AKULTURASI NILAI SOSIAL BUDAYA DALAM TRADISI TONJOKAN (HANTARAN)
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i2.9331Keywords:
Nilai Sosial Budaya, Tradisi TonjokanAbstract
Indonesia's cultural diversity requires serious preservation efforts in accordance with the constitutional mandate, one of which is reflected in the Tonjokan Tradition in Pangestu Village, Banyuasin Regency. This research focuses on analyzing the actualization of the acculturation of socio-cultural values in this tradition of dowry offerings to understand its existence amidst changing times. Using qualitative methods with a descriptive approach, data collection was conducted through observation, documentation, and in-depth interviews with traditional leaders and community members selected through purposive sampling. The research findings reveal that Tonjokan, brought by Javanese transmigrants since 1971, is a social mechanism in the form of food gifts as invitations to celebrations that applies to all levels of society regardless of social status. This tradition contains substantial values such as solidarity, mutual cooperation, respect, and strengthening ties. Furthermore, its implementation is proven to be in line with Article 18B paragraph (2) of the 1945 Constitution and Regional Regulation No. 2 of 2022 concerning the preservation of customs and traditions. It is concluded that the actualization of values in Tonjokan serves a vital function as a bond of social cohesion and a reference for adaptive multiculturalism, making its sustainability a crucial instrument in maintaining harmony and the cultural identity of the local community.
ABSTRAK
Keberagaman budaya di Indonesia memerlukan upaya pelestarian yang serius sesuai amanat konstitusi, salah satunya tercermin dalam Tradisi Tonjokan di Desa Pangestu, Kabupaten Banyuasin. Penelitian ini berfokus pada analisis aktualisasi akulturasi nilai sosial budaya dalam tradisi hantaran tersebut guna memahami eksistensinya di tengah perkembangan zaman. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan tokoh adat serta masyarakat yang dipilih melalui purposive sampling. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Tonjokan, yang dibawa oleh transmigran Jawa sejak 1971, merupakan mekanisme sosial berupa hantaran makanan sebagai undangan hajatan yang berlaku bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang status sosial. Tradisi ini mengandung nilai-nilai substansial seperti solidaritas, gotong royong, penghormatan, dan penguatan tali silaturahmi. Selain itu, pelaksanaannya terbukti selaras dengan UUD 1945 Pasal 18 B ayat (2) dan Perda No 2 Tahun 2022 tentang pelestarian adat istiadat. Disimpulkan bahwa aktualisasi nilai dalam Tonjokan berfungsi vital sebagai pengikat kohesi sosial dan referensi multikulturalisme yang adaptif, sehingga keberlanjutannya menjadi instrumen penting dalam menjaga harmonisasi dan identitas kultural masyarakat setempat.
Downloads
References
Alpianti, A., & Zulamri, Z. (2020). Implementasi bimbingan sosial dalam penyesuaian diri bagi lanjut usia di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Khusnul Khotimah Pekanbaru. Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 1(2), 29–38. https://doi.org/10.24014/0.877287
Anas, F., Zulkhah, S., & Sholikin, A. (2024). Implementasi kebijakan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Lamongan. Madani: Jurnal Politik dan Sosial Kemasyarakatan, 16(2), 249–264. https://doi.org/10.52166/madani.v16i02.7402
Ataupah, W. V., & Parhan, M. (2025). Kurikulum yang membumi: Integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran IPS untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Manajerial: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 5(4), 1133–1145. https://doi.org/10.51878/manajerial.v5i4.8045
Christiana, R., Mahmudi, I., & Suharni, S. (2022). Covid-19 vaccination as a condition of carrying out limited face-to-face learning in universities. Jurnal Inspirasi Pendidikan, 12(1), 20–28. https://doi.org/10.21067/jip.v12i1.6665
Fauzi, H., & Salim, M. (2025). Manajemen konflik dalam tim edupreneur sebagai katalisator inovasi di MI. Manajerial: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 5(4), 868–880. https://doi.org/10.51878/manajerial.v5i4.7557
Firmansyah, H. (2023). Nilai-nilai budaya dalam tradisi gotong royong masyarakat Suku Dayak di Rumah Betang Ensaid Panjang. Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan, 9(2), 149–160. https://doi.org/10.29408/jhm.v9i2.12837
Haryanto, H. (2022). Nilai-nilai sosial dalam cerpen pilihan Kompas 2020 Macan. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(3), 4567–4575. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i3.2754
Isaputri, A., & Sihombing, L. H. (2022). Redefining ngurek Bali: Analysis of audience perception in the cyber world. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 6(3), 137–150. https://doi.org/10.37329/jpah.v6i3.1701
Iskandar, D., Purba, N., Batubara, I., & Yeltriana, Y. (2022). The position of traditional law as a source of law in the civil law system in Indonesia. Jurnal Akta, 9(3), 345–355. https://doi.org/10.30659/akta.v9i3.26719
Jabar, S., & Frinaldi, A. (2025). Dari birokrasi ke birokrasi inovatif: Peran transformasi budaya institusional. Social: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(2), 388–399. https://doi.org/10.51878/social.v5i2.5374
Kadiwano, D. W. I., Anakaka, D. L., & Syamruth, T. T. Y. K. (2026). Skrining kesehatan mental pada ibu rumah tangga di Desa Ubu Raya Kabupaten Sumba Barat. Cendekia: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 6(1), 137–146. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i1.8862
Khumairoh, I., Nurhayati, N., Alamsyah, A., Suharyo, S., Solechan, S., Triyono, T., & Azhar, M. (2022). Strategi perlindungan ekspresi budaya tradisional (EBT) lewat sistem hukum di Indonesia. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 6(1), 87–100. https://doi.org/10.14710/endogami.6.1.87-100
Machdori, M., Maknun, T., & Iswary, E. (2022). Ngarak barong, tradisi lebaran Betawi dan strategi pemertahanan budaya masyarakat etnis Betawi di Kampung Sawah Bekasi: Kajian semiotika. Jurnal Ilmu dan Budaya, 43(2), 229–245. https://doi.org/10.47313/jib.v43i2.1749
Mursidin, M., Arif, T. A., & Muslimin, A. (2022). Penanaman nilai-nilai sosial siswa MI Muhammadiyah melalui pembelajaran IPS terintegrasi dengan konsep nilai sosial budaya Makassar. Gema Wiralodra, 13(2), 616–628. https://doi.org/10.31943/gw.v13i2.293
Netra, I. M., Pramartha, C. R. A., & Eddy, I. W. T. (2023). Digitizing cultural practices: Efforts to increase students’ cultural knowledge and reading interest in Bali. Journal of Language Teaching and Research, 14(1), 142–151. https://doi.org/10.17507/jltr.1401.15
Rakhmawati, A. (2020). Etika profesi auditor dalam nilai budaya Tri Hita Karana. E-Jurnal Akuntansi, 30(2), 474–486. https://doi.org/10.24843/eja.2020.v30.i02.p15
Risladiba. (2020). Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi masyarakat Dayak Hindu Budha Bumi Segandu untuk mewujudkan good and smart citizen. Jurnal Yaqzhan: Analisis Filsafat Agama dan Kemanusiaan, 6(1), 82–95. https://doi.org/10.24235/jy.v6i1.6161
Rohmiyati, A., Suwarni, W., & Yanke, R. V. P. (2025). Pemberdayaan generasi muda sebagai penggerak perubahan dalam rangka meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesenian dan kebudayaan. Community: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 293–302. https://doi.org/10.51878/community.v4i2.4374
Saputra, A. S., & Siregar, I. (2023). Implementation of DKI Jakarta provincial regulation number 4 of 2015 concerning the preservation of Betawi culture (Case study: Education curriculum). Formosa Journal of Sustainable Research, 2(3), 591–604. https://doi.org/10.55927/fjsr.v2i3.3518
Sauky, M. A., & Bukhori, B. (2021). Makna sosial dalam nilai-nilai budaya Sunda pada lakon wayang golek Ki Dalang Wisnu Sunarya. Temali: Jurnal Pembangunan Sosial, 4(2), 155–164. https://doi.org/10.15575/jt.v4i2.12722
Singh?Peterson, L., & Iranacolaivalu, M. (2024). Investigating the “thief in the night”: The reproduction and erosion of indigenous forms of social resilience in rural Fiji. Human Ecology, 52(1), 143–156. https://doi.org/10.1007/s10745-024-00483-8
Subhani, A., Hadi, M. S., Agustina, S., Murdi, L., & Haerudin, H. (2024). Eksplorasi nilai-nilai edukasi konservasi mata air pada tradisi ngalun aik di Lombok Timur. Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan, 10(2), 297–308. https://doi.org/10.29408/jhm.v10i2.25803
Susanti, A., Agustin, U., Akbar, M. S., Latifah, T., & Ramadhani, S. (2024). Pengembangan UMKM tahu yang di olah menjadi sempol guna meningkatkan ekonomi masyarakat desa Banjar Negeri. Community: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 92–101. https://doi.org/10.51878/community.v4i1.3246
Ta’dung, Y. L., & Lusdani, W. (2021). Akuntabilitas sosial dana desa: Peran partisipasi masyarakat. Journal of Economic, Social and Industrial Technology, 1(1), 25–34. https://doi.org/10.47178/jesit.v1i1.1078
Ulimawati, Y., Supriyono, S., & Rahayuningsih, S. (2025). Pemeliharaan bandeng kawak untuk festival lelang bandeng kabupaten Sidoarjo sebagai pembelajaran kontekstual berbasis proyek. Social: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(4), 1760–1772. https://doi.org/10.51878/social.v5i4.8556
Zainuddin, Z., Sammak, J., & Sallé. (2023). Patuntung: The encounter of local culture and Islamic Sharia in the Ammatoa Kajang community. Al-Ihkam: Jurnal Hukum & Pranata Sosial, 18(1), 177–203. https://doi.org/10.19105/al-lhkam.v18i1.8207















