GAMBARAN PENGETAHUAN CALON PENGANTIN (CATIN) PEREMPUAN TENTANG STUNTING DI KUA WEDI
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v4i4.3964Keywords:
pengetahuan, stunting, calon pengantin (CATIN)Abstract
Brides-to-be (CATIN) are the foundation of a family. Before marriage, brides-to-be need to prepare their health condition to ensure a healthy pregnancy, give birth to healthy future generations, and create a quality family. Knowledge of brides-to-be (CATIN) about stunting is crucial to prevent health problems in children. This study aims to determine the level of knowledge of brides-to-be (CATIN) about stunting at KUA Wedi. The study employed a quantitative descriptive method with a cross-sectional approach. Data were collected using a questionnaire with a total sample of 32 respondents selected through a total sampling technique. Descriptive statistics were used to analyze the data. The findings revealed that knowledge based on age 20–35 years consisted of 47% of respondents with good knowledge and 47% with poor knowledge. Based on education, 50% of respondents with a secondary education level had poor knowledge. Most respondents who were working had poor knowledge at 47%. From the perspective of nutritional status, 38% of respondents with normal nutritional status had good knowledge. Experience in obtaining information influenced the level of knowledge; 53% of respondents who never received information had poor knowledge, while respondents who received information through mobile phones predominantly had good knowledge at 53%. In conclusion, the level of knowledge of brides-to-be (CATIN) at KUA Wedi about stunting was categorized as poor at 50%, fair at 3%, and good at 47%.
ABSTRAK
Calon pengantin (CATIN) merupakan awal terbentuknya keluarga. Sebelum menikah, calon pengantin perlu mempersiapkan kondisi kesehatan agar dapat menjalani kehamilan sehat, melahirkan generasi penerus yang sehat, dan menciptakan keluarga berkualitas. Pengetahuan calon pengantin (CATIN) perempuan tentang stunting sangat penting untuk mencegah masalah kesehatan pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan calon pengantin (CATIN) perempuan mengenai stunting di KUA Wedi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, dengan total sampel sebanyak 32 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan berdasarkan usia 20–35 tahun terdiri dari 47% responden dengan pengetahuan baik dan 47% dengan pengetahuan kurang. Berdasarkan pendidikan, 50% responden dengan pendidikan menengah memiliki pengetahuan kurang. Sebagian besar responden yang bekerja memiliki pengetahuan kurang sebesar 47%. Dari status gizi, 38% responden dengan gizi normal memiliki pengetahuan baik. Pengalaman mendapatkan informasi memengaruhi tingkat pengetahuan; 53% responden yang tidak pernah mendapatkan informasi memiliki pengetahuan kurang, sedangkan responden yang mendapatkan informasi melalui HP mayoritas memiliki pengetahuan baik sebesar 53%. Kesimpulannya, tingkat pengetahuan calon pengantin (CATIN) perempuan di KUA Wedi mengenai stunting adalah kurang sebesar 50%, cukup sebesar 3%, dan baik sebesar 47%.
Downloads
References
Andiani, A., Lestari, T., & Sumiati, T. (2023). Gambaran pengetahuan remaja tentang stunting. Jurnal Biosainstek, 5(2), 17–20. https://doi.org/10.52046/biosainstek.v5i2.1641
Anggraeny Nawiza, R., Yunita, L., & Irawan, A. (2023). Pelaksanaan pendampingan catin untuk mencegah stunting dengan skrining status gizi dan indeks masa tubuh (Tagindas). Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia, 3(3), 81–95. https://doi.org/10.55606/jikki.v3i3.2138
Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
BKKBN. (2017). Usia pernikahan ideal berkisar 21-25 tahun. https://news.republika.co.id/berita/omduca359/bkkbn-usia-pernikahan-ideal-berkisar-2125-tahun
BKKBN. (2021). Mau nikah calon pengantin (CATIN), harus tahu informasi cegah stunting. https://www.bkkbn.go.id/berita-mau-nikah-calon-pengantin-harus-tahu-informasi-cegah-stunting
BKKBN. (2023). Jumlah keluarga berisiko stunting 2023 turun signifikan, BKKBN gelar forum satu data keluarga. https://www.bkkbn.go.id/berita-jumlah-keluarga-berisiko-stunting-2023-turun-signifikan-bkkbn-gelar-forum-satu-data-keluarga
Dewi, R. K., Kusumawati, L. S., Fitriasnani, M. E., Prasetyanti, D. K., Aminah, S., Ardela, M. P., Megapuspita, N. L., Salsabila, G., & Ambar, R. S. (2023). Pencegahan stunting melalui edukasi pada calon pengantin (CATIN) di wilayah kerja Puskesmas Campurejo Kota Kediri. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 6(6), 2395–2409. https://doi.org/10.33024/jkpm.v6i6.9691
DINKES KLATEN. (2023). Rekap status gizi anak berdasarkan jenis kelamin & usia Agustus 091023.
Dwi, A., Yadika, N., Berawi, K. N., & Nasution, S. H. (2019). Pengaruh stunting terhadap perkembangan kognitif dan prestasi belajar. September, 273–282.
Fitri, A. K. (2020). No title. Politeknik Kesehatan Kemenkes Riau.
Furqan, M., Fitriani Sidarta, E., & Nurkusuma, L. (2019). Edukasi gizi calon pengantin (CATIN). Jurnal UHAMKA.
Handayani, Y., & Handayani, R. (2023). Status gizi calon pengantin (CATIN) wanita. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 10(1), 62–68.
Henny Syapitri, A., Amalia, & Juneris. (2021). Penelitian kesehatan. Isti Hartini. (2022). Journal of Health (JoH), 1(2), 63–72.
KEMENANG KEPRI. (2021). Tujuan kegiatan bimbingan perkawinan sebagai bekal dalam membina rumah tangga. https://kepri.kemenag.go.id/page/det/tujuan-kegiatan-bimbingan-perkawinan-sebagai-bekal-dalam-membina-rumah-tangga
KEMENKES. (2018). Pentingnya pemeriksaan kesehatan pra nikah. https://ayosehat.kemkes.go.id/pentingnya-pemeriksaan-kesehatan-pra-nikah
KEMENKES. (2019). Pencegahan stunting pada anak. https://promkes.kemkes.go.id/pencegahan-stunting
KEMENKES. (2020a). Panduan pelayanan kesehatan reproduksi calon pengantin (CATIN) dalam masa pandemi COVID-19 dan adaptasi kebiasaan baru. Kementerian Kesehatan RI (Vol. 1, Issue 1). https://www.kemkes.go.id/article/view/19093000001/penyakit-jantung-penyebab-kematian-terbanyak-ke-2-di-indonesia.html
KEMENKES. (2020b). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. https://yankes.kemkes.go.id/unduhan/fileunduhan_1660187306_961415.pdf
KEMENKES. (2022a). Ciri anak stunting. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1519/ciri-anak-stunting
KEMENKES. (2022b). Hasil survei status gizi Indonesia (SSGI). https://ayosehat.kemkes.go.id/pub/files/files46531._MATERI_KABKPK_SOS_SSGI.pdf
KEMENKES. (2023a). Cek kesehatan pra nikah untuk kebaikan bersama. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2184/cek-kesehatan-pra-nikah-untuk-kebaikan-bersama
KEMENKES. (2023b). Mengenal lebih jauh tentang stunting. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2657/mengenal-lebih-jauh-tentang-stunting#:~:text=Walaupun%20menurun%2C%20angka%20tersebut%20masih,pada%201.000%20hari%20pertama%20kehidupan.
Kholyfah, M. N., Nurjanah, N., Aliah, N., & Suminar, E. R. (2023). Hubungan pengetahuan gizi pranikah terhadap status gizi dan sikap catin dalam upaya pencegahan stunting di KUA Kesambi Kota Cirebon tahun 2023. Midwife’s Research, 12(1).
KOMINFO. (2023). Cegah stunting, wapres minta keluarga Indonesia prioritaskan kebutuhan gizi anak dan sanitasi. https://www.kominfo.go.id/content/detail/50043/cegah-stunting-wapres-minta-keluarga-indonesia-prioritaskan-kebutuhan-gizi-anak-dan-sanitasi/0/berita#:~:text=Saat%20ini%2C%20prevalensi%20stunting%20di%2Cterkecil%20dalam%20masyarakat%2C%20yakni%20keluarga.
Lestari, E., Shaluhiyah, Z., & Sakundarno Adi, M. (2023). Hubungan antara dukungan informasi terhadap pengetahuan dan sikap calon pengantin (CATIN) dalam pencegahan stunting di Kota Semarang. Jurnal Poltekkes Riset Depkes Kesehatan Bandung, 15(2), 308–316. https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v15i2.2195
Lusiana, S. A., Ngardita, I. R., Surmadi, R. N., & Wulan, N. (2023). Pemberdayaan masyarakat pengantin baru/catin dalam upaya mencegah terjadinya stunting di Kota Jayapura. I-Com: Indonesian Community Journal, 3(1), 360–367. https://doi.org/10.33379/icom.v3i1.2289
Maisarah, S., Ibrahim, & Rahmawati. (2022). Hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku lanjut usia dalam menjalani diet hipertensi. JIM FKep, VI(1), 83.
Mayasari, D., Indriyani, R., Ikkom, B., Kedokteran, F., Lampung, U., Tanjungkarang, P. K., & Lampung, B. (2018). Stunting, faktor resiko dan pencegahannya. Stunting, Risk Factors and Prevention, 5, 540–545.
Nisa R, T. W. T. W. (2023). Tingkat pendidikan, usia, pekerjaan dengan pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar pada balita di wilayah kerja Puskesmas Merakurak Kabupaten Tuban. Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia, 7(3), 251–261.
Notoatmodjo. (2018). Metodologi penelitian kesehatan.
Nur Yuni Zahroh Mawadzah, I. (2023). Gambaran pengetahuan dan sikap calon pengantin (CATIN) putri tentang pemeriksaan kesehatan pranikah di wilayah Puskesmas Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur tahun 2023. Program Studi Keperawatan, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta, 4(1), 88–100.
Nurlaela, D., Sari, P., Martini, N., Wijaya, M., & Judistiani, R. T. D. (2018). Efektivitas pendidikan kesehatan melalui media kartu cinta anak tentang 1000 hari pertama kehidupan dalam meningkatkan pengetahuan pasangan calon pengantin (CATIN) di KUA Kecamatan Jatinangor. Jurnal Kesehatan Vokasional, 3(2), 62. https://doi.org/10.22146/-.38765
Pariati, P., & Jumriani, J. (2021). Gambaran pengetahuan kesehatan gigi dengan penyuluhan metode storytelling pada siswa kelas III dan IV SD Inpres Mangasa Gowa. Media Kesehatan Gigi: Politeknik Kesehatan Makassar, 19(2), 7–13. https://doi.org/10.32382/mkg.v19i2.1933
Patata, N. P., Haniarti, H., & Usman, U. (2021). Pengaruh pemberian edukasi gizi terhadap pengetahuan dan sikap calon pengantin (CATIN) dalam pencegahan stunting di KUA Kabupaten Tana Toraja. Jurnal Sains dan Kesehatan, 3(3), 458–463. https://doi.org/10.25026/jsk.v3i3.429
PERATURAN KEMENKES. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Diakses dari https://www.bphn.go.id/data/documents/14pmkes003.pdf
Rahmawati, M. (2023). Hubungan usia, pengetahuan, dan tingkat pendidikan dengan kepatuhan protokol kesehatan. Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(1), 1–13. Diakses dari https://jurnal.fkm.untad.ac.id/index.php/preventif/article/view/335/317
Senjaya, S., Sriati, A., Maulana, I., & Kurniawan. (2022). Dukungan keluarga pada ODHA yang sudah open status di Kabupaten Garut. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 2(3), 1003–1010.
Shoaliha, M., Yanti, S. I., & Shoaliha, M. (2024). Hubungan pengetahuan dengan sikap penggunaan tablet Fe pada wanita dalam pencegahan stunting. Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda, 7(2), 78–85. Diakses dari https://jurnal.uimedan.ac.id/index.php/JURNALFARMASI/article/view/1523
Sofyan Anas, A., Ikhtiar, M., & Afrianty Gobel, F. (2022). Hubungan faktor lingkungan dan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Taraweang Kabupaten Pangkep. Journal of Muslim Community Health (JMCH), 3(3), 1–12. https://doi.org/10.52103/jmch.v3i3.981
Sugiono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (p. 44).
Sukmayenti, & Sholihat, A. (2022). Gambaran tingkat pengetahuan, sikap, dan kesiapan calon pengantin (CATIN) wanita dalam upaya pencegahan stunting di KUA Kuranji Kota Padang. Scientific Journal, 1(5), 376–382. https://doi.org/10.56260/sciena.v1i5.70
Village, C., District, J., Regency, M., Kesehatan, J., Vol, M., & September, N. (2020). Gambaran pengetahuan ibu hamil tentang stunting. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 32–36.
World Health Organization (WHO). (2015). Stunting in a nutshell. Diakses dari https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell
World Health Organization (WHO). (2020). Mengenal apa itu stunting. Diakses dari https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1388/mengenal-apa-itu-stunting
Wijayanti, M. L., Umarianti, T., Rohmatika, D., Pengajar, D., Sarjana, P., Universitas, K., & Husada, K. (2023). Gambaran tingkat pengetahuan calon pengantin (CATIN) tentang kesehatan mental pranikah di UPTD Puskesmas Polokarto Sukoharjo.
Winarni, A. T. (2023). Inovasi pelayanan (ELSIMIL) pada pelayanan program keluarga berencana di Kecamatan Kradenan Kabupaten Grobogan. Service Innovation (ELSIMIL) in Family Planning Program Services in Kradenan District, Grobogan Regency, 4(2).
Yulivantina, E. V., Mufdlilah, M., & Kurniawati, H. F. (2021). Pelaksanaan skrining prakonsepsi pada calon pengantin (CATIN) perempuan. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 8(1), 47. https://doi.org/10.22146/jkr.55481
Zahra Wulandari, M., Fuad Hamdi, A., Zahra Nurhalisa, F., Fawwaz, D., Hutabarat, P., Septiani, G. C., Nurazizah, D. A., & Puspadewi, S. (2023). Penggunaan perhitungan indeks massa tubuh sebagai penanda status gizi pada mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat Rombel 2D. Jurnal Analis, 2(2), 124–131.















