ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://jurnalp4i.com/index.php/elementary <p><strong>ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar</strong> | <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/11566"><strong>Terakreditasi Sinta 5</strong></a> diterbitkan 4 kali setahun (Januari, April, Juli dan Oktober) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dasar. <br /><strong>e-ISSN : 2774-7034| p-ISSN : 2774-8014</strong></p> en-US randi.popo@gmail.com (Principal Contact: Randi Pratama Murtikusuma, M.Pd/085236615827/randi.popo@gmail.com Support Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd/085239967417/ardhysmart7@gmail.com) ardhysmart7@gmail.com (Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd) Thu, 08 Jan 2026 15:37:56 +0000 OJS 3.2.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PENGEMBANGAN LEMBAR OBSERVASI UNTUK MENGUKUR KEMANDIRIAN SISWA KELAS IV SDN https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8794 <p>This study was motivated by the need to develop an observation sheet for assessing the independence of fourth-grade elementary school students based on teachers’ input and assessment needs. The study aimed to examine the quality of the developed instrument, including: (1) the level of theoretical validity of the observation sheet questionnaire to measure student independence; (2) the level of empirical validity through item analysis; (3) the reliability level of the developed questionnaire; and (4) the practicality level of the instrument based on teachers’ assessments. This research employed a development research approach using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) with a descriptive quantitative method. The results indicated that the developed instrument met the feasibility criteria. Theoretically, the instrument demonstrated valid to very valid criteria, with an average construction validity score of 4.50. Empirically, the expanded trial involving 75 students showed that 24 items were valid. The reliability level of the instrument was very high, as indicated by a coefficient of 0.83. Furthermore, the practicality assessment by the homeroom teacher classified the instrument as practical to very practical, with the highest score of 5.00 in the suitability aspect.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pengembangan lembar observasi kemandirian siswa kelas IV sekolah dasar yang disusun berdasarkan masukan dan kebutuhan guru dalam melakukan penilaian sikap kemandirian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas instrumen yang dikembangkan, meliputi: (1) tingkat validitas teoretis angket lembar observasi untuk mengukur kemandirian siswa kelas IV; (2) tingkat validitas empiris instrumen melalui analisis butir pernyataan; (3) tingkat reliabilitas instrumen angket yang dikembangkan; dan (4) tingkat kepraktisan instrumen berdasarkan penilaian guru. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menerapkan model ADDIE (<em>Analysis, Design, Development, Implementation</em>, dan <em>Evaluation</em>) dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan. Secara teoretis, instrumen memiliki tingkat validitas pada kategori valid hingga sangat valid dengan skor rata-rata aspek konstruksi sebesar 4,50. Secara empiris, hasil uji coba diperluas terhadap 75 siswa menunjukkan bahwa sebanyak 24 butir pernyataan dinyatakan valid. Tingkat reliabilitas instrumen tergolong sangat tinggi dengan koefisien sebesar 0,83. Selain itu, hasil penilaian kepraktisan oleh guru wali kelas menunjukkan bahwa instrumen berada pada kategori praktis hingga sangat praktis, dengan skor tertinggi 5,00 pada aspek kesesuaian.</p> Murni Puji Hastuti, Yonati Natalia, Mutiara Rahmi, Albertina Yanti Rahail Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8794 Thu, 08 Jan 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS PROGRAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS DI SDN 1 ROWOHARJO https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8859 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The strengthening of religious character in elementary school students serves as a fundamental pillar for developing personalities oriented toward moral and spiritual values amidst the challenges of social degradation. This study aims to analyze indepth the implementation, dynamics, and impact of a school culturebased religious character-building program at SDN 1 Rowoharjo. Utilizing a qualitative approach with a descriptive design, the research subjects included the principal, teachers, and students. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model, involving data reduction, display, and conclusion drawing. The results indicate that the program is implemented systematically through strategic leadership policies, teacher role modeling, and routine activities such as congregational Dhuha prayer, morning prayers, Asmaul Husna recitation, and weekly tahlil. The implementation has a positive impact on improving students' discipline, responsibility, sincerity, and independent worship awareness. In conclusion, the internalization of religious character is effective when supported by teacher exemplary, program consistency, and a conducive religious school culture. This model at SDN 1 Rowoharjo holds significant potential for replication as a best practice in elementary school character education.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penguatan karakter religius pada siswa sekolah dasar merupakan fondasi utama dalam pembentukan kepribadian yang berorientasi pada nilai moral dan spiritual di tengah tantangan degradasi nilai sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pelaksanaan, dinamika, dan dampak program pembentukan karakter religius berbasis budaya sekolah di SDN 1 Rowoharjo. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semiterstruktur, dan studi dokumentasi, yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program dilaksanakan secara sistematis melalui kebijakan strategis kepala sekolah, keteladanan guru, serta pembiasaan rutin seperti sholat Dhuha berjamaah, doa pagi, pembacaan Asmaul Husna, dan tahlil mingguan. Implementasi program ini berdampak positif terhadap peningkatan kedisiplinan, tanggung jawab, keikhlasan, dan kesadaran beribadah peserta didik secara mandiri. Kesimpulannya, internalisasi karakter religius terbukti efektif apabila didukung oleh keteladanan pendidik, konsistensi program, dan lingkungan budaya sekolah yang kondusif. Model pendidikan karakter di SDN 1 Rowoharjo ini berpotensi besar untuk direplikasi sebagai praktik baik di sekolah dasar lainnya.</p> Indra Tirta Gus Muda, Alfi Laila, Desiana Eka Khotimatus Sa’adah, Ghisyafa Aulia Andhandeaza Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8859 Fri, 09 Jan 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ICARE BERBANTUAN MEDIA KARTU PASANG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS KELAS 4 SD https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8513 <p>The low learning outcomes of fourth-grade students at SDN 3 Karangsari in Natural and Social Sciences (IPAS) subjects were the background for conducting this study. To overcome this problem, a combination of matching cards and the ICARE (Introduction, Connection, Application, Reflection, Extension) learning model was used to increase student engagement in the learning process. This study applied the Classroom Action Research (PTK) method, following the Kemmis and McTaggart model, conducted over two cycles, each consisting of two sessions. The research findings indicated a significant improvement in students' learning outcomes, from 40% in the pre-cycle phase to 60% in Cycle I, and further increasing to 80% in Cycle II. Additionally, students appeared more active, enthusiastic, and confident in expressing their opinions during learning activities. These findings demonstrate that the implementation of the ICARE model supported by matching card media can enhance learning outcomes and promote the development of critical thinking and collaboration skills among students.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Rendahnya hasil belajar siswa kelas IV di salah satu SD Negeri Kabupaten Malang dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) menjadi latar belakang dilaksanakannya penelitian ini. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, digunakan perpaduan antara media kartu pasang dan model pembelajaran ICARE (Introduction, Connection, Application, Reflection, Extension) guna meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Studi ini menerapkan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang merujuk pada model Kemmis dan McTaggart, dengan pelaksanaan selama dua siklus masing-masing terdiri atas dua pertemuan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui instrument observasi guru dan siswa , tes, serta dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggnakan analisis deskripsi kualitatif dan deskripsi kuantitatif melalui tekik triangulasi. Hasil penelitian mengindikasikan peningkatan yang signifikan dalam capaian belajar siswa, dari persentase 40% pada tahap pra-siklus, menjadi 60% pada siklus I, dan meningkat lagi hingga 80% pada siklus II. Selain itu, siswa terlihat lebih aktif, antusias, serta percaya diri dalam menyampaikan pendapat selama kegiatan pembelajaran. Temuan ini membuktikan bahwa penerapan model <em>ICARE</em> yang didukung media kartu pasang mampu meningkatkan hasil belajar, serta mendorong penguatan keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi siswa.</p> <p> </p> Refina Damayanti, Triwahyudianto Triwahyudianto, Siti Halimatus Sakdiyah Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8513 Thu, 15 Jan 2026 00:00:00 +0000 DESKRIPSI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP PENGEMBANGAN LITERASI SAINS SISWA DI SDN WADAS IV KARAWANG https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8974 <p>This research aims to describe, analyze the contribution, and identify the supporting and inhibiting factors in the implementation of the Project-Based Learning PjBL model in developing students' scientific literacy at SDN Wadas IV Karawang. This qualitative study, utilizing a case study method, involved one fifth-grade science teacher and ten students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model. The findings indicate that the teacher successfully implemented the PjBL steps systematically. Students actively participated in scientific activities (such as project design and presentation), resulting in products like scientific posters and alternative energy models, which made learning more meaningful. The application of PjBL proved effective in enhancing students' scientific literacy, particularly in the aspects of knowledge, skills (critical thinking and collaboration), and scientific attitude. Although constraints such as limited time and facilities were identified, teacher support and student enthusiasm served as the key success factors. It is concluded that the PjBL model is effective in developing the scientific literacy of elementary school students and is relevant for application within the Merdeka Curriculum, as it promotes active, collaborative, and contextual learning.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis kontribusi, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasi model <em>Project-Based Learning</em> (PjBL) dalam pengembangan literasi sains siswa di SDN Wadas IV Karawang. Penelitian kualitatif dengan metode studi kasus ini melibatkan satu guru IPA kelas V dan sepuluh siswa. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berhasil melaksanakan langkah-langkah PjBL secara sistematis. Siswa aktif berpartisipasi dalam kegiatan ilmiah (misalnya merancang proyek dan presentasi), menghasilkan produk seperti poster ilmiah dan model energi alternatif, yang membuat pembelajaran lebih bermakna. Penerapan PjBL terbukti efektif meningkatkan literasi sains siswa, terutama pada aspek pengetahuan, keterampilan (berpikir kritis dan bekerja sama), dan sikap ilmiah. Meskipun ditemukan kendala pada keterbatasan waktu dan fasilitas, dukungan guru dan antusiasme siswa menjadi faktor kunci keberhasilan. Disimpulkan bahwa model PjBL efektif dalam mengembangkan literasi sains siswa sekolah dasar dan relevan diterapkan dalam Kurikulum Merdeka karena mendorong pembelajaran aktif, kolaboratif, dan kontekstual.</p> <p> </p> <p> </p> Minerva Anindyta, Ahmad Subeki, Umi Habibahtul A’liyah, Kurniasari Ambar Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8974 Thu, 15 Jan 2026 00:00:00 +0000 TEACHERS' EFFORTS TO INCREASE ENGLISH LEARNING MOTIVATION THROUGH INTERACTIVE LEARNING https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8975 <p>Low motivation and passive participation of students in English learning are significant challenges in developing communicative competence at the elementary school level. This study aims to improve student learning motivation through the implementation of interactive learning strategies that include educational games, group discussions, and the use of visual worksheets. Conducted using the Classroom Action Research (CAR) method at Sahabat Alam School, Palangka Raya, this study involved 21 fifth and sixth grade students through two cycles consisting of planning, implementation, observation, and reflection. Data collection was conducted through classroom observations, interviews, and tests to measure changes in learning behavior. The results showed a significant increase in all motivation indicators between Cycle I and Cycle II: student participation increased by 28% (from 58% to 86%), active speaking increased by 29% (from 52% to 81%), group cooperation grew by 28% (from 60% to 88%), and enthusiasm increased by 27% (from 63% to 90%). Qualitatively, students showed increased confidence and courage to interact in English without fear of mistakes. It was concluded that the integration of interactive learning tools effectively changed the classroom dynamics to be more lively and meaningful, so teachers were recommended to maintain this strategy to maintain the consistency of student motivation in the long term.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Rendahnya motivasi dan partisipasi pasif siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris menjadi tantangan signifikan dalam pengembangan kompetensi komunikatif di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penerapan strategi pembelajaran interaktif yang meliputi permainan edukatif, diskusi kelompok, dan penggunaan lembar kerja visual. Dilaksanakan dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya, studi ini melibatkan 21 siswa kelas lima dan enam melalui dua siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi kelas, wawancara, dan tes untuk mengukur perubahan perilaku belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator motivasi antara Siklus I dan Siklus II: partisipasi siswa meningkat sebesar 28% (dari 58% menjadi 86%), keaktifan berbicara naik 29% (dari 52% menjadi 81%), kerja sama kelompok bertumbuh 28% (dari 60% menjadi 88%), dan antusiasme meningkat 27% (dari 63% menjadi 90%). Secara kualitatif, siswa menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan keberanian untuk berinteraksi dalam bahasa Inggris tanpa rasa takut salah. Disimpulkan bahwa integrasi alat pembelajaran interaktif efektif mengubah dinamika kelas menjadi lebih hidup dan bermakna, sehingga guru direkomendasikan untuk mempertahankan strategi ini guna menjaga konsistensi motivasi siswa dalam jangka panjang.</p> <p> </p> Hafizatun Septi Arizky, Aufa Nabila, Adelia Salsabilla, Muhammad Aripin Ilham, Muhamad Hakim, Abdul Syahid Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8975 Thu, 15 Jan 2026 00:00:00 +0000 IMPLEMENTASI PROGRAM KEAGAMAAN UNTUK PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DI SDN MRICAN 2 KOTA KEDIRI https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8263 <p>Religious character education at the elementary school level plays a strategic role in shaping students’ moral, spiritual, and prosocial attitudes. Social change and the development of digital technology often weaken the habituation of worship, discipline, and exemplary behavior. Therefore, schools need to implement structured and inclusive religious programs based on daily habituation. This study aims to examine how the religious programs are implemented, the impacts of these programs, and the challenges encountered in strengthening religious character at SDN Mrican 2. This research employed a descriptive qualitative approach using observation, interviews with the principal, Islamic education teachers, and students, as well as documentation of the programs. Data validity was strengthened through source and technique triangulation, while data analysis followed the Miles and Huberman model, consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings show that religious programs are routinely carried out through Congregational Dhuha Prayer, istighosah–tahlil, Friday Worship, Friday Sharing, MTQ activities, and calligraphy for Muslim students. Christian students participate in morning prayer, worship, and thanksgiving services guided by religious teachers. These habituation activities have formed an inclusive religious culture. Positive impacts are evident in students’ increased discipline, responsibility, social awareness, cooperation skills, and tolerance for diversity. Challenges encountered include inconsistency in students’ discipline, differences in understanding worship activities, limited facilities, and suboptimal involvement of non–Islamic education teachers. Overall, the habituation-based religious programs are proven effective in shaping religious and social character. To optimize the outcomes, continuous evaluation, strengthened teacher involvement, and innovation in habituation strategies are needed.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pendidikan karakter religius pada jenjang sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk moral, spiritual, dan sikap prososial peserta didik. Perubahan sosial serta perkembangan teknologi digital sering melemahkan pembiasaan ibadah, disiplin, dan keteladanan. Oleh karena itu, sekolah perlu menerapkan program keagamaan berbasis pembiasaan yang terstruktur dan inklusif. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana pelaksanaan program keagamaan, dampak pelaksanaan program keagamaan, serta tantangan yang dihadapi dalam melaksanakan program keagamaan untuk penguatan karakter religius di SDN Mrican 2. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara terhadap kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, serta peserta didik, dan dokumentasi program. Validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program keagamaan dilaksanakan secara rutin melalui Salat Dhuha Berjamaah, istighosah–tahlil, Jumat Ibadah, Jumat Berbagi, MTQ, dan kaligrafi untuk siswa Muslim. Siswa Nasrani mengikuti doa pagi, ibadah, dan layanan syukur yang dipandu guru agama. Pembiasaan ini membentuk budaya religius yang inklusif. Dampak positif terlihat pada meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, kemampuan bekerja sama, dan toleransi keberagaman. Kendala yang dihadapi meliputi ketidakkonsistenan disiplin siswa, perbedaan pemahaman terhadap kegiatan ibadah, keterbatasan fasilitas, serta keterlibatan guru non-PAI yang belum optimal. Secara keseluruhan, program keagamaan berbasis pembiasaan terbukti efektif membentuk karakter religius dan sosial. Agar lebih optimal, diperlukan evaluasi berkelanjutan, penguatan peran seluruh guru, dan inovasi strategi pembiasaan.</p> Rahmad Triyuda, Alfi Laila, Dini Nur Faticha Sari, Lutfia Wahyuningtyas Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8263 Thu, 15 Jan 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS STRATEGI PEDAGOGIS GURU DALAM MENUMBUHKAN BUDAYA LITERASI SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH: SEBUAH STUDI KEPUSTAKAAN https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8797 <p>Literacy culture in Madrasah Ibtidaiyah is an essential foundation for the development of students' character and cognitive skills in the dynamic digital era. This study aims to analyze various effective pedagogical strategies used by teachers in fostering literacy culture through a systematic literature review. The research method used was a literature study of twelve reputable scientific articles from the Scopus database and Sinta 2 journals in the period from 2021 to 2025. The data were analyzed using content analysis techniques to synthesize the findings in depth and objectively. The results of the study identified four main pillars of strategy: strengthening the habit formation ecosystem through teacher role modeling, integrating digital literacy and artificial intelligence, implementing adaptive teaching that prioritizes student well-being, and utilizing texts based on local wisdom. These strategies indicate a paradigm shift from merely technical reading skills to a multimodal process of meaning construction. The discussion emphasizes that a holistic approach combining psychosocial aspects with technological innovation has proven to be most effective in increasing madrasah students' interest in reading and critical thinking. In conclusion, the success of a culture of literacy is largely determined by the synergy between responsive pedagogical strategies and educators' self-efficacy.The implications of this study suggest the need to develop a more inclusive and transformative madrasah curriculum in order to realize the vision of the Golden Generation 2045.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Budaya literasi di Madrasah Ibtidaiyah merupakan fondasi esensial bagi pengembangan karakter dan kecakapan kognitif siswa di era digital yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai strategi pedagogis guru yang efektif dalam menumbuhkan budaya literasi melalui tinjauan literatur sistematis. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan terhadap dua belas artikel ilmiah bereputasi dari basis data Scopus dan jurnal Sinta 2 dalam rentang waktu 2021 hingga 2025. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mensintesis temuan secara mendalam dan objektif. Hasil penelitian mengidentifikasi empat pilar strategi utama: penguatan ekosistem habituasi melalui keteladanan guru, integrasi literasi digital dan kecerdasan buatan, penerapan pengajaran adaptif yang memprioritaskan kesejahteraan siswa, serta pemanfaatan teks berbasis kearifan lokal. Strategi tersebut menunjukkan pergeseran paradigma dari sekadar kecakapan teknis membaca menuju proses konstruksi makna yang multimodal. Diskusi menekankan bahwa pendekatan holistik yang menggabungkan aspek psikososial dengan inovasi teknologi terbukti paling efektif dalam meningkatkan minat baca serta nalar kritis siswa madrasah. Kesimpulannya, keberhasilan budaya literasi sangat ditentukan oleh sinergi antara strategi pedagogis yang responsif dan efikasi diri pendidik. Implikasi penelitian ini menyarankan perlunya pengembangan kurikulum madrasah yang lebih inklusif dan transformatif guna mewujudkan visi Generasi Emas 2045.</p> Sri Handayani, Mashlihatul Umami Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8797 Thu, 15 Jan 2026 00:00:00 +0000 PENGEMBANGAN JIWA WIRAUSAHA ISLAM MELALUI PROGRAM MARKET DAY DI SEKOLAH DASAR https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8923 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Rendahnya jumlah wirausahawan di Indonesia menunjukkan pentingnya penanaman jiwa kewirausahaan sejak usia dini sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang mandiri, kreatif, dan berkarakter. Pada jenjang sekolah dasar, pengembangan kewirausahaan belum terakomodasi dalam mata pelajaran khusus sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran kontekstual yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Salah satu bentuk implementasi yang relevan adalah kegiatan <em>market day</em>, khususnya pada sekolah berbasis Islam yang menekankan internalisasi nilai-nilai kewirausahaan Islami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program <em>market day</em> serta perannya dalam mengembangkan karakter kewirausahaan Islami siswa di SDIT Harapan Bunda 2 Purwokerto. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas V dan VI, guru kelas, penanggung jawab program, serta orang tua. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, metode, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program <em>market day</em> berperan signifikan dalam mengembangkan karakter kewirausahaan Islami siswa, yang tercermin pada nilai kejujuran (shidiq), tanggung jawab (amanah), kerja keras (mujahadah), dan keadilan (‘adl) dengan tingkat ketercapaian berada pada kategori baik dan persentase di atas 80%. Temuan ini diperkuat melalui penyajian grafik ketercapaian nilai karakter, tabel persentase indikator, serta dokumentasi kegiatan sebagai bukti empiris. Dengan demikian, <em>market day</em> terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman dalam menanamkan karakter kewirausahaan Islami pada siswa sekolah dasar.</p> <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>Indonesia’s abundant natural resources present significant potential for entrepreneurship development; however, the proportion of entrepreneurs remains relatively low, highlighting the importance of cultivating entrepreneurial character from an early age through education. This study focuses on analyzing the implementation of the <em>market day</em> program and its role in developing Islamic entrepreneurial character among elementary school students at SDIT Harapan Bunda 2 Purwokerto. The research employs a descriptive qualitative approach, with purposively selected subjects consisting of fifth- and sixth-grade students actively involved in <em>market day</em> activities, classroom teachers, program coordinators, and parents. Data were collected through observations, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed using interactive data analysis techniques involving data reduction, data display, and conclusion drawing, with data validity ensured through source, method, and time triangulation. The findings indicate that the <em>market day</em> program is implemented in a structured manner through four main stages: planning, production, selling, and evaluation. These stages effectively facilitate the internalization of Islamic entrepreneurial values, including honesty (<em>shidiq</em>), responsibility (<em>amanah</em>), hard work (<em>mujahadah</em>), and justice (<em>‘adl</em>). The results also show that sixth-grade students demonstrate higher levels of Islamic entrepreneurial character achievement compared to fifth-grade students, reflecting character reinforcement through sustained participation and experience. Overall, the study concludes that <em>market day</em> functions not only as a contextual economic learning activity but also as an effective experiential learning strategy for strengthening Islamic entrepreneurial character holistically at the elementary school level, thereby contributing both theoretically and practically to the development of character-based Islamic entrepreneurship education.</p> Achri Priyono, Asmaji Muchtar, Toha Makhshun Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8923 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPAS KOMPONEN BIOTIK DAN ABIOTIK MELALUI MODEL CTL BERBANTU CANVA https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8922 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This study was conducted to improve students’ learning outcomes on the topic of biotic and abiotic components in IPAS (Integrated Science and Social Studies) learning by integrating the Contextual Teaching and Learning (CTL) model with Canva media. The research employed Classroom Action Research (CAR), which was implemented in two learning cycles involving third-grade students at SDN Sindangpalay. Data collection techniques included learning outcome tests, observations of learning activities, and documentation. The implementation of the CTL model focused on integrating learning concepts with students’ real-life experiences through discussion, exploration, and problem-solving activities, strengthened by the use of Canva as a visual medium for presenting learning materials. The results showed that the application of the CTL model supported by Canva media significantly improved students’ learning outcomes and increased active student engagement during the learning process. Students demonstrated better conceptual understanding and higher levels of participation in learning activities presented in a contextual and visual manner. Canva media helped teachers deliver learning materials more clearly and attractively and played an important role in visualizing abstract concepts to make them easier to understand. Based on these findings, it can be concluded that the application of the CTL model assisted by Canva media is effective in improving the quality of meaningful IPAS learning and has a positive impact on enhancing elementary school students’ learning outcomes on the topic of biotic and abiotic components.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan capaian hasil belajar peserta didik pada materi komponen biotik dan abiotik dalam pembelajaran IPAS dengan mengintegrasikan model <em>Contextual Teaching and Learning</em> (CTL) dan media Canva dalam pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran pada siswa kelas III SDN Sindangpalay. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi tes hasil belajar, observasi aktivitas pembelajaran, dan dokumentasi. Penerapan model CTL difokuskan pada pengintegrasian konsep pembelajaran dengan pengalaman kehidupan sehari-hari siswa melalui kegiatan diskusi, eksplorasi, dan pemecahan masalah yang diperkuat dengan penggunaan media Canva sebagai sarana visualisasi materi pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan model CTL yang didukung oleh media Canva terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan serta meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Siswa memperlihatkan pemahaman konsep yang lebih baik serta keterlibatan yang lebih tinggi dalam pembelajaran yang disajikan secara kontekstual dan visual. Media Canva membantu guru dalam menyajikan materi pembelajaran secara lebih jelas dan menarik dan berperan dalam memvisualisasikan konsep-konsep abstrak agar lebih mudah dipahami. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model CTL berbantu media Canva efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS yang bermakna dan berdampak positif terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik sekolah dasar pada materi komponen biotik dan abiotik.</p> Mochamad Fadhillah Yusup Fauzan, Shafa Tasya Kamila, Siti Novelinda Sanjaya, Dina Marlina Sudrajat, Aam Amalia Santoso, Rana Gustian Nugraha Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8922 Thu, 22 Jan 2026 00:00:00 +0000 MENINGKATKAN HASIL BELAJAR CIRI-CIRI BANGUN DATAR MENGGUNAKAN WORDWALL DENGAN DISCOVERY LEARNING DI SEKOLAH DASAR https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/9096 <p>This study was conducted to improve students’ learning outcomes on the topic of plane figure characteristics through the integration of <em>Wordwall</em> media and the <em>Discovery Learning</em> model in Grade IV of SDN 17 Limboto. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design implemented in two cycles. The participants consisted of 20 fourth-grade students. Data were collected through classroom observations, learning achievement tests, and documentation, and analyzed descriptively based on the improvement of learning mastery in each cycle. The findings revealed that, prior to the intervention, only a small proportion of students achieved the Minimum Learning Achievement Criteria (KKTP). After the implementation of the first cycle, learning mastery increased to 75%, but had not yet met the success indicator. Further refinement of the learning process in the second cycle resulted in a substantial improvement, with 95% of students achieving mastery learning. These results indicate that discovery-based learning supported by interactive <em>Wordwall</em> media enhances student engagement, facilitates conceptual understanding, and leads to improved learning outcomes. Therefore, the use of the <em>Discovery Learning</em> model assisted by <em>Wordwall</em> media is considered effective for improving elementary school students’ learning outcomes on plane figure characteristics.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi ciri-ciri bangun datar melalui penerapan media <em>Wordwall</em> yang dipadukan dengan model <em>Discovery Learning</em> di kelas IV SDN 17 Limboto. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan peningkatan ketuntasan belajar pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi awal hanya sebagian kecil siswa yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Setelah penerapan tindakan pada siklus I, ketuntasan belajar meningkat menjadi 75%, namun belum memenuhi indikator keberhasilan. Perbaikan pembelajaran pada siklus II menunjukkan peningkatan yang lebih optimal, dengan ketuntasan belajar mencapai 95%. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis penemuan yang didukung oleh media <em>Wordwall</em> mampu meningkatkan keaktifan siswa, membantu pemahaman konsep, serta berdampak positif terhadap hasil belajar. Dengan demikian, penerapan model <em>Discovery Learning</em> berbantuan media <em>Wordwall</em> efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi ciri-ciri bangun datar di sekolah dasar.</p> Stenly M. Puno, Gamar Abdullah, Nur Sakinah Aries, Andi Marshanawiah, Kudus Kudus Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/9096 Thu, 22 Jan 2026 00:00:00 +0000 PERAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DI SEKOLAH DASAR https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/9036 <p>Teachers’ pedagogical competence plays a central role in ensuring the quality of learning in elementary schools. One strategic effort to support the development of this competence is academic supervision conducted by school principals. This study aims to explore the role of principals’ academic supervision in enhancing teachers’ pedagogical competence at the elementary school level. A qualitative descriptive approach was employed in this research. The participants consisted of a school principal and elementary school teachers selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and document analysis. The data were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings indicate that academic supervision implemented in a planned and collaborative manner contributes to the improvement of teachers’ pedagogical competence, particularly in lesson planning, instructional implementation, and classroom management. In addition, the supervision process encourages teachers to engage in reflective practices and continuous professional improvement. However, the effectiveness of academic supervision has not been fully optimized due to time constraints and administrative workload, which limit the consistency of follow-up actions. Therefore, academic supervision needs to be designed based on teachers’ actual needs and supported by systematic and continuous follow-up to ensure sustainable improvement in pedagogical competence.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Kompetensi pedagogik guru merupakan salah satu faktor utama yang menentukan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Upaya peningkatan kompetensi tersebut dapat dilakukan melalui supervisi akademik yang dilaksanakan oleh kepala sekolah secara terencana dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran supervisi akademik kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah dan guru yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik yang dilaksanakan secara kolaboratif berkontribusi positif terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru, khususnya dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan pengelolaan kelas. Supervisi juga mendorong guru untuk lebih reflektif dan terbuka terhadap perbaikan praktik pembelajaran. Namun demikian, pelaksanaan tindak lanjut supervisi belum dilakukan secara optimal karena keterbatasan waktu dan beban administrasi. Oleh karena itu, supervisi akademik perlu dirancang berbasis kebutuhan guru dan didukung dengan tindak lanjut yang sistematis agar peningkatan kompetensi pedagogik dapat berlangsung secara berkelanjutan.</p> Refiana Hidayah, Anam Sutopo, Sofyan Anif Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/9036 Thu, 22 Jan 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI WAKTU PADA SISWA SEKOLAH DASAR https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8685 <p>This study aims to improve elementary school students’ learning outcomes in mathematics on the topic of time through the implementation of learning video media. The research problem is motivated by low student learning outcomes caused by conventional teaching methods and the lack of engaging instructional media. This study employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles. The research subjects were 25 fourth-grade elementary school students. Data collection techniques included observation of learning activities, learning achievement tests, interviews, and documentation. The results of the study indicated an improvement in students’ learning outcomes, as shown by an increase in the average score from 64 in Cycle I to 85 in Cycle II, as well as an increase in learning mastery from 60% to 92%. This improvement was influenced by the use of learning video media, which was able to visualize the concept of time in a concrete, engaging, and easily understandable manner. Therefore, the implementation of learning video media proved to be highly effective in improving elementary school students’ mathematics learning outcomes on the topic of time.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika materi waktu pada siswa sekolah dasar melalui penerapan media video pembelajaran. Permasalahan penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa akibat pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurangnya penggunaan media yang menarik. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas IV sekolah dasar. Teknik pengumpulan data meliputi observasi aktivitas belajar, tes hasil belajar, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 64 pada siklus I menjadi 85 pada siklus II, serta peningkatan ketuntasan belajar dari 60% menjadi 92%. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh penggunaan media video pembelajaran yang mampu memvisualisasikan konsep waktu secara konkret, menarik, dan mudah dipahami. Dengan demikian, penerapan media video pembelajaran terbukti sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa sekolah dasar pada materi waktu.</p> Rusnai Rahayu, Satwika Hartanti Harahap, Mazdalifah Harahap, Rayhan Nawawi Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8685 Thu, 22 Jan 2026 00:00:00 +0000 PENGEMBANGAN MEDIA DIGITAL INTERAKTIF BERBASIS CANVA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI BANGUN DATAR KELAS IV SD https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/9026 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The limited use of visual media in mathematics instruction leads to low student understanding of plane geometry. This study aims to develop interactive digital learning media based on Canva that meet the criteria of validity, practicality, and effectiveness for fourth-grade elementary school students. The research employed a research and development approach using the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data were collected through expert validation, teacher and student response questionnaires, and learning achievement tests. The results show that the developed media achieved very high levels of validity and practicality based on evaluations by experts and users. The implementation of the media also had a positive impact on student learning outcomes, as indicated by an increase in average scores from the pretest to the posttest. The media helped students understand the characteristics and properties of plane shapes through more engaging visual presentations and interactive features. In addition, the use of Canva made it easier for teachers to present instructional materials in a systematic and efficient manner. Therefore, Canva-based interactive digital media are appropriate to be used as a supporting tool for mathematics learning in elementary schools.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Keterbatasan penggunaan media visual dalam pembelajaran matematika menyebabkan rendahnya pemahaman siswa terhadap materi bangun datar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media digital interaktif berbasis Canva yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE yang mencakup tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data diperoleh melalui validasi ahli, angket respons guru dan siswa, serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh tingkat validitas dan kepraktisan yang sangat tinggi berdasarkan penilaian para ahli dan pengguna. Penerapan media juga berdampak positif terhadap hasil belajar siswa, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari pretest ke posttest. Media ini membantu siswa memahami karakteristik dan sifat bangun datar melalui penyajian visual dan interaksi yang lebih menarik. Selain itu, penggunaan Canva mempermudah guru dalam menyajikan materi secara sistematis dan efisien. Dengan demikian, media digital interaktif berbasis Canva layak digunakan sebagai sarana pendukung pembelajaran matematika di sekolah dasar.</p> Afifatul Musthofiah, Muhammad Yusuf Setia Wardana, Joko Sulianto Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/9026 Sat, 24 Jan 2026 00:00:00 +0000 KAJIAN BIBLIOMETRIK PLAYFUL LEARNING DAN MOTIVASI BELAJAR DI SEKOLAH DASAR: VISUALISASI DATA MENGGUNAKAN VOSVIEWER https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/9065 <p>The purpose of the study was to determine the development of scientific publication results on the application of playful learning and elementary school learning motivation. The method used in the study is an approach based on bibliometric analysis assisted by VOSviewer visualization. Data retrieval was carried out on the Scopus and Google Scholar databases with a range of 2015 to 2025. The search keywords used in the Scopus database are "Playful learning and motivation learning elementary school" and in the Google Scholar database "Playful learning and motivation learning elementary school". Based on the search results, there were 496 files and in the Google Scholar database, 1476 files were found. The results of the study prove that in the period 2015 to 2018 there was an insignificant increase and decrease. While in the Scopus database there was a very significant decrease in data in 2023-2024. The Google Scholar database also experienced a very sharp decrease in data in 2024-2025. AI (Artificial Intelligence) is one of the causes of the decline in the number of publications related to learning approaches and learning motivation. The visualization results of VOSviewer also show that in the Scopus database there are 21 Clusters that have a direct relationship to the implementation of playful learning and learning motivation and 1 Cluster is stated to have an indirect relationship. In the Google Scholar database, all clusters have a direct relationship.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui perkembangan hasil publikasi ilmiah tentang penerapan playful learning dan motivasi belajar sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian yakni dengan pendekatan berbasis analisis Bibliometrik dengan berbantuan visualisasi VOSviewer. Pengambilan data dilakukan pada database Scopus dan Google Scholar dengan rentang tahun 2015 hingga 2025. Kata kunci pencarian yang digunakan pada database Scopus yakni “Playful learning and motivation learning elementary school” dan pada database Google Scholar “Playful learning dan motivasi belajar sekolah dasar”. Berdasarkan hasil pencarian terdapat 496 berkas dan pada database Google Scholar ditemukan sebanyak 1476 berkas. Hasil penelitian membuktikan bahwa pada rentang tahun 2015 hingga 2018 terjadi kenaikan dan penurunan yang tidak signifikan. Sedangkan pada database Scopus terjadi penurunan data yang sangat signifikan pada tahun 2023-2024. Pada database Google Scholar juga mengalami penurunan data sangat tajam pada tahun 2024-2025. AI (Artificial Intelligence) menjadi salah satu penyebab menurunnya jumlah publikasi terkait pendekatan pembelajaran dan motivasi belajar. Hasil visualisasi VOSviewer juga menunjukkan bahwa pada database Scopus terdapat 21 Cluster yang memiliki hubungan langsung pada penerapan playful learning dan motivasi belajar dan 1 Cluster dinyatakan memiliki hubungan tidak langsung. Pada database Google Scholar, smua cluster memiliki hubungan secara langsung.</p> Lailia Arditya Isti, Rena Prihatna Gumilar, Sutikno Sutikno Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/9065 Wed, 28 Jan 2026 00:00:00 +0000 EFEKTIFITAS PENGGUNAAN GAME EDUKATIF UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA PEMBELAJARAN IPAS SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8712 <p>The low level of active involvement and the suboptimal use of interactive media in science learning in elementary schools have triggered the need for media innovations that can stimulate students' critical thinking skills, especially in energy material. This study aims to test the effectiveness of using Canva-based educational games as an alternative visual and interactive learning media. Using a quantitative approach with a quasi-experimental design of the Nonequivalent Control Group Design type, this study involved 59 third-grade students divided into experimental and control classes. Data analysis was carried out through prerequisite tests and hypothesis testing using the Independent Sample t-test, which produced a significance value (2-tailed) of 0.000 (&lt;0.05), indicating a significant difference between the two groups. Furthermore, the calculation of the N-Gain test in the experimental class recorded an average increase of 0.79, which is included in the high category. The conclusion of this study proves that the implementation of Canva-based educational games is very effective in improving students' critical thinking skills in science subjects, so it is recommended as an innovative learning medium that can create a more interesting and meaningful learning atmosphere.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Rendahnya keterlibatan aktif dan kurang optimalnya penggunaan media interaktif dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar menjadi pemicu perlunya inovasi media yang mampu menstimulasi kemampuan berpikir kritis siswa, khususnya pada materi energi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan game edukatif berbasis Canva sebagai alternatif media pembelajaran yang visual dan interaktif. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>quasi-experimental</em> tipe <em>Nonequivalent Control Group Design</em>, penelitian ini melibatkan 59 siswa kelas III yang terbagi menjadi kelas eksperimen dan kontrol. Analisis data dilakukan melalui uji prasyarat serta uji hipotesis menggunakan <em>Independent Sample t-test</em>, yang menghasilkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 (&lt; 0,05), menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Selanjutnya, perhitungan uji <em>N-Gain</em> pada kelas eksperimen mencatat rata-rata peningkatan sebesar 0,79, yang termasuk dalam kategori tinggi. Simpulan penelitian ini membuktikan bahwa implementasi game edukatif berbasis Canva sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPAS, sehingga direkomendasikan sebagai media pembelajaran inovatif yang dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan bermakna.</p> Siti Maulida Zulaihah, Septina Rahmawati, Yoga Awalludin Nugraha, Dhina Cahya Rohim, Devy Aufia Abshor Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8712 Wed, 28 Jan 2026 00:00:00 +0000 MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS MATERI EKOSISTEM MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING BERBANTU CANVA PADA SISWA KELAS V SDN CIJELER III https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/9222 <p>The limited utilization of interactive learning media in the IPAS subject serves as the foundation for this research. The study seeks to elucidate the use of the Cooperative Learning model facilitated by Canva media to enhance the academic performance of fifth-grade students in IPAS content concerning ecosystems, as well as to assess the advancement in learning outcomes post-intervention. The employed methodology is Classroom Action Research (CAR) utilizing the Kemmis and McTaggart model, encompassing the steps of preparation, execution, observation, and reflection. The research participants comprised 15 fifth-grade children from SDN Cijeler III who engaged in two cycles of activity. The research findings indicate a progression in learning mastery from the pre-test to cycle I and subsequently to cycle II. The percentage of learning mastery rose from an initial 0% to 26.6% in cycle I, and subsequently reached 86.6% in cycle II. The attainment of mastery in cycle II has surpassed the predetermined success markers, so the research was deemed successful in cycle II. Consequently, it can be inferred that the implementation of the Canva-assisted Cooperative Learning approach is successful in enhancing the learning outcomes of IPAS material on ecosystems among fifth-grade students at SDN Cijeler III.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pemanfaatan media pembelajaran interaktif yang terbatas dalam mata pelajaran IPAS menjadi dasar penelitian ini. Studi ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan model <em>Cooperative Learning</em> yang difasilitasi oleh media Canva untuk meningkatkan prestasi akademik siswa kelas V pada materi IPAS tentang ekosistem, serta untuk menilai peningkatan hasil belajar pasca intervensi. Metodologi yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model Kemmis dan McTaggart, yang mencakup langkah-langkah persiapan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Peserta penelitian terdiri dari 15 siswa kelas V dari SDN Cijeler III yang mengikuti 2 siklus kegiatan. Temuan penelitian menunjukkan peningkatan penguasaan pembelajaran dari pre-test ke siklus I dan selanjutnya ke siklus II. Persentase penguasaan belajar meningkat dari 0% pada awalnya menjadi 26,6% pada siklus I, dan selanjutnya mencapai 86,6% pada siklus II. Pencapaian penguasaan dalam siklus II telah melampaui penanda keberhasilan yang telah ditentukan sebelumnya, sehingga penelitian dianggap berhasil dalam siklus II. Akibatnya, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan Pembelajaran Kooperatif berbantu Canva berhasil meningkatkan hasil belajar materi IPAS tentang ekosistem pada siswa kelas V di SDN Cijeler III.</p> <p> </p> Eka Maulianni, Pratiwi Tarida, Hadissah Jamiatus So’adah, Muhamad Riva Fauzan, Nita Nurizki, Rana Gustian Nugraha Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/9222 Wed, 28 Jan 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ICM BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8715 <p>This study was conducted to analyze the impact of applying the Index Card Match learning model combined with Audio-Visual video media to improve the learning outcomes of fifth-grade students at SD 1 Panjang. The background of this research originated from the low academic achievement of students, which was suspected to be caused by the lack of student activeness during the learning process and the use of monotonous teaching methods. This study employed a quantitative approach with an experimental method, using a pre-experimental one-group pretest–posttest design. The research subjects consisted of 30 fifth-grade students selected using a saturated sampling technique. Data were collected through interviews, tests (pretest and posttest), questionnaires, and documentation. The analysis results showed an increase in the average learning outcome score from 43.17 before the treatment to 87.67 after the implementation of the learning model. Based on the linear regression test with a significance level of 0.00, which is less than 0.05, it indicates that variable X influences variable Y. The paired sample t-test also showed a significance value of 0.00, meaning that there is an effect of variable X on variable Y. Thus, it can be concluded that the Index Card Match model assisted by Audio-Visual media affects the learning outcomes of fifth-grade elementary school students. The improvement in learning outcomes through the Index Card Match model can also be seen from the N-Gain test, which shows that 9 students fall into the medium category and 21 students fall into the high category, indicating that the normalized N-Gain was achieved. The classical completeness test showed 100% mastery, meaning that more than 75% of students achieved scores above the Minimum Mastery Criteria (KKM). It is concluded that the Index Card Match learning model assisted by Audio-Visual media, with the material “Norms in My Life,” resulted in students achieving scores that met or exceeded the KKM. If you'd like, I can refine this version to make it more academic or suitable for journal publication.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis dampak penerapan model pembelajaran <em>Index Card Match</em> yang dipadukan dengan media video <em>Audio Visual</em> untuk meningkatan hasil belajar siswa kelas V di SD 1 Panjang. Latar belakang penelitian ini berawal dari rendahnya capaian akademik siswa, yang diduga disebabkan oleh kurangnya keaktifan siswa selama proses pembelajaran serta penggunaan metode mengajar yang cenderung monoton. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen, yakni desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari 30 siswa kelas V yang diambil menggunakan teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui wawancara, tes (pretestdan posttest), angket, serta dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata hasil belajar dari 43,17 sebelum perlakuan menjadi 87,67 setelah penerapan model pembelajaran. Berdasarkan uji regresi linier dengan taraf 0,00 atau kurang dari 0,05 yang artinya variabel x berpengaruh terhadap variabel y. Uji paired sample t-test dengan taraf signifikan 0,00 atau kurang dari 0,05 yang artinya adanya pengaruh variabel x terhadap variabel y. Jadi dapat disimpulkan adanya pengaruh model <em>Index Card Match</em> berbantuan media <em>Audio Visual</em> terhadap hasil belajar siswa kelas V sekolah dasar. Peningkatan hasil belajar melalui model <em>Index Card Match</em> dapat dilihat melaui uji N-Gain bahwa siswa dengan kategori sedang ada 9 anak, dan siswa dengan kategori tinggi ada 21 siswa. Yang artinya N-Gain ternomalisasi. Uji ketuntasan klasikal di nyatakan 100% tuntas atau di atas KKM, yaitu lebih dari 75% siswa yang tuntas. Disimpulkan bahwa model pembelajaran <em>Index Card Match</em> berbantuan media <em>Audio Visual</em> dengan materi norma dalam kehidupanku nilai siswa dinyatakan tuntas atau di atas KKM.</p> Fera Yunita, Deki Wibowo, Manggalastawa Manggalastawa Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8715 Wed, 28 Jan 2026 00:00:00 +0000 STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI DISIPLIN POSITIF: STUDI KUALITATIF DI SDN 02 CIKAWUNG KABUPATEN BANYUMAS https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/9223 <p>The shift in educational paradigms from punitive to positive discipline requires a strategic role for principals in managing changes in school culture toward a more humanistic and educative one. This study aims to analyze the principal's leadership strategies in implementing positive discipline for teachers and students at SDN 02 Cikawung, Banyumas Regency, which integrates local wisdom values. Using qualitative descriptive methods, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies, then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana. The results revealed that the principal fulfills his role as educator, manager, and supervisor through three key strategies: internalizing values ​​through role models, strengthening teacher capacity through reflective coaching, and creating a child-friendly school ecosystem. A unique finding of this study is the application of the "School Community Consultation" approach as an effective conflict resolution mechanism in building mutual understanding. The study's conclusions confirm that the successful implementation of positive discipline is highly dependent on the consistent leadership of the principal in facilitating the transformation of the school community's mindset from external control to intrinsic awareness and motivation.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pergeseran paradigma pendidikan dari pendekatan disiplin punitif menuju disiplin positif menuntut peran strategis kepala sekolah dalam mengelola perubahan budaya sekolah yang lebih humanis dan edukatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam mengimplementasikan disiplin positif pada guru dan siswa di SDN 02 Cikawung, Kabupaten Banyumas, yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kepala sekolah menjalankan peran sebagai edukator, manajer, dan supervisor melalui tiga strategi kunci: internalisasi nilai melalui keteladanan, penguatan kapasitas guru berbasis coaching reflektif, dan penciptaan ekosistem sekolah yang ramah anak. Temuan unik dari studi ini adalah penerapan pendekatan "Rembug Warga Sekolah" sebagai mekanisme resolusi konflik yang efektif dalam membangun kesepahaman bersama. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan implementasi disiplin positif sangat bergantung pada konsistensi kepemimpinan kepala sekolah dalam memfasilitasi transformasi pola pikir warga sekolah dari kontrol eksternal menuju kesadaran dan motivasi intrinsik.</p> Isna Nur Istiqomah, Siswadi Siswadi Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/9223 Wed, 28 Jan 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS PENERAPAN DEEP LEARNING PADA KURIKULUM MERDEKA DI KELAS 5 SDK SANG TIMUR PASURUAN https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8992 <p>This study aims to describe the implementation of the Deep Learning approach within the Merdeka Curriculum in Grade 5 at SDK Sang Timur Pasuruan. This approach emphasizes meaningful, joyful, and mindful learning, and is oriented toward the development of eight graduate profile dimensions: faith and devotion, citizenship, critical thinking, creativity, collaboration, independence, health, and communication. This research employed a descriptive qualitative method, with participants including fifth-grade students, teachers, the principal, and parents. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model (data reduction, data display, and conclusion drawing). The findings reveal two key results: the application of the three principles of Deep Learning and the achievement of the eight graduate profile dimensions in the learning process. Through project-based activities, group discussions, reflection, and real-life contextual tasks, students were actively engaged in learning. They did not merely memorize content but were encouraged to think critically, discuss, collaborate, and understand the meaning of learning in daily life. The study recommends continuous professional development for teachers in designing structured and differentiated deep learning experiences tailored to students' characteristics.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan <em>Deep Learning</em> dalam Kurikulum Merdeka di kelas 5 SDK Sang Timur Pasuruan. Pendekatan ini menekankan pada pembelajaran yang bermakna (<em>meaningful</em>), menyenangkan (<em>joyful</em>), dan penuh kesadaran (<em>mindful</em>), serta berorientasi pada pengembangan delapan dimensi profil lulusan: keimanan dan ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian terdiri dari siswa kelas 5, guru, kepala sekolah, dan wali murid. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data model Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan). Temuan penelitian menunjukkan hasil analisis tiga prinsip <em>Deep Learning</em> dan ketercapaian 8 dimensi profil lulusan pada pembelajaran di kelas 5 SDK Sang Timur Pasuruan. Melalui kegiatan proyek, diskusi kelompok, refleksi, dan tugas yang berkaitan dengan kehidupan nyata, siswa terlibat secara aktif dalam proses belajar. Siswa tidak hanya menghafal, tetapi juga berpikir, berdiskusi, bekerja sama, dan memahami makna pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan berkelanjutan untuk guru dalam menyusun pembelajaran mendalam yang terstruktur dan diferensiatif sesuai karakteristik siswa.</p> Missa Bella Alvinda, Didik Iswahyudi, Yulianti Yulianti Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8992 Wed, 28 Jan 2026 00:00:00 +0000 MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS WARISAN BUDAYA MELALUI PJBL BERBANTU AUGMENTED REALITY KELAS 6 SDN PASIR https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8818 <p>This study was motivated by the difficulties students had in understanding the material on Indonesia's World Cultural Heritage, which was too theoretical in nature, covering philosophical values, history, and UNESCO's role in its preservation. The abstract nature of the material meant that students were less actively involved and their learning outcomes were not optimal. This study aims to improve the learning outcomes of Natural and Social Sciences (IPAS) for sixth-grade students at SDN Pasir through the application of Project-based Learning (PjBL) assisted by Augmented Reality (AR) with a deep learning approach. The method used was Kemmis and McTaggart's Classroom Action Research (CAR) model for two cycles, with data collection through observation, interviews, and cognitive tests (pre-test and post-test), which were analyzed descriptively. The results of the study showed a significant increase in the cognitive domain of students as well as development in the affective and psychomotor domains. In Cycle I, classical learning completeness reached 91.66% and increased to 100% in Cycle II. These findings confirm that the AR-based PjBL approach is in line with the principles of deep learning and is able to increase engagement, conceptual understanding, and provide a fun learning experience.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan peserta didik dalam memahami materi Warisan Budaya Indonesia yang Mendunia, yang bersifat terlalu teoritis, mencakup nilai filosofis, sejarah, dan peran UNESCO dalam pelestariannya. Sifat materi yang abstrak menyebabkan peserta didik kurang terlibat aktif dan hasil belajar mereka belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) peserta didik kelas VI SDN Pasir melalui penerapan <em>Project-based Learning</em> (PjBL) berbantuan <em>Augmented Reality</em> (AR) dengan pendekatan deep learning. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart selama dua siklus, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan tes kognitif (<em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>), yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada ranah kognitif peserta didik serta perkembangan pada ranah afektif dan psikomotorik. Pada Siklus I, ketuntasan belajar klasikal mencapai 91,66%, dan meningkat menjadi 100% pada Siklus II. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan PjBL berbasis AR selaras dengan prinsip <em>deep learning</em> dan mampu meningkatkan keterlibatan, pemahaman konseptual, serta memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan<strong>.</strong></p> Karina Fatmasari, Fatimah Az-Zahra, Ilham Muhyidin, Jesika Uliarta Br Sitorus, Risnayani Risnayani, Rana Gustian Nugraha Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8818 Wed, 28 Jan 2026 00:00:00 +0000 ENHANCING ELEMENTARY EFL LEARNERS’ UNDERSTANDING OF TIME EXPRESSIONS THROUGH INTERACTIVE WORKSHEETS https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/9221 <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>Understanding time concepts and their linguistic expressions remains a significant challenge for elementary EFL learners due to the lack of engaging and contextual learning materials. This Classroom Action Research aimed to enhance Grade III students’ mastery of "Telling Time" by implementing interactive, picture-based worksheets that connect abstract concepts with daily routines. The study followed the Kemmis and McTaggart model across two cycles, involving 29 participants at an elementary school in Central Kalimantan. Data collection methods included pre-tests, post-tests, classroom observations, and semi-structured interviews. The quantitative findings revealed a substantial improvement in academic performance, where the average score increased from 67 in the pre-test to 88 in the post-test, with 100% of students successfully achieving the Minimum Completion Criteria (KKM). Qualitatively, the intervention transformed the classroom dynamic from teacher-centered to student-centered, resulting in heightened motivation, reduced anxiety, and increased confidence in using English time expressions. The study concludes that utilizing visually stimulating and contextualized worksheets is highly effective in bridging the gap between abstract mathematical concepts and language application, thereby significantly boosting both cognitive comprehension and affective engagement in young learners.</p> <p> </p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Memahami konsep waktu dan ekspresi linguistiknya masih menjadi tantangan signifikan bagi pembelajar EFL tingkat dasar karena kurangnya materi pembelajaran yang menarik dan kontekstual. Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan siswa kelas III dalam "Menyebutkan Waktu" dengan menerapkan lembar kerja interaktif berbasis gambar yang menghubungkan konsep abstrak dengan rutinitas sehari-hari. Studi ini mengikuti model Kemmis dan McTaggart selama dua siklus, melibatkan 29 partisipan di sebuah sekolah dasar di Kalimantan Tengah. Metode pengumpulan data meliputi pre-test, post-test, observasi kelas, dan wawancara semi-terstruktur. Temuan kuantitatif menunjukkan peningkatan substansial dalam prestasi akademik, di mana nilai rata-rata meningkat dari 67 pada pre-test menjadi 88 pada post-test, dengan 100% siswa berhasil mencapai Kriteria Penyelesaian Minimum (KKM). Secara kualitatif, intervensi tersebut mengubah dinamika kelas dari berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa, menghasilkan peningkatan motivasi, pengurangan kecemasan, dan peningkatan kepercayaan diri dalam menggunakan ekspresi waktu dalam bahasa Inggris. Studi ini menyimpulkan bahwa penggunaan lembar kerja yang merangsang secara visual dan kontekstual sangat efektif dalam menjembatani kesenjangan antara konsep matematika abstrak dan penerapan bahasa, sehingga secara signifikan meningkatkan pemahaman kognitif dan keterlibatan afektif pada pembelajar muda.</p> Novelia Fitriani, Angelia Margono, Masda Egy Faradilla, Siti Hamidah, Abdul Syahid, Heny Suriandari Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/9221 Wed, 28 Jan 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN WORDWALL DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS KELAS IV SEKOLAH DASAR https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8713 <p>This research is motivated by the suboptimal learning outcomes of students in Natural and Social Sciences (IPAS), particularly in materials that require conceptual understanding, thereby necessitating innovative learning media to enhance student engagement and comprehension. The focus of this study is to determine the significance of the influence of using Wordwall as a learning medium on the learning outcomes of fourth-grade students in the IPAS subject at SDN Tanjungsari. This study employed a quantitative method using a pre-experimental design with a One-Group Pretest-Posttest Design, involving 20 fourth-grade students as research subjects. Data were collected through interviews, learning outcome tests, and documentation. The test instruments were administered before the treatment (pretest) and after the treatment (posttest) to determine improvements in learning outcomes. The results of the study indicated a significant increase in students’ learning scores, where the average pretest score of 52.00 increased to 86.00 in the posttest, resulting in an improvement of 34.00 points. These findings are reinforced by the results of the N-Gain test, which show an average score of 0.7163, indicating that there is a significant effect of using Wordwall as a learning medium on IPAS learning outcomes. Based on these data, it can be concluded that the use of Wordwall as a learning medium provides a positive and significant impact on improving students’ learning outcomes.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar IPAS peserta didik yang masih belum optimal, terutama pada materi yang membutuhkan pemahaman konseptual sehingga diperlukan media pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman peserta didik. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui signifikansi pengaruh penggunaan media pembelajaran <em>Wordwall </em>terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS kelas IV di SDN Tanjungsari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain <em>pre-experimental</em> tipe One<em>-Group Pretest-Posttest Design</em>, dengan melibatkan 20 peserta didik kelas IV sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, tes, dan dokumentasi. Instrumen tes diberikan sebelum perlakuan (<em>pretest</em>) dan setelah perlakuan (<em>posttest</em>) untuk mengetahui peningkatan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor hasil belajar peserta didik, yaitu skor rata-rata <em>pretest</em> sebesar 52,00 meningkat menjadi 86,00 pada <em>posttest</em>, sehingga terdapat kenaikan sebesar 34,00 poin. Temuan ini diperkuat oleh hasil uji<em> N-Gain</em> dengan nilai rata-rata 0,7163, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media pembelajaran <em>Wordwall </em>terhadap hasil belajar IPAS. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran <em>Wordwall</em> memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik.</p> <p> </p> Rosikhatul Ilmiyah, Septina Rahmawati, Yoga Awalludin Nugraha Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8713 Wed, 28 Jan 2026 00:00:00 +0000 PENGEMBANGAN TES HASIL BELAJAR IPAS INKLUSIF PADA SISWA KELAS IV SD https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/9175 <p>This research is based on the need to develop learning outcome test instruments that are prepared based on input and teacher needs, especially in the context of IPAS learning which requires the <em>Implementation </em> of inclusive assessments. This study aims to: (1) determine the level of theoretical validity of the inclusive IPAS learning outcome test instrument in grade IV elementary school students; (2) examine the empirical validity of the instrument through the analysis of question items; (3) <em>Analyze </em> the reliability, differentiating power, and difficulty level of the test instrument; and (4) assessing the level of practicality of the test instrument based on the teacher's assessment. The type of research used is <em>Development</em> research (R&amp;D) by applying the ADDIE model which includes <em>the stages of Analyze </em>, <em>Design </em>, <em>Develop</em>, <em>Implement</em>, and <em>Evaluate</em>. The research subjects consisted of 32 students in the limited trial stage and 64 students in the expanded trial stage. Data analysis was carried out qualitatively and quantitatively through expert validation, question item analysis, and instrument reliability tests. The results of the study showed that: (1) the test instrument was declared theoretically valid based on the assessment of two expert validators, with an average validity score of 3.41 content aspects, 4.25 construction aspects, and 4.12 language aspects, all of which were in the valid category; (2) the results of the empirical validity test show that 23 questions out of a total of 40 items are declared valid; (3) the reliability test at the expanded trial stage produced a reliability coefficient of 0.78 in the high category, with a differentiating power of 35% in the very good category and a difficulty level of 40% in the very easy category; and (4) based on the assessment of experts and homeroom teachers, the test instrument was declared very practical to be used in inclusive science learning.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Penelitian ini dilatar belakangi oleh kebutuhan pengembangan instrumen tes hasil belajar yang disusun berdasarkan masukan serta kebutuhan guru, khususnya dalam konteks pembelajaran IPAS yang menuntut pelaksanaan asesmen secara inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat validitas teoretis instrumen tes hasil belajar IPAS inklusif pada siswa kelas IV sekolah dasar; (2) mengkaji validitas empiris instrumen melalui analisis butir soal; (3) menganalisis reliabilitas, daya pembeda, dan tingkat kesukaran instrumen tes; serta (4) menilai tingkat kepraktisan instrumen tes berdasarkan penilaian guru. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R&amp;D) dengan menerapkan model ADDIE yang meliputi tahapan <em>Analyze </em>, <em>Design </em>, <em>Develop</em>, <em>Implement</em>, dan <em>Evaluate</em>. Subjek penelitian terdiri atas 32 siswa pada tahap uji coba terbatas dan 64 siswa pada tahap uji coba diperluas. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif melalui validasi ahli, analisis butir soal, serta uji coba reliabilitas instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) instrumen tes dinyatakan valid secara teoretis berdasarkan penilaian dua validator ahli, dengan skor rata-rata validitas aspek isi 3,41, aspek konstruksi 4,25, dan aspek bahasa 4,12, yang seluruhnya berada pada kategori valid; (2) hasil uji validitas empiris menunjukkan bahwa 23 butir soal dari total 40 butir dinyatakan valid; (3) uji reliabilitas pada tahap uji coba diperluas menghasilkan koefisien reliabilitas sebesar 0,78 termasuk dalam kategori tinggi, dengan daya pembeda sebesar 35% berkategori sangat baik serta tingkat kesukaran sebesar 40% berada pada kategori sangat mudah; dan (4) berdasarkan penilaian ahli dan guru wali kelas, instrumen tes dinyatakan sangat praktis untuk digunakan dalam pembelajaran IPAS inklusif.</p> Widya Saharani, Linawatie Linawatie, Bulkani Bulkani Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/9175 Sat, 31 Jan 2026 00:00:00 +0000 MENINGKATKAN KEBAHAGIAN ANAK KORBAN BULLYING MELALUI TERAPI BERMAIN TINGKAT SEKOLAH DASAR https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/9089 <p>Bullying and peer rejection can negatively affect children’s psychological well-being and happiness, particularly in emotional, engagement, and social relationship aspects within the school environment. This study aims to describe the psychological well-being of a child victim of bullying and the changes that occurred after the implementation of play therapy intervention. A qualitative approach with a case study design was employed involving a fourth-grade student at SDK Bhaktyarsa Maumere who experienced bullying and social rejection. Data were collected through observation and semi-structured interviews with the subject and the homeroom teacher, focusing on five well-being aspects: positive emotion, engagement, positive relationships, meaning, and accomplishment. The play therapy intervention was conducted in five sessions, including greeting card creation, friendship bracelet sharing, role play using dolls, bead play activities, and self-reflection with self-esteem reinforcement. The results indicated that play therapy is effective in improving the subject’s happiness, reflected in increased positive emotions, active engagement, self-confidence, and openness in social interactions. These findings suggest that play therapy is an effective intervention approach to enhance the psychological well-being and happiness of children who are victims of bullying in school settings.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Bullying</em> dan penolakan dari teman sebaya dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan psikologis dan kebahagiaan anak, terutama dalam aspek emosi, keterlibatan, dan hubungan sosial di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi kesejahteraan psikologis seorang anak korban <em>bullying</em> serta perubahan yang terjadi setelah intervensi terapi bermain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada siswa kelas IV C SDK Bhaktyarsa Maumere yang mengalami <em>bullying</em> dan penolakan sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara semi-terstruktur dengan subjek dan guru wali kelas, dengan fokus pada lima aspek kesejahteraan, yaitu emosi positif, keterlibatan, hubungan positif, makna hidup, dan pencapaian. Intervensi terapi bermain dilakukan dalam lima sesi yang mencakup pembuatan kartu ucapan, pembagian gelang persahabatan, role play menggunakan boneka, permainan manik-manik, serta refleksi diri dan penguatan harga diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi bermain efektif dalam meningkatkan kebahagiaan subjek, yang tercermin dari peningkatan emosi positif, keterlibatan dalam aktivitas, kepercayaan diri, dan keterbukaan dalam interaksi sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi bermain dapat menjadi pendekatan intervensi yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis dan kebahagiaan anak korban <em>bullying</em> di lingkungan sekolah.</p> Epifania Margaretha Ladapase, Meilin Pilelogo Libu Heo Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/9089 Sat, 31 Jan 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 3 https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/9307 <p>Mathematics instruction at the elementary school level often encounters obstacles related to limited student involvement, underdeveloped teamwork skills, and inadequate critical thinking abilities, which ultimately affect learning achievement. These challenges were observed among third-grade students at Batursari 5 Elementary School. To address this situation, the <em>Student Team Achievement Divisions</em> (STAD) <em>Cooperative Learning</em> model was applied, emphasizing structured collaboration within diverse student groups. This study aimed to investigate the impact of the STAD model on students’ mathematics learning outcomes. An experimental approach with a <em>one-group</em> <em>pretest–posttest</em> design was employed. The participants consisted of 25 students from class IIIA. Data were obtained through a 20-item mathematics achievement test. Data analysis involved descriptive statistical techniques and inferential analysis using a <em>paired sample t-test</em>. The results indicated an improvement in the average score from 71.20 prior to treatment to 80.56 after the implementation of the STAD model. Statistical testing yielded a significance value of 0.000 at the 0.05 level, confirming a significant difference between pretest and posttest results. These findings suggest that the application of the STAD <em>Cooperative Learning</em> model effectively enhances students’ mathematics learning outcomes.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait partisipasi siswa yang belum optimal, kemampuan kolaborasi yang kurang terasah, serta rendahnya pengembangan berpikir kritis dan sikap ilmiah. Kondisi tersebut ditemukan pada siswa kelas III SD Negeri Batursari 5 dan berdampak pada capaian hasil belajar matematika. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penerapan model <em>Cooperative Learning</em> tipe <em>Student Team Achievement Divisions</em> (STAD), yang menekankan pembelajaran melalui kerja kelompok heterogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan model STAD terhadap hasil belajar matematika siswa. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan eksperimen menggunakan desain <em>one-group</em> <em>pretest–posttest</em>. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa kelas IIIA. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar matematika sebanyak 20 soal. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji inferensial berupa <em>paired sample t-test</em>. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata siswa dari 71,20 sebelum perlakuan menjadi 80,56 setelah penerapan model STAD. Pengujian hipotesis menghasilkan nilai signifikansi 0,000 pada taraf 0,05, yang menandakan adanya perbedaan bermakna antara hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan. Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran STAD memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas III.</p> Clara Rizkina Agustin, Yogi Ageng Sri Legowo Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/9307 Thu, 05 Feb 2026 00:00:00 +0000