ascd.org/el/articles/what-is-a-professional-learning-community

Giyanto, B., Kurnia, P., Julizar, K., Sari, D. K., & Hartono, D. (2023). Implementasi kebijakan komunitas belajar dalam Kurikulum Merdeka Belajar di Indonesia. Jurnal Pembangunan dan Administrasi Publik, 5(2), 37–50. https://jurnal.stialan.ac.id/index.php/jpap/article/view/690

Grimm, F. (2024). Teacher leadership for teaching improvement in professional learning communities. Professional Development in Education, 50(6), 1135–1147. https://doi.org/10.1080/19415257.2023.2264286

Harlita, I., & Ramadan, Z. H. (2024). Peran komunitas belajar di sekolah dasar dalam mengembangkan kompetensi guru. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(3), 2907–2920. https://doi.org/10.58230/27454312.989

Herman, T., Prabawanto, S., Mutaqin, E. J., Nurwahidah, L. S., Febrianti, F. A., & Nugraha, W. S. (2024). Sosialisasi dan implementasi Professional Learning Community based on Didactical Design Research (Proleco-DDR) untuk mengembangkan pengetahuan profesional guru dalam pembelajaran literasi dan numerasi di Sekolah Dasar Kabupaten Garut. Badranaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(02), 77–86. https://journal.institutpendidikan.ac.id/index.php/badranaya/article/view/2233

Husain, R., Arifin, I. N., & Pakaya, I. I. (2026). Penguatan kolaborasi sekolah dan masyarakat melalui seminar ilmiah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar. Lamahu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi, 5(2), 251–258. https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/lamahu/article/view/38925

Lisah, L., Zulkarnain, W., Benty, D. D. N., & Juharyanto, J. (2025). Peran kepala sekolah dalam pelaksanaan program Komunitas Belajar Gubuk Eksplorasi (studi kasus di SDN Klojen Kota Malang). Proceedings Series of Educational Studies, 199–207. https://conference.um.ac.id/index.php/pses/article/view/10180

Mardikaningsih, R., Rohmah, A., Saliha, L., Darmawan, D., & Thoyibah, A. (2026). Manajemen perubahan budaya sekolah dari birokratis ke kolaboratif. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 4(3), 877–892. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan/article/view/8127

Muhari, M., Irawan, M. A., & Najwa, L. L. (2026). Strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam implementasi Program Sekolah Penggerak di SMKN 2 Mataram. Jurnal Visionary: Penelitian dan Pengembangan di Bidang Administrasi Pendidikan, 14(1), 266–272. https://e-journal.undikma.ac.id/index.php/visionary/article/view/19602

Nurhadi, N., & Purnama, S. (2025). Teacher professional transformation through learning community management: A literature review. Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan, 16(3), 403–416. https://ejournal.almaata.ac.id/LITERASI/article/view/6192

Pashmforoosh, R., Irby, B. J., Lara-Alecio, R., & Tong, F. (2023). Building school leaders’ instructional leadership capacity through virtual professional leadership learning communities. Frontiers in Education, 8, 1168734. https://doi.org/10.3389/feduc.2023.1168734

Pixyoriza, P., Wahidah, N. I., Sakung, N. T., & Anjarwati, S. (2023). Analisis penelitian difusi inovasi Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(14), 786–793. https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/5528

Pramula, B., & Samudra, A. A. (2026). Organic state architecture in education policy: Transition from top-down bureaucracy to community-driven educational innovation. Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam, 2(1), 32–41. https://jurnalalkhairat.org/ojs/index.php/jspai/article/view/1648

Prihartini, M., & Jabar, C. S. A. (2026). Structured Professional Learning Community innovation to enhance teacher collaboration in inclusive elementary schools: Inovasi komunitas belajar profesional terstruktur untuk meningkatkan kolaborasi guru pada sekolah dasar inklusi. Indonesian Journal of Innovation Studies, 27(4), 10–21070. https://ijins.umsida.ac.id/index.php/ijins/article/view/2225

Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press.

Rustini, R., Novalita, R., & Santi, Y. (2026). Analisis kompetensi guru berbasis komunitas belajar dan strategi optimalisasi komunitas belajar di Sekolah Dasar Kabupaten Aceh Tamiang. Jurnal Ilmiah Global Education, 7(2), 1429–1443. https://ejournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/jige/article/view/5772

Safika, N., Ardianti, M. S. Y., & Munawir. (2026). Persepsi guru MI/SD terhadap profesionalisme melalui kolaborasi dan teacher learning communicative. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 12(2), 224–242. http://journal.stkipsubang.ac.id/index.php/didaktik/article/view/12657

Selloni, D. (2024). Bottom-up and top-down social innovations for city governance transformation. In Designing Proximity: Reflections on Future Cities (pp. 49–61). Springer Nature Switzerland. https://doi.org/10.1007/978-3-031-60145-3_5

Susin, M. (2023). Peningkatan profesionalitas guru melalui supervisi akademik kunjungan kelas model coaching di SDN 1 Gondang Kabupaten Kendal. Jurnal Inovasi Pembelajaran di Sekolah, 4(2), 442–452. https://doi.org/10.51874/jips.v4i2.144

Trisnawati, A., & Abduloh, A. (2025). Tata kelola Komunitas Belajar Pelopor dalam meningkatkan kompetensi guru SD di Gugus 02 Kecamatan Telukjambe Timur. Jurnal Tahsinia, 6(9), 1355–1369. https://ojs.iai-rakeyansantang.ac.id/index.php/tahsinia/article/view/493

Yusuf, F. M., Mustaqimah, N., Husain, I., & Zakaria, Z. (2026). Pemanfaatan Rapor Pendidikan untuk penguatan literasi numerasi guru. Jurnal Riset dan Pengabdian Interdisipliner, 3(3), 918–928. https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jrpi/article/view/40474

Zahroh, J., Asrohah, H., & Zainiyati, H. S. (2025). Difusi inovasi dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Al-Ghozali Arosbaya Bangkalan. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 5(3), 1288–1302. https://jurnal.bimaberilmu.com/index.php/jppi/article/view/1836

Downloads

Published

2026-10-14

How to Cite

Frida, F., Sukirman, S., & Suyatno, S. (2026). INOVASI TATA KELOLA KOMUNITAS BELAJAR: SEBUAH STRATEGI DALAM MENGAKSELERASI BUDAYA KERJA KOLABORATIF PENDIDIK. ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar , 6(4), 1195–1206. https://doi.org/10.51878/elementary.v6i4.16063

Issue

Section

Articles