https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/issue/feedCENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan 2026-04-30T00:00:00+00:00Dr. Muhamad Suhardi, M.Pdardhysmart7@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan | <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/11567">Terakreditasi Sinta 5 </a></strong>diterbitkan 4 kali setahun (Januari, April, Juli dan Oktober) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan. <br /><strong>e-ISSN : 2774-4183 | p-ISSN : 2774-8030</strong></p>https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8769PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI KANTOR BPBD PROVINSI JAWA TIMUR2026-01-02T02:40:00+00:00Shafira Andrianaandrianafira16@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Employee performance is a crucial factor in determining the success of disaster management implementation, particularly at the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of East Java Province, which operates in areas with a high level of disaster vulnerability. One important internal factor influencing performance is organizational culture, as it shapes employees’ values, attitudes, and patterns of work behavior. This study aims to examine the extent to which organizational culture affects employee performance at the East Java Provincial BPBD. The research applies a quantitative approach with a causal design, in which respondents are selected through random sampling and data are collected using Likert-scale questionnaires. Data analysis is conducted using simple linear regression to assess the relationship between the two research variables. The findings reveal that organizational culture has a significant effect on employee performance, contributing 29.1 percent, while the remaining variance is explained by other variables outside the research framework. These results indicate that organizational culture serves as a strategic factor in fostering professionalism, discipline, and work effectiveness among employees. Therefore, strengthening an adaptive and collaborative organizational culture should become an important part of human resource management policies to support BPBD performance in disaster management.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kinerja aparatur menjadi faktor krusial dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan penanggulangan bencana, terutama di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur yang berada di kawasan dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Salah satu faktor internal yang dianggap berperan penting terhadap kinerja adalah budaya organisasi, karena budaya tersebut membentuk nilai, sikap, dan pola perilaku kerja para pegawai. Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji sejauh mana budaya organisasi memengaruhi kinerja karyawan di BPBD Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan rancangan kausal, di mana responden dipilih melalui teknik <em>random sampling</em> dan informasi dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Pengolahan data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana guna menilai keterkaitan antara kedua variabel penelitian. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa budaya organisasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan sebesar 29,1 persen, sementara bagian selebihnya dijelaskan oleh variabel lain di luar kerangka penelitian ini. Temuan ini mengindikasikan bahwa budaya organisasi berperan sebagai faktor strategis dalam membangun profesionalisme, kedisiplinan, dan efektivitas kerja aparatur. Oleh karena itu, penguatan budaya organisasi yang adaptif dan kolaboratif perlu menjadi bagian penting dalam kebijakan pengelolaan sumber daya manusia guna mendukung kinerja BPBD dalam penanggulangan bencana.</p>2026-02-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8984MONSTROUS MATERNAL FIGURES: FEMINIST HORROR ANALYSIS OF EVIL DEAD RISE PRODUCED BY SAM RAIMI2026-01-10T02:13:37+00:00Darien Juliandarienjulian01@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The representation of mothers in horror cinema frequently embodies ambivalence by presenting maternal figures that depart from idealized constructions of motherhood. This study examines the character of Ellie in <em>Evil Dead Rise</em> (2023), directed by Lee Cronin, as a <em>monstrous maternal</em> figure that signifies the inversion of maternal roles within the domestic sphere. Employing a qualitative descriptive–interpretative approach, the analysis draws on visual scenes and dialogues as primary data, supported by feminist horror theory as secondary sources. The findings demonstrate that Ellie is constructed as a monstrous maternal figure through the distortion of nurturing functions, the collapse of maternal protection, and the portrayal of the maternal body as a locus of horror and violence. Her transformation into a demonic entity fractures familial bonds and reconfigures the domestic space as a site of terror. The study concludes that <em>Evil Dead Rise</em> situates motherhood at the core of horror to articulate cultural anxieties surrounding maternal roles and responsibilities, illustrating how contemporary horror mobilizes the maternal figure as a vehicle for feminist critique.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Representasi ibu dalam film horor kerap menghadirkan ambivalensi dengan menampilkan figur maternal yang menyimpang dari idealisasi peran keibuan. Penelitian ini menganalisis karakter Ellie dalam <em>Evil Dead Rise</em> (2023) karya sutradara Lee Cronin sebagai figur ibu monstrus yang merefleksikan pembalikan fungsi-fungsi maternal dalam ruang domestik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif–interpretatif, penelitian ini mengkaji adegan visual dan dialog sebagai data utama, yang didukung oleh teori horor feminis sebagai data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ellie direpresentasikan sebagai figur maternal monstrus melalui pembalikan peran pengasuhan, pengikisan fungsi perlindungan ibu, serta penggambaran tubuh maternal sebagai sumber kengerian dan kekerasan. Transformasinya menjadi entitas demonik merusak relasi kekeluargaan dan mengubah ruang domestik menjadi medan teror. Penelitian ini menyimpulkan bahwa <em>Evil Dead Rise</em> menempatkan sosok ibu sebagai pusat horor untuk mengekspresikan kecemasan kultural terkait peran dan tanggung jawab keibuan, sekaligus menunjukkan bagaimana horor kontemporer memanfaatkan figur maternal sebagai medium kritik feminis.</p>2026-02-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9009PENERAPAN TEKNOLOGI DI AIK DESIMINATIF: MENGOPTILMAKAN PROSES PENYEBARAN NILAI KEAGAMAAN2026-01-12T00:43:21+00:00La Saharayusdiyus7651@gmail.comMukayat Al Aminyusdiyus7651@gmail.com<p>The development of digital technology presents both challenges and opportunities in the dissemination of Al-Islam and Kemuhammadiyahan (AIK) values. This study aims to analyze the application of digital technology and to formulate an optimization model for disseminating AIK values that aligns with the characteristics of digital society. A qualitative case study approach was employed, with data collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation from institutions actively utilizing digital platforms. The findings indicate that effective dissemination of AIK values is achieved through an integrated multi-platform digital ecosystem rather than reliance on a single medium. Social media functions to expand outreach, application-based platforms facilitate personalized interaction, and long-form video channels support in-depth learning. The effectiveness of this strategy is strengthened by a hybrid team model that integrates religious expertise and digital literacy in content management and audience engagement. The study concludes that optimizing the dissemination of AIK values requires the integration of technology, layered content strategies, collaborative human resources, and interactive community-based approaches. These findings contribute a conceptual framework that may serve as a reference for educational and religious institutions in developing sustainable digital-based religious value dissemination.</p> <p>Perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang dalam diseminasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan teknologi digital serta merumuskan model optimalisasi diseminasi nilai AIK yang sesuai dengan karakteristik masyarakat digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi pada institusi yang aktif memanfaatkan platform digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diseminasi nilai AIK yang optimal dicapai melalui ekosistem digital multi-platform yang terintegrasi, bukan melalui satu media tunggal. Media sosial berperan dalam memperluas jangkauan, platform aplikasi mendukung interaksi personal, dan kanal video berdurasi panjang berfungsi untuk pendalaman materi. Keberhasilan strategi ini diperkuat oleh model tim hibrida yang mengombinasikan kompetensi keagamaan dan literasi digital dalam pengelolaan konten dan interaksi audiens. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi diseminasi nilai AIK memerlukan integrasi teknologi, strategi konten berlapis, kolaborasi sumber daya manusia, serta pendekatan komunitas yang interaktif. Temuan ini memberikan kontribusi konseptual berupa kerangka strategis yang dapat dijadikan acuan bagi institusi pendidikan dan dakwah dalam mengembangkan diseminasi nilai keagamaan berbasis digital secara berkelanjutan.</p>2026-02-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9059STRATEGI IMPLEMENTASI PROGRAM DESA BERSINAR UNTUK PELAKSANAAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) KOTA BATU DI KELUARAHAN NGAGLIK2026-01-15T01:34:43+00:00Zikri Orcani Nurnadjiborcanizikri@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This study examines the implementation of the Desa Bersinar Program as a community empowerment strategy for preventing drug abuse in Ngaglik Village, Batu City. The focus of the study is directed toward implementation strategies, program stages, and the supporting and inhibiting factors that influence policy effectiveness at the local level. The research adopts a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation involving officials from BNN Batu City, village authorities, and local residents. The findings indicate that program implementation is still dominated by initial activities such as coordination and symbolic actions, while technical activities such as urine testing and cadre training have not been optimally carried out. Support from BNN and community acceptance constitute important assets, but budget limitations, weak inter-agency coordination, and social stigma remain major obstacles. This condition reveals a gap between policy design and actual implementation at the village level. The findings also suggest that program success is determined not only by regulations but also by institutional capacity and local social networks. This study concludes that strengthening cross-sectoral synergy and community-based approaches is crucial for the sustainable success of the Desa Bersinar Program in preventing drug abuse.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini mengkaji implementasi Program Desa Bersinar sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kelurahan Ngaglik, Kota Batu. Fokus kajian diarahkan pada strategi pelaksanaan, tahapan program, serta faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi efektivitas kebijakan di tingkat lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap aparatur BNN Kota Batu, perangkat kelurahan, dan warga setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program masih didominasi oleh kegiatan awal berupa koordinasi dan simbolisasi, sementara kegiatan teknis seperti tes urine dan pelatihan kader belum berjalan optimal. Dukungan dari BNN dan penerimaan masyarakat menjadi modal penting, namun keterbatasan anggaran, lemahnya koordinasi antarinstansi, serta stigma sosial menjadi hambatan utama. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara desain kebijakan dan praktik implementasi di tingkat kelurahan. Temuan ini juga mengindikasikan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh regulasi, tetapi oleh kapasitas kelembagaan dan jaringan sosial lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan sinergi lintas sektor dan pendekatan berbasis komunitas lokal sangat menentukan keberhasilan Program Desa Bersinar dalam mendorong pencegahan narkoba yang berkelanjutan.</p>2026-02-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9105ANALISIS SPASIAL KERAWANAN KEKERINGAN MENGGUNAKAN WEIGHTED OVERLAY DI KABUPATEN GOWA, SULAWESI SELATAN2026-01-22T00:33:28+00:00Nurul Ilmi Rasjustinurul.ilmi.rasjusti@unm.ac.idNasiah Badwinasiahgeo@unm.ac.idWangi Suci Anandasuciwangiananda@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Drought is a hydrometeorological disaster that has a major impact on water availability and agricultural sustainability. This study maps drought vulnerability levels in Gowa Regency using a Geographic Information System–based weighted overlay method with seven parameters, namely rainfall, soil type, slope, elevation, distance from rivers, land use, and vegetation density, which were analyzed through weighting techniques and equal interval classification in ArcGIS 10.3. The results show that the study area is divided into five vulnerability classes: very low (6.10%), low (33.48%), moderate (39.31%), high (17.76%), and very high (3.35%), with spatial patterns varying across districts. Most areas fall within the low to moderate vulnerability categories, while high vulnerability is mainly found in wetland and dryland agricultural zones that experience high pressure on water use. These findings indicate that the weighted overlay–based geospatial approach is effective in depicting the spatial distribution of drought vulnerability and can serve as a basis for water resource management planning, risk mitigation, and strengthening food security in Gowa Regency.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kekeringan merupakan bencana hidrometeorologi yang berdampak besar terhadap ketersediaan air dan keberlanjutan pertanian. Penelitian ini memetakan tingkat kerawanan kekeringan di Kabupaten Gowa menggunakan metode <em>weighted overlay</em> berbasis Sistem Informasi Geografis dengan tujuh parameter, yaitu curah hujan, jenis tanah, kemiringan lereng, ketinggian, jarak dari sungai, penggunaan lahan, dan kerapatan vegetasi yang dianalisis melalui teknik pembobotan dan klasifikasi <em>equal interval</em> pada ArcGIS 10.3. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah penelitian terbagi ke dalam lima kelas kerawanan, yaitu sangat rendah (6,10%), rendah (33,48%), sedang (39,31%), tinggi (17,76%), dan sangat tinggi (3,35%) dengan pola spasial yang bervariasi antar kecamatan. Sebagian besar wilayah berada pada kategori rendah hingga sedang, sementara tingkat kerawanan tinggi terutama ditemukan pada kawasan pertanian lahan basah dan lahan kering yang memiliki tekanan penggunaan air yang besar. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan geospasial berbasis <em>weighted overlay</em> efektif untuk menggambarkan distribusi kerawanan kekeringan dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan pengelolaan sumber daya air, mitigasi risiko, dan penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Gowa.</p>2026-02-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9115ENGLISH LANGUAGE BARRIERS IN TOURISM COMMUNICATION AT SOMI BEACH2026-01-24T01:45:46+00:00Daniel Setiawan Zamasisianying185@gmail.comAfore Tahir Harefanurulhikmahgiawa@gmail.comMaria Putri Cantika Hianurulhikmahgiawa@gmail.comFitri Waruwunurulhikmahgiawa@gmail.com<p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>Tourism communication constitutes a strategic element in shaping service quality, tourist experiences, and destination sustainability, particularly in emerging tourism areas. Somi Beach in Nias, Indonesia, possesses significant natural and cultural potential; however, its development continues to be constrained by limitations in English communication skills among local tourism actors. This study aims to examine the forms, causes, and impacts of English language barriers in tourism communication, as well as to identify the adaptive strategies employed by local tourism actors in their interactions with international visitors. The study adopts a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews with local tour guides, homestay owners, food vendors, and tourism managers, complemented by direct field observations of service interactions. The findings indicate that English language barriers primarily occur at the level of functional communication, including difficulties in explaining tourist attractions, providing service information, responding to visitor inquiries, and engaging in intercultural interaction. These barriers are influenced by limited formal English education, insufficient tourism-specific English training, low frequency of English use, and a lack of confidence in oral communication. The impacts are reflected in reduced service effectiveness, the occurrence of misunderstandings, decreased tourist satisfaction, and missed opportunities for destination promotion. Despite these challenges, local tourism actors employ adaptive communication strategies, such as the use of basic English expressions, non-verbal communication, translation applications, and peer assistance. This study underscores the importance of developing context-based English language capacity as part of human resource strengthening to support sustainable tourism growth in emerging coastal destinations.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Komunikasi pariwisata merupakan elemen strategis dalam membangun kualitas layanan, pengalaman wisatawan, dan keberlanjutan destinasi, khususnya pada kawasan wisata yang sedang berkembang. Pantai Somi di Nias, Indonesia, memiliki potensi alam dan budaya yang besar, namun pengembangannya masih menghadapi kendala pada aspek komunikasi bahasa Inggris di kalangan pelaku pariwisata lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk, penyebab, dan dampak hambatan bahasa Inggris dalam komunikasi pariwisata, serta mengidentifikasi strategi adaptif yang digunakan oleh pelaku pariwisata lokal dalam berinteraksi dengan wisatawan internasional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap pemandu wisata, pemilik homestay, penjual makanan, dan pengelola pariwisata, serta observasi langsung terhadap interaksi layanan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan bahasa Inggris terutama muncul pada komunikasi fungsional, seperti menjelaskan daya tarik wisata, menyampaikan informasi layanan, menanggapi pertanyaan pengunjung, dan melakukan interaksi lintas budaya. Hambatan tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan pendidikan formal bahasa Inggris, minimnya pelatihan bahasa Inggris pariwisata, rendahnya intensitas penggunaan bahasa Inggris, serta kurangnya kepercayaan diri dalam komunikasi lisan. Dampaknya terlihat pada menurunnya efektivitas layanan, munculnya kesalahpahaman, berkurangnya kepuasan wisatawan, dan terbatasnya peluang promosi destinasi. Meskipun demikian, pelaku pariwisata lokal mengembangkan strategi komunikasi adaptif melalui penggunaan ungkapan dasar bahasa Inggris, bahasa nonverbal, aplikasi terjemahan, dan bantuan sesama. Studi ini menegaskan pentingnya pengembangan kapasitas bahasa Inggris berbasis konteks lokal sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia untuk mendukung pertumbuhan pariwisata berkelanjutan di destinasi pesisir yang sedang berkembang.</p>2026-02-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9117TOURISM PROMOTION BROCHURE ON RECREATIONAL DESTINATION (LINGUISTICS PERSPECTIVE)2026-01-24T01:46:59+00:00Afore Tahir Harefaaforetahirharefa@unias.ac.idNurul Hikmah Giawanurulhikmahgiawa@gmail.comDwi Putri Juwita Zebuanurulhikmahgiawa@gmail.comErna Zamasinurulhikmahgiawa@gmail.com<p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>This study is motivated by the limited effectiveness of tourism promotional media at 101 Nusa Lima Beach in representing destination potential as well as sustainable tourism values. This study aims to develop a tourism promotion brochure that has high communicative effectiveness while supporting the strengthening of sustainability-oriented local tourism development. A Research and Development (R&D) approach adapted from Borg and Gall was used with the stages of needs analysis, planning and design, initial product development, expert validation, revision, and final product presentation. Data collection was conducted through field observation, interviews with tourism stakeholders and visitors, and documentation to identify tourism potential, visitor information needs, and promotional constraints encountered. The brochure was developed by emphasizing clarity of information regarding tourist attractions, facilities, accessibility, and operating hours, as well as using persuasive language and visual elements that support destination image formation. The expert validation process involving academics and tourism practitioners was carried out to assess content feasibility, accuracy of language use, and media design quality. The results of the study show that the brochure produced was declared valid and feasible to be used as a promotional medium after a number of minor revisions.The final product integrates sustainable tourism messages that are aligned with the Sustainable Development Goals (SDGs) with the aim of increasing destination visibility, strengthening promotional communication, and supporting sustainable local tourism development. These findings affirm that the development of promotional media based on linguistic studies and sustainability can function as an effective communication strategy for emerging coastal destinations.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan efektivitas media promosi pariwisata di Pantai 101 Nusa Lima dalam merepresentasikan potensi destinasi serta nilai-nilai pariwisata berkelanjutan. Studi ini bertujuan mengembangkan brosur promosi pariwisata yang memiliki daya komunikatif tinggi sekaligus mendukung penguatan pariwisata lokal yang berorientasi pada keberlanjutan. Pendekatan Research and Development (R&D) yang diadaptasi dari Borg dan Gall digunakan dengan tahapan analisis kebutuhan, perencanaan dan perancangan, pengembangan produk awal, validasi ahli, revisi, dan penyajian produk akhir. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pemangku kepentingan pariwisata dan pengunjung, serta dokumentasi untuk mengidentifikasi potensi wisata, kebutuhan informasi wisatawan, dan kendala promosi yang dihadapi. Brosur dikembangkan dengan menitikberatkan kejelasan informasi mengenai daya tarik wisata, fasilitas, aksesibilitas, dan jam operasional, serta menggunakan bahasa persuasif dan elemen visual yang mendukung pembentukan citra destinasi. Proses validasi ahli yang melibatkan akademisi dan praktisi pariwisata digunakan untuk menilai kelayakan konten, ketepatan penggunaan bahasa, serta kualitas desain media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brosur yang dihasilkan dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai media promosi setelah dilakukan sejumlah penyempurnaan minor. Produk akhir mengintegrasikan pesan-pesan pariwisata berkelanjutan yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dengan tujuan meningkatkan visibilitas destinasi, memperkuat komunikasi promosi, serta mendukung pengembangan pariwisata lokal secara berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan media promosi berbasis kajian linguistik dan keberlanjutan dapat berfungsi sebagai strategi komunikasi yang efektif bagi destinasi pesisir yang sedang berkembang.</p>2026-02-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8858PENGGUNAAN BAHAN ALAMI DALAM UPACARA JAMASAN PUSAKA DI PUNCAK SUROLOYO, KULON PROGO2026-01-16T00:35:59+00:00Tambak Sihno Purwantotambaksihno1_@isi.ac.idYohana Ari Ratnaningtyastambaksihno@isi.ac.id<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The <em>jamasan</em> ceremony is a Javanese cultural practice that persists. In practice, the <em>jamasan</em> ceremony is associated with the use of materials sourced from the surrounding environment. However, scientific studies specifically addressing the use of natural materials in the <em>jamasan</em> ceremony remain very limited, particularly those examining the types of materials, their contents, and application procedures. This study aims to explore the use of natural materials in the <em>jamasan</em> of the Kyai Manggolo Murti and Songsong Makutha Dewa at <em>Puncak</em> Suroloyo, Kulon Progo. The study employed a qualitative case study approach. The research stages include a preliminary survey (pre-survey), data collection, data analysis, and report preparation. Data were collected through participatory observation, interviews with caregivers and community members involved in the ritual, and documentation of the jamasan ceremony. The research was conducted at the <em>jamasan</em> location, namely Padukuhan Keceme, Garbosari, Samigaluh, Kulon Progo, DIY, on June 26–27, 2025. Data analysis was conducted descriptively and qualitatively through data reduction, data presentation, and concluding. The results of the study showed that the natural materials used in the jamasan of heirlooms include kawul bamboo rope (Gigantochloa apus), lime (Citrus aurantiifolia), noni fruit (Morinda citrifolia L.), green coconut water (Cocos nucifera var. viridis), and Sendang Kawidodaren water sprinkled with kantil, jasmine, rose, and cananga flowers. Each material has a specific function determined by its natural chemical composition. The application is carried out in accordance with the condition of the heirloom. The conclusion of this study is that the use of natural materials in <em>jamasan</em> at Puncak Suroloyo constitutes part of a spiritual ritual and represents traditional conservation practices.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Upacara jamasan pusaka merupakan salah satu praktik budaya Jawa yang masih bertahan hingga saat ini. Secara praktis, jamasan pusaka identik dengan penggunaan bahan-bahan yang berasal dari lingkungan sekitar. Namun, kajian ilmiah yang secara khusus membahas penggunaan bahan alami dalam upacara jamasan pusaka masih sangat terbatas. Terutama pengkajian tentang jenis bahan, kandungan, dan tata cara pengaplikasiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan bahan alami dalam upacara jamasan pusaka Tombak Kyai Manggolo Murti dan Songsong Makutha Dewa di Puncak Suroloyo, Kulon Progo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Tahapan penelitian meliputi studi pendahuluan (pra-survei), pengumpulan data, analisis data, dan penyusunan laporan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara dengan juru kunci dan masyarakat yang terlibat dalam ritual, serta dokumentasi pelaksanaan upacara jamasan. Penelitian dilakukan di lokasi jamasan yaitu Padukuhan Keceme, Garbosari, Samigaluh, Kulon Progo, DIY pada 26–27 Juni 2025. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan alami yang digunakan dalam jamasan pusaka meliputi kawul bambu tali (Gigantochloa apus), jeruk nipis (Citrus aurantiifolia), buah mengkudu (Morinda citrifolia L.), air kelapa hijau (Cocos nucifera var. viridis), serta air Sendang Kawidodaren yang ditaburi bunga kantil, melati, mawar, dan kenanga. Setiap bahan memiliki fungsi spesifik berdasarkan kandungan kimia alaminya. Pengaplikasiannya dilakukan sesuai kondisi bilah pusaka. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan bahan alami dalam jamasan pusaka di Puncak Suroloyo berfungsi sebagai bagian dari ritual spiritual dan representasi praktik konservasi tradisional.</p>2026-02-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8856PERAN GIZI SEIMBANG DALAM MENCEGAH MASALAH KESEHATAN DAN MENINGKATKAN IMUNITAS ANAK USIA DINI2026-01-16T00:34:54+00:00Gandhes Sembodro Budygandhesbudy@gmail.comNur Hidayahgandhesbudy@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Balanced nutrition plays an important role in supporting the health and immune system of early childhood. This period is a critical stage of growth and development that requires adequate and balanced nutrient intake. This article aims to examine the role of balanced nutrition in preventing health problems and improving immunity in early childhood. The study uses a literature review method by analyzing relevant national and international journals, books, and reports from health institutions. The results indicate that balanced nutrition, including carbohydrates, proteins, fats, vitamins, minerals, and water, helps strengthen the immune system, reduce the risk of infectious diseases, and prevent nutritional problems such as stunting, wasting, and obesity. In addition, parents and educators play a key role in establishing healthy eating habits from an early age. Therefore, the consistent application of balanced nutrition is an effective preventive strategy to maintain health and support optimal growth and development in early childhood.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Gizi seimbang memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini, khususnya dalam mencegah berbagai masalah kesehatan serta meningkatkan sistem imunitas tubuh. Masa anak usia dini merupakan periode emas (golden age) yang membutuhkan asupan zat gizi yang cukup, seimbang, dan berkualitas agar fungsi tubuh berkembang secara optimal. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran gizi seimbang dalam pencegahan masalah kesehatan dan peningkatan imunitas pada anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah, seperti jurnal nasional dan internasional, buku teks, serta laporan lembaga kesehatan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemenuhan gizi seimbang yang meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air berkontribusi signifikan terhadap daya tahan tubuh anak, menurunkan risiko penyakit infeksi, serta mencegah gangguan gizi seperti stunting, wasting, dan obesitas. Selain itu, peran orang tua dan pendidik sangat menentukan dalam pembiasaan pola makan sehat sejak dini. Dengan demikian, penerapan gizi seimbang secara konsisten dapat menjadi strategi preventif yang efektif untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas anak usia dini, sehingga mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.</p>2026-02-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8960EKONOMI MIKRO SYARIAH DAN MORALITAS PASAR: STUDI LITERATUR TENTANG ETIKA PRODUKSI DAN KONSUMSI DALAM ISLAM2026-01-16T00:39:09+00:00Ristiyanti Ahmadul Maruntatenribayang015@gmail.comTenri Bayangtenribayang015@gmail.comSutriani Sutrianitenribayang015@gmail.comFatmawati Fatmawatitenribayang015@gmail.comAkbar Akbartenribayang015@gmail.comAhmad Irfan Rivalditenribayang015@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The development of modern economics, which emphasizes free market mechanisms, tends to prioritize efficiency and profit maximization while often neglecting moral and ethical dimensions. This condition has led to various issues, including exploitation of production factors, excessive consumption, income inequality, and the erosion of social justice. Islamic microeconomics emerges as an alternative paradigm that integrates economic rationality with Islamic moral and spiritual values. This study aims to analyze market morality from the perspective of Islamic microeconomics, focusing on production and consumption ethics and the integration of moral values into market mechanisms. This study employs a qualitative approach using a narrative literature review method. Data were collected from accredited national journals, reputable international journals, and classical as well as contemporary Islamic economics books relevant to market morality, production ethics, and consumption ethics. The data were analyzed using a thematic approach to identify conceptual and normative patterns within the selected literature. The findings indicate that, in Islamic microeconomics, the market functions not only as a mechanism for exchanging goods and services but also as a moral institution grounded in justice, honesty, transparency, and public welfare. Production ethics emphasize product permissibility (halal), fairness in the use of production factors, and social and environmental responsibility. Meanwhile, consumption ethics are guided by the principles of moderation (wasathiyah), the prohibition of extravagance and wastefulness, and an orientation toward achieving mashlahah and falah rather than mere material utility. The integration of moral values into market mechanisms enables Islamic microeconomics to promote markets that are both efficient and socially just and sustainable.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perkembangan ekonomi modern yang berorientasi pada mekanisme pasar bebas cenderung menempatkan efisiensi dan maksimalisasi keuntungan sebagai tujuan utama aktivitas ekonomi, sering kali dengan mengesampingkan dimensi moral dan etika. Kondisi ini memunculkan berbagai permasalahan seperti eksploitasi faktor produksi, konsumsi berlebihan, ketimpangan distribusi pendapatan, serta melemahnya nilai keadilan sosial. Ekonomi mikro syariah hadir sebagai alternatif konseptual yang mengintegrasikan rasionalitas ekonomi dengan nilai-nilai moral dan spiritual Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis moralitas pasar dalam perspektif ekonomi mikro syariah, dengan fokus pada etika produksi dan konsumsi serta integrasi nilai moral dalam mekanisme pasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengandalkan metode <em>Narrative Literature Review</em> sebagai teknik pengumpulan data. Data penelitian bersumber dari jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional bereputasi, serta buku-buku klasik dan kontemporer ekonomi Islam yang relevan dengan tema moralitas pasar, etika produksi, dan etika konsumsi. Analisis data dilakukan melalui pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola konseptual dan normatif dalam literatur yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ekonomi mikro syariah, pasar tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pertukaran barang dan jasa, tetapi juga sebagai institusi moral yang berlandaskan nilai keadilan, kejujuran, transparansi, dan kemaslahatan. Etika produksi menekankan kehalalan produk, keadilan dalam penggunaan faktor produksi, serta tanggung jawab sosial dan lingkungan. Sementara itu, etika konsumsi diarahkan pada prinsip kesederhanaan (<em>wasathiyah</em>), larangan <em>isra</em>f dan <em>tabdzir</em>, serta orientasi pada pencapaian mashlahah dan falah, bukan sekadar utilitas material. Integrasi nilai moral dalam mekanisme pasar menjadikan ekonomi mikro syariah mampu membentuk pasar yang efisien sekaligus berkeadilan dan berkelanjutan.</p>2026-02-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9159ANALISIS UNSUR-UNSUR MANAJEMEN PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM PADA ERA RASULULLAH SAW2026-01-23T05:56:33+00:00Lisna Damayantilisnadamayanti955@gmail.comEdith Indah Lestarilisnadamayanti955@gmail.comNur Eka Aleksalisnadamayanti955@gmail.comDevi Siti Fatimahlisnadamayanti955@gmail.comVendya Shifa Azzahralisnadamayanti955@gmail.comTazkiyatul Bilqislisnadamayanti955@gmail.comGaluh Cahya Ramadanilisnadamayanti955@gmail.comNurul Hidayatilisnadamayanti955@gmail.com<p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>Human resource management and community development in modern managerial practices tend to prioritize efficiency and economic performance, often neglecting ethical, social, and spiritual dimensions. This condition highlights the need for alternative management models that are more holistic and value-based. This study aims to analyze the elements of Islamic community development management during the era of Prophet Muhammad (peace be upon him) by integrating modern management functions with Islamic values. The research adopts a qualitative approach using a <em>systematic literature review</em> (SLR) method, examining credible primary and secondary sources published between 2017 and 2025. The analysis focuses on key aspects, including funding mechanisms, organizational performance and human resources, human resource management, infrastructure development, community development methods, and market systems. The findings reveal that community development practices during the Prophet’s era were integrated, participatory, and value-driven, emphasizing trustworthiness (<em>amanah</em>), justice, consultation (<em>shura</em>), and exemplary leadership. This study concludes that the community development model implemented by Prophet Muhammad (peace be upon him) remains highly relevant and applicable as a conceptual and practical reference for ethical, equitable, and sustainable Islamic community development in the contemporary context.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pengelolaan sumber daya manusia dan pengembangan masyarakat dalam praktik manajemen modern cenderung berorientasi pada efisiensi dan kinerja ekonomi, sehingga sering mengabaikan dimensi etika, sosial, dan spiritual. Kondisi ini mendorong perlunya model manajemen alternatif yang lebih holistik dan berbasis nilai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur-unsur manajemen pengembangan masyarakat Islam pada masa Rasulullah SAW dengan mengintegrasikan kerangka fungsi manajemen modern dan nilai-nilai Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode <em>systematic literature review</em> (SLR) terhadap literatur primer dan sekunder yang relevan dan kredibel dalam rentang tahun 2017–2025. Analisis difokuskan pada aspek pendanaan, kinerja organisasi dan sumber daya manusia, manajemen SDM, sarana dan prasarana, metode pengembangan masyarakat, serta sistem pasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik pengembangan masyarakat pada masa Rasulullah SAW bersifat terpadu, partisipatif, dan berbasis nilai, dengan penekanan pada amanah, keadilan, musyawarah, dan keteladanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pengembangan masyarakat Rasulullah SAW memiliki relevansi dan daya aplikatif sebagai rujukan konseptual dan praktis bagi pembangunan masyarakat Islam modern yang etis, berkeadilan, dan berkelanjutan.</p>2026-02-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8709PERAN DUKUNGAN SOSIAL DIGITAL MELALUI MEDIA SOSIAL TERHADAP KESEHATAN MENTAL MAHASISWA GENERASI Z2026-01-23T02:48:43+00:00Fransisca Huangfransisca.705220151@stu.untar.ac.idRostiana Rostianarostiana@fpsi.untar.ac.id<p>The rapid development of social media has given rise to digital social support, which is increasingly utilized by Generation Z as active users of online platforms. This study examines the effect of digital social support on the mental health of Generation Z by adopting the digital social support theory proposed by Nick et al. (2018) and the three-dimensional mental health framework by Keyes (2002). A non-experimental quantitative approach with a correlational design was employed, in which primary data were collected through the Online Social Support Scale (OSSS) and the Mental Health Continuum–Short Form (MHC-SF) questionnaires distributed online to 150 Generation Z university students in the Greater Jakarta area. The analysis included descriptive statistics, classical assumption tests, and simple linear regression, revealing a positive and significant effect of digital social support on mental health (R = 0.483; p < 0.001) with a contribution of 23.3%. These findings indicate that higher levels of digital social support are associated with better mental health quality, thereby confirming the crucial role of social media as a source of emotional, social, and psychological well-being for Generation Z students.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perkembangan pesat media sosial telah memunculkan dukungan sosial digital yang semakin dimanfaatkan oleh generasi Z sebagai pengguna aktif platform daring. Penelitian ini menguji pengaruh dukungan sosial digital terhadap kesehatan mental generasi Z, dengan mengadopsi teori dukungan sosial digital dari Nick et al. (2018) serta kerangka kesehatan mental tiga dimensi menurut Keyes (2002). Pendekatan kuantitatif non-eksperimental berbasis desain korelasional diterapkan, di mana data primer dikumpulkan melalui kuesioner Online Social Support Scale (OSSS) dan Mental Health Continuum–Short Form (MHC-SF) yang disebar secara online kepada 150 mahasiswa generasi Z di Jabodetabek. Analisis mencakup uji deskriptif, asumsi klasik, serta regresi linear sederhana, yang mengungkap pengaruh positif dan signifikan dukungan sosial digital terhadap kesehatan mental (R = 0,483; p < 0,001) dengan kontribusi 23,3%. Temuan ini mengindikasikan bahwa tingginya dukungan sosial digital yang diperoleh individu berkorelasi dengan peningkatan kualitas kesehatan mental, sehingga menegaskan peran krusial media sosial sebagai sumber kesejahteraan emosional, sosial, dan psikologis bagi mahasiswa generasi Z.</p>2026-02-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8801PERAN SENSE OF BELONGING TERHADAP MOTIVASI BERPARTISIPASI DALAM KEGIATAN KOMUNITAS K-POP2026-01-29T06:10:57+00:00Nazwa Rahma Aulianazwa.705220402@stu.untar.ac.idSri Tiatrisri.tiatri@untar.ac.id<p>The phenomenon of participation in K-pop fan communities in Indonesia indicates that individual involvement is not only driven by entertainment interests but also by psychological needs, particularly a sense of belonging. This study aims to analyze the role of sense of belonging in motivating members to participate in K-pop fan communities in the Greater Jakarta area. The study employed a quantitative approach with a correlational design. A total of 200 active members of K-pop fan communities aged 18–30 years were selected using purposive sampling. Data were collected online using two instruments, namely the Sense of Belonging Instrument (SOBI) and the Participation Motivation Questionnaire (PMQ). The data were analyzed using Pearson correlation and simple linear regression. The results showed a positive and significant relationship between sense of belonging and participation motivation (r = .741; p < .05). Furthermore, sense of belonging contributed 54.9% to participation motivation (R² = .549). These findings indicate that the higher the sense of belonging experienced by community members, the stronger their motivation to engage in various community activities. This study highlights the importance of psychological factors in shaping social engagement within fan communities in the digital era.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Fenomena partisipasi dalam komunitas penggemar K-pop di Indonesia menunjukkan bahwa keterlibatan individu tidak hanya didorong oleh ketertarikan terhadap hiburan, tetapi juga oleh kebutuhan psikologis, khususnya sense of belonging. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sense of belonging terhadap motivasi berpartisipasi anggota dalam komunitas penggemar K-pop di wilayah Jabodetabek. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan berjumlah 200 orang anggota aktif komunitas K-pop berusia 18–30 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan dua instrumen, yaitu Sense of Belonging Instrument (SOBI) dan Participation Motivation Questionnaire (PMQ). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linier sederhana. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara sense of belonging dan motivasi partisipasi (r = .741; p < .05). Selain itu, sense of belonging memberikan kontribusi sebesar 54,9% terhadap motivasi partisipasi (R² = .549). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi rasa memiliki yang dirasakan anggota komunitas, semakin tinggi pula dorongan mereka untuk terlibat dalam berbagai aktivitas komunitas. Penelitian ini menegaskan pentingnya aspek psikologis dalam membentuk keterlibatan sosial dalam komunitas penggemar di era digital.</p>2026-02-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9131PENGARUH PENGAWASAN PIMPINAN, KOMPENSASI FINANSIAL DAN KNOWLEDGE MANAGEMENT TERHADAP KEDISIPLINAN KERJA PEGAWAI PADA KANTOR KECAMATAN KRUENG SABEE KABUPATEN ACEH JAYA2026-01-23T01:22:09+00:00Filia Hanumfiliahanum@serambimekkah.ac.idSamsul Ikhbarfiliahanum@serambimekkah.ac.idJuwita Juwitafiliahanum@serambimekkah.ac.idFitriliana Fitrilianafiliahanum@serambimekkah.ac.idPutri Maulizafiliahanum@serambimekkah.ac.idHeri Saputrafiliahanum@serambimekkah.ac.id<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Employee work discipline is one of the important factors in supporting the effectiveness and improvement of performance in government organizations. Various factors are assumed to influence the level of employee discipline, including leadership supervision, financial compensation, and the implementation of knowledge management that has not been optimally carried out. This study aims to analyze the effect of leadership supervision, financial compensation, and knowledge management, both simultaneously and partially, on employee work discipline at the Krueng Sabee Sub-District Office, Aceh Jaya Regency. This research employed a quantitative approach using a survey method. Data were collected through questionnaires and documentation studies, with the research subjects consisting of all employees of the Krueng Sabee Sub-District Office totaling 32 respondents. Data analysis was conducted using multiple linear regression to examine the relationships and effects among the research variables. The results indicate that leadership supervision, financial compensation, and knowledge management simultaneously have a positive and significant effect on employee work discipline. Partially, each independent variable also shows a positive and significant effect, with knowledge management identified as the most dominant variable influencing employee work discipline. The coefficient of determination reveals that most of the variation in employee work discipline can be explained by these three variables, while the remaining variation is influenced by other factors outside the research model. The findings conclude that improving employee work discipline can be achieved through strengthening leadership supervision, providing adequate financial compensation, and implementing effective and sustainable knowledge management.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kedisiplinan kerja pegawai merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung efektivitas dan peningkatan kinerja organisasi pemerintahan. Berbagai faktor diduga memengaruhi tingkat kedisiplinan pegawai, di antaranya pengawasan pimpinan, kompensasi finansial, dan penerapan <em>knowledge management</em> yang belum berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengawasan pimpinan, kompensasi finansial, dan <em>knowledge management</em> baik secara simultan maupun parsial terhadap kedisiplinan kerja pegawai pada Kantor Camat Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan studi dokumentasi, dengan objek penelitian seluruh pegawai Kantor Camat Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya yang berjumlah 32 responden. Analisis data dilakukan menggunakan metode regresi linier berganda untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan pengawasan pimpinan, kompensasi finansial, dan <em>knowledge management</em> berpengaruh positif dan signifikan terhadap kedisiplinan kerja pegawai. Secara parsial, masing-masing variabel independen juga memiliki pengaruh positif dan signifikan, dengan <em>knowledge management</em> sebagai variabel yang paling dominan dalam memengaruhi kedisiplinan kerja pegawai. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa sebagian besar variasi kedisiplinan kerja pegawai dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kedisiplinan kerja pegawai dapat dicapai melalui penguatan pengawasan pimpinan, pemberian kompensasi finansial yang memadai, serta penerapan <em>knowledge management</em> yang efektif dan berkelanjutan.</p>2026-02-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9303PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS PASCA AKREDITASI DI KABUPATEN TANGGAMUS PROVINSI LAMPUNG TAHUN 20242026-01-30T14:34:49+00:00Yekti Mulyaniyekti.mulyani@gmail.comM. Subuhyekti.mulyani@gmail.com<p>Service quality is a critical component in healthcare delivery, particularly in ensuring patient safety, service effectiveness, and community satisfaction. Quality management principles, initially developed in the industrial sector, have been widely adopted in healthcare systems through mechanisms such as quality assurance, Total Quality Management (TQM), and accreditation of healthcare facilities, including Community Health Centers (Puskesmas). However, evidence from Tanggamus Regency suggests that despite full accreditation status across all Puskesmas, post-accreditation quality improvement has not been optimally sustained. Persistent challenges include limited human resources, inadequate infrastructure and funding, weak institutionalization of quality culture, and an overemphasis on administrative compliance rather than continuous service improvement. This study aims to assess post-accreditation service quality in Puskesmas and to formulate context-based strategies for sustainable quality enhancement. A mixed methods approach was employed by integrating quantitative and qualitative analyses. Quantitative data were analyzed using the <em>SERVQUAL</em> model to identify gaps between community expectations and perceived service performance, while qualitative data were collected through in-depth interviews and document review. The findings reveal that all service quality dimensions exhibit negative gap scores, with an overall average of -0.67, indicating that service performance has not yet met community expectations. The <em>Empathy</em> dimension demonstrated the largest gap (-0.95), highlighting insufficient personal attention from healthcare providers, whereas the Assurance dimension recorded the smallest gap (-0.30), reflecting relatively higher public trust. These results underscore the need for continuous quality improvement strategies, including strengthening health workers’ competencies and communication skills, upgrading service facilities, ensuring consistent implementation of standard operating procedures, and reinforcing systematic monitoring and evaluation mechanisms.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Mutu pelayanan kesehatan merupakan aspek fundamental dalam penyelenggaraan layanan publik yang berorientasi pada keselamatan pasien dan kepuasan masyarakat. Konsep mutu yang berasal dari sektor industri telah diadaptasi ke dalam sistem pelayanan kesehatan melalui berbagai pendekatan, seperti penjaminan mutu, <em>Total Quality Management</em> (TQM), dan akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Meskipun seluruh Puskesmas di Kabupaten Tanggamus telah memperoleh status akreditasi, implementasi peningkatan mutu pasca akreditasi belum menunjukkan hasil yang optimal. Berbagai kendala masih dijumpai, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, sarana prasarana yang belum memadai, keterbatasan anggaran, lemahnya internalisasi budaya mutu, serta kecenderungan pelaksanaan akreditasi yang berorientasi administratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu pelayanan Puskesmas pasca akreditasi serta merumuskan strategi peningkatan mutu yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods) dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengukuran mutu pelayanan dilakukan secara kuantitatif menggunakan model <em>SERVQUAL</em> untuk menganalisis kesenjangan antara harapan dan persepsi masyarakat, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi mutu pelayanan masih berada pada gap negatif dengan nilai rata-rata sebesar -0,67, yang menandakan bahwa pelayanan belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi masyarakat. Dimensi <em>Empathy</em> menunjukkan kesenjangan terbesar (-0,95), sementara dimensi Assurance memiliki gap terkecil (-0,30). Temuan ini menegaskan perlunya strategi peningkatan mutu yang berkelanjutan melalui penguatan kompetensi dan komunikasi petugas, perbaikan fasilitas layanan, konsistensi penerapan standar operasional prosedur, serta penguatan sistem monitoring dan evaluasi mutu pelayanan.</p>2026-02-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9045KORELASI NORMALIZED DIFFERENCE VEGETATION INDEX (NDVI) DAN TUTUPAN KANOPI PADA EKOSISTEM MANGROVE DI TELUK KENDARI2026-01-30T14:35:25+00:00Boi Hermanhermanboy22@uho.ac.idSawaludin Sawaludinhermanboy22@uho.ac.idTahir Tahirhermanboy22@uho.ac.idArif Nur Alfiyanhermanboy22@uho.ac.idAlfirman Alfirmanhermanboy22@uho.ac.id<p>Mangrove ecosystems play a crucial role in maintaining coastal environmental stability, requiring accurate spatial information on their distribution, density, and canopy cover conditions. This study aims to assess the extent and spatial distribution of mangrove ecosystems, vegetation density levels, canopy cover conditions, and the relationship between Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) values and mangrove canopy cover percentages in the coastal area of Kendari City. Mangrove distribution and density were analyzed using Sentinel-2A imagery through the NDVI approach, while canopy cover was measured using the <em>Hemispherical Photography</em> method processed with ImageJ software. Satellite imagery was obtained from the Copernicus platform, and a total of 33 sampling stations or plots were determined based on mangrove density classification criteria. The results indicate that the total mangrove area along the coast of Kendari City is approximately 275.67 hectares, distributed across eight sub-districts. NDVI analysis classified mangrove vegetation into three density categories: low density covering 30.69 ha, medium density covering 68.28 ha, and high density covering 176.70 ha. Mangrove canopy cover varied in accordance with vegetation density, ranging from 16.56% to a maximum of 88.08%. Correlation analysis revealed a very strong relationship between NDVI values and canopy cover percentage, with a correlation coefficient (r) of 0.93. These findings demonstrate that Sentinel-2A-derived NDVI is a reliable indicator for estimating mangrove canopy cover conditions in coastal environments.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi pesisir, sehingga diperlukan informasi spasial yang akurat terkait sebaran, kerapatan, dan kondisi tutupan tajuknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis luas dan distribusi ekosistem mangrove, tingkat kerapatan vegetasi, kondisi tutupan kanopi, serta hubungan antara nilai Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan persentase tutupan tajuk mangrove di wilayah pesisir Kota Kendari. Analisis kerapatan dan sebaran mangrove dilakukan menggunakan citra Sentinel-2A melalui pendekatan NDVI, sedangkan tutupan kanopi dianalisis menggunakan metode <em>Hemispherical Photography</em> yang diolah dengan perangkat lunak ImageJ. Data citra diperoleh dari laman Copernicus, kemudian ditentukan sebanyak 33 stasiun atau plot sampel berdasarkan klasifikasi tingkat kerapatan mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total luasan mangrove di pesisir Kota Kendari mencapai sekitar 275,67 hektar yang tersebar di delapan kecamatan. Berdasarkan nilai NDVI, ekosistem mangrove diklasifikasikan ke dalam tiga tingkat kerapatan, yaitu kerapatan rendah seluas 30,69 ha, kerapatan sedang 68,28 ha, dan kerapatan tinggi 176,70 ha. Persentase tutupan tajuk mangrove bervariasi mengikuti tingkat kerapatan vegetasi, dengan nilai tertinggi sebesar 88,08% dan terendah 16,56%. Analisis korelasi menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara nilai NDVI dan persentase tutupan kanopi dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,93. Temuan ini menegaskan bahwa NDVI citra Sentinel-2A dapat digunakan secara efektif untuk menduga kondisi tutupan kanopi mangrove di wilayah pesisir.</p>2026-02-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9306PERBANDINGAN MODEL BINOMIAL DAN BLACK-SCHOLES TERHADAP PENENTUAN HARGA OPSI PUT DAN CALL TIPE BARRIER (STUDI KASUS DATA SAHAM PT GUDANG GARAM) 2026-01-30T14:34:00+00:00Nurlaila Zaidnurlailzaid00@gmail.com<p>This study aims to compare the pricing of <em>barrier</em> <em>call</em> and <em>put</em> options using the Binomial model and the <em>Black–Scholes</em> model, with PT Gudang Garam Tbk (GGRM) stock as a case study. <em>Barrier options</em> are classified as exotic options with <em>path-dependent</em> characteristics, where the option’s validity depends on whether the underlying asset price reaches a specified <em>barrier</em> level during the contract period. The data consist of daily closing prices of GGRM stock obtained from Yahoo Finance. The analysis includes calculating <em>log returns</em>, estimating annual volatility, and testing data normality using the Shapiro–Wilk test. Option prices are then com<em>put</em>ed using both models based on the estimated parameters. The results indicate notable differences in option values produced by the two models, particularly for options near the <em>barrier</em> level. The Binomial model demonstrates greater flexibility in explicitly handling <em>barrier</em> conditions, while the <em>Black–Scholes</em> model provides efficient estimates under ideal market assumptions. Therefore, the choice of option pricing model should consider the characteristics of the option contract and the required level of accuracy.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penentuan harga opsi <em>barrier</em> tipe <em>call</em> dan <em>put</em> menggunakan model Binomial dan model <em>Black–Scholes</em> dengan studi kasus saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Opsi <em>barrier</em> merupakan jenis opsi eksotik yang bersifat <em>path-dependent</em>, di mana keberlakuan kontrak dipengaruhi oleh tercapainya tingkat harga tertentu selama masa hidup opsi. Data yang digunakan berupa harga penutupan harian saham GGRM yang diperoleh dari Yahoo Finance. Tahapan analisis meliputi perhitungan <em>log return</em>, estimasi volatilitas tahunan, serta pengujian kenormalan data menggunakan uji Shapiro–Wilk. Selanjutnya, harga opsi dihitung menggunakan model <em>Black–Scholes</em> dan model Binomial berdasarkan parameter yang telah diestimasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai opsi yang dihasilkan oleh kedua model, terutama pada opsi yang berada di sekitar tingkat <em>barrier</em>. Model Binomial menunjukkan fleksibilitas yang lebih baik dalam menangani kondisi <em>barrier</em> secara eksplisit, sedangkan model <em>Black–Scholes</em> memberikan estimasi yang efisien dengan asumsi pasar ideal. Dengan demikian, pemilihan model penentuan harga opsi perlu disesuaikan dengan karakteristik instrumen dan tingkat presisi yang dibutuhkan.</p>2026-02-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8536ANALISIS EFEKTIVITAS STRATEGI PEMASARAN CANVASSING DAN CONTACTING PADA PT VICTORY INTERNASIONAL FUTURES CIPUTRA WORLD2026-02-02T04:54:45+00:00Putri Indah Lestari23012010058@student.upnjatim.ac.idSiti Aminah23012010058@student.upnjatim.ac.id<p>This study aims to analyze the implementation of <em>canvassing</em> and <em>contacting</em> marketing strategies by marketing personnel at PT Victory International Futures Ciputra World and to assess their effectiveness in achieving company targets. This research employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through direct observation and in-depth interviews with two key informants who have extensive experience in marketing activities. The collected data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the <em>canvassing</em> strategy is effective in building direct relationships with potential customers, creating trust, and strengthening personal engagement, with a success rate of approximately 75%. Meanwhile, the <em>contacting</em> strategy is considered more efficient in reaching prospective customers through remote communication using mobile phones and digital media. Both strategies complement each other, where <em>canvassing</em> functions as an initial stage to open marketing opportunities, while <em>contacting</em> strengthens ongoing relationships toward the closing process. Therefore, the integration of these two strategies is proven to enhance the company’s marketing effectiveness in a sustainable manner.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi pemasaran <em>canvassing</em> dan <em>contacting</em> oleh tenaga pemasaran di PT Victory International Futures Ciputra World serta menilai tingkat efektivitasnya dalam mencapai target perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap dua informan utama yang merupakan tenaga pemasaran berpengalaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi <em>canvassing</em> efektif dalam membangun hubungan langsung dengan calon nasabah, menciptakan kepercayaan, serta meningkatkan keterikatan personal dengan tingkat keberhasilan sekitar 75%. Sementara itu, strategi <em>contacting</em> dinilai lebih efisien untuk menjangkau calon nasabah melalui komunikasi jarak jauh menggunakan telepon seluler dan media digital. Kedua strategi tersebut saling melengkapi, di mana <em>canvassing</em> berfungsi sebagai tahap awal untuk membuka peluang, sedangkan <em>contacting</em> memperkuat hubungan lanjutan hingga menuju proses closing. Dengan demikian, integrasi kedua strategi ini terbukti mampu meningkatkan efektivitas pemasaran perusahaan secara berkelanjutan.</p>2026-02-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9147PERAN GAYA HIDUP SEHAT TERHADAP KESEHATAN MENTAL GENERASI Z2026-02-03T04:06:29+00:00Melinda Lian Budimanmelinda.705220159@stu.untar.ac.idRostiana Rostianarostiana@fpsi.untar.ac.id<p>A healthy lifestyle plays an important role in maintaining mental health, particularly among Generation Z university students who are active social media users. High intensity of social media use may influence daily behavioral patterns, including stress management, physical activity, and social interaction. This study aimed to examine the role of lifestyle in mental health among Generation Z students who use social media. A quantitative correlational design was employed in this study. The participants consisted of 150 Generation Z students aged 18–23 years who actively use social media. The instruments used were the <em>Health-Promoting Lifestyle Profile II</em> (HPLP-II) to measure lifestyle and the <em>Mental Health Continuum–Short Form</em> (MHC-SF) to measure mental health. Data were analyzed using correlation and regression analyses. The results indicated a very strong positive relationship between lifestyle and mental health. Regression analysis revealed that lifestyle significantly contributed to the variance in mental health, with stress management emerging as the most dominant predictor. These findings suggest that adopting a healthy lifestyle, particularly effective stress management, plays a crucial role in supporting the mental health of Generation Z students in the digital era. </p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Gaya hidup sehat merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam menjaga kesehatan mental, khususnya pada mahasiswa Generasi Z yang aktif menggunakan media sosial. Intensitas penggunaan media sosial yang tinggi berpotensi memengaruhi pola perilaku sehari-hari, termasuk manajemen stres, aktivitas fisik, dan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran gaya hidup terhadap kesehatan mental pada mahasiswa Generasi Z pengguna media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan berjumlah 150 mahasiswa Generasi Z berusia 18–23 tahun yang aktif menggunakan media sosial. Instrumen yang digunakan adalah <em>Health-Promoting Lifestyle Profile II</em> (HPLP-II) untuk mengukur gaya hidup dan <em>Mental Health Continuum–Short Form</em> (MHC-SF) untuk mengukur kesehatan mental. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat antara gaya hidup dan kesehatan mental. Analisis regresi menunjukkan bahwa gaya hidup secara signifikan berperan dalam menjelaskan variasi kesehatan mental mahasiswa, dengan dimensi manajemen stres sebagai prediktor yang paling dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan gaya hidup sehat, terutama dalam pengelolaan stres, berperan penting dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa Generasi Z di era digital.</p>2026-02-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9189STUDI PUSTAKA DALAM PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL DALAM PELAYANAN IBADAH MINGGU 2026-01-27T01:51:31+00:00Anggita Putrianggitaputribaik19@gmail.comEliana Setyantianggitaputribaik19@gmail.com<p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>The development of digital technology has significantly influenced church life, requiring churches to respond wisely without diminishing the theological essence of Christian worship. One form of adaptation is the use of digital media in Sunday worship services to support the proclamation of the Word of God and to extend the reach of church ministry. This study examines the use of digital media in Sunday worship services and its impact on worship practices and church life. Using a qualitative literature review approach, the analysis draws on theological and liturgical books, scholarly journals, articles, and church documents from the perspective of worship theology and the conceptual role of media in ecclesial practice. The findings indicate that digital media is employed in various aspects of Sunday worship, including presentation media for liturgy and praise, audiovisual support for sermons, live streaming of services, and tools for church communication and documentation. Overall, digital media enhances the orderliness of worship, facilitates congregational participation, improves focus and engagement, and expands ministry beyond physical space. However, challenges such as technological dependence, technical disruptions, and the risk of distraction may affect the reverence and theological meaning of worship. Therefore, churches are encouraged to manage digital media use in a planned and reflective manner grounded in the principles of worship theology.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perkembangan teknologi digital membawa perubahan signifikan dalam kehidupan bergereja, sehingga gereja dituntut untuk meresponsnya secara bijaksana tanpa menghilangkan esensi teologis ibadah Kristen. Salah satu bentuk adaptasi tersebut adalah pemanfaatan media digital dalam pelayanan ibadah Minggu sebagai sarana pendukung penyampaian firman Tuhan dan perluasan jangkauan pelayanan gereja. Penelitian ini bertujuan mengkaji pemanfaatan media digital dalam pelayanan ibadah Minggu serta dampaknya terhadap pelaksanaan ibadah dan kehidupan bergereja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Analisis dilakukan terhadap berbagai sumber tertulis yang relevan, meliputi buku teologi dan liturgi, jurnal ilmiah, artikel, serta dokumen gerejawi, dengan bertolak dari perspektif teologi ibadah dan pemahaman konseptual tentang fungsi media dalam praktik gerejawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital digunakan dalam berbagai bentuk pelayanan ibadah Minggu, seperti media presentasi untuk liturgi dan lagu pujian, media audiovisual sebagai pendukung khotbah, siaran langsung ibadah, serta sarana komunikasi dan dokumentasi gereja. Pemanfaatan media digital berkontribusi pada peningkatan keteraturan ibadah, memudahkan jemaat mengikuti liturgi, meningkatkan fokus dan partisipasi jemaat, serta memperluas jangkauan pelayanan gereja. Namun, ditemukan pula tantangan berupa ketergantungan teknologi, gangguan teknis, dan risiko distraksi yang dapat memengaruhi kekhusyukan serta makna teologis ibadah. Oleh karena itu, gereja perlu mengelola penggunaan media digital secara terencana dan reflektif berdasarkan prinsip-prinsip teologi ibadah.</p>2026-02-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9312STRATEGI REKRUTMEN NASABAH UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PEMASARAN DI PT VICTORY INTERNATIONAL FUTURES2026-02-04T12:50:11+00:00Fadila Rachmawatisitiaminah.ma@upnjatim.ac.idSiti Aminahsitiaminah.ma@upnjatim.ac.id<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Dalam konteks pemasaran jasa keuangan, kinerja pemasaran tidak hanya ditentukan oleh peningkatan penjualan, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan dalam membangun kepercayaan dan hubungan jangka panjang dengan nasabah. Industri pialang berjangka di Indonesia memiliki karakteristik risiko tinggi dan tingkat persaingan yang ketat, sehingga menuntut strategi rekrutmen nasabah yang tidak semata berorientasi pada transaksi jangka pendek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi rekrutmen nasabah yang diterapkan oleh PT Victory International Futures serta kontribusinya terhadap peningkatan kinerja pemasaran perusahaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan tim pemasaran, observasi langsung terhadap aktivitas rekrutmen dan komunikasi pemasaran, serta dokumentasi pendukung. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi teknik, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi rekrutmen nasabah dilaksanakan secara terstruktur melalui tahapan pencarian calon nasabah, pendekatan awal, edukasi produk, <em>appointment,</em> dan <em>follow up</em> berkelanjutan. Pendekatan personal, transparansi informasi, serta pemanfaatan media sosial berperan penting dalam membangun kepercayaan dan meningkatkan minat calon nasabah. Strategi <em>follow up</em> yang konsisten juga memperkuat hubungan jangka panjang dan mendukung peningkatan jumlah nasabah aktif serta volume transaksi. Simpulan penelitian menegaskan bahwa strategi rekrutmen nasabah berbasis relationship marketing tidak hanya berdampak pada peningkatan kinerja pemasaran, tetapi juga memperkuat citra dan kepercayaan terhadap perusahaan pialang berjangka, sehingga menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pemasaran jasa keuangan.</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>In the context of financial services marketing, marketing performance is not only determined by increased sales but also by a company’s ability to build trust and maintain long-term relationships with customers. The futures brokerage industry in Indonesia is characterized by high risk and intense competition, requiring customer recruitment strategies that go beyond short-term transactional orientations. This study aims to analyze the customer recruitment strategies implemented by PT Victory International Futures and examine their contribution to improving the company’s marketing performance. A qualitative descriptive approach was employed in this research. Data were collected through semi-structured interviews with marketing personnel, direct observation of recruitment and marketing communication activities, and analysis of supporting documents. Data validity was ensured through technique triangulation, while data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that customer recruitment strategies are implemented through structured stages, including lead generation, initial approach, product education, appointments, and continuous follow-up. Personalized communication, transparent information delivery, and the use of social media play a crucial role in building customer trust and increasing prospective customers’ interest. Furthermore, consistent follow-up activities strengthen long-term relationships and contribute to an increase in active customers and transaction volumes. In conclusion, this study demonstrates that customer recruitment strategies based on relationship marketing not only enhance marketing performance but also strengthen corporate image and trust in futures brokerage companies, thereby serving as an essential foundation for sustainable financial services marketing.</p>2026-02-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9313ANALISIS PENGARUH SISTEM KERJA FLEKSIBEL DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN DIVISI MARKETING 2026-02-04T12:53:06+00:00Farah Aminialfiandi.ma@upnjatim.ac.idAlfiandi Imam Mawardialfiandi.ma@upnjatim.ac.id<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perubahan pola kerja dalam industri jasa, termasuk sektor pialang berjangka, membuat perusahaan perlu menyesuaikan sistem kerja agar lebih relevan dengan tuntutan pemasaran yang dinamis. Pada divisi marketing PT. Victory International Futures, fleksibilitas kerja diterapkan untuk memberi ruang bagi karyawan dalam mengatur waktu bertemu klien, menyesuaikan strategi penawaran, sekaligus menjaga efektivitas pencapaian target. Di sisi lain, kedisiplinan tetap menjadi fondasi dasar agar pekerjaan dapat berjalan sesuai standar operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem kerja fleksibel dan disiplin kerja terhadap produktivitas karyawan marketing. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain kausal, melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan tetap yang telah bekerja minimal enam bulan. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui kontribusi masing-masing variabel terhadap produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fleksibilitas kerja memberikan pengaruh positif terhadap produktivitas, terutama karena memberikan ruang otonomi yang memudahkan karyawan menyesuaikan ritme kerja dengan kebutuhan klien. Sementara itu, disiplin kerja tetap berperan penting sebagai penyeimbang yang memastikan target pemasaran terlaksana secara konsisten. Namun tetap membutuhkan kontrol melalui disiplin agar produktivitas optimal dapat dicapai. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perusahaan dalam merancang kebijakan kerja yang lebih adaptif untuk meningkatkan performa divisi pemasaran.</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Changes in work patterns within the service industry require companies to adopt more adaptive work systems, particularly for marketing employees who operate under shifting targets and high mobility demands. PT. Victory International Futures has implemented flexible work arrangements to support marketing activities, yet empirical evidence regarding their effect on employee productivity remains limited. This study aims to examine the influence of flexible work systems and work discipline on the productivity of marketing employees. A quantitative approach with a causal research design was used, employing questionnaires distributed to permanent employees who had worked for at least six months. Data were analyzed using multiple linear regression. The results indicate that flexible work arrangements positively affect productivity by providing autonomy, reducing work-related pressure, and enabling better alignment between work schedules and client needs. Work discipline also plays a crucial role by ensuring consistency in meeting company targets. As well as the importance of discipline in maintaining stable productivity levels. This research offers empirical insights that can support the development of more adaptive work policies to enhance the performance of the marketing division<em>.</em></p>2026-02-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9314PENGARUH STRUKTUR MODAL, PROFITABILITAS DAN KEBIJAKAN DEVIDEN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN MANUFAKTUR OTOMOTIF2026-02-04T12:48:44+00:00Hendri Yudha Pratamabagusyudha05@icloud.comWira Hendribagusyudha05@icloud.comBaiq Dinna Widiyastibagusyudha05@icloud.com<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Industri otomotif memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, namun dalam satu dekade terakhir menghadapi berbagai tantangan seperti perlambatan ekonomi global, fluktuasi nilai tukar, serta dampak pandemi COVID-19 yang memengaruhi kinerja dan nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh struktur modal, profitabilitas, dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan data panel berupa laporan keuangan tahunan perusahaan yang telah diaudit. Sampel penelitian terdiri atas 11 perusahaan dengan total 110 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pemilihan model <em>random effect</em> setelah melalui uji Chow, <em>hausman</em>, dan <em>lagrange multiplier</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas yang diproksikan dengan <em>Return on Assets (ROA)</em> berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan yang diukur menggunakan <em>Price to Book Value (PBV)</em>. Sementara itu, struktur modal yang diproksikan melalui <em>Debt to Equity Ratio (DER)</em> dan kebijakan dividen yang diukur dengan <em>Dividend per Share (DPS)</em> tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap PBV. Namun, secara simultan ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba menjadi faktor utama dalam menentukan valuasi pasar, sedangkan keputusan struktur modal dan dividen lebih dipengaruhi oleh strategi manajerial dan kondisi eksternal.</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The automotive industry plays a strategic role in supporting national economic growth; however, over the past decade it has faced various challenges, including global economic slowdowns, exchange rate fluctuations, and the impact of <em>COVID-19</em>, which have affected corporate financial performance and firm value. This study aims to analyze the effect of capital structure, profitability, and dividend policy on the firm value of automotive companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2015–2024 period. The study employs a quantitative associative approach using <em>panel data</em> derived from audited annual financial statements. The research sample consists of 11 companies with a total of 110 observations. Data analysis was conducted using <em>panel data regression</em> with a <em>random effect</em> model, selected based on the Chow test, Hausman test, and Lagrange Multiplier test. The results indicate that profitability, proxied by <em>Return on Assets</em> (ROA), has a positive and significant effect on firm value measured by <em>Price to Book Value</em> (PBV). Meanwhile, capital structure proxied by <em>Debt to Equity Ratio</em> (DER) and dividend policy measured by <em>Dividend per Share</em> (DPS) do not have a significant partial effect on PBV. However, simultaneously, capital structure, profitability, and dividend policy have a significant effect on firm value. The findings suggest that a firm’s ability to generate profits is the dominant factor influencing market valuation, while capital structure and dividend decisions are more dependent on managerial strategies and external conditions.</p>2026-02-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan