KEPEMIMPINAN TOKOH NOVEL NARNIA 4 PRINCE CASPIAN KARYA C.S. LEWIS DAN RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA DI SMP
DOI:
https://doi.org/10.51878/educational.v6i4.15495Keywords:
Narnia 4 Prince Caspian, Bahan Ajar Sastra, Kepemimpinan Tokoh, Pendidikan KarakterAbstract
ABSTRACT
The use of novels in literature learning has not been optimized to explore students’ leadership values and character, while studies examining the representation of leadership in the characters of Narnia 4 Prince Caspian by C. S. Lewis from the perspective of McGregor’s Theory X and Theory Y and its relevance as a literature teaching material for junior high school students remain limited. This study aims to describe the leadership of the characters in the novel and analyze its relevance as literature teaching material at SMP Negeri 1 Comal. The study employed a descriptive qualitative approach with an embedded case study design. The data consisted of words, sentences, dialogues, and character actions obtained through novel reading, observation, interviews, and documentation. The informants consisted of two Indonesian language teachers of Grades VIII and IX who were purposively selected based on the relevance of their knowledge and experience to the research subject. Data were analyzed through the identification, classification, and interpretation of character behaviors based on the characteristics of McGregor’s Theory X and Theory Y and the criteria for the relevance of literature teaching materials. The findings indicate that Theory X characteristics were represented through tendencies to procrastinate, neglect responsibilities, and experience fear in certain situations, whereas Theory Y characteristics were reflected in creativity, responsibility, initiative, cooperation, and motivation. The novel was considered relevant as teaching material in terms of language, psychology, and students’ cultural background because its conflicts and character behaviors provide concrete contexts for understanding leadership values. These findings indicate that the novel can be utilized in literature learning to support literary appreciation while providing opportunities for students to reflect on leadership character.
ABSTRAK
Pemanfaatan novel dalam pembelajaran sastra belum optimal untuk menggali nilai kepemimpinan dan karakter peserta didik, sementara kajian mengenai representasi kepemimpinan tokoh dalam Narnia 4 Prince Caspian karya C. S. Lewis melalui perspektif Teori X dan Teori Y McGregor serta relevansinya sebagai bahan ajar sastra SMP masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kepemimpinan tokoh dalam novel tersebut serta menganalisis relevansinya sebagai bahan ajar sastra di SMP Negeri 1 Comal. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus terpancang (embedded case study). Data berupa kata, kalimat, dialog, dan tindakan tokoh diperoleh melalui pembacaan novel, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah dua orang guru Bahasa Indonesia kelas VIII dan IX yang dipilih secara purposif berdasarkan relevansi pengetahuan dan pengalaman mereka dengan objek penelitian. Data dianalisis melalui identifikasi, pengelompokan, dan interpretasi perilaku tokoh berdasarkan karakteristik Teori X dan Teori Y McGregor serta kriteria relevansi bahan ajar sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik Teori X direpresentasikan melalui kecenderungan menunda pekerjaan, mengabaikan tanggung jawab, dan ketakutan terhadap situasi tertentu, sedangkan Teori Y tampak melalui kreativitas, tanggung jawab, inisiatif, kemampuan bekerja sama, dan motivasi. Novel relevan sebagai bahan ajar ditinjau dari aspek bahasa, psikologi, dan latar belakang budaya karena konflik serta perilaku tokohnya menyediakan konteks konkret untuk memahami nilai kepemimpinan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa novel dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran sastra untuk mendukung apresiasi karya sekaligus membuka ruang refleksi terhadap karakter kepemimpinan peserta didik.
Downloads
References
Amalia, I. R., Sulaksono, D., & Kurwidaria, F. (2022). Gaya kepemimpinan Astha Brata pada tokoh utama novel Rangsang Tuban karya Padmasusastra. Sabdasastra: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa, 6(2), 170–182. https://jurnal.uns.ac.id/sab/article/view/65610
Anindyarini, A. (2022). “Notes from England”: Values of character education as junior high school teaching materials. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 14(1), 761–776. https://alishlah.ahfpublishing.id/alishlah/article/view/1121
Ariantoro, W., Fitriani, Y., & Utami, P. I. (2026). Nilai moral, sosial, hegemoni dalam novel Bendera Setengah Tiang untuk literasi siswa. Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 22(1), 353–366. https://doi.org/10.25134/fon.v22i1.505
Brooks, E., Tse, S., Wright, J. Y., & Burdett, E. (2024). Educating future leaders to engage the challenges of a changing world: A blended-learning approach to character and leadership education at the University of Hong Kong. Tertiary Education and Management, 30(2), 111–127. https://doi.org/10.1007/s11233-024-09138-1
Dola, H. D. D., & Nurizzati. (2025). Dari lembar ke laku: Eksplorasi nilai pendidikan karakter dalam novel Tere Liye untuk penguatan pembelajaran sastra di SMA. Jurnal Bahasa dan Sastra, 13(2), 455–465. https://doi.org/10.24036/jbs.v13i2.133486
Dwiutami, T. S., Afifah, N. S. W. Z., Nuramanah, S., Maimunah, & Furqania, S. (2026). Nilai kepemimpinan dalam Hikayat Hang Tuah I dan relevansinya bagi pendidikan karakter abad ke-21. SEMESTA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran, 4(3), 569–579. https://doi.org/10.70115/semesta.v4i3.741
Fadilah, L. A., Kusmana, S., & Mascita, D. E. (2025). Nilai moral dalam novel remaja dan pemanfaatannya sebagai bahan ajar di SMA. Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 624–635. https://doi.org/10.25134/v7pp8w10
Hafizah, H., Rahmat, A., & Rohman, S. (2022). Pembelajaran sastra anak dalam membentuk karakter di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua, 7(2), 137–144. https://doi.org/10.21107/metalingua.v7i2.12561
Hapsari, M. M., Martono, T., Wardani, D. K., & Noviani, L. (2024). Student leadership character in educational research: A bibliometric analysis of the last two decades. Jurnal Pendidikan Karakter, 15(2), 144–154. https://doi.org/10.21831/jpka.v15i2.78398
Hassya, A., & Rizal, M. D. F. (2026). Nilai pendidikan karakter dalam novel Dompet Ayah Sepatu Ibu karya J. S. Khairen serta implementasinya sebagai bahan ajar sastra di SMA. Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(1), 1–14. https://jom.untidar.ac.id/index.php/repetisi/article/view/4726
Indriyani, I., Apriliyanti, S., Prastyo, M. L., Rozak, A., & Sutisno, A. (2025). Pendidikan karakter dalam novel Kata karya Rintik Sedu: Kajian sastra dan relevansinya dalam kurikulum sekolah. Aksara, 37(2), 486–496. https://aksara.kemendikdasmen.go.id/index.php/aksara/article/view/4898/0
Malik, M., Hasanah, C. M., & Misbahudin, M. (2025). Nilai sosial pada novel Ayat-Ayat Cinta 2 dan potensinya sebagai bahan ajar sastra di SMA kelas XII. JENTERA: Jurnal Kajian Sastra, 14(2), 201–213. https://doi.org/10.26499/jentera.v14i2.8388
Muhyidin, A. (2022). Nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel dan kesesuaiannya sebagai bahan ajar sastra di SMP. Bahtera Indonesia: Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(1), 174–188. https://doi.org/10.31943/bi.v7i1.164
Na’mah, L. (2025). Analysis of the character values of gotong royong in the novel Bulan by Tere Liye and the relevance to literature learning in junior high school. KREDO: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra, 9(1), 105–117. https://jurnal.umk.ac.id/index.php/kredo/article/view/16044
Prasetyawati, A. E., Suharto, T., & Soleh, D. R. (2024). Analisis nilai pendidikan karakter dalam novel Catatan Senja karya Shakayla Adzkiya El Queena sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia di sekolah menengah kejuruan. Literasi: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya, 8(1), 1–12. https://jurnal.unigal.ac.id/literasi/article/view/13275/0
Rahmanto, B. (2005). Metode pengajaran sastra. Kanisius.
Rismawati, A. E., & Sunanda, A. (2025). Efektivitas pemanfaatan novel karya Tere Liye sebagai sumber belajar Bahasa Indonesia berbasis nilai sosial di SMA. Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(1), 91–101. https://doi.org/10.30998/jh.v9i1.3892
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suninica, I. P. E., Sutama, I. M., & Yasa, I. N. (2024). Analisis nilai-nilai karakter dalam cerita rakyat dan relevansinya di dalam pembelajaran bagi pengembangan karakter siswa SMP. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha, 14(1), 159–170. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPBS/article/view/79175
Sutopo, H. B. (2005). Penelitian kualitatif. Sebelas Maret University Press.
Suwastini, N. K. A., Aryawan, L. P. K. F., Artini, N. N., Jayantini, I. G. A. S. R., & Adnyani, K. E. K. (2023). Literature for character building: What to teach and how according to recent research. Lingua Scientia, 29(2). https://doi.org/10.23887/ls.v29i2.41107
Wang, Y. (2024). Exploration of the moral education function in classical literary works. Journal of Social Science and Cultural Development, 2(1), 1–5. https://doi.org/10.70767/jsscd.v1i2.286
Widyanto, D. A., Yuliantoro, A., Sukini, S., & Hersulastuti, H. (2026). Nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi dan relevansinya sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia. EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran, 6(2), 473–481. https://doi.org/10.51878/educational.v6i2.9523
Zuber, Z. (2024). Struktur dan nilai pendidikan karakter novel Si Jamin dan Si Johan karya Merari Siregar serta pemanfaatannya sebagai bahan ajar apresiasi sastra SMP kelas VII. Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya, 7(2), 71–83. https://doi.org/10.35194/jd.v7i2.4248
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















