KEDUDUKAN HUKUM PENGGUNAAN JALAN DI ATAS TANAH HAK MILIK
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i4.16290Keywords:
Akses Jalan, Hak Milik, Fungsi Sosial Tanah, Perlindungan HukumAbstract
ABSTRACT
The use of land under private ownership rights as public road access may give rise to legal issues when the interests of landowners conflict with the access needs of other parties. This situation requires clarity regarding the legal status of land use and the legal protection afforded to all parties concerned. This study aims to analyze the legal status of roads located on privately owned land and the forms of legal protection available to landowners and road users. The research employs a normative legal method using a statutory approach (statute approach) and a conceptual approach (conceptual approach). The analysis focuses on legal provisions governing ownership rights, the social function of land, and the use of land for road access. The findings indicate that the use of land as a road does not automatically transfer or extinguish the ownership rights held by the landowner, unless a legal basis provides otherwise. Nevertheless, such land use cannot be separated from the social function of land rights and the access needs of the community, which must be assessed in accordance with applicable law. Accordingly, legal protection should be established through clarity regarding the legal basis for road use and the resolution of disputes in a manner that proportionately considers landowners’ rights and the interests of the community. Thus, legal certainty and a balance of interests serve as the foundation for determining the use of roads situated on privately owned land.
ABSTRAK
Pemanfaatan tanah berstatus Hak Milik sebagai akses jalan bagi masyarakat dapat memunculkan persoalan hukum ketika kepentingan pemilik tanah berhadapan dengan kebutuhan akses pihak lain. Situasi tersebut menuntut kejelasan mengenai status penggunaan tanah dan perlindungan hukum bagi para pihak yang berkepentingan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan hukum penggunaan jalan di atas tanah Hak Milik serta bentuk perlindungan hukum bagi pemilik tanah dan masyarakat pengguna jalan. Penelitian dilakukan dengan metode yuridis normatif melalui pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Analisis difokuskan pada ketentuan hukum mengenai Hak Milik, fungsi sosial tanah, dan penggunaan tanah sebagai akses jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan tanah sebagai jalan tidak dengan sendirinya mengubah atau menghapus status Hak Milik yang dimiliki pemegang hak, kecuali terdapat dasar hukum yang menentukan sebaliknya. Namun, penggunaan tanah tersebut tidak dapat dilepaskan dari fungsi sosial hak atas tanah dan kebutuhan akses masyarakat yang harus dinilai berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Oleh karena itu, perlindungan hukum perlu diwujudkan melalui kejelasan dasar penggunaan jalan dan penyelesaian persoalan yang mempertimbangkan hak pemilik tanah serta kepentingan masyarakat secara proporsional. Dengan demikian, kepastian hukum dan keseimbangan kepentingan menjadi landasan dalam menentukan penggunaan jalan di atas tanah Hak Milik.
Downloads
References
Basana, S., Yamin, M., Kalo, S., & Nasution, F. A. (2023). Analisis yuridis atas klaim hak milik atas tanah oleh instansi pemerintah. Ilmu Hukum Prima (IHP), 6(1), 60–76. https://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/IHP/article/view/3554
Bokings, J. C. R. (2022). Dispute settlement model of land acquisition for public interest. Damhil Law Journal, 2(1), 1–16. https://ejurnal.pps.ung.ac.id/index.php/DLJ/article/view/1247
Djayakusli, J., & Krustiyati, J. A. (2026). Pembatasan kepemilikan maksimal lima bidang tanah perumahan: Antara fungsi sosial tanah dan kekosongan norma hukum. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(3), 2234–2248. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/5616
Dwiandika, R., Fadli, M., Dewantara, R., & Istislam, I. (2026). Balancing public interest with property rights in Indonesian and Kenya toll road acquisition: Menyeimbangkan kepentingan umum dengan hak milik dalam pembebasan lahan untuk jalan tol di Indonesia dan Kenya. Rechtsidee, 14(2), 10–21070. https://rechtsidee.umsida.ac.id/index.php/rechtsidee/article/view/1157
Frederik, W. A. P. G., Ringkuangan, D. R., & Tuwaidan, H. F. D. (2024). Pendaftaran hak atas tanah dalam perspektif kepastian hukum. Amanna Gappa, 32(1), 19–27. https://journal.unhas.ac.id/index.php/agjl/article/view/35063
Hamid, A. R., Zulkarnain, S. H., Anwar, M., Suyuti, S., & Fatt, C. C. (2026). The impact of customary land rights conversion on local communities and economic development in Bali. Asia Pacific Viewpoint, 67(1), 64–73. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/apv.70024
Indrawati, A. (2024). Analisis yuridis terhadap hak milik atas tanah di kawasan perkotaan: Antara regulasi dan realitas sosial. Arus Jurnal Sosial dan Humaniora, 4(3), 2392–2398. https://www.jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/924
Irawan, F. P. P., Mashika, A. K. P., Dewi, Y. R., Kusumawati, T. A., & Kristiyanto, J. W. (2024). Analisis kewenangan pemerintah dalam pengambil alihan hak atas tanah guna kepentingan umum. Literasi Hukum, 8(1), 1–10. https://journal.untidar.ac.id/index.php/literasihukum/article/view/1193
Ismaya, S. (2025). Kajian teoritik dualisme kepentingan dan fungsi sosial hak atas tanah. Wijaya Putra Law Review, 4(2), 243–270. https://jurnal.uwp.ac.id/fh/index.php/wijayaputralawreview/article/view/318
Kim, E., & Park, J. (2026). Property rights and redevelopment: Political subjectivity and the limits of the right to the city in Seoul, South Korea. Habitat International, 167, 103651. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0197397525003674
Liu, X., Kong, M., Tong, D., Zeng, X., & Lai, Y. (2022). Property rights and adjustment for sustainable development during post-productivist transitions in China. Land Use Policy, 122, 106379. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0264837722004069
López de la Lama, R., Bennett, N., Bulkan, J., Boyd, D., & Chan, K. M. (2023). A legal assessment of private land conservation in South America. Conservation Biology, 37(4), e14068. https://conbio.onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/cobi.14068
Meckelburg, R., & Wardana, A. (2024). The political economy of land acquisition for development in the public interest: The case of Indonesia. Land Use Policy, 137, 107017. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0264837723004830
Pahlefi, P., Hidayah, L. N., Nuriyatman, E., Qadir, S. M. D. A., & Windarto, W. (2026). Pendaftaran tanah sebagai langkah menuju kepastian hukum dan perlindungan hak milik. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(4), 22121–22133. https://jerkin.org/index.php/jerkin/article/view/5786
Rahmasari, F. (2026). Perlindungan hukum pemegang sertifikat hak milik dalam sengketa tanah waris: (Studi Putusan No. 8/Pdt. G/2024/PN. Mgg). Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 1711–1725. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/3347
Saputra, B., Sulaksono, A., & Suyatno, S. (2022). Penyelesaian sengketa akses jalan melalui mediasi. Jurnal Reformasi Hukum: Cogito Ergo Sum, 5(1), 40–43. https://e-journal.umaha.ac.id/reformasi/article/view/1919
Sianturi, J. G., Prasetyawati, S. E., & Satria, I. (2022). Tinjauan yuridis penutupan akses jalan masuk di tanah reklamasi pantai secara sepihak (Studi Putusan Nomor 96/PDT/2021/PT.TJK). Jurnal Pro Hukum: Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik, 11(5), 699–707. https://journal.unigres.ac.id/index.php/JurnalProHukum/article/view/2686
Simangunsong, R. T., Gultom, M., Sigalingging, O. P., Simamora, P., & Hutagaol, V. (2026). Legal education on land rights and the prevention of land disputes for rural communities. Maslahah: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(2), 200–216. https://www.ejurnalilmiah.com/index.php/Maslahah/article/view/13627
Sulistianingsih, D., Ronaldi, M. K., Prabowo, M. S., & Adhi, Y. P. (2024). Penyelesaian sengketa tanah berstatus hak milik dijadikan akses jalan bagi pemilik tanah yang terkurung. Mahalini: Journal of Business Law, 1(2), 167–179. https://publikasiilmiah.unwahas.ac.id/mahalini/article/view/12177
Taureandhia, M. R., Kasmawati, Trijaya, M. W., Febrianto, D., & Mustika, D. (2026). Tinjauan hukum sengketa pertanahan akibat perbuatan melawan hukum di Pantai Sari Ringgung. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(3), 8277–8288. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/6698
Thorogood, J., Hastie, A., & Hill-Butler, C. (2022). Public access, private land, and spatial politics: The geographical importance of the right of way in Coventry, England. Transactions of the Institute of British Geographers, 47(2), 484–498. https://rgs-ibg.onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/tran.12514
Zulfikar, M. D., Pujiwati, Y., & Wahjuni, S. (2022). Kedudukan hak pengelolaan dalam hukum tanah nasional dikaitkan kepemilikan barang milik negara/daerah. LITRA: Jurnal Hukum Lingkungan, Tata Ruang, dan Agraria, 1(2), 229–245. https://jurnal.fh.unpad.ac.id/index.php/litra/article/view/771
















