https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/issue/feed ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar 2026-01-15T01:33:05+00:00 Principal Contact: Randi Pratama Murtikusuma, M.Pd/085236615827/randi.popo@gmail.com Support Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd/085239967417/ardhysmart7@gmail.com randi.popo@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar</strong> | <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/11566"><strong>Terakreditasi Sinta 5</strong></a> diterbitkan 4 kali setahun (Januari, April, Juli dan Oktober) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dasar. <br /><strong>e-ISSN : 2774-7034| p-ISSN : 2774-8014</strong></p> https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8794 PENGEMBANGAN LEMBAR OBSERVASI UNTUK MENGUKUR KEMANDIRIAN SISWA KELAS IV SDN 2025-12-30T16:09:03+00:00 Murni Puji Hastuti mutiararahmiirahmi@gmail.com Yonati Natalia mutiararahmiirahmi@gmail.com Mutiara Rahmi mutiararahmiirahmi@gmail.com Albertina Yanti Rahail mutiararahmiirahmi@gmail.com <p>This study was motivated by the need to develop an observation sheet for assessing the independence of fourth-grade elementary school students based on teachers’ input and assessment needs. The study aimed to examine the quality of the developed instrument, including: (1) the level of theoretical validity of the observation sheet questionnaire to measure student independence; (2) the level of empirical validity through item analysis; (3) the reliability level of the developed questionnaire; and (4) the practicality level of the instrument based on teachers’ assessments. This research employed a development research approach using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) with a descriptive quantitative method. The results indicated that the developed instrument met the feasibility criteria. Theoretically, the instrument demonstrated valid to very valid criteria, with an average construction validity score of 4.50. Empirically, the expanded trial involving 75 students showed that 24 items were valid. The reliability level of the instrument was very high, as indicated by a coefficient of 0.83. Furthermore, the practicality assessment by the homeroom teacher classified the instrument as practical to very practical, with the highest score of 5.00 in the suitability aspect.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pengembangan lembar observasi kemandirian siswa kelas IV sekolah dasar yang disusun berdasarkan masukan dan kebutuhan guru dalam melakukan penilaian sikap kemandirian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas instrumen yang dikembangkan, meliputi: (1) tingkat validitas teoretis angket lembar observasi untuk mengukur kemandirian siswa kelas IV; (2) tingkat validitas empiris instrumen melalui analisis butir pernyataan; (3) tingkat reliabilitas instrumen angket yang dikembangkan; dan (4) tingkat kepraktisan instrumen berdasarkan penilaian guru. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menerapkan model ADDIE (<em>Analysis, Design, Development, Implementation</em>, dan <em>Evaluation</em>) dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan. Secara teoretis, instrumen memiliki tingkat validitas pada kategori valid hingga sangat valid dengan skor rata-rata aspek konstruksi sebesar 4,50. Secara empiris, hasil uji coba diperluas terhadap 75 siswa menunjukkan bahwa sebanyak 24 butir pernyataan dinyatakan valid. Tingkat reliabilitas instrumen tergolong sangat tinggi dengan koefisien sebesar 0,83. Selain itu, hasil penilaian kepraktisan oleh guru wali kelas menunjukkan bahwa instrumen berada pada kategori praktis hingga sangat praktis, dengan skor tertinggi 5,00 pada aspek kesesuaian.</p> 2026-01-08T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8859 ANALISIS PROGRAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS DI SDN 1 ROWOHARJO 2026-01-04T12:54:10+00:00 Indra Tirta Gus Muda gusmudaindra@gmail.com Alfi Laila gusmudaindra@gmail.com Desiana Eka Khotimatus Sa’adah gusmudaindra@gmail.com Ghisyafa Aulia Andhandeaza gusmudaindra@gmail.com <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The strengthening of religious character in elementary school students serves as a fundamental pillar for developing personalities oriented toward moral and spiritual values amidst the challenges of social degradation. This study aims to analyze indepth the implementation, dynamics, and impact of a school culturebased religious character-building program at SDN 1 Rowoharjo. Utilizing a qualitative approach with a descriptive design, the research subjects included the principal, teachers, and students. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model, involving data reduction, display, and conclusion drawing. The results indicate that the program is implemented systematically through strategic leadership policies, teacher role modeling, and routine activities such as congregational Dhuha prayer, morning prayers, Asmaul Husna recitation, and weekly tahlil. The implementation has a positive impact on improving students' discipline, responsibility, sincerity, and independent worship awareness. In conclusion, the internalization of religious character is effective when supported by teacher exemplary, program consistency, and a conducive religious school culture. This model at SDN 1 Rowoharjo holds significant potential for replication as a best practice in elementary school character education.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penguatan karakter religius pada siswa sekolah dasar merupakan fondasi utama dalam pembentukan kepribadian yang berorientasi pada nilai moral dan spiritual di tengah tantangan degradasi nilai sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pelaksanaan, dinamika, dan dampak program pembentukan karakter religius berbasis budaya sekolah di SDN 1 Rowoharjo. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semiterstruktur, dan studi dokumentasi, yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program dilaksanakan secara sistematis melalui kebijakan strategis kepala sekolah, keteladanan guru, serta pembiasaan rutin seperti sholat Dhuha berjamaah, doa pagi, pembacaan Asmaul Husna, dan tahlil mingguan. Implementasi program ini berdampak positif terhadap peningkatan kedisiplinan, tanggung jawab, keikhlasan, dan kesadaran beribadah peserta didik secara mandiri. Kesimpulannya, internalisasi karakter religius terbukti efektif apabila didukung oleh keteladanan pendidik, konsistensi program, dan lingkungan budaya sekolah yang kondusif. Model pendidikan karakter di SDN 1 Rowoharjo ini berpotensi besar untuk direplikasi sebagai praktik baik di sekolah dasar lainnya.</p> 2026-01-09T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8513 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ICARE BERBANTUAN MEDIA KARTU PASANG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS KELAS 4 SD 2026-01-08T12:58:25+00:00 Refina Damayanti refinadamayanti01@gmail.com Triwahyudianto Triwahyudianto refinadamayanti01@gmail.com Siti Halimatus Sakdiyah refinadamayanti01@gmail.com <p>The low learning outcomes of fourth-grade students at SDN 3 Karangsari in Natural and Social Sciences (IPAS) subjects were the background for conducting this study. To overcome this problem, a combination of matching cards and the ICARE (Introduction, Connection, Application, Reflection, Extension) learning model was used to increase student engagement in the learning process. This study applied the Classroom Action Research (PTK) method, following the Kemmis and McTaggart model, conducted over two cycles, each consisting of two sessions. The research findings indicated a significant improvement in students' learning outcomes, from 40% in the pre-cycle phase to 60% in Cycle I, and further increasing to 80% in Cycle II. Additionally, students appeared more active, enthusiastic, and confident in expressing their opinions during learning activities. These findings demonstrate that the implementation of the ICARE model supported by matching card media can enhance learning outcomes and promote the development of critical thinking and collaboration skills among students.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Rendahnya hasil belajar siswa kelas IV di salah satu SD Negeri Kabupaten Malang dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) menjadi latar belakang dilaksanakannya penelitian ini. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, digunakan perpaduan antara media kartu pasang dan model pembelajaran ICARE (Introduction, Connection, Application, Reflection, Extension) guna meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Studi ini menerapkan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang merujuk pada model Kemmis dan McTaggart, dengan pelaksanaan selama dua siklus masing-masing terdiri atas dua pertemuan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui instrument observasi guru dan siswa , tes, serta dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggnakan analisis deskripsi kualitatif dan deskripsi kuantitatif melalui tekik triangulasi. Hasil penelitian mengindikasikan peningkatan yang signifikan dalam capaian belajar siswa, dari persentase 40% pada tahap pra-siklus, menjadi 60% pada siklus I, dan meningkat lagi hingga 80% pada siklus II. Selain itu, siswa terlihat lebih aktif, antusias, serta percaya diri dalam menyampaikan pendapat selama kegiatan pembelajaran. Temuan ini membuktikan bahwa penerapan model <em>ICARE</em> yang didukung media kartu pasang mampu meningkatkan hasil belajar, serta mendorong penguatan keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi siswa.</p> <p> </p> 2026-01-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8974 DESKRIPSI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP PENGEMBANGAN LITERASI SAINS SISWA DI SDN WADAS IV KARAWANG 2026-01-08T12:56:55+00:00 Minerva Anindyta minervaanindyta14@gmail.com Ahmad Subeki minervaanindyta14@gmail.com Umi Habibahtul A’liyah minervaanindyta14@gmail.com Kurniasari Ambar minervaanindyta14@gmail.com <p>This research aims to describe, analyze the contribution, and identify the supporting and inhibiting factors in the implementation of the Project-Based Learning PjBL model in developing students' scientific literacy at SDN Wadas IV Karawang. This qualitative study, utilizing a case study method, involved one fifth-grade science teacher and ten students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model. The findings indicate that the teacher successfully implemented the PjBL steps systematically. Students actively participated in scientific activities (such as project design and presentation), resulting in products like scientific posters and alternative energy models, which made learning more meaningful. The application of PjBL proved effective in enhancing students' scientific literacy, particularly in the aspects of knowledge, skills (critical thinking and collaboration), and scientific attitude. Although constraints such as limited time and facilities were identified, teacher support and student enthusiasm served as the key success factors. It is concluded that the PjBL model is effective in developing the scientific literacy of elementary school students and is relevant for application within the Merdeka Curriculum, as it promotes active, collaborative, and contextual learning.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis kontribusi, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasi model <em>Project-Based Learning</em> (PjBL) dalam pengembangan literasi sains siswa di SDN Wadas IV Karawang. Penelitian kualitatif dengan metode studi kasus ini melibatkan satu guru IPA kelas V dan sepuluh siswa. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berhasil melaksanakan langkah-langkah PjBL secara sistematis. Siswa aktif berpartisipasi dalam kegiatan ilmiah (misalnya merancang proyek dan presentasi), menghasilkan produk seperti poster ilmiah dan model energi alternatif, yang membuat pembelajaran lebih bermakna. Penerapan PjBL terbukti efektif meningkatkan literasi sains siswa, terutama pada aspek pengetahuan, keterampilan (berpikir kritis dan bekerja sama), dan sikap ilmiah. Meskipun ditemukan kendala pada keterbatasan waktu dan fasilitas, dukungan guru dan antusiasme siswa menjadi faktor kunci keberhasilan. Disimpulkan bahwa model PjBL efektif dalam mengembangkan literasi sains siswa sekolah dasar dan relevan diterapkan dalam Kurikulum Merdeka karena mendorong pembelajaran aktif, kolaboratif, dan kontekstual.</p> <p> </p> <p> </p> 2026-01-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8975 TEACHERS' EFFORTS TO INCREASE ENGLISH LEARNING MOTIVATION THROUGH INTERACTIVE LEARNING 2026-01-08T12:59:16+00:00 Hafizatun Septi Arizky sep2411120008@uin-palangkaraya.ac.id Aufa Nabila sep2411120008@uin-palangkaraya.ac.id Adelia Salsabilla sep2411120008@uin-palangkaraya.ac.id Muhammad Aripin Ilham sep2411120008@uin-palangkaraya.ac.id Muhamad Hakim sep2411120008@uin-palangkaraya.ac.id Abdul Syahid sep2411120008@uin-palangkaraya.ac.id <p>Low motivation and passive participation of students in English learning are significant challenges in developing communicative competence at the elementary school level. This study aims to improve student learning motivation through the implementation of interactive learning strategies that include educational games, group discussions, and the use of visual worksheets. Conducted using the Classroom Action Research (CAR) method at Sahabat Alam School, Palangka Raya, this study involved 21 fifth and sixth grade students through two cycles consisting of planning, implementation, observation, and reflection. Data collection was conducted through classroom observations, interviews, and tests to measure changes in learning behavior. The results showed a significant increase in all motivation indicators between Cycle I and Cycle II: student participation increased by 28% (from 58% to 86%), active speaking increased by 29% (from 52% to 81%), group cooperation grew by 28% (from 60% to 88%), and enthusiasm increased by 27% (from 63% to 90%). Qualitatively, students showed increased confidence and courage to interact in English without fear of mistakes. It was concluded that the integration of interactive learning tools effectively changed the classroom dynamics to be more lively and meaningful, so teachers were recommended to maintain this strategy to maintain the consistency of student motivation in the long term.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Rendahnya motivasi dan partisipasi pasif siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris menjadi tantangan signifikan dalam pengembangan kompetensi komunikatif di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penerapan strategi pembelajaran interaktif yang meliputi permainan edukatif, diskusi kelompok, dan penggunaan lembar kerja visual. Dilaksanakan dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya, studi ini melibatkan 21 siswa kelas lima dan enam melalui dua siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi kelas, wawancara, dan tes untuk mengukur perubahan perilaku belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator motivasi antara Siklus I dan Siklus II: partisipasi siswa meningkat sebesar 28% (dari 58% menjadi 86%), keaktifan berbicara naik 29% (dari 52% menjadi 81%), kerja sama kelompok bertumbuh 28% (dari 60% menjadi 88%), dan antusiasme meningkat 27% (dari 63% menjadi 90%). Secara kualitatif, siswa menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan keberanian untuk berinteraksi dalam bahasa Inggris tanpa rasa takut salah. Disimpulkan bahwa integrasi alat pembelajaran interaktif efektif mengubah dinamika kelas menjadi lebih hidup dan bermakna, sehingga guru direkomendasikan untuk mempertahankan strategi ini guna menjaga konsistensi motivasi siswa dalam jangka panjang.</p> <p> </p> 2026-01-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8263 IMPLEMENTASI PROGRAM KEAGAMAAN UNTUK PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DI SDN MRICAN 2 KOTA KEDIRI 2025-12-21T15:44:39+00:00 Rahmad Triyuda triyudarahmat@gmail.com Alfi Laila alfilaila@unpkediri.ac.id Dini Nur Faticha Sari fatichasari05@gmail.com Lutfia Wahyuningtyas wahyuningtyaslutfia3@gmail.com <p>Religious character education at the elementary school level plays a strategic role in shaping students’ moral, spiritual, and prosocial attitudes. Social change and the development of digital technology often weaken the habituation of worship, discipline, and exemplary behavior. Therefore, schools need to implement structured and inclusive religious programs based on daily habituation. This study aims to examine how the religious programs are implemented, the impacts of these programs, and the challenges encountered in strengthening religious character at SDN Mrican 2. This research employed a descriptive qualitative approach using observation, interviews with the principal, Islamic education teachers, and students, as well as documentation of the programs. Data validity was strengthened through source and technique triangulation, while data analysis followed the Miles and Huberman model, consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings show that religious programs are routinely carried out through Congregational Dhuha Prayer, istighosah–tahlil, Friday Worship, Friday Sharing, MTQ activities, and calligraphy for Muslim students. Christian students participate in morning prayer, worship, and thanksgiving services guided by religious teachers. These habituation activities have formed an inclusive religious culture. Positive impacts are evident in students’ increased discipline, responsibility, social awareness, cooperation skills, and tolerance for diversity. Challenges encountered include inconsistency in students’ discipline, differences in understanding worship activities, limited facilities, and suboptimal involvement of non–Islamic education teachers. Overall, the habituation-based religious programs are proven effective in shaping religious and social character. To optimize the outcomes, continuous evaluation, strengthened teacher involvement, and innovation in habituation strategies are needed.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pendidikan karakter religius pada jenjang sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk moral, spiritual, dan sikap prososial peserta didik. Perubahan sosial serta perkembangan teknologi digital sering melemahkan pembiasaan ibadah, disiplin, dan keteladanan. Oleh karena itu, sekolah perlu menerapkan program keagamaan berbasis pembiasaan yang terstruktur dan inklusif. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana pelaksanaan program keagamaan, dampak pelaksanaan program keagamaan, serta tantangan yang dihadapi dalam melaksanakan program keagamaan untuk penguatan karakter religius di SDN Mrican 2. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara terhadap kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, serta peserta didik, dan dokumentasi program. Validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program keagamaan dilaksanakan secara rutin melalui Salat Dhuha Berjamaah, istighosah–tahlil, Jumat Ibadah, Jumat Berbagi, MTQ, dan kaligrafi untuk siswa Muslim. Siswa Nasrani mengikuti doa pagi, ibadah, dan layanan syukur yang dipandu guru agama. Pembiasaan ini membentuk budaya religius yang inklusif. Dampak positif terlihat pada meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, kemampuan bekerja sama, dan toleransi keberagaman. Kendala yang dihadapi meliputi ketidakkonsistenan disiplin siswa, perbedaan pemahaman terhadap kegiatan ibadah, keterbatasan fasilitas, serta keterlibatan guru non-PAI yang belum optimal. Secara keseluruhan, program keagamaan berbasis pembiasaan terbukti efektif membentuk karakter religius dan sosial. Agar lebih optimal, diperlukan evaluasi berkelanjutan, penguatan peran seluruh guru, dan inovasi strategi pembiasaan.</p> 2026-01-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8797 ANALISIS STRATEGI PEDAGOGIS GURU DALAM MENUMBUHKAN BUDAYA LITERASI SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH: SEBUAH STUDI KEPUSTAKAAN 2026-01-12T01:52:07+00:00 Sri Handayani handayanisolikun83@gmail.com Mashlihatul Umami handayanisolikun83@gmail.com <p>Literacy culture in Madrasah Ibtidaiyah is an essential foundation for the development of students' character and cognitive skills in the dynamic digital era. This study aims to analyze various effective pedagogical strategies used by teachers in fostering literacy culture through a systematic literature review. The research method used was a literature study of twelve reputable scientific articles from the Scopus database and Sinta 2 journals in the period from 2021 to 2025. The data were analyzed using content analysis techniques to synthesize the findings in depth and objectively. The results of the study identified four main pillars of strategy: strengthening the habit formation ecosystem through teacher role modeling, integrating digital literacy and artificial intelligence, implementing adaptive teaching that prioritizes student well-being, and utilizing texts based on local wisdom. These strategies indicate a paradigm shift from merely technical reading skills to a multimodal process of meaning construction. The discussion emphasizes that a holistic approach combining psychosocial aspects with technological innovation has proven to be most effective in increasing madrasah students' interest in reading and critical thinking. In conclusion, the success of a culture of literacy is largely determined by the synergy between responsive pedagogical strategies and educators' self-efficacy.The implications of this study suggest the need to develop a more inclusive and transformative madrasah curriculum in order to realize the vision of the Golden Generation 2045.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Budaya literasi di Madrasah Ibtidaiyah merupakan fondasi esensial bagi pengembangan karakter dan kecakapan kognitif siswa di era digital yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai strategi pedagogis guru yang efektif dalam menumbuhkan budaya literasi melalui tinjauan literatur sistematis. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan terhadap dua belas artikel ilmiah bereputasi dari basis data Scopus dan jurnal Sinta 2 dalam rentang waktu 2021 hingga 2025. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mensintesis temuan secara mendalam dan objektif. Hasil penelitian mengidentifikasi empat pilar strategi utama: penguatan ekosistem habituasi melalui keteladanan guru, integrasi literasi digital dan kecerdasan buatan, penerapan pengajaran adaptif yang memprioritaskan kesejahteraan siswa, serta pemanfaatan teks berbasis kearifan lokal. Strategi tersebut menunjukkan pergeseran paradigma dari sekadar kecakapan teknis membaca menuju proses konstruksi makna yang multimodal. Diskusi menekankan bahwa pendekatan holistik yang menggabungkan aspek psikososial dengan inovasi teknologi terbukti paling efektif dalam meningkatkan minat baca serta nalar kritis siswa madrasah. Kesimpulannya, keberhasilan budaya literasi sangat ditentukan oleh sinergi antara strategi pedagogis yang responsif dan efikasi diri pendidik. Implikasi penelitian ini menyarankan perlunya pengembangan kurikulum madrasah yang lebih inklusif dan transformatif guna mewujudkan visi Generasi Emas 2045.</p> 2026-01-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8923 PENGEMBANGAN JIWA WIRAUSAHA ISLAM MELALUI PROGRAM MARKET DAY DI SEKOLAH DASAR 2026-01-07T01:21:13+00:00 Achri Priyono achripriyono@gmail.com Asmaji Muchtar asmajimochtar@yahoo.co.id Toha Makhshun toham@unissula.ac.id <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Rendahnya jumlah wirausahawan di Indonesia menunjukkan pentingnya penanaman jiwa kewirausahaan sejak usia dini sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang mandiri, kreatif, dan berkarakter. Pada jenjang sekolah dasar, pengembangan kewirausahaan belum terakomodasi dalam mata pelajaran khusus sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran kontekstual yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Salah satu bentuk implementasi yang relevan adalah kegiatan <em>market day</em>, khususnya pada sekolah berbasis Islam yang menekankan internalisasi nilai-nilai kewirausahaan Islami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program <em>market day</em> serta perannya dalam mengembangkan karakter kewirausahaan Islami siswa di SDIT Harapan Bunda 2 Purwokerto. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas V dan VI, guru kelas, penanggung jawab program, serta orang tua. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, metode, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program <em>market day</em> berperan signifikan dalam mengembangkan karakter kewirausahaan Islami siswa, yang tercermin pada nilai kejujuran (shidiq), tanggung jawab (amanah), kerja keras (mujahadah), dan keadilan (‘adl) dengan tingkat ketercapaian berada pada kategori baik dan persentase di atas 80%. Temuan ini diperkuat melalui penyajian grafik ketercapaian nilai karakter, tabel persentase indikator, serta dokumentasi kegiatan sebagai bukti empiris. Dengan demikian, <em>market day</em> terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman dalam menanamkan karakter kewirausahaan Islami pada siswa sekolah dasar.</p> <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>Indonesia’s abundant natural resources present significant potential for entrepreneurship development; however, the proportion of entrepreneurs remains relatively low, highlighting the importance of cultivating entrepreneurial character from an early age through education. This study focuses on analyzing the implementation of the <em>market day</em> program and its role in developing Islamic entrepreneurial character among elementary school students at SDIT Harapan Bunda 2 Purwokerto. The research employs a descriptive qualitative approach, with purposively selected subjects consisting of fifth- and sixth-grade students actively involved in <em>market day</em> activities, classroom teachers, program coordinators, and parents. Data were collected through observations, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed using interactive data analysis techniques involving data reduction, data display, and conclusion drawing, with data validity ensured through source, method, and time triangulation. The findings indicate that the <em>market day</em> program is implemented in a structured manner through four main stages: planning, production, selling, and evaluation. These stages effectively facilitate the internalization of Islamic entrepreneurial values, including honesty (<em>shidiq</em>), responsibility (<em>amanah</em>), hard work (<em>mujahadah</em>), and justice (<em>‘adl</em>). The results also show that sixth-grade students demonstrate higher levels of Islamic entrepreneurial character achievement compared to fifth-grade students, reflecting character reinforcement through sustained participation and experience. Overall, the study concludes that <em>market day</em> functions not only as a contextual economic learning activity but also as an effective experiential learning strategy for strengthening Islamic entrepreneurial character holistically at the elementary school level, thereby contributing both theoretically and practically to the development of character-based Islamic entrepreneurship education.</p> 2026-01-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8922 PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPAS KOMPONEN BIOTIK DAN ABIOTIK MELALUI MODEL CTL BERBANTU CANVA 2026-01-09T11:24:33+00:00 Mochamad Fadhillah Yusup Fauzan fadhillah72@upi.edu Shafa Tasya Kamila shafa.tasy4@upi.edu Siti Novelinda Sanjaya sitinovelinda@upi.edu Dina Marlina Sudrajat marlinas57@upi.edu Aam Amalia Santoso aamamalia@upi.edu Rana Gustian Nugraha ranaagustian@upi.edu <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This study was conducted to improve students’ learning outcomes on the topic of biotic and abiotic components in IPAS (Integrated Science and Social Studies) learning by integrating the Contextual Teaching and Learning (CTL) model with Canva media. The research employed Classroom Action Research (CAR), which was implemented in two learning cycles involving third-grade students at SDN Sindangpalay. Data collection techniques included learning outcome tests, observations of learning activities, and documentation. The implementation of the CTL model focused on integrating learning concepts with students’ real-life experiences through discussion, exploration, and problem-solving activities, strengthened by the use of Canva as a visual medium for presenting learning materials. The results showed that the application of the CTL model supported by Canva media significantly improved students’ learning outcomes and increased active student engagement during the learning process. Students demonstrated better conceptual understanding and higher levels of participation in learning activities presented in a contextual and visual manner. Canva media helped teachers deliver learning materials more clearly and attractively and played an important role in visualizing abstract concepts to make them easier to understand. Based on these findings, it can be concluded that the application of the CTL model assisted by Canva media is effective in improving the quality of meaningful IPAS learning and has a positive impact on enhancing elementary school students’ learning outcomes on the topic of biotic and abiotic components.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan capaian hasil belajar peserta didik pada materi komponen biotik dan abiotik dalam pembelajaran IPAS dengan mengintegrasikan model <em>Contextual Teaching and Learning</em> (CTL) dan media Canva dalam pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran pada siswa kelas III SDN Sindangpalay. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi tes hasil belajar, observasi aktivitas pembelajaran, dan dokumentasi. Penerapan model CTL difokuskan pada pengintegrasian konsep pembelajaran dengan pengalaman kehidupan sehari-hari siswa melalui kegiatan diskusi, eksplorasi, dan pemecahan masalah yang diperkuat dengan penggunaan media Canva sebagai sarana visualisasi materi pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan model CTL yang didukung oleh media Canva terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan serta meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Siswa memperlihatkan pemahaman konsep yang lebih baik serta keterlibatan yang lebih tinggi dalam pembelajaran yang disajikan secara kontekstual dan visual. Media Canva membantu guru dalam menyajikan materi pembelajaran secara lebih jelas dan menarik dan berperan dalam memvisualisasikan konsep-konsep abstrak agar lebih mudah dipahami. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model CTL berbantu media Canva efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS yang bermakna dan berdampak positif terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik sekolah dasar pada materi komponen biotik dan abiotik.</p> 2026-01-22T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/9096 MENINGKATKAN HASIL BELAJAR CIRI-CIRI BANGUN DATAR MENGGUNAKAN WORDWALL DENGAN DISCOVERY LEARNING DI SEKOLAH DASAR 2026-01-13T06:34:58+00:00 Stenly M. Puno stenlypuno5@gmail.com Gamar Abdullah stenlypuno5@gmail.com Nur Sakinah Aries stenlypuno5@gmail.com Andi Marshanawiah stenlypuno5@gmail.com Kudus Kudus stenlypuno5@gmail.com <p>This study was conducted to improve students’ learning outcomes on the topic of plane figure characteristics through the integration of <em>Wordwall</em> media and the <em>Discovery Learning</em> model in Grade IV of SDN 17 Limboto. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design implemented in two cycles. The participants consisted of 20 fourth-grade students. Data were collected through classroom observations, learning achievement tests, and documentation, and analyzed descriptively based on the improvement of learning mastery in each cycle. The findings revealed that, prior to the intervention, only a small proportion of students achieved the Minimum Learning Achievement Criteria (KKTP). After the implementation of the first cycle, learning mastery increased to 75%, but had not yet met the success indicator. Further refinement of the learning process in the second cycle resulted in a substantial improvement, with 95% of students achieving mastery learning. These results indicate that discovery-based learning supported by interactive <em>Wordwall</em> media enhances student engagement, facilitates conceptual understanding, and leads to improved learning outcomes. Therefore, the use of the <em>Discovery Learning</em> model assisted by <em>Wordwall</em> media is considered effective for improving elementary school students’ learning outcomes on plane figure characteristics.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi ciri-ciri bangun datar melalui penerapan media <em>Wordwall</em> yang dipadukan dengan model <em>Discovery Learning</em> di kelas IV SDN 17 Limboto. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan peningkatan ketuntasan belajar pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi awal hanya sebagian kecil siswa yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Setelah penerapan tindakan pada siklus I, ketuntasan belajar meningkat menjadi 75%, namun belum memenuhi indikator keberhasilan. Perbaikan pembelajaran pada siklus II menunjukkan peningkatan yang lebih optimal, dengan ketuntasan belajar mencapai 95%. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis penemuan yang didukung oleh media <em>Wordwall</em> mampu meningkatkan keaktifan siswa, membantu pemahaman konsep, serta berdampak positif terhadap hasil belajar. Dengan demikian, penerapan model <em>Discovery Learning</em> berbantuan media <em>Wordwall</em> efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi ciri-ciri bangun datar di sekolah dasar.</p> 2026-01-22T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/9036 PERAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DI SEKOLAH DASAR 2026-01-13T06:34:45+00:00 Refiana Hidayah hidayahrefiana345@gmail.com Anam Sutopo Q200250008@student.ums.ac.id Sofyan Anif Q200250008@student.ums.ac.id <p>Teachers’ pedagogical competence plays a central role in ensuring the quality of learning in elementary schools. One strategic effort to support the development of this competence is academic supervision conducted by school principals. This study aims to explore the role of principals’ academic supervision in enhancing teachers’ pedagogical competence at the elementary school level. A qualitative descriptive approach was employed in this research. The participants consisted of a school principal and elementary school teachers selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and document analysis. The data were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings indicate that academic supervision implemented in a planned and collaborative manner contributes to the improvement of teachers’ pedagogical competence, particularly in lesson planning, instructional implementation, and classroom management. In addition, the supervision process encourages teachers to engage in reflective practices and continuous professional improvement. However, the effectiveness of academic supervision has not been fully optimized due to time constraints and administrative workload, which limit the consistency of follow-up actions. Therefore, academic supervision needs to be designed based on teachers’ actual needs and supported by systematic and continuous follow-up to ensure sustainable improvement in pedagogical competence.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Kompetensi pedagogik guru merupakan salah satu faktor utama yang menentukan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Upaya peningkatan kompetensi tersebut dapat dilakukan melalui supervisi akademik yang dilaksanakan oleh kepala sekolah secara terencana dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran supervisi akademik kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah dan guru yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik yang dilaksanakan secara kolaboratif berkontribusi positif terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru, khususnya dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan pengelolaan kelas. Supervisi juga mendorong guru untuk lebih reflektif dan terbuka terhadap perbaikan praktik pembelajaran. Namun demikian, pelaksanaan tindak lanjut supervisi belum dilakukan secara optimal karena keterbatasan waktu dan beban administrasi. Oleh karena itu, supervisi akademik perlu dirancang berbasis kebutuhan guru dan didukung dengan tindak lanjut yang sistematis agar peningkatan kompetensi pedagogik dapat berlangsung secara berkelanjutan.</p> 2026-01-22T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/8685 PENERAPAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI WAKTU PADA SISWA SEKOLAH DASAR 2026-01-05T08:15:15+00:00 Rusnai Rahayu rusnairahayu@uinsyahada.ac.id Satwika Hartanti Harahap wikaharahap4@gmail.com Mazdalifah Harahap mazdalipaharahap@gmail.com Rayhan Nawawi rayhannawawi114@gmail.com <p>This study aims to improve elementary school students’ learning outcomes in mathematics on the topic of time through the implementation of learning video media. The research problem is motivated by low student learning outcomes caused by conventional teaching methods and the lack of engaging instructional media. This study employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles. The research subjects were 25 fourth-grade elementary school students. Data collection techniques included observation of learning activities, learning achievement tests, interviews, and documentation. The results of the study indicated an improvement in students’ learning outcomes, as shown by an increase in the average score from 64 in Cycle I to 85 in Cycle II, as well as an increase in learning mastery from 60% to 92%. This improvement was influenced by the use of learning video media, which was able to visualize the concept of time in a concrete, engaging, and easily understandable manner. Therefore, the implementation of learning video media proved to be highly effective in improving elementary school students’ mathematics learning outcomes on the topic of time.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika materi waktu pada siswa sekolah dasar melalui penerapan media video pembelajaran. Permasalahan penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa akibat pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurangnya penggunaan media yang menarik. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas IV sekolah dasar. Teknik pengumpulan data meliputi observasi aktivitas belajar, tes hasil belajar, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 64 pada siklus I menjadi 85 pada siklus II, serta peningkatan ketuntasan belajar dari 60% menjadi 92%. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh penggunaan media video pembelajaran yang mampu memvisualisasikan konsep waktu secara konkret, menarik, dan mudah dipahami. Dengan demikian, penerapan media video pembelajaran terbukti sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa sekolah dasar pada materi waktu.</p> 2026-01-22T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar https://jurnalp4i.com/index.php/elementary/article/view/9026 PENGEMBANGAN MEDIA DIGITAL INTERAKTIF BERBASIS CANVA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI BANGUN DATAR KELAS IV SD 2026-01-15T01:33:05+00:00 Afifatul Musthofiah byafifah11@gmail.com Muhammad Yusuf Setia Wardana byafifah11@gmail.com Joko Sulianto byafifah11@gmail.com <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The limited use of visual media in mathematics instruction leads to low student understanding of plane geometry. This study aims to develop interactive digital learning media based on Canva that meet the criteria of validity, practicality, and effectiveness for fourth-grade elementary school students. The research employed a research and development approach using the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data were collected through expert validation, teacher and student response questionnaires, and learning achievement tests. The results show that the developed media achieved very high levels of validity and practicality based on evaluations by experts and users. The implementation of the media also had a positive impact on student learning outcomes, as indicated by an increase in average scores from the pretest to the posttest. The media helped students understand the characteristics and properties of plane shapes through more engaging visual presentations and interactive features. In addition, the use of Canva made it easier for teachers to present instructional materials in a systematic and efficient manner. Therefore, Canva-based interactive digital media are appropriate to be used as a supporting tool for mathematics learning in elementary schools.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Keterbatasan penggunaan media visual dalam pembelajaran matematika menyebabkan rendahnya pemahaman siswa terhadap materi bangun datar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media digital interaktif berbasis Canva yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE yang mencakup tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data diperoleh melalui validasi ahli, angket respons guru dan siswa, serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh tingkat validitas dan kepraktisan yang sangat tinggi berdasarkan penilaian para ahli dan pengguna. Penerapan media juga berdampak positif terhadap hasil belajar siswa, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari pretest ke posttest. Media ini membantu siswa memahami karakteristik dan sifat bangun datar melalui penyajian visual dan interaksi yang lebih menarik. Selain itu, penggunaan Canva mempermudah guru dalam menyajikan materi secara sistematis dan efisien. Dengan demikian, media digital interaktif berbasis Canva layak digunakan sebagai sarana pendukung pembelajaran matematika di sekolah dasar.</p> 2026-01-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar