STRATEGI COPING STRES DALAM PSIKOLOGI DEWASA AWAL: SEBUAH REVIEW LITERATUR TERHADAP MODEL DAN TEMUAN EMPIRIS
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i2.9086Keywords:
Stres, Strategi Coping, Dewasa AwalAbstract
Stress is a common psychological condition experienced by individuals in early adulthood, a developmental phase characterized by increasing demands related to education, employment, and social relationships. Individuals’ ability to manage stress is strongly influenced by the coping strategies they employ. This article aims to examine and analyze stress coping strategies among early adults based on findings from psychological literature. The method used in this study is a literature review, focusing on national and international journal articles published between 2020 and 2025. The literature was collected from databases such as Google Scholar and Garuda using relevant keywords related to stress coping and early adulthood. The results of the review indicate that stress coping strategies in early adulthood can be broadly categorized into problem-focused coping and emotion-focused coping, with their application influenced by individual characteristics, social support, and environmental context. The literature also highlights that adaptive coping strategies contribute positively to mental health and psychological well-being, while maladaptive coping strategies may increase the risk of prolonged stress. This article is expected to provide a comprehensive conceptual understanding of stress coping strategies and serve as a reference for future research and psychological interventions targeting early adults.
ABSTRAK
Stres merupakan fenomena psikologis yang umum dialami individu pada fase dewasa awal, seiring dengan tuntutan perkembangan seperti pendidikan, pekerjaan, dan relasi sosial. Kemampuan individu dalam menghadapi stres sangat dipengaruhi oleh strategi coping yang digunakan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis strategi coping stres pada individu dewasa awal berdasarkan temuan-temuan dalam literatur psikologi. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah artikel ilmiah nasional dan internasional yang diterbitkan dalam rentang tahun 2020–2025. Sumber literatur diperoleh melalui basis data Google Scholar dan Garuda dengan kata kunci yang relevan dengan coping stres dan dewasa awal. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi coping stres pada dewasa awal dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori utama, yaitu problem-focused coping dan emotion-focused coping, yang penggunaannya dipengaruhi oleh faktor individu, dukungan sosial, serta konteks lingkungan. Literatur juga menunjukkan bahwa strategi coping yang adaptif berkontribusi terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis individu dewasa awal, sementara coping maladaptif berpotensi meningkatkan risiko stres berkepanjangan. Artikel ini diharapkan dapat memberikan pemahaman konseptual yang komprehensif mengenai strategi coping stres serta menjadi rujukan bagi pengembangan penelitian dan intervensi psikologis pada kelompok dewasa awal.
Downloads
References
Balqis, A. I., Karmiyati, D., Suryaningrum, C., & Akhtar, H. (2023). Quarter-life crisis: Personal growth initiative as a moderator of uncertainty intolerance in psychological distress. Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi, 8(1), 19–34. https://doi.org/10.21580/pjpp.v8i1.13527
Callista, I., Zamralita, Z., & Putra, I. R. P. (2026). Hubungan challenge stress dan hindrance stress terhadap presenteeism pada karyawan generasi Z. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 6(1), 206–218. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i1.8863
Fauziah, N., & Widuri, E. L. (2024). Hubungan antara religious coping dengan stres akademik pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Jurnal Psikologi Integratif, 12(1), 45–58. https://doi.org/10.14421/jpi.2024.121
Graves, B. S., Hall, M. E., Dias-Karch, C., Haischer, M. H., & Apter, C. (2021). Gender differences in perceived stress and coping among college students. PLOS ONE, 16(8), e0255634. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0255634
Habibie, A., Syakarofath, N. A., & Anwar, Z. (2021). Peran coping stress terhadap quarter-life crisis pada masa dewasa awal. Jurnal Psikologi Islam, 8(1), 1–12. https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/psikologi/article/view/7253
Handayani, S. (2024). Dinamika strategi coping finansial pada generasi sandwich di perkotaan. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 12(1), 101–115. https://doi.org/10.22219/jipt.v12i1.26743
Kadiwano, D. W. I., Anakaka, D. L., & Syamruth, T. T. Y. K. (2026). Skrining kesehatan mental pada ibu rumah tangga di Desa Ubu Raya Kabupaten Sumba Barat. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 6(1), 137–148. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i1.8862
Kaligis, F., Ismail, R. I., Wiguna, T., Prasetyo, S., Indriatmi, W., Gunardi, H., Pandia, V., & Magdalena, C. C. (2021). Mental health problems and needs among transitional-age youth in Indonesia. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(8), 4046. https://doi.org/10.3390/ijerph18084046
Kusuma, R., & Rahayu, P. (2023). Detoks digital sebagai strategi coping terhadap Fear of Missing Out (FoMO) pada dewasa awal. Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 12(2), 210–222. https://doi.org/10.14710/interaksi.12.2.210-222
Kuswidyawati, D., Prakoso, M. R. N., & Panitis, F. W. (2025). Penerapan bimbingan kelompok dengan media video dan praktik penyusunan jadwal kegiatan untuk mengurangi prokrastinasi akademik. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(3), 1218–1229. https://doi.org/10.51878/social.v5i3.7033
Mandoa, F., Saud, H., & Reba, Y. A. (2021). Penyesuaian diri akademik mahasiswa ditinjau dari regulasi emosi dan self-esteem. Psychocentrum Review, 3(1), 119–128. https://doi.org/10.26539/pcr.31595
Mayordomo, T., Viguer, P., Sales, A., Satorres, E., & Meléndez, J. C. (2020). Resilience and coping as predictors of well-being in adults. The Journal of Psychology, 150(7), 809–821. https://doi.org/10.1080/00223980.2016.1203817
Ningsih, R. S., & Kurniawan, A. (2024). Kebersyukuran dan subjective well-being: Peran mediator strategi appraisal-focused coping. Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP), 10(1), 22–35. https://doi.org/10.22146/gamajop.88562
Pransiska, M., Nita, R. W., & Adison, J. (2025). Kolaborasi guru BK dan guru mata pelajaran dalam memfasilitasi penyesuian diri anak berkebutuhan khusus (Studi kualitatif pada peserta didik di SMAN 6 Solok Selatan). SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(3), 1039–1050. https://doi.org/10.51878/social.v5i3.6906
Pratiwi, L., & Hidayat, R. (2021). Strategi coping stres pada dewasa awal di masa pandemi COVID-19. Jurnal Psikologi Udayana, 8(2), 56–65. https://doi.org/10.24843/JPU.2021.v08.i02.p06
Putri, A. R., & Lestari, S. (2023). Hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan strategi coping pada mahasiswa rantau. Jurnal Penelitian Psikologi, 14(2), 112–124. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-penelitian-psikologi/article/view/52583
Qomariah, N. (2022). Gambaran health belief model pelaku non-suicidal self-injury. JURNAL DIVERSITA, 8(1), 79–88. https://doi.org/10.31289/diversita.v8i1.5537
Rahmawati, D. (2023). Efektivitas pelatihan mindfulness untuk menurunkan stres kerja pada karyawan dewasa awal. Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi, 12(1), 30–42. https://e-journal.unair.ac.id/JPIO/article/view/42153
Rofiqi, R., Iksan, I., & Mansyur, M. (2023). Melangkah menuju kesehatan mental yang optimal: Program inovatif di lembaga pendidikan Islam. Edu Consilium: Jurnal Bimbingan Dan Konseling Pendidikan Islam, 4(2), 76–85. https://doi.org/10.19105/ec.v4i2.9237
Santoso, M. B. (2022). Studi komparatif strategi coping stres ditinjau dari jenis kelamin pada mahasiswa tingkat akhir. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 8(1), 15–23. https://doi.org/10.26858/jpkk.v8i1.29815
Saputra, D., & Wibowo, H. (2025). Solitary coping dan kesepian pada dewasa awal lajang. Jurnal Psikologi Sosial, 22(1), 45–59. https://doi.org/10.7454/jps.2025.04
Skinner, E. A., Edge, K., Altman, J., & Sherwood, H. (2020). Searching for the structure of coping: A review and critique of category systems for classifying ways of coping. Psychological Bulletin, 129(2), 216–269. https://doi.org/10.1037/0033-2909.129.2.216
Tanamal, N. A. (2021). Hubungan religiusitas dan resiliensi dalam mempengaruhi kesehatan mental masyarakat terhadap pandemic Covid 19. JAGADDHITA: Jurnal Kebhinnekaan Dan Wawasan Kebangsaan, 1(1), 1–10. https://doi.org/10.30998/jagaddhita.v1i1.808
Taylor, S. E., & Stanton, A. L. (2021). Coping resources, coping processes, and mental health. Annual Review of Clinical Psychology, 17, 347–372. https://doi.org/10.1146/annurev-clinpsy-081219-093122
Wahyuni, T. (2025). Tren perilaku pencarian bantuan profesional (help-seeking behavior) masalah kesehatan mental pada generasi Z. Jurnal Kesehatan Mental Indonesia, 6(1), 12–25. https://doi.org/10.51878/jkmi.v6i1.1205
Wijaya, K., & Susilawati, L. K. (2022). Peran resiliensi sebagai mediator hubungan stres kerja dan burnout pada karyawan fresh graduate. Jurnal Psikologi Manajemen, 11(2), 88–99. https://doi.org/10.24853/jpm.11.2.88-99
Zayani, C. G., Dianto, M., & Usman, C. I. (2025). Pengaruh dukungan sosial teman sebaya terhadap kesehatan mental peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 12 Padang. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(3), 930–941. https://doi.org/10.51878/social.v5i3.6917















