MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MERONCE PADA ANAK USIA DINI DI KELOMPOK B

Authors

  • Yusnita Yusnita STAI Auliaurrasyidin
  • Mardiah Mardiah STAI Auliaurrasyidin Tembilahan

DOI:

https://doi.org/10.51878/elementary.v6i4.11993

Keywords:

Motorik Halus, Kegiatan Meronce, Anak Usia Dini

Abstract

Fine motor skills are an important aspect of early childhood development because they support children’s independence and readiness to engage in various academic activities. Initial observations of Group B children showed that most of them still experienced finger stiffness, difficulty manipulating small objects, and limited eye-hand coordination. This study aimed to describe the improvement of children’s fine motor skills through stringing activities using varied materials implemented gradually. The study employed the Kemmis and McTaggart Classroom Action Research model, which was conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection. The participants were 15 Group B children, comprising 7 boys and 8 girls. Data were collected through observations of finger flexibility, eye-hand coordination, accuracy in inserting objects onto a string, and the ability to complete stringing activities. The data were analyzed using quantitative descriptive techniques based on the level of children’s developmental achievement. The findings showed that the implementation of stringing activities using gradually adjusted and varied materials improved children’s fine motor skills and enabled them to achieve the predetermined success criteria. The improvement was reflected in the children’s ability to control finger movements, coordinate their eyes and hands, and complete activities more accurately and independently. Therefore, stringing activities can be used as an engaging, gradual, and practical alternative for stimulating fine motor development in early childhood education

ABTRAK

Keterampilan motorik halus merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini karena mendukung kemandirian dan kesiapan melakukan berbagai aktivitas akademik. Hasil observasi awal pada anak Kelompok B menunjukkan bahwa sebagian besar anak masih mengalami kekakuan jari, kesulitan memanipulasi benda berukuran kecil, serta keterbatasan koordinasi mata dan tangan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan meronce dengan menggunakan media yang bervariasi dan diterapkan secara bertahap. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 15 anak Kelompok B, yaitu 7 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap kelenturan jari, koordinasi mata-tangan, ketepatan memasukkan benda ke dalam tali, serta kemampuan menyelesaikan kegiatan meronce. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif berdasarkan tingkat ketercapaian perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kegiatan meronce dengan variasi media yang disesuaikan secara bertahap dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak hingga mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Peningkatan tampak pada kemampuan anak dalam mengendalikan gerakan jari, mengoordinasikan mata dan tangan, serta menyelesaikan kegiatan secara lebih tepat dan mandiri. Dengan demikian, kegiatan meronce dapat digunakan sebagai alternatif stimulasi motorik halus yang menarik, bertahap, dan mudah diterapkan dalam pembelajaran anak usia dini.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aisyah, S., Amini, M., Tatminingsih, S., Setiawan, D., Budi, U. L., & Novita, D. (2021). Perkembangan dan konsep dasar pengembangan anak usia dini (Edisi ke-2). Universitas Terbuka.

Arikunto, S., Suhardjono, & Supardi. (2015). Penelitian tindakan kelas. Bumi Aksara.

Azizah, I., & Jabar, C. S. A. (2023). Peningkatan kemampuan motorik halus melalui metode demonstrasi pada anak usia 5–6 tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2). https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i2.4194

Dermawati, & Ulfah, S. M. (2025). Peningkatan motorik halus anak melalui kegiatan meronce dengan sedotan warna-warni di KB Yaminas Muhajir. Cendekia: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah, 2(8). https://doi.org/10.62335/cendekia.v2i8.1704

Febrianti, D., & Arkam, R. (2024). Pengembangkan motorik halus AUD melalui kegiatan meronce. Mentari: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2). https://jurnal.stkippgriponorogo.ac.id/index.php/Mentari/article/view/493

Hurlock. (1978). Perkembangan Anak: Jilid 1. (Terj. Meitasari Tjandrasa). Erlangga.

Irmayanti, A., Jamilah, S., & Kaharuddin, K. (2025). Pengembangan kegiatan meronce untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini. Pelangi, 7(2). https://doi.org/10.52266/pelangi.v7i2.5331

Jauzza, Z. F., & Fitri, A. W. (2026). Inovasi media smart box sebagai sarana stimulasi membaca permulaan pada anak usia dini. Learning: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 6(2). https://doi.org/10.51878/learning.v6i2.9029

Kemmis, S., dan McTaggart, R. 1988. The Action Research Planner. Deakin University Press.

Mansur. 2014. Pendidikan Anak Usia Dini dalam Islam. Pustaka Pelajar.

Mayke, S. T. 2001. Bermain, Mainan, dan Permainan untuk Pendidikan Anak Usia Dini. Grasindo.

Mulyawartini, G. A. (2019). Melalui kegiatan meronce bentuk dan warna dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak pada Kelompok B TK Harapan Kelayu. EDISI: Jurnal Edukasi dan Sains, 1(1). https://doi.org/10.36088/edisi.v1i1.329

Nasaruddin, N. (2021). Peningkatan motorik halus melalui kegiatan meronce pada pendidikan anak usia dini. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 10(2), 53–70. https://doi.org/10.58230/27454312.81

Norlaila, & Hermina, D. (2025). Penelitian tindakan kelas. Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi, 2(6). https://doi.org/10.71282/jurmie.v2i6.539

Retnoningsih, R., & Jamilah, S. (2019). Peningkatan keterampilan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan meronce di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah II Kota Bima. Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini, 1(2). https://doi.org/10.52266/pelangi.v1i2.341

Sanenek, A. K., Nurhafizah, N., Suryana, D., & Mahyuddin, N. (2023). Analisis pengembangan kemampuan motorik halus pada anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2). https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i2.4177

Sangadah, E. F., & Fitri, A. W. (2026). Permainan Lomtuki sebagai inovasi pembelajaran numerasi awal anak usia dini. Science: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA, 6(2). https://doi.org/10.51878/science.v6i2.10026

Samsudin. 2012. Pembelajaran Motorik di Pendidikan Anak Usia Dini. Litera Prenada Media Group.

Santrock, J. W. 2011. Life-Span Development: Perkembangan Masa Hidup. Diterjemahkan oleh Benedictine Widyasinta. Erlangga.

Siregar, I., Salmah, T., Hartati, T., & Nola, I. S. (2024). Refleksi dan evaluasi dalam penelitian tindakan kelas. Qouba, 1(1). https://doi.org/10.61104/qouba.v1i1.159

Sudijono, S. (2010). Pengantar Statistik Pendidikan. RajaGrafindo Persada.

Sujiono, B. (2014). Metode pengembangan fisik. Universitas Terbuka.

Sujiono, Y. N. 2013. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. PT Indeks.

Sumanto. (2005). Pengembangan kreativitas seni rupa anak TK. Departemen Pendidikan Nasional.

Sulemi, S., R., V. D., S., D. A., & Mujiatiningsih, M. (2022). Improving children’s fine motor skills through meronce activities in kindergarten. TEMATIK: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini, 8(2). https://doi.org/10.26858/tematik.v8i2.27569

Wiraatmadja, R. 2005. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Remaja Rosdakarya.

Downloads

Published

2026-09-21

How to Cite

Yusnita, Y., & Mardiah, M. (2026). MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MERONCE PADA ANAK USIA DINI DI KELOMPOK B. ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar , 6(4), 1126–1136. https://doi.org/10.51878/elementary.v6i4.11993

Issue

Section

Articles