ANALISIS BERPIKIR KRITIS SISWA SMP BERKEPRIBADIAN INTROVERT DAN EKSTROVERT MELALUI ETNOMATEMATIKA LEGENDA SUMUR GILING LAMONGAN
DOI:
https://doi.org/10.51878/educator.v6i3.14748Keywords:
berpikir kritis matematis, Contextual Teaching and Learning, etnomatematika, introvert, ekstrovertAbstract
Mathematical critical thinking is one of the essential competencies that should be developed in twenty-first-century mathematics education. However, students' critical thinking skills remain relatively low and are influenced by various factors, including personality type and instructional approach. This study aimed to describe the profile of mathematical critical thinking skills of introverted and extroverted students in solving ethnomathematics-based problems derived from the Sumur Giling Lamongan legend through the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach. This research employed a descriptive qualitative design. The participants consisted of four eighth-grade students of MTs Ma'arif 15 Tarbiyatul Huda Sendang Duwur selected through purposive sampling, including two introverted students and two extroverted students with relatively similar mathematical abilities. Data were collected through a personality questionnaire, a mathematical critical thinking test, semi-structured interviews, and documentation. Data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model involving data condensation, data display, and conclusion drawing, while data credibility was ensured through technique triangulation and member checking. The findings revealed that introverted students fulfilled all six critical thinking indicators proposed by Facione, namely interpretation, analysis, evaluation, inference, explanation, and self-regulation. In contrast, extroverted students fulfilled only three indicators, namely interpretation, analysis, and inference, while evaluation, explanation, and self-regulation were not optimally demonstrated. The study concludes that integrating CTL with the ethnomathematical context of the Sumur Giling Lamongan legend facilitates meaningful mathematical understanding, whereas personality type mainly influences the depth of reasoning, argumentation, and reflective thinking rather than students' initial understanding of mathematical problems.
ABSTRAK
Kemampuan berpikir kritis matematis merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran abad ke-21. Namun, kemampuan tersebut masih relatif rendah dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya tipe kepribadian siswa serta pendekatan pembelajaran yang digunakan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil kemampuan berpikir kritis matematis siswa berkepribadian introvert dan ekstrovert dalam menyelesaikan soal berbasis etnomatematika legenda Sumur Giling Lamongan melalui pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas empat siswa kelas VIII MTs Ma’arif 15 Tarbiyatul Huda Sendang Duwur yang dipilih secara purposive sampling, yaitu dua siswa berkepribadian introvert dan dua siswa berkepribadian ekstrovert dengan kemampuan matematika yang relatif setara. Pengumpulan data dilakukan melalui angket tipe kepribadian, tes kemampuan berpikir kritis matematis, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teknik dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berkepribadian introvert mampu memenuhi seluruh indikator berpikir kritis menurut Facione, yaitu interpretation, analysis, evaluation, inference, explanation, dan self-regulation. Sementara itu, siswa berkepribadian ekstrovert hanya memenuhi indikator interpretation, analysis, dan inference, sedangkan indikator evaluation, explanation, dan self-regulation belum terpenuhi secara optimal. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi CTL dengan etnomatematika legenda Sumur Giling Lamongan mampu memfasilitasi pemahaman konsep matematika secara kontekstual, sedangkan perbedaan tipe kepribadian lebih memengaruhi kedalaman penalaran, kemampuan memberikan argumentasi, dan refleksi terhadap proses berpikir daripada kemampuan memahami masalah.
Downloads
References
Aini, K. N., & Amelia, D. B. (2023). Analisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal tipe HOTS pokok bahasan aritmatika sosial ditinjau dari self-concept. Inspiramatika: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika, 9(1), 76–83. https://doi.org/10.52166/inspiramatika.v9i1.4555
Aini, K. N., Laili, N. H., & Utami, E. D. (2020). Analisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam memecahkan soal open ended berdasarkan tahap berpikir Van Hiele. Inspiramatika: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika, 6(1), 40–49. https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/Inspiramatika/article/view/3159
Aulia, D. P., Faridah, L., & Rohim, A. (2023). Analisis berpikir kritis siswa dalam pemecahan masalah ditinjau dari kecerdasan logis matematis. Inspiramatika: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika, 9(2), 107–117. https://doi.org/10.52166/inspiramatika.v9i2.4790
Facione, P. A. (2023). Critical thinking: What it is and why it counts (2023 update). Insight Assessment.
Fajrin, A. N., Faridah, L., & Aini, K. N. (2026). Analisis kemampuan berpikir kreatif siswa SMP dalam memahami konsep simetri dan transformasi melalui eksplorasi motif Batik Gedog Tuban. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(3), 442–456.
Hartati, C. D. A. (2022). The impact of ethnomathematics on contextual mathematics learning in elementary school. EDUPEDIKA: Jurnal Studi Pendidikan dan Pembelajaran, 1(2), 30. https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/edupedika/article/view/30
Kusuma, A. P., & Rahmawati, N. K. (2025). The effect of contextual teaching and learning model with ethnomathematics approach on students' conceptual understanding and critical thinking. Interdisciplinary Journal of Pedagogy and Research in Media Technology, 1(1), 29–35. https://doi.org/10.64268/inspire.v1i1.39
Listriani, N. D., & Aini, K. N. (2019). Pengaruh pembelajaran kontekstual berbantuan hands-on activity terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik dan rasa ingin tahu siswa. Inspiramatika: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika, 5(1), 50–61. https://doi.org/10.52166/inspiramatika.v5i1.1750
Mastuti, A. G., Abdillah, Sehuwaky, N., & Risahondua, R. (2022). Revealing students' critical thinking ability according to Facione's theory. Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika, 13(2), 261–272. https://doi.org/10.24042/ajpm.v13i2.13005
McCrae, R. R., & Costa, P. T. (2021). Understanding persons: From Stern's personalistics to Five-Factor Theory. Personality and Individual Differences, 169, 109816. https://doi.org/10.1016/j.paid.2020.109816
Nurlinawati, P. L., Faridah, L., & Rohim, A. (2026). Analisis berpikir kritis siswa SMA melalui pendekatan deep learning ditinjau dari kecerdasan logis matematis. GeoScienceEd Journal: Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika, 7(3), 2796–2807. https://doi.org/10.29303/goescienceed.v7i3.2875
Organisation for Economic Co-operation and Development. (2023). PISA 2022 assessment and analytical framework. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/dfe0bf9c-en
Patimah, T. S., Yonanda, D. A., & Ansori, Y. Z. (2025). Systematic literature review: Penggunaan Contextual Teaching and Learning terhadap kemampuan berpikir kritis. PUSAKA: Journal of Educational Review, 2(2), 96–104. https://doi.org/10.56773/pjer.v2i2.9
Puspitawati, R. J., Faridah, L., & Aini, K. N. (2021). Analisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal HOTS ditinjau dari kecerdasan logis matematis. Inspiramatika: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika, 7(1), 16–26. https://doi.org/10.52166/inspiramatika.v7i1.2496
Putri, T. R., & Indarini, E. (2023). Model Contextual Teaching and Learning berbantuan media konkrit untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 9(3), 1220–1227. https://doi.org/10.31949/educatio.v9i3.5336
Rudianti, R., Aripin, A., & Muhtadi, D. (2021). Proses berpikir kritis matematis siswa ditinjau dari tipe kepribadian ekstrovert dan introvert. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 10(3), 437–448. https://doi.org/10.31980/mosharafa.v10i3.1038
Seventika, S. Y., Sukestiyarno, Y. L., & Mariani, S. (2018). Critical thinking analysis based on Facione (2015)–Angelo (1995) logical mathematics material of vocational high school (VHS). Journal of Physics: Conference Series, 983(1), Article 012067. https://doi.org/10.1088/1742-6596/983/1/012067
Situmorang, J. D., Manik, E., & Panjaitan, S. M. (2024). Analisis kemampuan berpikir kritis matematika siswa ditinjau dari tipe kepribadian introvert dan ekstrovert pada materi bangun ruang kubus di SMP Negeri 14 Medan. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP), 5(2). https://doi.org/10.55583/jkip.v5i2.1038
Wahyuni, S., Rubingah, N., Suryandari, K., Ardhiansyah, W., Minsih, M., & Fatoni, A. (2023). Studi literatur: Penerapan metode Contextual Teaching and Learning dalam meningkatkan berpikir kritis matematika. Al-Irsyad: Journal of Education Science, 2(1), 56–67. https://doi.org/10.58917/aijes.v2i1.42
Yana, Y. A., & Gunawan. (2026). Analisis kemampuan berpikir kritis ditinjau dari kepribadian extrovert dan introvert. SIGMA: Jurnal Pendidikan Matematika, 18(1), 343–355. https://doi.org/10.26618/6eca5j25
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













