CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia
<p><strong>CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan | <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/11567">Terakreditasi Sinta 5 </a></strong>diterbitkan 4 kali setahun (Januari, April, Juli dan Oktober) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan. <br /><strong>e-ISSN : 2774-4183 | p-ISSN : 2774-8030</strong></p>Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesiaen-USCENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan 2774-8030PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI KANTOR BPBD PROVINSI JAWA TIMUR
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8769
<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Employee performance is a crucial factor in determining the success of disaster management implementation, particularly at the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of East Java Province, which operates in areas with a high level of disaster vulnerability. One important internal factor influencing performance is organizational culture, as it shapes employees’ values, attitudes, and patterns of work behavior. This study aims to examine the extent to which organizational culture affects employee performance at the East Java Provincial BPBD. The research applies a quantitative approach with a causal design, in which respondents are selected through random sampling and data are collected using Likert-scale questionnaires. Data analysis is conducted using simple linear regression to assess the relationship between the two research variables. The findings reveal that organizational culture has a significant effect on employee performance, contributing 29.1 percent, while the remaining variance is explained by other variables outside the research framework. These results indicate that organizational culture serves as a strategic factor in fostering professionalism, discipline, and work effectiveness among employees. Therefore, strengthening an adaptive and collaborative organizational culture should become an important part of human resource management policies to support BPBD performance in disaster management.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kinerja aparatur menjadi faktor krusial dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan penanggulangan bencana, terutama di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur yang berada di kawasan dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Salah satu faktor internal yang dianggap berperan penting terhadap kinerja adalah budaya organisasi, karena budaya tersebut membentuk nilai, sikap, dan pola perilaku kerja para pegawai. Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji sejauh mana budaya organisasi memengaruhi kinerja karyawan di BPBD Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan rancangan kausal, di mana responden dipilih melalui teknik <em>random sampling</em> dan informasi dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Pengolahan data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana guna menilai keterkaitan antara kedua variabel penelitian. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa budaya organisasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan sebesar 29,1 persen, sementara bagian selebihnya dijelaskan oleh variabel lain di luar kerangka penelitian ini. Temuan ini mengindikasikan bahwa budaya organisasi berperan sebagai faktor strategis dalam membangun profesionalisme, kedisiplinan, dan efektivitas kerja aparatur. Oleh karena itu, penguatan budaya organisasi yang adaptif dan kolaboratif perlu menjadi bagian penting dalam kebijakan pengelolaan sumber daya manusia guna mendukung kinerja BPBD dalam penanggulangan bencana.</p>Shafira Andriana
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-032026-02-036254155010.51878/cendekia.v6i2.8769MONSTROUS MATERNAL FIGURES: FEMINIST HORROR ANALYSIS OF EVIL DEAD RISE PRODUCED BY SAM RAIMI
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8984
<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The representation of mothers in horror cinema frequently embodies ambivalence by presenting maternal figures that depart from idealized constructions of motherhood. This study examines the character of Ellie in <em>Evil Dead Rise</em> (2023), directed by Lee Cronin, as a <em>monstrous maternal</em> figure that signifies the inversion of maternal roles within the domestic sphere. Employing a qualitative descriptive–interpretative approach, the analysis draws on visual scenes and dialogues as primary data, supported by feminist horror theory as secondary sources. The findings demonstrate that Ellie is constructed as a monstrous maternal figure through the distortion of nurturing functions, the collapse of maternal protection, and the portrayal of the maternal body as a locus of horror and violence. Her transformation into a demonic entity fractures familial bonds and reconfigures the domestic space as a site of terror. The study concludes that <em>Evil Dead Rise</em> situates motherhood at the core of horror to articulate cultural anxieties surrounding maternal roles and responsibilities, illustrating how contemporary horror mobilizes the maternal figure as a vehicle for feminist critique.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Representasi ibu dalam film horor kerap menghadirkan ambivalensi dengan menampilkan figur maternal yang menyimpang dari idealisasi peran keibuan. Penelitian ini menganalisis karakter Ellie dalam <em>Evil Dead Rise</em> (2023) karya sutradara Lee Cronin sebagai figur ibu monstrus yang merefleksikan pembalikan fungsi-fungsi maternal dalam ruang domestik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif–interpretatif, penelitian ini mengkaji adegan visual dan dialog sebagai data utama, yang didukung oleh teori horor feminis sebagai data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ellie direpresentasikan sebagai figur maternal monstrus melalui pembalikan peran pengasuhan, pengikisan fungsi perlindungan ibu, serta penggambaran tubuh maternal sebagai sumber kengerian dan kekerasan. Transformasinya menjadi entitas demonik merusak relasi kekeluargaan dan mengubah ruang domestik menjadi medan teror. Penelitian ini menyimpulkan bahwa <em>Evil Dead Rise</em> menempatkan sosok ibu sebagai pusat horor untuk mengekspresikan kecemasan kultural terkait peran dan tanggung jawab keibuan, sekaligus menunjukkan bagaimana horor kontemporer memanfaatkan figur maternal sebagai medium kritik feminis.</p>Darien Julian
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-032026-02-036255155810.51878/cendekia.v6i2.8984PENERAPAN TEKNOLOGI DI AIK DESIMINATIF: MENGOPTILMAKAN PROSES PENYEBARAN NILAI KEAGAMAAN
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9009
<p>The development of digital technology presents both challenges and opportunities in the dissemination of Al-Islam and Kemuhammadiyahan (AIK) values. This study aims to analyze the application of digital technology and to formulate an optimization model for disseminating AIK values that aligns with the characteristics of digital society. A qualitative case study approach was employed, with data collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation from institutions actively utilizing digital platforms. The findings indicate that effective dissemination of AIK values is achieved through an integrated multi-platform digital ecosystem rather than reliance on a single medium. Social media functions to expand outreach, application-based platforms facilitate personalized interaction, and long-form video channels support in-depth learning. The effectiveness of this strategy is strengthened by a hybrid team model that integrates religious expertise and digital literacy in content management and audience engagement. The study concludes that optimizing the dissemination of AIK values requires the integration of technology, layered content strategies, collaborative human resources, and interactive community-based approaches. These findings contribute a conceptual framework that may serve as a reference for educational and religious institutions in developing sustainable digital-based religious value dissemination.</p> <p>Perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang dalam diseminasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan teknologi digital serta merumuskan model optimalisasi diseminasi nilai AIK yang sesuai dengan karakteristik masyarakat digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi pada institusi yang aktif memanfaatkan platform digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diseminasi nilai AIK yang optimal dicapai melalui ekosistem digital multi-platform yang terintegrasi, bukan melalui satu media tunggal. Media sosial berperan dalam memperluas jangkauan, platform aplikasi mendukung interaksi personal, dan kanal video berdurasi panjang berfungsi untuk pendalaman materi. Keberhasilan strategi ini diperkuat oleh model tim hibrida yang mengombinasikan kompetensi keagamaan dan literasi digital dalam pengelolaan konten dan interaksi audiens. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi diseminasi nilai AIK memerlukan integrasi teknologi, strategi konten berlapis, kolaborasi sumber daya manusia, serta pendekatan komunitas yang interaktif. Temuan ini memberikan kontribusi konseptual berupa kerangka strategis yang dapat dijadikan acuan bagi institusi pendidikan dan dakwah dalam mengembangkan diseminasi nilai keagamaan berbasis digital secara berkelanjutan.</p>La SaharaMukayat Al Amin
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-032026-02-036255956910.51878/cendekia.v6i2.9009STRATEGI IMPLEMENTASI PROGRAM DESA BERSINAR UNTUK PELAKSANAAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) KOTA BATU DI KELUARAHAN NGAGLIK
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9059
<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This study examines the implementation of the Desa Bersinar Program as a community empowerment strategy for preventing drug abuse in Ngaglik Village, Batu City. The focus of the study is directed toward implementation strategies, program stages, and the supporting and inhibiting factors that influence policy effectiveness at the local level. The research adopts a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation involving officials from BNN Batu City, village authorities, and local residents. The findings indicate that program implementation is still dominated by initial activities such as coordination and symbolic actions, while technical activities such as urine testing and cadre training have not been optimally carried out. Support from BNN and community acceptance constitute important assets, but budget limitations, weak inter-agency coordination, and social stigma remain major obstacles. This condition reveals a gap between policy design and actual implementation at the village level. The findings also suggest that program success is determined not only by regulations but also by institutional capacity and local social networks. This study concludes that strengthening cross-sectoral synergy and community-based approaches is crucial for the sustainable success of the Desa Bersinar Program in preventing drug abuse.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini mengkaji implementasi Program Desa Bersinar sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kelurahan Ngaglik, Kota Batu. Fokus kajian diarahkan pada strategi pelaksanaan, tahapan program, serta faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi efektivitas kebijakan di tingkat lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap aparatur BNN Kota Batu, perangkat kelurahan, dan warga setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program masih didominasi oleh kegiatan awal berupa koordinasi dan simbolisasi, sementara kegiatan teknis seperti tes urine dan pelatihan kader belum berjalan optimal. Dukungan dari BNN dan penerimaan masyarakat menjadi modal penting, namun keterbatasan anggaran, lemahnya koordinasi antarinstansi, serta stigma sosial menjadi hambatan utama. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara desain kebijakan dan praktik implementasi di tingkat kelurahan. Temuan ini juga mengindikasikan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh regulasi, tetapi oleh kapasitas kelembagaan dan jaringan sosial lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan sinergi lintas sektor dan pendekatan berbasis komunitas lokal sangat menentukan keberhasilan Program Desa Bersinar dalam mendorong pencegahan narkoba yang berkelanjutan.</p>Zikri Orcani Nurnadjib
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-032026-02-036257057810.51878/cendekia.v6i2.9059ANALISIS SPASIAL KERAWANAN KEKERINGAN MENGGUNAKAN WEIGHTED OVERLAY DI KABUPATEN GOWA, SULAWESI SELATAN
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9105
<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Drought is a hydrometeorological disaster that has a major impact on water availability and agricultural sustainability. This study maps drought vulnerability levels in Gowa Regency using a Geographic Information System–based weighted overlay method with seven parameters, namely rainfall, soil type, slope, elevation, distance from rivers, land use, and vegetation density, which were analyzed through weighting techniques and equal interval classification in ArcGIS 10.3. The results show that the study area is divided into five vulnerability classes: very low (6.10%), low (33.48%), moderate (39.31%), high (17.76%), and very high (3.35%), with spatial patterns varying across districts. Most areas fall within the low to moderate vulnerability categories, while high vulnerability is mainly found in wetland and dryland agricultural zones that experience high pressure on water use. These findings indicate that the weighted overlay–based geospatial approach is effective in depicting the spatial distribution of drought vulnerability and can serve as a basis for water resource management planning, risk mitigation, and strengthening food security in Gowa Regency.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kekeringan merupakan bencana hidrometeorologi yang berdampak besar terhadap ketersediaan air dan keberlanjutan pertanian. Penelitian ini memetakan tingkat kerawanan kekeringan di Kabupaten Gowa menggunakan metode <em>weighted overlay</em> berbasis Sistem Informasi Geografis dengan tujuh parameter, yaitu curah hujan, jenis tanah, kemiringan lereng, ketinggian, jarak dari sungai, penggunaan lahan, dan kerapatan vegetasi yang dianalisis melalui teknik pembobotan dan klasifikasi <em>equal interval</em> pada ArcGIS 10.3. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah penelitian terbagi ke dalam lima kelas kerawanan, yaitu sangat rendah (6,10%), rendah (33,48%), sedang (39,31%), tinggi (17,76%), dan sangat tinggi (3,35%) dengan pola spasial yang bervariasi antar kecamatan. Sebagian besar wilayah berada pada kategori rendah hingga sedang, sementara tingkat kerawanan tinggi terutama ditemukan pada kawasan pertanian lahan basah dan lahan kering yang memiliki tekanan penggunaan air yang besar. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan geospasial berbasis <em>weighted overlay</em> efektif untuk menggambarkan distribusi kerawanan kekeringan dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan pengelolaan sumber daya air, mitigasi risiko, dan penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Gowa.</p>Nurul Ilmi RasjustiNasiah BadwiWangi Suci Ananda
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-032026-02-036257958910.51878/cendekia.v6i2.9105ENGLISH LANGUAGE BARRIERS IN TOURISM COMMUNICATION AT SOMI BEACH
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9115
<p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>Tourism communication constitutes a strategic element in shaping service quality, tourist experiences, and destination sustainability, particularly in emerging tourism areas. Somi Beach in Nias, Indonesia, possesses significant natural and cultural potential; however, its development continues to be constrained by limitations in English communication skills among local tourism actors. This study aims to examine the forms, causes, and impacts of English language barriers in tourism communication, as well as to identify the adaptive strategies employed by local tourism actors in their interactions with international visitors. The study adopts a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews with local tour guides, homestay owners, food vendors, and tourism managers, complemented by direct field observations of service interactions. The findings indicate that English language barriers primarily occur at the level of functional communication, including difficulties in explaining tourist attractions, providing service information, responding to visitor inquiries, and engaging in intercultural interaction. These barriers are influenced by limited formal English education, insufficient tourism-specific English training, low frequency of English use, and a lack of confidence in oral communication. The impacts are reflected in reduced service effectiveness, the occurrence of misunderstandings, decreased tourist satisfaction, and missed opportunities for destination promotion. Despite these challenges, local tourism actors employ adaptive communication strategies, such as the use of basic English expressions, non-verbal communication, translation applications, and peer assistance. This study underscores the importance of developing context-based English language capacity as part of human resource strengthening to support sustainable tourism growth in emerging coastal destinations.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Komunikasi pariwisata merupakan elemen strategis dalam membangun kualitas layanan, pengalaman wisatawan, dan keberlanjutan destinasi, khususnya pada kawasan wisata yang sedang berkembang. Pantai Somi di Nias, Indonesia, memiliki potensi alam dan budaya yang besar, namun pengembangannya masih menghadapi kendala pada aspek komunikasi bahasa Inggris di kalangan pelaku pariwisata lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk, penyebab, dan dampak hambatan bahasa Inggris dalam komunikasi pariwisata, serta mengidentifikasi strategi adaptif yang digunakan oleh pelaku pariwisata lokal dalam berinteraksi dengan wisatawan internasional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap pemandu wisata, pemilik homestay, penjual makanan, dan pengelola pariwisata, serta observasi langsung terhadap interaksi layanan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan bahasa Inggris terutama muncul pada komunikasi fungsional, seperti menjelaskan daya tarik wisata, menyampaikan informasi layanan, menanggapi pertanyaan pengunjung, dan melakukan interaksi lintas budaya. Hambatan tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan pendidikan formal bahasa Inggris, minimnya pelatihan bahasa Inggris pariwisata, rendahnya intensitas penggunaan bahasa Inggris, serta kurangnya kepercayaan diri dalam komunikasi lisan. Dampaknya terlihat pada menurunnya efektivitas layanan, munculnya kesalahpahaman, berkurangnya kepuasan wisatawan, dan terbatasnya peluang promosi destinasi. Meskipun demikian, pelaku pariwisata lokal mengembangkan strategi komunikasi adaptif melalui penggunaan ungkapan dasar bahasa Inggris, bahasa nonverbal, aplikasi terjemahan, dan bantuan sesama. Studi ini menegaskan pentingnya pengembangan kapasitas bahasa Inggris berbasis konteks lokal sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia untuk mendukung pertumbuhan pariwisata berkelanjutan di destinasi pesisir yang sedang berkembang.</p>Daniel Setiawan ZamasiAfore Tahir HarefaMaria Putri Cantika HiaFitri Waruwu
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-032026-02-036259059910.51878/cendekia.v6i2.9115TOURISM PROMOTION BROCHURE ON RECREATIONAL DESTINATION (LINGUISTICS PERSPECTIVE)
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9117
<p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>This study is motivated by the limited effectiveness of tourism promotional media at 101 Nusa Lima Beach in representing destination potential as well as sustainable tourism values. This study aims to develop a tourism promotion brochure that has high communicative effectiveness while supporting the strengthening of sustainability-oriented local tourism development. A Research and Development (R&D) approach adapted from Borg and Gall was used with the stages of needs analysis, planning and design, initial product development, expert validation, revision, and final product presentation. Data collection was conducted through field observation, interviews with tourism stakeholders and visitors, and documentation to identify tourism potential, visitor information needs, and promotional constraints encountered. The brochure was developed by emphasizing clarity of information regarding tourist attractions, facilities, accessibility, and operating hours, as well as using persuasive language and visual elements that support destination image formation. The expert validation process involving academics and tourism practitioners was carried out to assess content feasibility, accuracy of language use, and media design quality. The results of the study show that the brochure produced was declared valid and feasible to be used as a promotional medium after a number of minor revisions.The final product integrates sustainable tourism messages that are aligned with the Sustainable Development Goals (SDGs) with the aim of increasing destination visibility, strengthening promotional communication, and supporting sustainable local tourism development. These findings affirm that the development of promotional media based on linguistic studies and sustainability can function as an effective communication strategy for emerging coastal destinations.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan efektivitas media promosi pariwisata di Pantai 101 Nusa Lima dalam merepresentasikan potensi destinasi serta nilai-nilai pariwisata berkelanjutan. Studi ini bertujuan mengembangkan brosur promosi pariwisata yang memiliki daya komunikatif tinggi sekaligus mendukung penguatan pariwisata lokal yang berorientasi pada keberlanjutan. Pendekatan Research and Development (R&D) yang diadaptasi dari Borg dan Gall digunakan dengan tahapan analisis kebutuhan, perencanaan dan perancangan, pengembangan produk awal, validasi ahli, revisi, dan penyajian produk akhir. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pemangku kepentingan pariwisata dan pengunjung, serta dokumentasi untuk mengidentifikasi potensi wisata, kebutuhan informasi wisatawan, dan kendala promosi yang dihadapi. Brosur dikembangkan dengan menitikberatkan kejelasan informasi mengenai daya tarik wisata, fasilitas, aksesibilitas, dan jam operasional, serta menggunakan bahasa persuasif dan elemen visual yang mendukung pembentukan citra destinasi. Proses validasi ahli yang melibatkan akademisi dan praktisi pariwisata digunakan untuk menilai kelayakan konten, ketepatan penggunaan bahasa, serta kualitas desain media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brosur yang dihasilkan dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai media promosi setelah dilakukan sejumlah penyempurnaan minor. Produk akhir mengintegrasikan pesan-pesan pariwisata berkelanjutan yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dengan tujuan meningkatkan visibilitas destinasi, memperkuat komunikasi promosi, serta mendukung pengembangan pariwisata lokal secara berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan media promosi berbasis kajian linguistik dan keberlanjutan dapat berfungsi sebagai strategi komunikasi yang efektif bagi destinasi pesisir yang sedang berkembang.</p>Afore Tahir HarefaNurul Hikmah GiawaDwi Putri Juwita ZebuaErna Zamasi
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-032026-02-036260061010.51878/cendekia.v6i2.9117PENGGUNAAN BAHAN ALAMI DALAM UPACARA JAMASAN PUSAKA DI PUNCAK SUROLOYO, KULON PROGO
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8858
<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The <em>jamasan</em> ceremony is a Javanese cultural practice that persists. In practice, the <em>jamasan</em> ceremony is associated with the use of materials sourced from the surrounding environment. However, scientific studies specifically addressing the use of natural materials in the <em>jamasan</em> ceremony remain very limited, particularly those examining the types of materials, their contents, and application procedures. This study aims to explore the use of natural materials in the <em>jamasan</em> of the Kyai Manggolo Murti and Songsong Makutha Dewa at <em>Puncak</em> Suroloyo, Kulon Progo. The study employed a qualitative case study approach. The research stages include a preliminary survey (pre-survey), data collection, data analysis, and report preparation. Data were collected through participatory observation, interviews with caregivers and community members involved in the ritual, and documentation of the jamasan ceremony. The research was conducted at the <em>jamasan</em> location, namely Padukuhan Keceme, Garbosari, Samigaluh, Kulon Progo, DIY, on June 26–27, 2025. Data analysis was conducted descriptively and qualitatively through data reduction, data presentation, and concluding. The results of the study showed that the natural materials used in the jamasan of heirlooms include kawul bamboo rope (Gigantochloa apus), lime (Citrus aurantiifolia), noni fruit (Morinda citrifolia L.), green coconut water (Cocos nucifera var. viridis), and Sendang Kawidodaren water sprinkled with kantil, jasmine, rose, and cananga flowers. Each material has a specific function determined by its natural chemical composition. The application is carried out in accordance with the condition of the heirloom. The conclusion of this study is that the use of natural materials in <em>jamasan</em> at Puncak Suroloyo constitutes part of a spiritual ritual and represents traditional conservation practices.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Upacara jamasan pusaka merupakan salah satu praktik budaya Jawa yang masih bertahan hingga saat ini. Secara praktis, jamasan pusaka identik dengan penggunaan bahan-bahan yang berasal dari lingkungan sekitar. Namun, kajian ilmiah yang secara khusus membahas penggunaan bahan alami dalam upacara jamasan pusaka masih sangat terbatas. Terutama pengkajian tentang jenis bahan, kandungan, dan tata cara pengaplikasiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan bahan alami dalam upacara jamasan pusaka Tombak Kyai Manggolo Murti dan Songsong Makutha Dewa di Puncak Suroloyo, Kulon Progo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Tahapan penelitian meliputi studi pendahuluan (pra-survei), pengumpulan data, analisis data, dan penyusunan laporan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara dengan juru kunci dan masyarakat yang terlibat dalam ritual, serta dokumentasi pelaksanaan upacara jamasan. Penelitian dilakukan di lokasi jamasan yaitu Padukuhan Keceme, Garbosari, Samigaluh, Kulon Progo, DIY pada 26–27 Juni 2025. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan alami yang digunakan dalam jamasan pusaka meliputi kawul bambu tali (Gigantochloa apus), jeruk nipis (Citrus aurantiifolia), buah mengkudu (Morinda citrifolia L.), air kelapa hijau (Cocos nucifera var. viridis), serta air Sendang Kawidodaren yang ditaburi bunga kantil, melati, mawar, dan kenanga. Setiap bahan memiliki fungsi spesifik berdasarkan kandungan kimia alaminya. Pengaplikasiannya dilakukan sesuai kondisi bilah pusaka. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan bahan alami dalam jamasan pusaka di Puncak Suroloyo berfungsi sebagai bagian dari ritual spiritual dan representasi praktik konservasi tradisional.</p>Tambak Sihno PurwantoYohana Ari Ratnaningtyas
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-032026-02-036261162110.51878/cendekia.v6i2.8858PERAN GIZI SEIMBANG DALAM MENCEGAH MASALAH KESEHATAN DAN MENINGKATKAN IMUNITAS ANAK USIA DINI
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8856
<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Balanced nutrition plays an important role in supporting the health and immune system of early childhood. This period is a critical stage of growth and development that requires adequate and balanced nutrient intake. This article aims to examine the role of balanced nutrition in preventing health problems and improving immunity in early childhood. The study uses a literature review method by analyzing relevant national and international journals, books, and reports from health institutions. The results indicate that balanced nutrition, including carbohydrates, proteins, fats, vitamins, minerals, and water, helps strengthen the immune system, reduce the risk of infectious diseases, and prevent nutritional problems such as stunting, wasting, and obesity. In addition, parents and educators play a key role in establishing healthy eating habits from an early age. Therefore, the consistent application of balanced nutrition is an effective preventive strategy to maintain health and support optimal growth and development in early childhood.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Gizi seimbang memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini, khususnya dalam mencegah berbagai masalah kesehatan serta meningkatkan sistem imunitas tubuh. Masa anak usia dini merupakan periode emas (golden age) yang membutuhkan asupan zat gizi yang cukup, seimbang, dan berkualitas agar fungsi tubuh berkembang secara optimal. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran gizi seimbang dalam pencegahan masalah kesehatan dan peningkatan imunitas pada anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah, seperti jurnal nasional dan internasional, buku teks, serta laporan lembaga kesehatan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemenuhan gizi seimbang yang meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air berkontribusi signifikan terhadap daya tahan tubuh anak, menurunkan risiko penyakit infeksi, serta mencegah gangguan gizi seperti stunting, wasting, dan obesitas. Selain itu, peran orang tua dan pendidik sangat menentukan dalam pembiasaan pola makan sehat sejak dini. Dengan demikian, penerapan gizi seimbang secara konsisten dapat menjadi strategi preventif yang efektif untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas anak usia dini, sehingga mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.</p>Gandhes Sembodro BudyNur Hidayah
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-032026-02-036262263110.51878/cendekia.v6i2.8856EKONOMI MIKRO SYARIAH DAN MORALITAS PASAR: STUDI LITERATUR TENTANG ETIKA PRODUKSI DAN KONSUMSI DALAM ISLAM
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8960
<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The development of modern economics, which emphasizes free market mechanisms, tends to prioritize efficiency and profit maximization while often neglecting moral and ethical dimensions. This condition has led to various issues, including exploitation of production factors, excessive consumption, income inequality, and the erosion of social justice. Islamic microeconomics emerges as an alternative paradigm that integrates economic rationality with Islamic moral and spiritual values. This study aims to analyze market morality from the perspective of Islamic microeconomics, focusing on production and consumption ethics and the integration of moral values into market mechanisms. This study employs a qualitative approach using a narrative literature review method. Data were collected from accredited national journals, reputable international journals, and classical as well as contemporary Islamic economics books relevant to market morality, production ethics, and consumption ethics. The data were analyzed using a thematic approach to identify conceptual and normative patterns within the selected literature. The findings indicate that, in Islamic microeconomics, the market functions not only as a mechanism for exchanging goods and services but also as a moral institution grounded in justice, honesty, transparency, and public welfare. Production ethics emphasize product permissibility (halal), fairness in the use of production factors, and social and environmental responsibility. Meanwhile, consumption ethics are guided by the principles of moderation (wasathiyah), the prohibition of extravagance and wastefulness, and an orientation toward achieving mashlahah and falah rather than mere material utility. The integration of moral values into market mechanisms enables Islamic microeconomics to promote markets that are both efficient and socially just and sustainable.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perkembangan ekonomi modern yang berorientasi pada mekanisme pasar bebas cenderung menempatkan efisiensi dan maksimalisasi keuntungan sebagai tujuan utama aktivitas ekonomi, sering kali dengan mengesampingkan dimensi moral dan etika. Kondisi ini memunculkan berbagai permasalahan seperti eksploitasi faktor produksi, konsumsi berlebihan, ketimpangan distribusi pendapatan, serta melemahnya nilai keadilan sosial. Ekonomi mikro syariah hadir sebagai alternatif konseptual yang mengintegrasikan rasionalitas ekonomi dengan nilai-nilai moral dan spiritual Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis moralitas pasar dalam perspektif ekonomi mikro syariah, dengan fokus pada etika produksi dan konsumsi serta integrasi nilai moral dalam mekanisme pasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengandalkan metode <em>Narrative Literature Review</em> sebagai teknik pengumpulan data. Data penelitian bersumber dari jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional bereputasi, serta buku-buku klasik dan kontemporer ekonomi Islam yang relevan dengan tema moralitas pasar, etika produksi, dan etika konsumsi. Analisis data dilakukan melalui pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola konseptual dan normatif dalam literatur yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ekonomi mikro syariah, pasar tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pertukaran barang dan jasa, tetapi juga sebagai institusi moral yang berlandaskan nilai keadilan, kejujuran, transparansi, dan kemaslahatan. Etika produksi menekankan kehalalan produk, keadilan dalam penggunaan faktor produksi, serta tanggung jawab sosial dan lingkungan. Sementara itu, etika konsumsi diarahkan pada prinsip kesederhanaan (<em>wasathiyah</em>), larangan <em>isra</em>f dan <em>tabdzir</em>, serta orientasi pada pencapaian mashlahah dan falah, bukan sekadar utilitas material. Integrasi nilai moral dalam mekanisme pasar menjadikan ekonomi mikro syariah mampu membentuk pasar yang efisien sekaligus berkeadilan dan berkelanjutan.</p>Ristiyanti Ahmadul MaruntaTenri BayangSutriani SutrianiFatmawati FatmawatiAkbar AkbarAhmad Irfan Rivaldi
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-032026-02-036263264210.51878/cendekia.v6i2.8960ANALISIS UNSUR-UNSUR MANAJEMEN PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM PADA ERA RASULULLAH SAW
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9159
<p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>Human resource management and community development in modern managerial practices tend to prioritize efficiency and economic performance, often neglecting ethical, social, and spiritual dimensions. This condition highlights the need for alternative management models that are more holistic and value-based. This study aims to analyze the elements of Islamic community development management during the era of Prophet Muhammad (peace be upon him) by integrating modern management functions with Islamic values. The research adopts a qualitative approach using a <em>systematic literature review</em> (SLR) method, examining credible primary and secondary sources published between 2017 and 2025. The analysis focuses on key aspects, including funding mechanisms, organizational performance and human resources, human resource management, infrastructure development, community development methods, and market systems. The findings reveal that community development practices during the Prophet’s era were integrated, participatory, and value-driven, emphasizing trustworthiness (<em>amanah</em>), justice, consultation (<em>shura</em>), and exemplary leadership. This study concludes that the community development model implemented by Prophet Muhammad (peace be upon him) remains highly relevant and applicable as a conceptual and practical reference for ethical, equitable, and sustainable Islamic community development in the contemporary context.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pengelolaan sumber daya manusia dan pengembangan masyarakat dalam praktik manajemen modern cenderung berorientasi pada efisiensi dan kinerja ekonomi, sehingga sering mengabaikan dimensi etika, sosial, dan spiritual. Kondisi ini mendorong perlunya model manajemen alternatif yang lebih holistik dan berbasis nilai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur-unsur manajemen pengembangan masyarakat Islam pada masa Rasulullah SAW dengan mengintegrasikan kerangka fungsi manajemen modern dan nilai-nilai Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode <em>systematic literature review</em> (SLR) terhadap literatur primer dan sekunder yang relevan dan kredibel dalam rentang tahun 2017–2025. Analisis difokuskan pada aspek pendanaan, kinerja organisasi dan sumber daya manusia, manajemen SDM, sarana dan prasarana, metode pengembangan masyarakat, serta sistem pasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik pengembangan masyarakat pada masa Rasulullah SAW bersifat terpadu, partisipatif, dan berbasis nilai, dengan penekanan pada amanah, keadilan, musyawarah, dan keteladanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pengembangan masyarakat Rasulullah SAW memiliki relevansi dan daya aplikatif sebagai rujukan konseptual dan praktis bagi pembangunan masyarakat Islam modern yang etis, berkeadilan, dan berkelanjutan.</p>Lisna DamayantiEdith Indah LestariNur Eka AleksaDevi Siti FatimahVendya Shifa AzzahraTazkiyatul BilqisGaluh Cahya RamadaniNurul Hidayati
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-032026-02-036264365410.51878/cendekia.v6i2.9159PERAN DUKUNGAN SOSIAL DIGITAL MELALUI MEDIA SOSIAL TERHADAP KESEHATAN MENTAL MAHASISWA GENERASI Z
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8709
<p>The rapid development of social media has given rise to digital social support, which is increasingly utilized by Generation Z as active users of online platforms. This study examines the effect of digital social support on the mental health of Generation Z by adopting the digital social support theory proposed by Nick et al. (2018) and the three-dimensional mental health framework by Keyes (2002). A non-experimental quantitative approach with a correlational design was employed, in which primary data were collected through the Online Social Support Scale (OSSS) and the Mental Health Continuum–Short Form (MHC-SF) questionnaires distributed online to 150 Generation Z university students in the Greater Jakarta area. The analysis included descriptive statistics, classical assumption tests, and simple linear regression, revealing a positive and significant effect of digital social support on mental health (R = 0.483; p < 0.001) with a contribution of 23.3%. These findings indicate that higher levels of digital social support are associated with better mental health quality, thereby confirming the crucial role of social media as a source of emotional, social, and psychological well-being for Generation Z students.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perkembangan pesat media sosial telah memunculkan dukungan sosial digital yang semakin dimanfaatkan oleh generasi Z sebagai pengguna aktif platform daring. Penelitian ini menguji pengaruh dukungan sosial digital terhadap kesehatan mental generasi Z, dengan mengadopsi teori dukungan sosial digital dari Nick et al. (2018) serta kerangka kesehatan mental tiga dimensi menurut Keyes (2002). Pendekatan kuantitatif non-eksperimental berbasis desain korelasional diterapkan, di mana data primer dikumpulkan melalui kuesioner Online Social Support Scale (OSSS) dan Mental Health Continuum–Short Form (MHC-SF) yang disebar secara online kepada 150 mahasiswa generasi Z di Jabodetabek. Analisis mencakup uji deskriptif, asumsi klasik, serta regresi linear sederhana, yang mengungkap pengaruh positif dan signifikan dukungan sosial digital terhadap kesehatan mental (R = 0,483; p < 0,001) dengan kontribusi 23,3%. Temuan ini mengindikasikan bahwa tingginya dukungan sosial digital yang diperoleh individu berkorelasi dengan peningkatan kualitas kesehatan mental, sehingga menegaskan peran krusial media sosial sebagai sumber kesejahteraan emosional, sosial, dan psikologis bagi mahasiswa generasi Z.</p>Fransisca HuangRostiana Rostiana
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-042026-02-046265566210.51878/cendekia.v6i2.8709PERAN SENSE OF BELONGING TERHADAP MOTIVASI BERPARTISIPASI DALAM KEGIATAN KOMUNITAS K-POP
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8801
<p>The phenomenon of participation in K-pop fan communities in Indonesia indicates that individual involvement is not only driven by entertainment interests but also by psychological needs, particularly a sense of belonging. This study aims to analyze the role of sense of belonging in motivating members to participate in K-pop fan communities in the Greater Jakarta area. The study employed a quantitative approach with a correlational design. A total of 200 active members of K-pop fan communities aged 18–30 years were selected using purposive sampling. Data were collected online using two instruments, namely the Sense of Belonging Instrument (SOBI) and the Participation Motivation Questionnaire (PMQ). The data were analyzed using Pearson correlation and simple linear regression. The results showed a positive and significant relationship between sense of belonging and participation motivation (r = .741; p < .05). Furthermore, sense of belonging contributed 54.9% to participation motivation (R² = .549). These findings indicate that the higher the sense of belonging experienced by community members, the stronger their motivation to engage in various community activities. This study highlights the importance of psychological factors in shaping social engagement within fan communities in the digital era.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Fenomena partisipasi dalam komunitas penggemar K-pop di Indonesia menunjukkan bahwa keterlibatan individu tidak hanya didorong oleh ketertarikan terhadap hiburan, tetapi juga oleh kebutuhan psikologis, khususnya sense of belonging. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sense of belonging terhadap motivasi berpartisipasi anggota dalam komunitas penggemar K-pop di wilayah Jabodetabek. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan berjumlah 200 orang anggota aktif komunitas K-pop berusia 18–30 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan dua instrumen, yaitu Sense of Belonging Instrument (SOBI) dan Participation Motivation Questionnaire (PMQ). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linier sederhana. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara sense of belonging dan motivasi partisipasi (r = .741; p < .05). Selain itu, sense of belonging memberikan kontribusi sebesar 54,9% terhadap motivasi partisipasi (R² = .549). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi rasa memiliki yang dirasakan anggota komunitas, semakin tinggi pula dorongan mereka untuk terlibat dalam berbagai aktivitas komunitas. Penelitian ini menegaskan pentingnya aspek psikologis dalam membentuk keterlibatan sosial dalam komunitas penggemar di era digital.</p>Nazwa Rahma AuliaSri Tiatri
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-042026-02-046266367010.51878/cendekia.v6i2.8801PENGARUH PENGAWASAN PIMPINAN, KOMPENSASI FINANSIAL DAN KNOWLEDGE MANAGEMENT TERHADAP KEDISIPLINAN KERJA PEGAWAI PADA KANTOR KECAMATAN KRUENG SABEE KABUPATEN ACEH JAYA
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9131
<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Employee work discipline is one of the important factors in supporting the effectiveness and improvement of performance in government organizations. Various factors are assumed to influence the level of employee discipline, including leadership supervision, financial compensation, and the implementation of knowledge management that has not been optimally carried out. This study aims to analyze the effect of leadership supervision, financial compensation, and knowledge management, both simultaneously and partially, on employee work discipline at the Krueng Sabee Sub-District Office, Aceh Jaya Regency. This research employed a quantitative approach using a survey method. Data were collected through questionnaires and documentation studies, with the research subjects consisting of all employees of the Krueng Sabee Sub-District Office totaling 32 respondents. Data analysis was conducted using multiple linear regression to examine the relationships and effects among the research variables. The results indicate that leadership supervision, financial compensation, and knowledge management simultaneously have a positive and significant effect on employee work discipline. Partially, each independent variable also shows a positive and significant effect, with knowledge management identified as the most dominant variable influencing employee work discipline. The coefficient of determination reveals that most of the variation in employee work discipline can be explained by these three variables, while the remaining variation is influenced by other factors outside the research model. The findings conclude that improving employee work discipline can be achieved through strengthening leadership supervision, providing adequate financial compensation, and implementing effective and sustainable knowledge management.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kedisiplinan kerja pegawai merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung efektivitas dan peningkatan kinerja organisasi pemerintahan. Berbagai faktor diduga memengaruhi tingkat kedisiplinan pegawai, di antaranya pengawasan pimpinan, kompensasi finansial, dan penerapan <em>knowledge management</em> yang belum berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengawasan pimpinan, kompensasi finansial, dan <em>knowledge management</em> baik secara simultan maupun parsial terhadap kedisiplinan kerja pegawai pada Kantor Camat Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan studi dokumentasi, dengan objek penelitian seluruh pegawai Kantor Camat Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya yang berjumlah 32 responden. Analisis data dilakukan menggunakan metode regresi linier berganda untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan pengawasan pimpinan, kompensasi finansial, dan <em>knowledge management</em> berpengaruh positif dan signifikan terhadap kedisiplinan kerja pegawai. Secara parsial, masing-masing variabel independen juga memiliki pengaruh positif dan signifikan, dengan <em>knowledge management</em> sebagai variabel yang paling dominan dalam memengaruhi kedisiplinan kerja pegawai. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa sebagian besar variasi kedisiplinan kerja pegawai dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kedisiplinan kerja pegawai dapat dicapai melalui penguatan pengawasan pimpinan, pemberian kompensasi finansial yang memadai, serta penerapan <em>knowledge management</em> yang efektif dan berkelanjutan.</p>Filia HanumSamsul IkhbarJuwita JuwitaFitriliana FitrilianaPutri MaulizaHeri Saputra
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-042026-02-046267167910.51878/cendekia.v6i2.9131PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS PASCA AKREDITASI DI KABUPATEN TANGGAMUS PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2024
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9303
<p>Service quality is a critical component in healthcare delivery, particularly in ensuring patient safety, service effectiveness, and community satisfaction. Quality management principles, initially developed in the industrial sector, have been widely adopted in healthcare systems through mechanisms such as quality assurance, Total Quality Management (TQM), and accreditation of healthcare facilities, including Community Health Centers (Puskesmas). However, evidence from Tanggamus Regency suggests that despite full accreditation status across all Puskesmas, post-accreditation quality improvement has not been optimally sustained. Persistent challenges include limited human resources, inadequate infrastructure and funding, weak institutionalization of quality culture, and an overemphasis on administrative compliance rather than continuous service improvement. This study aims to assess post-accreditation service quality in Puskesmas and to formulate context-based strategies for sustainable quality enhancement. A mixed methods approach was employed by integrating quantitative and qualitative analyses. Quantitative data were analyzed using the <em>SERVQUAL</em> model to identify gaps between community expectations and perceived service performance, while qualitative data were collected through in-depth interviews and document review. The findings reveal that all service quality dimensions exhibit negative gap scores, with an overall average of -0.67, indicating that service performance has not yet met community expectations. The <em>Empathy</em> dimension demonstrated the largest gap (-0.95), highlighting insufficient personal attention from healthcare providers, whereas the Assurance dimension recorded the smallest gap (-0.30), reflecting relatively higher public trust. These results underscore the need for continuous quality improvement strategies, including strengthening health workers’ competencies and communication skills, upgrading service facilities, ensuring consistent implementation of standard operating procedures, and reinforcing systematic monitoring and evaluation mechanisms.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Mutu pelayanan kesehatan merupakan aspek fundamental dalam penyelenggaraan layanan publik yang berorientasi pada keselamatan pasien dan kepuasan masyarakat. Konsep mutu yang berasal dari sektor industri telah diadaptasi ke dalam sistem pelayanan kesehatan melalui berbagai pendekatan, seperti penjaminan mutu, <em>Total Quality Management</em> (TQM), dan akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Meskipun seluruh Puskesmas di Kabupaten Tanggamus telah memperoleh status akreditasi, implementasi peningkatan mutu pasca akreditasi belum menunjukkan hasil yang optimal. Berbagai kendala masih dijumpai, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, sarana prasarana yang belum memadai, keterbatasan anggaran, lemahnya internalisasi budaya mutu, serta kecenderungan pelaksanaan akreditasi yang berorientasi administratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu pelayanan Puskesmas pasca akreditasi serta merumuskan strategi peningkatan mutu yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods) dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengukuran mutu pelayanan dilakukan secara kuantitatif menggunakan model <em>SERVQUAL</em> untuk menganalisis kesenjangan antara harapan dan persepsi masyarakat, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi mutu pelayanan masih berada pada gap negatif dengan nilai rata-rata sebesar -0,67, yang menandakan bahwa pelayanan belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi masyarakat. Dimensi <em>Empathy</em> menunjukkan kesenjangan terbesar (-0,95), sementara dimensi Assurance memiliki gap terkecil (-0,30). Temuan ini menegaskan perlunya strategi peningkatan mutu yang berkelanjutan melalui penguatan kompetensi dan komunikasi petugas, perbaikan fasilitas layanan, konsistensi penerapan standar operasional prosedur, serta penguatan sistem monitoring dan evaluasi mutu pelayanan.</p>Yekti MulyaniM. Subuh
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-042026-02-046268069110.51878/cendekia.v6i2.9303KORELASI NORMALIZED DIFFERENCE VEGETATION INDEX (NDVI) DAN TUTUPAN KANOPI PADA EKOSISTEM MANGROVE DI TELUK KENDARI
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9045
<p>Mangrove ecosystems play a crucial role in maintaining coastal environmental stability, requiring accurate spatial information on their distribution, density, and canopy cover conditions. This study aims to assess the extent and spatial distribution of mangrove ecosystems, vegetation density levels, canopy cover conditions, and the relationship between Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) values and mangrove canopy cover percentages in the coastal area of Kendari City. Mangrove distribution and density were analyzed using Sentinel-2A imagery through the NDVI approach, while canopy cover was measured using the <em>Hemispherical Photography</em> method processed with ImageJ software. Satellite imagery was obtained from the Copernicus platform, and a total of 33 sampling stations or plots were determined based on mangrove density classification criteria. The results indicate that the total mangrove area along the coast of Kendari City is approximately 275.67 hectares, distributed across eight sub-districts. NDVI analysis classified mangrove vegetation into three density categories: low density covering 30.69 ha, medium density covering 68.28 ha, and high density covering 176.70 ha. Mangrove canopy cover varied in accordance with vegetation density, ranging from 16.56% to a maximum of 88.08%. Correlation analysis revealed a very strong relationship between NDVI values and canopy cover percentage, with a correlation coefficient (r) of 0.93. These findings demonstrate that Sentinel-2A-derived NDVI is a reliable indicator for estimating mangrove canopy cover conditions in coastal environments.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi pesisir, sehingga diperlukan informasi spasial yang akurat terkait sebaran, kerapatan, dan kondisi tutupan tajuknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis luas dan distribusi ekosistem mangrove, tingkat kerapatan vegetasi, kondisi tutupan kanopi, serta hubungan antara nilai Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan persentase tutupan tajuk mangrove di wilayah pesisir Kota Kendari. Analisis kerapatan dan sebaran mangrove dilakukan menggunakan citra Sentinel-2A melalui pendekatan NDVI, sedangkan tutupan kanopi dianalisis menggunakan metode <em>Hemispherical Photography</em> yang diolah dengan perangkat lunak ImageJ. Data citra diperoleh dari laman Copernicus, kemudian ditentukan sebanyak 33 stasiun atau plot sampel berdasarkan klasifikasi tingkat kerapatan mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total luasan mangrove di pesisir Kota Kendari mencapai sekitar 275,67 hektar yang tersebar di delapan kecamatan. Berdasarkan nilai NDVI, ekosistem mangrove diklasifikasikan ke dalam tiga tingkat kerapatan, yaitu kerapatan rendah seluas 30,69 ha, kerapatan sedang 68,28 ha, dan kerapatan tinggi 176,70 ha. Persentase tutupan tajuk mangrove bervariasi mengikuti tingkat kerapatan vegetasi, dengan nilai tertinggi sebesar 88,08% dan terendah 16,56%. Analisis korelasi menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara nilai NDVI dan persentase tutupan kanopi dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,93. Temuan ini menegaskan bahwa NDVI citra Sentinel-2A dapat digunakan secara efektif untuk menduga kondisi tutupan kanopi mangrove di wilayah pesisir.</p>Boi HermanSawaludin SawaludinTahir TahirArif Nur AlfiyanAlfirman Alfirman
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-042026-02-046269270210.51878/cendekia.v6i2.9045PERBANDINGAN MODEL BINOMIAL DAN BLACK-SCHOLES TERHADAP PENENTUAN HARGA OPSI PUT DAN CALL TIPE BARRIER (STUDI KASUS DATA SAHAM PT GUDANG GARAM)
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9306
<p>This study aims to compare the pricing of <em>barrier</em> <em>call</em> and <em>put</em> options using the Binomial model and the <em>Black–Scholes</em> model, with PT Gudang Garam Tbk (GGRM) stock as a case study. <em>Barrier options</em> are classified as exotic options with <em>path-dependent</em> characteristics, where the option’s validity depends on whether the underlying asset price reaches a specified <em>barrier</em> level during the contract period. The data consist of daily closing prices of GGRM stock obtained from Yahoo Finance. The analysis includes calculating <em>log returns</em>, estimating annual volatility, and testing data normality using the Shapiro–Wilk test. Option prices are then com<em>put</em>ed using both models based on the estimated parameters. The results indicate notable differences in option values produced by the two models, particularly for options near the <em>barrier</em> level. The Binomial model demonstrates greater flexibility in explicitly handling <em>barrier</em> conditions, while the <em>Black–Scholes</em> model provides efficient estimates under ideal market assumptions. Therefore, the choice of option pricing model should consider the characteristics of the option contract and the required level of accuracy.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penentuan harga opsi <em>barrier</em> tipe <em>call</em> dan <em>put</em> menggunakan model Binomial dan model <em>Black–Scholes</em> dengan studi kasus saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Opsi <em>barrier</em> merupakan jenis opsi eksotik yang bersifat <em>path-dependent</em>, di mana keberlakuan kontrak dipengaruhi oleh tercapainya tingkat harga tertentu selama masa hidup opsi. Data yang digunakan berupa harga penutupan harian saham GGRM yang diperoleh dari Yahoo Finance. Tahapan analisis meliputi perhitungan <em>log return</em>, estimasi volatilitas tahunan, serta pengujian kenormalan data menggunakan uji Shapiro–Wilk. Selanjutnya, harga opsi dihitung menggunakan model <em>Black–Scholes</em> dan model Binomial berdasarkan parameter yang telah diestimasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai opsi yang dihasilkan oleh kedua model, terutama pada opsi yang berada di sekitar tingkat <em>barrier</em>. Model Binomial menunjukkan fleksibilitas yang lebih baik dalam menangani kondisi <em>barrier</em> secara eksplisit, sedangkan model <em>Black–Scholes</em> memberikan estimasi yang efisien dengan asumsi pasar ideal. Dengan demikian, pemilihan model penentuan harga opsi perlu disesuaikan dengan karakteristik instrumen dan tingkat presisi yang dibutuhkan.</p>Nurlaila Zaid
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-042026-02-046270371210.51878/cendekia.v6i2.9306ANALISIS EFEKTIVITAS STRATEGI PEMASARAN CANVASSING DAN CONTACTING PADA PT VICTORY INTERNASIONAL FUTURES CIPUTRA WORLD
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8536
<p>This study aims to analyze the implementation of <em>canvassing</em> and <em>contacting</em> marketing strategies by marketing personnel at PT Victory International Futures Ciputra World and to assess their effectiveness in achieving company targets. This research employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through direct observation and in-depth interviews with two key informants who have extensive experience in marketing activities. The collected data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the <em>canvassing</em> strategy is effective in building direct relationships with potential customers, creating trust, and strengthening personal engagement, with a success rate of approximately 75%. Meanwhile, the <em>contacting</em> strategy is considered more efficient in reaching prospective customers through remote communication using mobile phones and digital media. Both strategies complement each other, where <em>canvassing</em> functions as an initial stage to open marketing opportunities, while <em>contacting</em> strengthens ongoing relationships toward the closing process. Therefore, the integration of these two strategies is proven to enhance the company’s marketing effectiveness in a sustainable manner.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi pemasaran <em>canvassing</em> dan <em>contacting</em> oleh tenaga pemasaran di PT Victory International Futures Ciputra World serta menilai tingkat efektivitasnya dalam mencapai target perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap dua informan utama yang merupakan tenaga pemasaran berpengalaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi <em>canvassing</em> efektif dalam membangun hubungan langsung dengan calon nasabah, menciptakan kepercayaan, serta meningkatkan keterikatan personal dengan tingkat keberhasilan sekitar 75%. Sementara itu, strategi <em>contacting</em> dinilai lebih efisien untuk menjangkau calon nasabah melalui komunikasi jarak jauh menggunakan telepon seluler dan media digital. Kedua strategi tersebut saling melengkapi, di mana <em>canvassing</em> berfungsi sebagai tahap awal untuk membuka peluang, sedangkan <em>contacting</em> memperkuat hubungan lanjutan hingga menuju proses closing. Dengan demikian, integrasi kedua strategi ini terbukti mampu meningkatkan efektivitas pemasaran perusahaan secara berkelanjutan.</p>Putri Indah LestariSiti Aminah
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-062026-02-066271372010.51878/cendekia.v6i2.8536PERAN GAYA HIDUP SEHAT TERHADAP KESEHATAN MENTAL GENERASI Z
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9147
<p>A healthy lifestyle plays an important role in maintaining mental health, particularly among Generation Z university students who are active social media users. High intensity of social media use may influence daily behavioral patterns, including stress management, physical activity, and social interaction. This study aimed to examine the role of lifestyle in mental health among Generation Z students who use social media. A quantitative correlational design was employed in this study. The participants consisted of 150 Generation Z students aged 18–23 years who actively use social media. The instruments used were the <em>Health-Promoting Lifestyle Profile II</em> (HPLP-II) to measure lifestyle and the <em>Mental Health Continuum–Short Form</em> (MHC-SF) to measure mental health. Data were analyzed using correlation and regression analyses. The results indicated a very strong positive relationship between lifestyle and mental health. Regression analysis revealed that lifestyle significantly contributed to the variance in mental health, with stress management emerging as the most dominant predictor. These findings suggest that adopting a healthy lifestyle, particularly effective stress management, plays a crucial role in supporting the mental health of Generation Z students in the digital era. </p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Gaya hidup sehat merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam menjaga kesehatan mental, khususnya pada mahasiswa Generasi Z yang aktif menggunakan media sosial. Intensitas penggunaan media sosial yang tinggi berpotensi memengaruhi pola perilaku sehari-hari, termasuk manajemen stres, aktivitas fisik, dan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran gaya hidup terhadap kesehatan mental pada mahasiswa Generasi Z pengguna media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan berjumlah 150 mahasiswa Generasi Z berusia 18–23 tahun yang aktif menggunakan media sosial. Instrumen yang digunakan adalah <em>Health-Promoting Lifestyle Profile II</em> (HPLP-II) untuk mengukur gaya hidup dan <em>Mental Health Continuum–Short Form</em> (MHC-SF) untuk mengukur kesehatan mental. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat antara gaya hidup dan kesehatan mental. Analisis regresi menunjukkan bahwa gaya hidup secara signifikan berperan dalam menjelaskan variasi kesehatan mental mahasiswa, dengan dimensi manajemen stres sebagai prediktor yang paling dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan gaya hidup sehat, terutama dalam pengelolaan stres, berperan penting dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa Generasi Z di era digital.</p>Melinda Lian BudimanRostiana Rostiana
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-062026-02-066272172810.51878/cendekia.v6i2.9147STUDI PUSTAKA DALAM PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL DALAM PELAYANAN IBADAH MINGGU
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9189
<p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>The development of digital technology has significantly influenced church life, requiring churches to respond wisely without diminishing the theological essence of Christian worship. One form of adaptation is the use of digital media in Sunday worship services to support the proclamation of the Word of God and to extend the reach of church ministry. This study examines the use of digital media in Sunday worship services and its impact on worship practices and church life. Using a qualitative literature review approach, the analysis draws on theological and liturgical books, scholarly journals, articles, and church documents from the perspective of worship theology and the conceptual role of media in ecclesial practice. The findings indicate that digital media is employed in various aspects of Sunday worship, including presentation media for liturgy and praise, audiovisual support for sermons, live streaming of services, and tools for church communication and documentation. Overall, digital media enhances the orderliness of worship, facilitates congregational participation, improves focus and engagement, and expands ministry beyond physical space. However, challenges such as technological dependence, technical disruptions, and the risk of distraction may affect the reverence and theological meaning of worship. Therefore, churches are encouraged to manage digital media use in a planned and reflective manner grounded in the principles of worship theology.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perkembangan teknologi digital membawa perubahan signifikan dalam kehidupan bergereja, sehingga gereja dituntut untuk meresponsnya secara bijaksana tanpa menghilangkan esensi teologis ibadah Kristen. Salah satu bentuk adaptasi tersebut adalah pemanfaatan media digital dalam pelayanan ibadah Minggu sebagai sarana pendukung penyampaian firman Tuhan dan perluasan jangkauan pelayanan gereja. Penelitian ini bertujuan mengkaji pemanfaatan media digital dalam pelayanan ibadah Minggu serta dampaknya terhadap pelaksanaan ibadah dan kehidupan bergereja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Analisis dilakukan terhadap berbagai sumber tertulis yang relevan, meliputi buku teologi dan liturgi, jurnal ilmiah, artikel, serta dokumen gerejawi, dengan bertolak dari perspektif teologi ibadah dan pemahaman konseptual tentang fungsi media dalam praktik gerejawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital digunakan dalam berbagai bentuk pelayanan ibadah Minggu, seperti media presentasi untuk liturgi dan lagu pujian, media audiovisual sebagai pendukung khotbah, siaran langsung ibadah, serta sarana komunikasi dan dokumentasi gereja. Pemanfaatan media digital berkontribusi pada peningkatan keteraturan ibadah, memudahkan jemaat mengikuti liturgi, meningkatkan fokus dan partisipasi jemaat, serta memperluas jangkauan pelayanan gereja. Namun, ditemukan pula tantangan berupa ketergantungan teknologi, gangguan teknis, dan risiko distraksi yang dapat memengaruhi kekhusyukan serta makna teologis ibadah. Oleh karena itu, gereja perlu mengelola penggunaan media digital secara terencana dan reflektif berdasarkan prinsip-prinsip teologi ibadah.</p>Anggita PutriEliana Setyanti
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-062026-02-066272973810.51878/cendekia.v6i2.9189STRATEGI REKRUTMEN NASABAH UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PEMASARAN DI PT VICTORY INTERNATIONAL FUTURES
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9312
<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Dalam konteks pemasaran jasa keuangan, kinerja pemasaran tidak hanya ditentukan oleh peningkatan penjualan, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan dalam membangun kepercayaan dan hubungan jangka panjang dengan nasabah. Industri pialang berjangka di Indonesia memiliki karakteristik risiko tinggi dan tingkat persaingan yang ketat, sehingga menuntut strategi rekrutmen nasabah yang tidak semata berorientasi pada transaksi jangka pendek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi rekrutmen nasabah yang diterapkan oleh PT Victory International Futures serta kontribusinya terhadap peningkatan kinerja pemasaran perusahaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan tim pemasaran, observasi langsung terhadap aktivitas rekrutmen dan komunikasi pemasaran, serta dokumentasi pendukung. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi teknik, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi rekrutmen nasabah dilaksanakan secara terstruktur melalui tahapan pencarian calon nasabah, pendekatan awal, edukasi produk, <em>appointment,</em> dan <em>follow up</em> berkelanjutan. Pendekatan personal, transparansi informasi, serta pemanfaatan media sosial berperan penting dalam membangun kepercayaan dan meningkatkan minat calon nasabah. Strategi <em>follow up</em> yang konsisten juga memperkuat hubungan jangka panjang dan mendukung peningkatan jumlah nasabah aktif serta volume transaksi. Simpulan penelitian menegaskan bahwa strategi rekrutmen nasabah berbasis relationship marketing tidak hanya berdampak pada peningkatan kinerja pemasaran, tetapi juga memperkuat citra dan kepercayaan terhadap perusahaan pialang berjangka, sehingga menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pemasaran jasa keuangan.</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>In the context of financial services marketing, marketing performance is not only determined by increased sales but also by a company’s ability to build trust and maintain long-term relationships with customers. The futures brokerage industry in Indonesia is characterized by high risk and intense competition, requiring customer recruitment strategies that go beyond short-term transactional orientations. This study aims to analyze the customer recruitment strategies implemented by PT Victory International Futures and examine their contribution to improving the company’s marketing performance. A qualitative descriptive approach was employed in this research. Data were collected through semi-structured interviews with marketing personnel, direct observation of recruitment and marketing communication activities, and analysis of supporting documents. Data validity was ensured through technique triangulation, while data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that customer recruitment strategies are implemented through structured stages, including lead generation, initial approach, product education, appointments, and continuous follow-up. Personalized communication, transparent information delivery, and the use of social media play a crucial role in building customer trust and increasing prospective customers’ interest. Furthermore, consistent follow-up activities strengthen long-term relationships and contribute to an increase in active customers and transaction volumes. In conclusion, this study demonstrates that customer recruitment strategies based on relationship marketing not only enhance marketing performance but also strengthen corporate image and trust in futures brokerage companies, thereby serving as an essential foundation for sustainable financial services marketing.</p>Fadila RachmawatiSiti Aminah
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-122026-02-126273974610.51878/cendekia.v6i2.9312ANALISIS PENGARUH SISTEM KERJA FLEKSIBEL DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN DIVISI MARKETING
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9313
<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perubahan pola kerja dalam industri jasa, termasuk sektor pialang berjangka, membuat perusahaan perlu menyesuaikan sistem kerja agar lebih relevan dengan tuntutan pemasaran yang dinamis. Pada divisi marketing PT. Victory International Futures, fleksibilitas kerja diterapkan untuk memberi ruang bagi karyawan dalam mengatur waktu bertemu klien, menyesuaikan strategi penawaran, sekaligus menjaga efektivitas pencapaian target. Di sisi lain, kedisiplinan tetap menjadi fondasi dasar agar pekerjaan dapat berjalan sesuai standar operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem kerja fleksibel dan disiplin kerja terhadap produktivitas karyawan marketing. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain kausal, melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan tetap yang telah bekerja minimal enam bulan. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui kontribusi masing-masing variabel terhadap produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fleksibilitas kerja memberikan pengaruh positif terhadap produktivitas, terutama karena memberikan ruang otonomi yang memudahkan karyawan menyesuaikan ritme kerja dengan kebutuhan klien. Sementara itu, disiplin kerja tetap berperan penting sebagai penyeimbang yang memastikan target pemasaran terlaksana secara konsisten. Namun tetap membutuhkan kontrol melalui disiplin agar produktivitas optimal dapat dicapai. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perusahaan dalam merancang kebijakan kerja yang lebih adaptif untuk meningkatkan performa divisi pemasaran.</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Changes in work patterns within the service industry require companies to adopt more adaptive work systems, particularly for marketing employees who operate under shifting targets and high mobility demands. PT. Victory International Futures has implemented flexible work arrangements to support marketing activities, yet empirical evidence regarding their effect on employee productivity remains limited. This study aims to examine the influence of flexible work systems and work discipline on the productivity of marketing employees. A quantitative approach with a causal research design was used, employing questionnaires distributed to permanent employees who had worked for at least six months. Data were analyzed using multiple linear regression. The results indicate that flexible work arrangements positively affect productivity by providing autonomy, reducing work-related pressure, and enabling better alignment between work schedules and client needs. Work discipline also plays a crucial role by ensuring consistency in meeting company targets. As well as the importance of discipline in maintaining stable productivity levels. This research offers empirical insights that can support the development of more adaptive work policies to enhance the performance of the marketing division<em>.</em></p>Farah AminiAlfiandi Imam Mawardi
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-122026-02-126274775310.51878/cendekia.v6i2.9313PENGARUH STRUKTUR MODAL, PROFITABILITAS DAN KEBIJAKAN DEVIDEN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN MANUFAKTUR OTOMOTIF
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9314
<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Industri otomotif memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, namun dalam satu dekade terakhir menghadapi berbagai tantangan seperti perlambatan ekonomi global, fluktuasi nilai tukar, serta dampak pandemi COVID-19 yang memengaruhi kinerja dan nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh struktur modal, profitabilitas, dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan data panel berupa laporan keuangan tahunan perusahaan yang telah diaudit. Sampel penelitian terdiri atas 11 perusahaan dengan total 110 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pemilihan model <em>random effect</em> setelah melalui uji Chow, <em>hausman</em>, dan <em>lagrange multiplier</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas yang diproksikan dengan <em>Return on Assets (ROA)</em> berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan yang diukur menggunakan <em>Price to Book Value (PBV)</em>. Sementara itu, struktur modal yang diproksikan melalui <em>Debt to Equity Ratio (DER)</em> dan kebijakan dividen yang diukur dengan <em>Dividend per Share (DPS)</em> tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap PBV. Namun, secara simultan ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba menjadi faktor utama dalam menentukan valuasi pasar, sedangkan keputusan struktur modal dan dividen lebih dipengaruhi oleh strategi manajerial dan kondisi eksternal.</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The automotive industry plays a strategic role in supporting national economic growth; however, over the past decade it has faced various challenges, including global economic slowdowns, exchange rate fluctuations, and the impact of <em>COVID-19</em>, which have affected corporate financial performance and firm value. This study aims to analyze the effect of capital structure, profitability, and dividend policy on the firm value of automotive companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2015–2024 period. The study employs a quantitative associative approach using <em>panel data</em> derived from audited annual financial statements. The research sample consists of 11 companies with a total of 110 observations. Data analysis was conducted using <em>panel data regression</em> with a <em>random effect</em> model, selected based on the Chow test, Hausman test, and Lagrange Multiplier test. The results indicate that profitability, proxied by <em>Return on Assets</em> (ROA), has a positive and significant effect on firm value measured by <em>Price to Book Value</em> (PBV). Meanwhile, capital structure proxied by <em>Debt to Equity Ratio</em> (DER) and dividend policy measured by <em>Dividend per Share</em> (DPS) do not have a significant partial effect on PBV. However, simultaneously, capital structure, profitability, and dividend policy have a significant effect on firm value. The findings suggest that a firm’s ability to generate profits is the dominant factor influencing market valuation, while capital structure and dividend decisions are more dependent on managerial strategies and external conditions.</p>Hendri Yudha PratamaWira HendriBaiq Dinna Widiyasti
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-122026-02-126275476110.51878/cendekia.v6i2.9314IMPLIKASI UANG JAPUIK DALAM KEHARMONISAN BERUMAH TANGGA
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9345
<p>The tradition of Uang Japuik in Padang Pariaman is philosophically a form of respect for the groom within the matrilineal system. However, contemporary phenomena indicate a shift in the meaning of this tradition into an instrument of social prestige, triggering economic and psychosocial burdens for the bride's family. This study aims to analyze the implications of the shifting meaning of the Uang Japuik tradition on marital harmony amidst the high divorce rates in the region. The method used is descriptive qualitative with a literature study approach, synthesizing sociocultural literature and statistical data from the Pariaman Religious Court. The results show that high nominal expectations based on social status often become a source of internal conflict and a trigger for post-marital disharmony. Statistical trends over the last five years (2019-2023) recorded a total of 5,483 divorce cases at the Pariaman Religious Court, where continuous disputes were the dominant factor. The conclusion of this study emphasizes that to realize a harmonious family (sakinah) in accordance with the mandate of Law Number 1 of 1974, a renegotiation of the meaning of Uang Japuik is required to return it to its original function as a symbol of appreciation and strengthening kinship, rather than a financial burden that undermines domestic stability.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Tradisi <em>Uang Japuik</em> di Padang Pariaman secara filosofis merupakan bentuk penghormatan terhadap mempelai laki-laki dalam sistem matrilineal. Namun, fenomena kontemporer menunjukkan adanya pergeseran makna tradisi ini menjadi instrumen prestise sosial yang memicu beban ekonomi dan psikososial bagi keluarga perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi pergeseran makna tradisi <em>Uang Japuik</em> terhadap keharmonisan rumah tangga di tengah tingginya angka perceraian di wilayah tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, menyintesis literatur sosiokultural serta data statistik dari Pengadilan Agama Pariaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspektasi nominal yang tinggi berdasarkan status sosial sering kali menjadi sumber konflik internal dan pemicu ketidakharmonisan pasangan pasca-pernikahan. Data tren lima tahun terakhir (2019-2023) mencatat total 5.483 kasus perceraian di PA Pariaman, di mana perselisihan terus-menerus menjadi faktor dominan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa untuk mewujudkan keluarga yang sakinah sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, diperlukan renegosiasi pemaknaan <em>Uang Japuik</em> agar kembali pada fungsi asalnya sebagai simbol penghargaan dan penguat kekerabatan, bukan beban finansial yang mencederai stabilitas domestik.</p>Phadilal HaqMuhammad Wahid Abdullah
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-152026-02-156276277310.51878/cendekia.v6i2.9345OPTIMALISASI PENGELOLAAN DATABASE DATA PROYEK KONSTRUKSI DI BAGIAN ADMIN DATA PADA PT
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9337
<p>The increasing complexity of construction projects demands accurate, integrated, and easily accessible data management to support managerial decision-making. At PT Bahtera Cipta Anugrah, project material requirement data management is still carried out using separate spreadsheets for each project, resulting in risks of data duplication, information inconsistency, and delays in cross-project report consolidation. This study aims to optimize the management of construction project data databases in the data administration department through the design of a centralized relational database model using a conceptual approach. The method used is descriptive qualitative with a Five-Step Syntax framework, which includes problem identification, business process mapping, data auditing and needs analysis, model design, as well as validation and recommendations. An audit of the material requirements data that have been compiled shows a combination of deficits and surpluses in two major projects, as well as duplicate material names and inconsistencies in column entries, indicating weak data integrity. Conceptually, comparison simulations show that the time needed to consolidate reports and search for information in spreadsheet systems can be reduced from minutes to seconds if a centralized relational database system is used. The database model design with the entities Project, Material, Supplier, and Transaction allows for reduced redundancy, improved data integrity, and supports the development of a cloud-based managerial dashboard capable of providing material information more quickly and reliably.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Peningkatan kompleksitas proyek konstruksi menuntut pengelolaan data yang akurat, terintegrasi, dan mudah diakses untuk mendukung pengambilan keputusan manajerial. Di PT Bahtera Cipta Anugrah, pengelolaan data kebutuhan material proyek masih menggunakan spreadsheet terpisah untuk setiap proyek, sehingga menimbulkan risiko duplikasi data, inkonsistensi informasi, serta keterlambatan dalam konsolidasi laporan lintas proyek. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan pengelolaan database data proyek konstruksi di bagian admin data melalui perancangan model database relasional terpusat dengan pendekatan konseptual. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan kerangka Sintaks Lima Langkah yang mencakup identifikasi masalah, pemetaan proses bisnis, audit data dan analisis kebutuhan, perancangan model, serta validasi dan rekomendasi. Audit terhadap data kebutuhan material yang telah direkap menunjukkan adanya kombinasi defisit dan surplus pada dua proyek utama, serta duplikasi nama material dan ketidakkonsistenan pengisian kolom yang mengindikasikan lemahnya integritas data. Secara konseptual, simulasi perbandingan menunjukkan bahwa waktu konsolidasi laporan dan pencarian informasi pada sistem spreadsheet dapat berkurang dari skala menit menjadi detik apabila digunakan sistem database relasional terpusat. Rancangan model database dengan entitas Proyek, Material, Supplier, dan Transaksi memungkinkan pengurangan redundansi, peningkatan integritas data, dan mendasari pengembangan dashboard manajerial berbasis cloud yang mampu menyajikan informasi material secara lebih cepat dan andal.</p>Ainur RochimaMuhammad Bhirawa Dwi Atma Citalada
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-152026-02-156277478410.51878/cendekia.v6i2.9337EFEKTIVITAS TEKNIK CONTACTING DALAM MENJANGKAU CALON NASABAH PADA PT
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9338
<p>Contacting is an initial communication technique used to establish relationships with potential customers in marketing activities, especially in brokerage companies. This study aims to analyze the effectiveness of the contacting technique in reaching potential customers at PT Victory International Futures during internships. The contacting process is carried out primarily through familiar individual message-based communication, and is assisted by telephone communication in certain situations. Contacting aims to introduce the company and offer services through a personal approach that is not hard selling. The results of the activity show that contacting via text messages is more effective than by telephone, as it provides a more comfortable, structured communication space that does not interfere with the prospective customer's time. In addition, the internship provides an understanding of the appropriate communication patterns, follow-up techniques, and strategies for building initial interest among prospective customers, even though the final decision remains at their discretion.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Contacting merupakan teknik komunikasi awal yang digunakan untuk menjalin hubungan dengan calon nasabah dalam kegiatan pemasaran terutama dalam perusahaan pialang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas teknik contacting dalam menjangkau calon nasabah pada PT Victory International Futures selama kegiatan magang. Proses contacting dilakukan terutama melalui komunikasi berbasis pesan individu yang sudah dikenal, serta dibantu dengan komunikasi telepon dalam situasi tertentu. Contacting bertujuan untuk memperkenalkan perusahaan dan menawarkan layanan melalui pendekatan personal yang tidak bersifat hard selling. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa contacting melalui pesan teks lebih efektif dibandingkan secara telepon, karena memberikan ruang komunikasi yang lebih nyaman, terstruktur, dan tidak mengganggu waktu calon nasabah. Selain itu, kegiatan magang memberikan pemahaman mengenai pola komunikasi yang tepat, teknik follow-up, dan strategi membangun ketertarikan awal calon nasabah meskipun keputusan akhir tetap berada pada pertimbangan mereka.</p>Anargya Tia NovitasariSiti Aminah
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-152026-02-156278579410.51878/cendekia.v6i2.9338ANALISIS DETERMINAN TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DI JAWA TIMUR TAHUN 2021
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9339
<p>The 2021 Open Unemployment Rate (TPT) in East Java, which exceeded the regional development plan target, indicates obstacles to post-pandemic labor absorption. This study focuses on analyzing the determinants of the TPT by examining the influence of the Regency/City Minimum Wage (UMK), Average Years of Schooling (RLS), Labor Force Participation Rate (TPAK), and population. Using a quantitative multiple linear regression approach on cross-section data from 38 regencies/cities, this study found that the independent variables simultaneously explained 71% of the variation in the TPT. Partial test results indicate that the UMK (coefficient 0.778) and RLS (coefficient 0.672) have a positive and significant effect, while the TPAK has a significant negative effect (coefficient -0.160), while population size has no significant effect. The main conclusion confirms that wage and education increases that are not aligned with industrial needs actually trigger unemployment, so careful wage policies and educational curriculum alignment are needed to minimize mismatches in the labor market.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Realisasi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur tahun 2021 yang melampaui target rencana pembangunan daerah mengindikasikan adanya hambatan penyerapan tenaga kerja pascapandemi. Penelitian ini berfokus pada analisis determinan TPT dengan menguji pengaruh Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), Rata-Rata Lama Sekolah (RLS), Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), dan jumlah penduduk. Menggunakan pendekatan kuantitatif regresi linier berganda pada data <em>cross-section</em> dari 38 kabupaten/kota, penelitian ini menemukan bahwa variabel independen secara simultan mampu menjelaskan 71% variasi TPT. Hasil uji parsial menunjukkan UMK (koefisien 0,778) dan RLS (koefisien 0,672) berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan TPAK berpengaruh negatif signifikan (koefisien -0,160), sementara jumlah penduduk tidak berpengaruh signifikan. Simpulan utama menegaskan bahwa kenaikan upah dan pendidikan yang tidak selaras dengan kebutuhan industri justru memicu pengangguran, sehingga diperlukan kebijakan pengupahan yang cermat serta penyelarasan kurikulum pendidikan untuk meminimalkan ketidaksesuaian di pasar tenaga kerja.</p>Aprillinda Karimah PutriWisnu WibowoAlbertus Eka Putra HaryantoIndra Nur Fauzi
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-152026-02-156279580610.51878/cendekia.v6i2.9339ANALISIS KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9344
<p>The quality of public services in population administration is a primary measure of local government performance. However, in Tinambung District, Polewali Mandar Regency, a gap remains between public expectations and the reality of available services. This study aims to analyze the effectiveness of population administration services using a descriptive qualitative approach. Data collection was conducted through participant observation, in-depth interviews with officials and the public, and documentation studies. Data were then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The research findings indicate that the dimensions of reliability, responsiveness, assurance, and empathy of officers have performed well, characterized by data accuracy, speed of response, and a humanistic approach to serving citizens. However, the tangibles dimension remains a crucial weakness due to damaged electronic ID card recording devices and the lack of adequate waiting room facilities. The main conclusion of this study confirms that although the work culture of civil servants is oriented towards public satisfaction, overall service effectiveness is still hampered by a technical infrastructure deficit, necessitating the revitalization of these facilities and infrastructure as a priority for future improvement.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kualitas pelayanan publik dalam administrasi kependudukan menjadi tolak ukur utama kinerja pemerintah daerah, namun di Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, masih ditemukan kesenjangan antara harapan masyarakat dengan realitas layanan yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelayanan administrasi kependudukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan aparatur dan masyarakat, serta studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dimensi keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy) petugas telah berjalan dengan baik, ditandai oleh akurasi data, kecepatan respons, serta pendekatan humanis dalam melayani warga. Namun, dimensi bukti fisik (tangibles) masih menjadi kelemahan krusial akibat rusaknya alat perekaman KTP elektronik dan minimnya fasilitas ruang tunggu yang layak. Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa meskipun budaya kerja aparatur sudah berorientasi pada kepuasan publik, efektivitas layanan secara keseluruhan masih terhambat oleh defisit infrastruktur teknis, sehingga diperlukan revitalisasi sarana prasarana sebagai prioritas perbaikan di masa depan.</p> <p> </p>Ashariana AsharianaIbrahim IbrahimMuliati MuliatiRistifani Arista M
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-152026-02-156280781710.51878/cendekia.v6i2.9344STRATEGI KOMUNIKASI PROTOKOLER DALAM MENYIKAPI PERUBAHAN AGENDA PIMPINAN DAERAH PADA BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PIMPINAN SEKRETARIS DAERAH
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9340
<p>Changes in the schedule of regional leaders are an inevitable part of the dynamic nature of local government administration. This condition requires the Protocol and Leadership Communication Division to implement effective, adaptive, and well-coordinated communication strategies to ensure that protocol duties are carried out optimally. This study aims to analyze protocol communication strategies in responding to changes in regional leaders’ agendas, identify the obstacles encountered, and examine the efforts undertaken to overcome these challenges. This research employs a qualitative approach using a case study design and was conducted at the Protocol and Leadership Communication Division of the Regional Secretariat of Sikka Regency. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, with informants selected using purposive sampling. Data analysis was carried out using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that protocol communication strategies in addressing changes in regional leaders’ agendas are implemented through strengthened internal coordination, intensive vertical communication with regional leaders, and ethical and professional external communication with relevant stakeholders. The main obstacles identified include time constraints, differences in perceptions among related parties, and limitations in human resources. To address these challenges, efforts are made to enhance communication intensity, conduct routine evaluations, clarify task distribution, and improve the competence of protocol officers. This study concludes that adaptive and well-coordinated protocol communication strategies play a crucial role in ensuring the smooth implementation of regional leaders’ agendas amid dynamic changes.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perubahan agenda pimpinan daerah merupakan fenomena yang tidak terpisahkan dari dinamika penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kondisi tersebut menuntut Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan untuk memiliki strategi komunikasi yang efektif, adaptif, dan terkoordinasi agar pelaksanaan tugas keprotokolan tetap berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi protokoler dalam menyikapi perubahan agenda pimpinan daerah, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, yang dilaksanakan di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Sikka. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan informan yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi protokoler dalam menyikapi perubahan agenda pimpinan daerah dilakukan melalui penguatan koordinasi internal, komunikasi vertikal yang intensif dengan pimpinan daerah, serta komunikasi eksternal yang beretika dan profesional dengan para pemangku kepentingan. Hambatan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, perbedaan persepsi antar pihak terkait, serta keterbatasan sumber daya manusia. Untuk mengatasi hambatan tersebut, dilakukan upaya peningkatan intensitas komunikasi, evaluasi rutin, pembagian tugas yang jelas, serta peningkatan kompetensi aparatur protokoler. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi protokoler yang adaptif dan terkoordinasi memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran pelaksanaan ag enda pimpinan daerah di tengah perubahan yang dinamis.</p>Donatus Bernald SubangIntan MustafaMarkus Kristian Retu
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-152026-02-156281882810.51878/cendekia.v6i2.9340HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI DENGAN MINAT ORGANISASI PADA MAHASISWA DITINJAU DARI KEIKUTSERTAAN BERORGANISASI
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8548
<p>The phenomenon of declining student participation in organizational activities is the background of this study, which aims to examine the relationship between organizational culture and organizational interest by reviewing aspects of student participation. This study applies a quantitative approach through a correlational and comparative test design involving 100 students aged 18-25 years as respondents through an accidental sampling technique. Data were collected using a Likert scale and analyzed using the Anacova test, Product Moment Correlation, Independent Sample t-Test, and Mann-Whitney. The results of the statistical analysis show that organizational culture has a significant influence on organizational interest (F = 28.669; p = 0.000) with a positive correlation of 0.398. Furthermore, the participation factor is proven to strengthen the relationship (F = 63.334; p = 0.000). Comparative findings show a significant difference in the level of organizational interest between active students (Mean = 84.34) and inactive students (Mean = 72.68), but interestingly there was no difference in perceptions of organizational culture between the two groups (p = 0.552). It was concluded that although perceptions of organizational culture were felt evenly, the experience of direct involvement was the main determinant of high interest, so that higher education strategies need to be focused on strengthening a positive, inclusive culture to encourage active student participation.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Fenomena penurunan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan organisasi menjadi latar belakang penelitian ini, yang bertujuan untuk menguji hubungan antara budaya organisasi dan minat berorganisasi dengan meninjau aspek keikutsertaan mahasiswa. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif melalui desain uji beda korelasional dan komparatif yang melibatkan 100 mahasiswa berusia 18-25 tahun sebagai responden melalui teknik <em>accidental sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan skala likert dan dianalisis menggunakan uji Anakova, Korelasi <em>Product Moment</em>, <em>Independent Sample t-Test</em>, serta <em>Mann-Whitney</em>. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap minat organisasi (F=28,669$; p=0,000) dengan korelasi positif sebesar 0,398. Lebih lanjut, faktor keikutsertaan terbukti memperkuat hubungan tersebut (F=63,334; p=0,000). Temuan komparatif memperlihatkan adanya perbedaan signifikan pada tingkat minat organisasi antara mahasiswa yang aktif (Mean=84,34) dan yang tidak aktif (Mean=72,68), namun menariknya tidak ditemukan perbedaan persepsi mengenai budaya organisasi di antara kedua kelompok tersebut (p=0,552). Disimpulkan bahwa meskipun persepsi budaya organisasi dirasakan secara merata, pengalaman keterlibatan langsung menjadi determinan utama tingginya minat, sehingga strategi perguruan tinggi perlu difokuskan pada penguatan budaya positif yang inklusif untuk memacu partisipasi aktif mahasiswa.</p>Elena Putri AzzahraMustaqim Setyo AriyantoAgus Salim
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-152026-02-156282983710.51878/cendekia.v6i2.8548PENGELOLAAN SOCIAL MEDIA RESPONSE TEAM UNTUK MENINGKATKAN PUBLISITAS PADA KANTOR KESYAHBANDARAN DAN OTORITAS PELABUHAN KELAS IV
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9343
<p>This study aims to examine and analyze the management of a <em>social media response team</em> in enhancing publicity at the Class IV Port Authority and Harbormaster Office (KSOP) Laurentius Say Maumere. The background of this research is based on the growing importance of social media as an effective public communication tool for government institutions in disseminating information, building a positive image, and increasing public engagement. This research employed a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation related to the social media management activities at KSOP Class IV Laurentius Say Maumere. The results indicate that the management of the <em>social media response team</em> includes content planning, information dissemination, and public response management through social media platforms. These strategies contribute to increasing publicity and strengthening the institution’s public image. However, several challenges remain, such as limited human resources and inconsistencies in content updates. The study concludes that well-planned and responsive <em>social media response team</em> management plays an important role in enhancing the publicity of KSOP Class IV Laurentius Say Maumere, highlighting the need for improved strategies, team capacity building, and continuous optimization of social media utilization.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengelolaan <em>social media response team</em> dalam meningkatkan publisitas pada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Laurentius Say Maumere. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi publik yang efektif bagi instansi pemerintah dalam menyampaikan informasi, membangun citra positif, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap aktivitas pengelolaan media sosial KSOP Kelas IV Laurentius Say Maumere. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan <em>social media response team</em> meliputi perencanaan konten, pelaksanaan publikasi informasi, serta pengelolaan respons terhadap masyarakat melalui media sosial. Strategi tersebut mampu meningkatkan publisitas dan memperkuat citra institusi di mata publik, meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia dan konsistensi pembaruan konten. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengelolaan <em>social media response team</em> yang terencana dan responsif berperan penting dalam meningkatkan publisitas KSOP Kelas IV Laurentius Say Maumere, sehingga diperlukan penguatan strategi, peningkatan kapasitas tim, dan optimalisasi pemanfaatan media sosial secara berkelanjutan.</p>Elisabeth Septiani Bonewati KobanIntan MustafaViktor Ariestyan Sedu
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-152026-02-156283884810.51878/cendekia.v6i2.9343STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA TAMBAK UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) DI PT
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8565
<p>The Bangka Belitung Islands Province has great potential in developing whiteleg shrimp cultivation, which contributes significantly to fisheries production and exports. PT. Merdeka Sarana Usaha is one of the largest whiteleg shrimp cultivation companies in Pangkalpinang City, implementing semi-intensive to intensive cultivation systems. This study aims to analyze internal and external factors that influence whiteleg shrimp cultivation and formulate appropriate business development strategies. The research method used is a survey method with data collection techniques through interviews, observations, and questionnaires with ten internal company respondents. Data analysis was carried out descriptively quantitatively using SWOT analysis. The results show the company is in Quadrant I (Aggressive) with an X-axis coordinate value of +0.782 and a Y-axis of +0.211. The company's main strengths are the supportive pond environment and strategic land area, while the biggest weakness is dependence on imported feed. The main opportunity comes from increasing demand for shrimp exports, while the biggest threat is fluctuations in feed and fry prices. The results of the SWOT coordinate calculation place PT. Merdeka Sarana Usaha in Quadrant I, which indicates an aggressive condition with dominant strengths and opportunities. Therefore, the recommended development strategy is the SO (Strength-Opportunities) strategy, namely maximizing internal strengths to take advantage of external opportunities through increasing production capacity, implementing modern cultivation technology, strengthening human resources, and developing export markets.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya udang vaname yang berkontribusi signifikan terhadap produksi dan ekspor perikanan. PT. Merdeka Sarana Usaha merupakan salah satu perusahaan budidaya udang vaname terbesar di Kota Pangkalpinang yang menerapkan sistem budidaya semi-intensif hingga intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi usaha budidaya udang vaname serta merumuskan strategi pengembangan usaha yang tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan kuesioner terhadap sepuluh responden internal perusahaan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan perusahaan pada posisi Kuadran I (Agresif) dengan nilai koordinat sumbu X sebesar +0,782 dan sumbu Y sebesar +0,211. Faktor kekuatan utama perusahaan adalah kondisi lingkungan tambak yang mendukung dan luas lahan yang strategis, sedangkan kelemahan terbesar adalah ketergantungan pada pakan impor. Peluang utama berasal dari meningkatnya permintaan ekspor udang, sementara ancaman terbesar adalah fluktuasi harga pakan dan benur. Hasil perhitungan koordinat SWOT menempatkan PT. Merdeka Sarana Usaha pada Kuadran I, yang menunjukkan kondisi agresif dengan kekuatan dan peluang yang dominan. Oleh karena itu, strategi pengembangan yang direkomendasikan adalah strategi SO (Strength–Opportunities), yaitu memaksimalkan kekuatan internal untuk memanfaatkan peluang eksternal melalui peningkatan kapasitas produksi, penerapan teknologi budidaya modern, penguatan sumber daya manusia, dan pengembangan pasar ekspor.</p> <p> </p>Endang BidayaniAndri KurniawanReisza Varandry Ramdhini
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-152026-02-156284986010.51878/cendekia.v6i2.8565POLA PEMANFAATAN AIR SUNGAI DARI DAM ALAMI WAE ELA UNTUK MASYARAKAT
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9347
<p>The availability of clean water following the Wae Ela natural dam landslide disaster has become a crucial challenge for the people of Negeri Lima due to the damage to vital infrastructure. This study aims to analyze the water utilization patterns of the Wae Ela river and its determinants using qualitative methods with an exploratory case study design. Through in-depth interviews and observations, it was found that the utilization patterns are adaptive but very limited, where 100% of the community only uses water for non-consumptive domestic needs such as bathing and washing. Quantitative data shows an average usage volume of 130 liters per individual per visit with a dominant frequency of 2-3 times a week, concentrated in the morning (46.6%) and afternoon (33.3%). This pattern is hierarchically influenced by five main factors: the lack of adequate infrastructure, physical accessibility constraints, competition with alternative water sources, socio-economic stratification, and institutional gaps. It is concluded that current water utilization is highly dependent on individual physical and economic access without an equitable distribution mechanism, thus urgently requiring sustainable water governance policy interventions.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Ketersediaan air bersih pascabencana longsor bendungan alami Wae Ela menjadi tantangan krusial bagi masyarakat Negeri Lima akibat kerusakan infrastruktur vital. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola pemanfaatan air sungai aliran Wae Ela dan faktor determinannya menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus eksploratif. Melalui wawancara mendalam dan observasi, ditemukan bahwa pola pemanfaatan bersifat adaptif namun sangat terbatas, di mana 100% masyarakat hanya menggunakan air untuk kebutuhan domestik non-konsumsi seperti mandi dan mencuci. Data kuantitatif menunjukkan rata-rata volume penggunaan sebesar 130 liter per individu per kunjungan dengan frekuensi dominan 2-3 kali seminggu, yang terkonsentrasi pada waktu pagi (46,6%) dan sore hari (33,3%). Pola ini dipengaruhi secara hierarkis oleh lima faktor utama, yaitu ketiadaan infrastruktur memadai, kendala aksesibilitas fisik, kompetisi dengan sumber air alternatif, stratifikasi sosial-ekonomi, serta kekosongan kelembagaan. Disimpulkan bahwa pemanfaatan air saat ini sangat bergantung pada kemampuan akses fisik dan ekonomi individu tanpa mekanisme pemerataan, sehingga mendesak perlunya intervensi kebijakan tata kelola air yang berkelanjutan.</p> <p> </p> <p> </p>Farhani Amalia PattyW. D. NanlohyRifyan Ruman
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-152026-02-156286187510.51878/cendekia.v6i2.9347TUDUHAN NEPOTISME SEBAGAI FAKTOR PEMICU PEMBERONTAKAN TERHADAP UTSMAN BIN AFFAN
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9335
<p>The reign of Caliph Uthman ibn Affan was marked by political turmoil that culminated in rebellion, in which accusations of nepotism became a central issue that triggered the disintegration of the ummah. This study focuses on analyzing allegations of the appointment of Umayyad relatives in the government bureaucratic structure through a socio-historical perspective. Using a qualitative-historical method that includes heuristic stages, source criticism, and interpretation of classical and modern literature, this study explores the root causes of the conflict. The research findings show that Uthman's policies were actually a political strategy based on tribal solidarity (ashabiyyah) aimed at maintaining administrative stability amidst massive territorial expansion, not merely a moral deviation. However, these policies clashed with the egalitarian expectations of society and post-conquest economic inequality, thus giving rise to perceptions of injustice. The main conclusion emphasizes that accusations of nepotism are a social construction and political narrative used to delegitimize Uthman's rule, reflecting the crisis of transition from communitarian leadership to a complex state governance system.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan diwarnai oleh gejolak politik yang berujung pada pemberontakan, di mana tuduhan nepotisme menjadi isu sentral yang memicu disintegrasi umat. Penelitian ini memfokuskan kajian pada analisis tuduhan pengangkatan kerabat Bani Umayyah dalam struktur birokrasi pemerintahan melalui perspektif sosial-historis. Dengan menggunakan metode kualitatif-historis yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, dan interpretasi terhadap literatur klasik maupun modern, penelitian ini menelusuri akar penyebab konflik tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Utsman sejatinya merupakan strategi politik berbasis solidaritas kesukuan (<em>ashabiyyah</em>) yang ditujukan untuk menjaga stabilitas administrasi di tengah ekspansi wilayah yang masif, bukan semata penyimpangan moral. Namun, kebijakan ini berbenturan dengan ekspektasi egaliter masyarakat dan ketimpangan ekonomi pasca-penaklukan, sehingga melahirkan persepsi ketidakadilan. Simpulan utama menegaskan bahwa tuduhan nepotisme merupakan konstruksi sosial dan narasi politik yang digunakan untuk mendelegitimasi kekuasaan Utsman, yang mencerminkan krisis transisi dari kepemimpinan komunitarian menuju sistem pemerintahan negara yang kompleks.</p> <p> </p>Fathia Saidah FahriahArwan Arwan
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-152026-02-156287688510.51878/cendekia.v6i2.9335MACHINE LEARNING UNTUK PREDIKSI HARGA SAHAM DENGAN VALIDASI STRATEGI TRADING MENGGUNAKAN BACKTESTING PADA SEKTOR PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9171
<p>Stock investment in the Indonesian banking sector faces challenges in predicting volatile price movements, especially for novice investors with limited literacy and experience. This research aims to build a banking stock price prediction system using the Random Forest algorithm with trading strategy validation through automatic backtesting. The system was developed using 22 technical indicators (Moving Average, RSI, MACD, Bollinger Bands, and price action) to predict stock prices of Indonesia's five largest banks (BBCA, BBRI, BMRI, BBNI, BBTN) across multiple prediction horizons (1, 2, 3, 5, 10, and 30 days). Evaluation was conducted on 30 combinations (5 stocks × 6 horizons) using MAPE, MAE, RMSE, and R² score metrics. Results show the model achieves excellent accuracy with an average MAPE of 2.05% for short-term predictions (H+1) and 5.27% for medium-term predictions (H+5), categorized as "Excellent". The model-based trading strategy outperforms Buy & Hold with an average outperformance of +19.32%, where BBCA shows the best performance with ROI of +22.6% and Sharpe Ratio of 2.20. Feature importance analysis reveals the dominance of price action (41.56%) and moving averages (35.73%), consistent with banking stock characteristics that follow medium-term trend patterns. The web-based system with intuitive visualization and automatic backtesting proves effective as a decision support tool to help novice investors make more managed investment decisions and improve capital market literacy.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong><br />Investasi saham sektor perbankan di Indonesia menghadapi tantangan dalam memprediksi pergerakan harga yang volatil, terutama bagi investor pemula dengan keterbatasan literasi dan pengalaman. Penelitian ini bertujuan membangun sistem prediksi harga saham perbankan menggunakan algoritma Random Forest dengan validasi strategi trading melalui backtesting otomatis. Sistem dikembangkan menggunakan 22 indikator teknikal (Moving Average, RSI, MACD, Bollinger Bands, dan price action) untuk memprediksi harga saham lima bank terbesar Indonesia (BBCA, BBRI, BMRI, BBNI, BBTN) pada berbagai horizon prediksi (1, 2, 3, 5, 10, dan 30 hari). Evaluasi dilakukan pada 30 kombinasi (5 saham × 6 horizons) menggunakan metrik MAPE, MAE, RMSE, dan R² score. Hasil penelitian menunjukkan model mencapai akurasi sangat baik dengan MAPE rata-rata 2.05% untuk prediksi jangka pendek (H+1) dan 5.27% untuk prediksi jangka menengah (H+5), tergolong kategori "Excellent". Strategi trading berbasis model mengungguli Buy & Hold dengan rata-rata outperformance +19.32%, dimana BBCA menunjukkan performa terbaik dengan ROI +22.6% dan Sharpe Ratio 2.20. Analisis feature importance mengungkap dominasi price action (41.56%) dan moving averages (35.73%), sesuai karakteristik saham perbankan yang bergerak mengikuti pola tren jangka menengah. Sistem berbasis web interface dengan visualisasi intuitif dan backtesting otomatis terbukti efektif sebagai decision support tool untuk membantu investor pemula mengambil keputusan investasi yang lebih terkelola dan meningkatkan literasi pasar modal.</p> <p> </p>Haikal NurkalamMaulana Muhamad Sulaiman
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-152026-02-156288689510.51878/cendekia.v6i2.9171 STRATEGI COPING STRES DALAM PSIKOLOGI DEWASA AWAL: SEBUAH REVIEW LITERATUR TERHADAP MODEL DAN TEMUAN EMPIRIS
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9086
<p>Stress is a common psychological condition experienced by individuals in early adulthood, a developmental phase characterized by increasing demands related to education, employment, and social relationships. Individuals’ ability to manage stress is strongly influenced by the coping strategies they employ. This article aims to examine and analyze stress coping strategies among early adults based on findings from psychological literature. The method used in this study is a literature review, focusing on national and international journal articles published between 2020 and 2025. The literature was collected from databases such as Google Scholar and Garuda using relevant keywords related to stress coping and early adulthood. The results of the review indicate that stress coping strategies in early adulthood can be broadly categorized into problem-focused coping and emotion-focused coping, with their application influenced by individual characteristics, social support, and environmental context. The literature also highlights that adaptive coping strategies contribute positively to mental health and psychological well-being, while maladaptive coping strategies may increase the risk of prolonged stress. This article is expected to provide a comprehensive conceptual understanding of stress coping strategies and serve as a reference for future research and psychological interventions targeting early adults.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Stres merupakan fenomena psikologis yang umum dialami individu pada fase dewasa awal, seiring dengan tuntutan perkembangan seperti pendidikan, pekerjaan, dan relasi sosial. Kemampuan individu dalam menghadapi stres sangat dipengaruhi oleh strategi coping yang digunakan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis strategi coping stres pada individu dewasa awal berdasarkan temuan-temuan dalam literatur psikologi. Metode yang digunakan adalah <em>literature review</em> dengan menelaah artikel ilmiah nasional dan internasional yang diterbitkan dalam rentang tahun 2020–2025. Sumber literatur diperoleh melalui basis data Google Scholar dan Garuda dengan kata kunci yang relevan dengan coping stres dan dewasa awal. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi <em>coping </em>stres pada dewasa awal dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori utama, yaitu <em>problem-focused coping</em> dan<em> emotion-focused coping, y</em>ang penggunaannya dipengaruhi oleh faktor individu, dukungan sosial, serta konteks lingkungan. Literatur juga menunjukkan bahwa strategi coping yang adaptif berkontribusi terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis individu dewasa awal, sementara coping maladaptif berpotensi meningkatkan risiko stres berkepanjangan. Artikel ini diharapkan dapat memberikan pemahaman konseptual yang komprehensif mengenai strategi coping stres serta menjadi rujukan bagi pengembangan penelitian dan intervensi psikologis pada kelompok dewasa awal.</p> <p> </p>Irma Suwarning Dyastuti
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-152026-02-156289690510.51878/cendekia.v6i2.9086PENGARUH BIG DATA ANALYTICS, DATA GOVERNANCE, DAN ANALYTICAL CAPABILITY TERHADAP KUALITAS INFORMASI AKUNTANSI SERTA DAMPAKNYA TERHADAP DETEKSI FRAUD PADA BANK X DI INDONESIA
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9346
<p>Digital transformation in the banking sector demands optimization of data management to mitigate fraud risks, but its success is highly dependent on the integration of technology, governance, and human resource capabilities. This study aims to analyze the influence of Big Data Analytics, Data Governance, and Analytical Capability on Accounting Information Quality and its impact on Fraud Detection at Bank X. Using an explanatory quantitative approach, data were collected through questionnaires to employees of related units and analyzed using the SEM-PLS method. The test results show that Big Data Analytics (path coefficient 0.45), Data Governance (0.42), and Analytical Capability (0.40) have a positive and significant effect on Accounting Information Quality, with a determination value (R-Square) of 0.65. Furthermore, Accounting Information Quality is proven to have a significant impact on Fraud Detection (coefficient 0.50) and mediates the relationship between variables with a model influence contribution of 60%. It is concluded that improving the quality of accounting information through the synergy of sophisticated data analytics, disciplined governance, and HR analytical competency is the main foundation in strengthening the effectiveness of the banking fraud detection system.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Transformasi digital di sektor perbankan menuntut optimalisasi pengelolaan data untuk memitigasi risiko kecurangan, namun keberhasilannya sangat bergantung pada integrasi teknologi, tata kelola, dan kapabilitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh <em>Big Data Analytics</em>, <em>Data Governance</em>, dan <em>Analytical Capability</em> terhadap Kualitas Informasi Akuntansi serta dampaknya pada Deteksi <em>Fraud</em> di Bank X. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori, data dikumpulkan melalui kuesioner kepada karyawan unit terkait dan dianalisis menggunakan metode SEM-PLS. Hasil pengujian menunjukkan bahwa <em>Big Data Analytics</em> (koefisien jalur 0,45), <em>Data Governance</em> (0,42), dan <em>Analytical Capability</em> (0,40) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas Informasi Akuntansi, dengan nilai determinasi (<em>R-Square</em>) sebesar 0,65. Lebih lanjut, Kualitas Informasi Akuntansi terbukti berdampak signifikan terhadap Deteksi <em>Fraud</em> (koefisien 0,50) serta memediasi hubungan antarvariabel dengan kontribusi pengaruh model sebesar 60%. Disimpulkan bahwa peningkatan kualitas informasi akuntansi melalui sinergi analitik data yang canggih, tata kelola yang disiplin, dan kompetensi analitik SDM merupakan fondasi utama dalam memperkuat efektivitas sistem deteksi <em>fraud</em> perbankan.</p>Murdan Sianturi
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-152026-02-156290691610.51878/cendekia.v6i2.9346AKULTURASI NILAI SOSIAL BUDAYA DALAM TRADISI TONJOKAN (HANTARAN)
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9331
<p>Indonesia's cultural diversity requires serious preservation efforts in accordance with the constitutional mandate, one of which is reflected in the Tonjokan Tradition in Pangestu Village, Banyuasin Regency. This research focuses on analyzing the actualization of the acculturation of socio-cultural values in this tradition of dowry offerings to understand its existence amidst changing times. Using qualitative methods with a descriptive approach, data collection was conducted through observation, documentation, and in-depth interviews with traditional leaders and community members selected through purposive sampling. The research findings reveal that Tonjokan, brought by Javanese transmigrants since 1971, is a social mechanism in the form of food gifts as invitations to celebrations that applies to all levels of society regardless of social status. This tradition contains substantial values such as solidarity, mutual cooperation, respect, and strengthening ties. Furthermore, its implementation is proven to be in line with Article 18B paragraph (2) of the 1945 Constitution and Regional Regulation No. 2 of 2022 concerning the preservation of customs and traditions. It is concluded that the actualization of values in Tonjokan serves a vital function as a bond of social cohesion and a reference for adaptive multiculturalism, making its sustainability a crucial instrument in maintaining harmony and the cultural identity of the local community.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Keberagaman budaya di Indonesia memerlukan upaya pelestarian yang serius sesuai amanat konstitusi, salah satunya tercermin dalam Tradisi Tonjokan di Desa Pangestu, Kabupaten Banyuasin. Penelitian ini berfokus pada analisis aktualisasi akulturasi nilai sosial budaya dalam tradisi hantaran tersebut guna memahami eksistensinya di tengah perkembangan zaman. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan tokoh adat serta masyarakat yang dipilih melalui purposive sampling. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Tonjokan, yang dibawa oleh transmigran Jawa sejak 1971, merupakan mekanisme sosial berupa hantaran makanan sebagai undangan hajatan yang berlaku bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang status sosial. Tradisi ini mengandung nilai-nilai substansial seperti solidaritas, gotong royong, penghormatan, dan penguatan tali silaturahmi. Selain itu, pelaksanaannya terbukti selaras dengan UUD 1945 Pasal 18 B ayat (2) dan Perda No 2 Tahun 2022 tentang pelestarian adat istiadat. Disimpulkan bahwa aktualisasi nilai dalam Tonjokan berfungsi vital sebagai pengikat kohesi sosial dan referensi multikulturalisme yang adaptif, sehingga keberlanjutannya menjadi instrumen penting dalam menjaga harmonisasi dan identitas kultural masyarakat setempat.</p> <p> </p>Nanang JayaniMita PurnamaCitra LidiawatiSanial HabibiSepti Rotari
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-152026-02-156291792610.51878/cendekia.v6i2.9331PENERAPAN PRINSIP GOOD GOVERNANCE DALAM TATA KELOLA BAGIAN SEKRETARIAT DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN DAERAH
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9342
<p>The application of good governance principles is a crucial foundation for regional bureaucratic reform, but in reality, it is often hampered by resource capacity and organizational culture. This study aims to analyze the implementation of good governance in the Secretariat Section of the Regional Archives and Library Service of Sikka Regency. Using a descriptive qualitative approach, data were extracted using in-depth interviews, observation, and documentation studies, then analyzed through reduction, presentation, and verification. The research findings indicate that the application of good governance principles has been implemented but is not yet optimal. The principles of transparency and accountability were identified as being well-functioning internally, but information disclosure to the public is still very limited. Similarly, participation is still dominated by internal parties without significant involvement from the external community. The main obstacles were found in the aspects of professionalism and effectiveness due to the lack of competency of the apparatus and the low adoption of information technology in the still manual archiving system. The main conclusion emphasizes that optimization of secretariat governance is urgently carried out through expanding access to public transparency, implementing performance-based accountability, involving external participation, and modernizing the digital-based administration system to achieve excellent public service.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penerapan prinsip <em>good governance</em> menjadi fondasi krusial dalam reformasi birokrasi daerah, namun realitasnya sering terkendala oleh kapasitas sumber daya dan budaya organisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi tata kelola pemerintahan yang baik pada Bagian Sekretariat Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sikka. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data digali menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip <em>good governance</em> telah dilaksanakan namun belum optimal. Prinsip transparansi dan akuntabilitas teridentifikasi sudah berjalan baik secara prosedural internal, namun keterbukaan informasi bagi publik masih sangat terbatas. Demikian pula, partisipasi masih didominasi pihak internal tanpa pelibatan signifikan dari masyarakat luar. Hambatan utama ditemukan pada aspek profesionalisme dan efektivitas akibat minimnya kompetensi aparatur serta rendahnya adopsi teknologi informasi dalam sistem kearsipan yang masih manual. Simpulan utama menegaskan bahwa optimalisasi tata kelola sekretariat mendesak dilakukan melalui perluasan akses transparansi publik, penerapan akuntabilitas berbasis kinerja, pelibatan partisipasi eksternal, serta modernisasi sistem administrasi berbasis digital guna mewujudkan pelayanan publik yang prima.</p> <p> </p> <p> </p>Rosalia YulianiIntan MustafaLodowik Nikodemus Kedoh
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-152026-02-156292793610.51878/cendekia.v6i2.9342INTEGRATION OF RELIGION AND SCIENCE: A REVIEW OF THE UNDERLYING PHILOSOPHICAL AND SOCIOLOGICAL FACTORS
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9333
<p>This article examines the intersection between religion and science, a topic of great relevance to the advancement of knowledge and the complexities of modern social life. It employs the literature study method, a data collection technique that involves studying and analyzing information from various relevant literature sources. This article examines the philosophical and sociological factors that underpin the development of a harmonious relationship between the two domains. Philosophically, this integration is triggered by the need to understand reality comprehensively through a synthesis of empirical and transcendental dimensions. An epistemological paradigm that emphasizes the complementarity of scientific rationality and spiritual values also strengthens integration efforts. From a sociological perspective, modern society's demand for moral meaning, ethics, and balance in the face of technological advances encourages ongoing dialogue between religion and science. In addition, social change, pluralism of knowledge, and the role of educational and religious institutions also shape a collaborative space for both. This article concludes that the integration of religion and science is not only possible but also necessary in order to create a more holistic, ethical, and relevant understanding of contemporary issues.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong><br />Artikel ini membahas Integrasi antara agama dan sains yg sangat relevan dalam konteks perkembangan pengetahuan dan dinamika kehidupan sosial modern. Dengan menggunakan Metode Study Pustaka yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mempelajari dan menganalisis informasi dari berbagai literatur yang relevan dengan penelitian. Artikel ini mengkaji faktor-faktor filosofis dan sosiologis yang berperan sebagai dasar terbangunnya hubungan harmonis antara kedua domain tersebut. Secara filosofis, integrasi ini dipicu oleh kebutuhan untuk memahami realitas secara komprehensif melalui sintesis antara dimensi empiris dan transendental. Paradigma epistemologis yang menekankan kesalingmelengkapi antara rasionalitas ilmiah dan nilai-nilai spiritual turut memperkuat upaya integrasi. Dari perspektif sosiologis, tuntutan masyarakat modern terhadap pemaknaan moral, etika, dan keseimbangan dalam menghadapi kemajuan teknologi mendorong dialog berkelanjutan antara agama dan sains. Selain itu, perubahan sosial, pluralisme pengetahuan, serta peran institusi pendidikan dan keagamaan turut membentuk ruang kolaboratif bagi keduanya. Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi agama dan sains bukan hanya memungkinkan, tetapi juga diperlukan, guna menciptakan pemahaman yang lebih holistik, etis, dan relevan terhadap persoalan-persoalan kontemporer.</p> <p> </p> <p> </p>Pujiati PujiatiEva Dewi
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-152026-02-156293794510.51878/cendekia.v6i2.9333ANALISIS PENERAPAN KAIDAH YUKHTARU AHWANU SYARRAINI DALAM CERAI GUGAT KARENA SUAMI HILANG
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9334
<p>This study examines the application of the rule of Yukhtaru Ahwanu Syarraini in cases of divorce due to a missing husband, focusing on Religious Court Decision Number 1868/Pdt. G/2024/PA.Grt. The main problem in this research is how the concept of the rule Yukhtaru Ahwanu Syarraini is applied and to what extent it aligns with judges’ legal considerations in the decision to minimize harm. This study uses a normative legal research method with conceptual, statutory, and case approaches. The data sources consist of primary legal materials in the form of court decisions and secondary legal materials, such as books of fiqh rules, legislation, the Compilation of Islamic Law, and related scientific literature. Data analysis was conducted qualitatively through textual and descriptive qualitative analysis. The research findings indicate that the principle of "Yukhtaru Ahwanu Syarraini" (choosing the lesser of two evils) is highly relevant in cases of divorce due to the husband's absence from the country. This is because the judge is faced with two equally harmful options: maintaining a marriage that causes ongoing suffering or granting a divorce, although undesirable, which is the lesser of the two evils. The decision of Religious Court Number 1868/Pdt. G/2024/PA.Grt essentially reflects legal protection and substantive justice for plaintiffs. However, the judge's legal reasoning is not fully aligned with the principle of Yukhtaru Ahwanu Syarraini, as it relies more on the existence of a violation of divorce taklik, making it less comprehensive and not explicitly based on the principle of Yukhtaru Ahwanu Syarraini. This study is expected to enrich the study of Islamic law and serve as a reference for judges and legal practitioners in formulating legal considerations aimed at minimizing harm in accordance with the objectives of Islamic law.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini mengkaji penerapan kaidah <em>Yukhtaru Ahwanu Syarraini</em> dalam perkara cerai gugat karena suami hilang, dengan studi pada Putusan Pengadilan Agama Nomor 1868/Pdt.G/2024/PA.Grt. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana konsep kaidah <em>Yukhtaru Ahwanu Syarraini</em> serta penerapannya dan sejauh mana kesesuaiannya dengan pertimbangan hukum hakim dalam putusan tersebut guna meminimalisir kemudaratan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual, perundang-undangan, dan kasus. Sumber data terdiri atas bahan hukum primer berupa putusan pengadilan, serta bahan hukum sekunder berupa kitab-kitab kaidah fikih, peraturan perundang-undangan, Kompilasi Hukum Islam, dan literatur ilmiah terkait. Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui analisis tekstual dan deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaidah Yukhtaru Ahwanu Syarraini memiliki relevansi yang kuat dalam perkara cerai gugat karena suami hilang, karena hakim dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama mengandung kemudaratan, yaitu mempertahankan perkawinan yang menimbulkan penderitaan berkelanjutan atau menjatuhkan perceraian yang meskipun dibenci, tetapi lebih ringan mudaratnya. Putusan Pengadilan Agama Nomor 1868/Pdt.G/2024/PA.Grt pada dasarnya telah mencerminkan perlindungan hukum dan keadilan substantif bagi penggugat. Namun, konstruksi pertimbangan hukum hakim belum sepenuhnya selaras dengan kaidah <em>Yukhtaru Ahwanu Syarraini</em>, karena lebih bertumpu pada adanya pelanggaran taklik talak yang menjadikannya kurang komprehensif dan tidak secara eksplisit bersandar pada kaidah <em>Yukhtaru Ahwanu Syarraini</em>. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian hukum Islam serta menjadi rujukan bagi hakim dan praktisi hukum dalam merumuskan pertimbangan hukum yang berorientasi pada upaya meminimalisir kemudaratan sesuai dengan tujuan syariat Islam.</p> <p> </p>Ramzy Kidung ArasyIsnain La Harisi
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-152026-02-156294695710.51878/cendekia.v6i2.9334POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL ANAK USIA DINI : SEBUAH KAJIAN LITERATUR
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9341
<p>Emotional intelligence is an important aspect of early childhood development that is influenced by the family environment, especially parenting. This study aims to examine the role of parenting patterns on the development of emotional intelligence in early childhood through literature review. The research method used is narrative literature review by reviewing SINTA accredited national journals published in the range of 2018-2025. The literature search was conducted through Google Scholar and Garuda Portal using the keywords parenting, emotional intelligence, and early childhood. The results show that democratic or authoritative parenting has the most positive influence on children's emotional intelligence development, which is reflected in children's ability to recognize and manage emotions, have empathy, self-control, and good social skills. Conversely, permissive and authoritarian parenting tend to have a less than optimal impact on children's emotional development when applied predominantly. In addition, factors such as education, occupation, parents' age and the number of children in the family also influence the parenting style applied. The conclusion of this study confirms that the application of warm, communicative and consistent parenting plays an important role in supporting the development of early childhood emotional intelligence.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kecerdasan emosional merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, khususnya pola asuh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pola asuh orang tua terhadap perkembangan kecerdasan emosional anak usia dini melalui kajian literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah <em>narrative literature review</em> dengan menelaah jurnal nasional terakreditasi SINTA yang diterbitkan pada rentang tahun 2018–2025. Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar dan Portal Garuda menggunakan kata kunci <em>pola asuh</em>, <em>kecerdasan emosional</em>, dan <em>anak usia dini</em>. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola asuh demokratis atau authoritative memiliki pengaruh paling positif terhadap perkembangan kecerdasan emosional anak, yang tercermin dari kemampuan anak dalam mengenali dan mengelola emosi, memiliki empati, kontrol diri, serta kemampuan bersosialisasi yang baik. Sebaliknya, pola asuh permisif dan otoriter cenderung berdampak kurang optimal terhadap perkembangan emosional anak apabila diterapkan secara dominan. Selain itu, faktor pendidikan, pekerjaan, usia orang tua, serta jumlah anak dalam keluarga turut memengaruhi pola asuh yang diterapkan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan pola asuh yang hangat, komunikatif, dan konsisten berperan penting dalam mendukung perkembangan kecerdasan emosional anak usia dini.</p>Rani Nur AnekasariAugustina SulastriCicilia Tanti Utami
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-152026-02-156295896610.51878/cendekia.v6i2.9341ANALISIS KESIAPSIAGAAN KELUARGA DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI
https://jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9332
<p>Indonesia is located within the Pacific Ring of Fire, a region characterized by high tectonic activity, making the country highly vulnerable to earthquakes. Negeri Liang, situated in Salahutu District, Central Maluku Regency, is among the areas particularly prone to seismic hazards. In such contexts, the family, as the smallest social unit, plays a crucial role in reducing disaster risks. This study aims to analyze the level of family preparedness in Negeri Liang in facing potential earthquake disasters. A quantitative approach was employed using a survey method, in which structured questionnaires were distributed to purposively selected households. The analysis focused on four main indicators of preparedness: knowledge and attitudes toward disasters, emergency response planning, early warning systems, and the capacity to mobilize resources at the household level. The findings of this study are expected to identify the actual level of community readiness in dealing with disasters and to provide strategic recommendations for local governments and other stakeholders in designing family- and community-based disaster risk reduction programs. Furthermore, this research contributes to strengthening the body of literature on local community resilience to natural disasters, particularly within island regions.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Negara Indonesia berada pada wilayah cincin api Pasifik yang memiliki aktivitas tektonik tinggi, sehingga menjadikannya sangat rentan terhadap bencana gempa bumi. Negeri Liang, yang berada di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, adalah salah satu wilayah yang sangat rentan terhadap gempa bumi. Dalam situasi seperti ini, keluarga, sebagai kelompok sosial terkecil, sangat penting dalam mengurangi kemungkinan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan keluarga di Negeri Liang dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, melalui penyebaran kuesioner terstruktur kepada rumah tangga terpilih secara purposive. Analisis dilakukan terhadap empat indikator utama kesiapsiagaan, yaitu pengetahuan dan sikap terhadap bencana, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini, serta kemampuan mobilisasi sumber daya pada tingkat rumah tangga. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengidentifikasi tingkat kesiapan aktual masyarakat dalam menghadapi bencana, serta memberikan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam merancang program pengurangan risiko bencana yang berbasis keluarga dan komunitas. Penelitian ini juga berkontribusi dalam memperkuat literatur terkait ketangguhan masyarakat lokal terhadap bencana alam, khususnya di wilayah kepulauan.</p> <p> </p>Rifyan RumanWillem. D. NanlohyAdnan. A. A. BotanriKreisson Pisty
Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan
2026-02-152026-02-156296797710.51878/cendekia.v6i2.9332