PENGARUH BELANJA DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA PARIAMAN

Authors

  • Rhaysya Admmi Habibani Program Studi Pascasarjana Ilmu Administrasi Negara, Universitas Negeri Padang
  • Asnil Asnil Program Studi Pascasarjana Ilmu Administrasi Negara, Universitas Negeri Padang
  • Aldri Frinaldi Program Studi Pascasarjana Ilmu Administrasi Negara, Universitas Negeri Padang
  • Nora Eka Putri Program Studi Pascasarjana Ilmu Administrasi Negara, Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i4.7823

Keywords:

Belanja Daerah, Pertumbuhan Ekonomi, APBD, Kebijakan Fiskal

Abstract

Regional expenditure is one of the main fiscal instruments of local governments that plays a crucial role in driving economic development and improving public welfare. Through effective and efficient allocation of public budgets, local governments are expected to strengthen local economic capacity and enhance the performance of productive sectors. This study aims to analyze the effect of regional expenditure on economic growth in Pariaman City during the period 2015–2023. The study employs a quantitative approach using a simple linear regression method, in which the independent variable is total regional expenditure, and the dependent variable is economic growth measured by the growth rate of Gross Regional Domestic Product (GRDP) at constant prices. Data were obtained from the official publications of the Regional Financial Agency (BKD) and the Central Bureau of Statistics (BPS) of Pariaman City. The analysis results show that regional expenditure has a positive and significant influence on economic growth, with a regression coefficient value of 0.312 and a coefficient of determination (R²) of 0.61. This indicates that approximately 61% of the variation in economic growth can be explained by changes in regional expenditure. These findings support Keynesian economic theory, which posits that an increase in government spending can stimulate the expansion of economic activity through the multiplier effect mechanism. Nevertheless, the effectiveness of regional expenditure in Pariaman City remains influenced by the structure of budget allocation, which tends to be dominated by operational spending and delays in the realization of capital expenditures. Therefore, improving the quality of public spending is essential to ensure that every rupiah of the budget spent generates tangible impacts on economic growth and public welfare. This study recommends increasing the proportion of productive capital expenditures, implementing result-based budgeting, and strengthening fiscal accountability as key strategies to reinforce the linkage between local fiscal policy and economic performance in the future.

ABSTRAK
Belanja daerah merupakan salah satu instrumen fiskal utama pemerintah daerah yang berperan dalam mendorong pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui alokasi anggaran publik yang efektif dan efisien, pemerintah daerah diharapkan mampu memperkuat kapasitas ekonomi lokal dan meningkatkan kinerja sektor-sektor produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Pariaman selama periode 2015–2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier sederhana, di mana variabel independen yang digunakan adalah total belanja daerah dan variabel dependen adalah pertumbuhan ekonomi yang diukur berdasarkan laju Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan. Data diperoleh dari publikasi resmi Badan Keuangan Daerah (BKD) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pariaman. Hasil analisis menunjukkan bahwa belanja daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,312 dan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,61. Hal ini berarti bahwa sekitar 61% variasi pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh perubahan belanja daerah. Temuan ini mendukung teori ekonomi Keynesian yang menyatakan bahwa peningkatan pengeluaran pemerintah dapat mendorong ekspansi aktivitas ekonomi melalui mekanisme multiplier effect. Meskipun demikian, efektivitas belanja daerah di Kota Pariaman masih dipengaruhi oleh struktur alokasi anggaran yang cenderung didominasi oleh belanja operasional dan keterlambatan realisasi belanja modal. Oleh karena itu, peningkatan kualitas belanja publik menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan setiap rupiah anggaran yang dikeluarkan benar-benar memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan proporsi belanja modal produktif, perencanaan berbasis hasil (result-based budgeting), serta penguatan akuntabilitas fiskal sebagai strategi untuk memperkuat hubungan antara kebijakan fiskal daerah dan kinerja ekonomi lokal di masa mendatang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdillah, F. R. (2024). Urgensi kolaborasi stakeholder dalam peningkatan kualitas layanan publik. Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP). https://doi.org/10.30596/jisp.v5i1.14736

Agusmianata, N., et al. (2018). Pengaruh jumlah uang beredar dan tingkat suku bunga serta pengeluaran pemerintah terhadap inflasi di Indonesia. FORUM EKONOMI, 19(2), 188. https://doi.org/10.29264/jfor.v19i2.2125

Amanda, D. M., et al. (2025). Analisis kausalitas ECM inflasi, suku bunga, jumlah uang beredar dan kurs USD (studi kasus post Covid-19 di Indonesia tahun 2020-2024). Jurnal Ekuilnomi, 7(2), 561. https://doi.org/10.36985/ff58hx83

Ayuningtyas, A., & Islami, F. S. (2022). Analisis perkembangan penduduk terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja di Indonesia. Transekonomika: Akuntansi Bisnis dan Keuangan, 2(6), 167. https://doi.org/10.55047/transekonomika.v2i6.281

Bappenas. (2021). Kajian efektivitas belanja daerah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.

Hanifah, Z., et al. (2024). Pemikiran filsafat postmodern dalam membangun pemerintahan yang inklusif. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 4(4), 588. https://doi.org/10.51878/cendekia.v4i4.4007

Kusumawati, L., & Wiksuana, I. G. B. (2018). Pengaruh pendapatan daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah Sarbagita Provinsi Bali. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 7(5), 2592. https://doi.org/10.24843/ejmunud.2018.v07.i05.p12

Mandarani, V., et al. (2025). “Sehari menjadi seniman” sebagai implementasi wisata edukasi seni budaya Sidoarjo. COMMUNITY: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 457. https://doi.org/10.51878/community.v5i2.7160

Mankiw, N. G. (2019). Principles of economics (9th ed.). Cengage Learning.

Muryani, L., & Sugiyanto, S. (2025). Refleksi gandeng gendong model pemberdayaan masyarakat di Kota Yogyakarta. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 4(4), 717. https://doi.org/10.51878/social.v4i4.4515

Muslim, M. (2022). Strategi peningkatan kualitas pelayanan publik (Studi pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Balangan). Jurnal Administrasi Publik dan Pembangunan, 4(1), 31. https://doi.org/10.20527/jpp.v4i1.5191

Pratama, N. R. N. S., & Utama, M. S. (2019). Pengaruh pengeluaran pemerintah dan investasi terhadap pertumbuhan ekonomi dan tingkat kemiskinan di kabupaten/kota Provinsi Bali. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, 651. https://doi.org/10.24843/eeb.2019.v08.i07.p01

Rahminda, P., et al. (2024). Pemberdayaan masyarakat melalui penguatan budaya lokal dan pelestarian lingkungan hidup. Atmosfer: Jurnal Pendidikan Bahasa Sastra Seni Budaya dan Sosial Humaniora, 3(1), 209. https://doi.org/10.59024/atmosfer.v3i1.1199

Sigar, B. R., et al. (2025). Analisis hubungan indeks pembangunan manusia, jumlah penduduk, dan perekonomian terhadap timbulan sampah di Sulawesi Utara. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(3), 877. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i3.6174

Suwidyanti, N. (2023). Peran good governance melalui reformasi birokrasi dan e-goverment guna meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan berbasis kinerja di Kota Surabaya. Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia Administrasi dan Pelayanan Publik, 10(2), 530. https://doi.org/10.37606/publik.v10i2.560

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2020). Economic development (13th ed.). Pearson Education.

Ulfa, S. N., & Frinaldi, A. (2025). Inovasi pemerintah daerah dalam penerapan kebijakan publik dan pelayanan publik. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(2), 610. https://doi.org/10.51878/social.v5i2.5965

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Usman, R., et al. (2019). Pengaruh kekayaan daerah dan belanja modal terhadap kinerja penyelanggaraan pemerintah: Pengujian legislative power sebagai variabel pemoderasi. E-Jurnal Akuntansi, 29(2), 561. https://doi.org/10.24843/eja.2019.v29.i02.p06

Widayanto, E., & Supardal, S. (2025). Kolaborasi antara pemerintah Kalurahan Tepus dan Dinas Pariwisata dalam mencapai indikator kinerja utama sektor pariwisata. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(2), 794. https://doi.org/10.51878/social.v5i2.6447

Zuhuriyyah, N. N., & Nufaisa, N. (2025). Pengukuran kinerja keuangan berbasis Value For Money: Studi empiris pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lamongan tahun 2019 - 2023. JURNAL RISET RUMPUN ILMU EKONOMI, 4(1), 144. https://doi.org/10.55606/jurrie.v4i1.4560

Downloads

Published

2025-11-28

How to Cite

Habibani, R. A., Asnil, A., Frinaldi, A. ., & Putri, N. E. . (2025). PENGARUH BELANJA DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA PARIAMAN. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan , 5(4), 1905-1914. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i4.7823

Issue

Section

Articles