KEDUDUKAN DIREKTORAT JENDERAL PAJAK DALAM PENYELENGGARAAN PERPAJAKAN DI INDONESIA

Authors

  • Raffin Aulia Rahman Universitas Narotama
  • Bambang Arwanto Universitas Narotama

DOI:

https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i4.16276

Keywords:

Direktorat Jenderal Pajak, Batasan Kewenangan, Tanggung Jawab Hukum

Abstract

ABSTRACT

Taxation is a fundamental instrument of state revenue, with its compulsory nature grounded in Article 23A of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. In practice, the Directorate General of Taxes (DGT) administers taxation through a self-assessment system, although the exercise of its authority remains subject to legal constraints. Problems may arise when tax officials’ actions, the implementation of internal regulations, or preliminary evidence examinations exceed the authority granted by law. This study aims to analyze the limits of authority and the legal responsibilities of the DGT in Indonesia’s tax administration. It employs normative legal research using statutory and conceptual approaches. The analysis examines relevant legal materials to identify the legal basis of the DGT’s authority, the boundaries governing its exercise, and the resulting legal consequences. The findings indicate that the DGT’s authority must be grounded in statutory provisions, exercised in accordance with the purposes for which it was granted, and subject to administrative procedures and the general principles of good governance. Such authority also entails legal responsibility to ensure legal certainty, proportionality in administrative actions, data confidentiality, and the protection of taxpayers’ rights. This study concludes that lawful tax administration requires a balance between administrative effectiveness, limitations on governmental authority, and accountability mechanisms, including accessible tax dispute resolution procedures for taxpayers.

ABSTRAK

Pajak merupakan instrumen penerimaan negara yang pemungutannya didasarkan pada Pasal 23A Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dalam pelaksanaannya, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memiliki kewenangan untuk menyelenggarakan administrasi perpajakan melalui self-assessment system, tetapi penggunaan kewenangan tersebut tetap dibatasi oleh hukum. Persoalan muncul ketika tindakan fiskus, penerapan regulasi internal, atau pelaksanaan pemeriksaan berpotensi melampaui dasar kewenangan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis batas kewenangan dan tanggung jawab hukum DJP dalam penyelenggaraan perpajakan di Indonesia. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan konseptual (conceptual approach). Analisis dilakukan melalui penelaahan bahan hukum yang relevan untuk mengidentifikasi dasar kewenangan, batas pelaksanaannya, dan konsekuensi hukumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewenangan DJP harus berlandaskan peraturan perundang-undangan, dijalankan sesuai tujuan pemberiannya, serta tunduk pada prosedur administrasi dan asas-asas umum pemerintahan yang baik. Kewenangan tersebut sekaligus melahirkan tanggung jawab hukum untuk menjamin kepastian hukum, proporsionalitas tindakan, kerahasiaan data, dan perlindungan hak wajib pajak. Penelitian menyimpulkan bahwa penyelenggaraan perpajakan yang sah menuntut keseimbangan antara efektivitas administrasi, pembatasan kewenangan, dan mekanisme pertanggungjawaban serta penyelesaian sengketa yang dapat diakses wajib pajak.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad, A. (2025). Analysis of abuse of authority by government apparatus in the state administrative legal system. International Journal of Constitutional and Administrative Law, 1(1), 69–83. https://ijcal.profesionallegal.com/index.php/ijcal/article/view/4

Alif, M. R., & Ariadi, A. (2026). Legalitas pemanfaatan open source intelligence oleh Direktorat Jenderal Pajak dalam penggalian potensi dan pengawasan wajib pajak. Dialog Legal: Jurnal Syariah, Jurisprudensi dan Tata Negara, 2(2), 190–197. https://mazalat.stisa-ashshofa.ac.id/index.php/dialoglegal/article/view/193

Banjarnahor, E., Suhariyanto, D., & Setiawan, P. A. H. (2026). Legal protection for bank customers regarding the disclosure of financial information by tax authorities based on Law Number 9 of 2017 and Law Number 27 of 2022. Ilmu Hukum Prima (IHP), 9(1), 134–153. https://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/IHP/article/view/7766

Djunaedi, L. R., & Yuniawaty, Y. (2026). Kepastian dan perlindungan hukum bagi wajib pajak orang pribadi di Indonesia dalam penerapan prinsip due process of law atas pemanfaatan data Automatic Exchange of Information (AEOI) untuk pengawasan dan kepatuhan pajak. UNES Law Review, 9(1), 26–43. https://www.review-unes.com/law/article/view/2599

Elfiani, F., Pater, R. A., Nofrizal, & Hendri. (2023). Analisis eksistensi surat edaran terhadap peraturan perundang-undangan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Journal of Juridische Analyse, 2(1), 19–37. https://doi.org/10.30606/joja.v2i01.1803

Eskridge, W. N., Jr., & Ferejohn, J. A. (2023). The APA as a super-statute: Deep compromise and judicial review of notice-and-comment rulemaking. Notre Dame Law Review, 98, 1893. https://gretchen.law.nyu.edu/fac-articles/362/

Faradilla, M. R., Hasbullah, M. A., & Sholihan. (2026). Perubahan kewenangan DJP dalam pemungutan PPN PMSE: Dari sistem penunjukan menuju sistem sukarela. Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan, 2(4), 103–108. https://jurnal.globalscients.com/index.php/jkhpk/article/view/1832

Hastuti, P. (2026). Diskresi fiskal dan risiko abuse of power dalam penegakan hukum pajak tahun 2026. IN RIGHT: Jurnal Agama dan Hak Azazi Manusia, 15(1), 93–109. https://ejournal.uin-suka.ac.id/syariah/inright/article/view/5050

Huda, S. Z., Balqis, S., & Khairunnisa. (2026). Problematika penyalahgunaan wewenang pejabat pemerintah dalam perspektif hukum tata negara dan hukum administrasi negara. Indonesian Journal of Studies on Humanities, Social Sciences and Education, 3(1), 78–89. https://ijhsed.com/index.php/a/article/view/55

Mishra, A. K., Celestin, M., Kumar, A. D., Vasuki, M., Hassan, O. M., Mishra, S., & Zulu, L. (2026). Blockchain based tax administration and fraud reduction in public revenue systems. Poornaprajna International Journal of Emerging Technologies (PIJET), 3(2), 1–52. https://www.poornaprajnapublication.com/index.php/pijet/article/view/226

Nurmala, S. A., & Wiraguna, S. A. (2026). Analisis yuridis tanggung jawab Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terhadap kebocoran data nomor pokok wajib pajak (NPWP) berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022. Jurnal Kajian Ilmiah, 26(1), 85–94. https://ejurnal.ubharajaya.ac.id/index.php/JKI/article/view/4817

Pasaribu, N. R. D. (2026). Harmonisasi prinsip kewarganegaraan dan asas-asas umum pemerintahan yang baik dalam penjaminan hukum administrasi di Indonesia. Bulletin of Law Research, 3(1) 12–19. https://ejournal.univbhaktiasih.ac.id/index.php/bleach/article/view/139

Prasetyo, D., & Karo-Karo, R. (2026). Kajian yuridis terhadap pertimbangan hakim dalam Putusan Pengadilan Negeri Bantul Nomor 242/Pid. Sus/2022/PN Btl pada perkara tindak pidana pajak ditinjau dari asas-asas hukum pidana dan tujuan pemidanaan: Penelitian. Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial, 4(2), 3614–3629. https://pchukumsosial.org/index.php/pchs/article/view/547

Reed, K., Wagner, M., Tizpaz-Niari, S., & Trivedi, A. (2025). Experts, commercial software, and the Internal Revenue Service: American taxpayer perceptions of trust and procedural justice. Law and Human Behavior, 49(3), 250. https://psycnet.apa.org/record/2026-16498-001

Saragih, A. H., Reyhani, Q., Setyowati, M. S., & Hendrawan, A. (2023). The potential of an artificial intelligence (AI) application for the tax administration system’s modernization: The case of Indonesia. Artificial Intelligence and Law, 31(3), 491–514. https://link.springer.com/article/10.1007/s10506-022-09321-y

Setiawan, B., Cahyady, Y., Supriyadi, & Chotib, F. A. (2026). Analysis of tax audit authority from the perspective of appeal disputes in the Tax Court. Journal of Governance, Taxation and Auditing, 4(3), 547–557. https://journalkeberlanjutan.com/index.php/JoGTA/article/view/1756

Setiawan, J., Tiopan, D., Setiawan, A., & Kurniawan, S. (2026). Tinjauan yuridis terhadap ketimpangan pengaturan sanksi antara wajib pajak dan fiskus dalam sengketa pajak berdasarkan Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan: Penelitian. Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial, 4(1), 1612–1622. https://pchukumsosial.org/index.php/pchs/article/view/327

Shahab, K., Cinta, Y. N., Dulung, A. J., Rahim, M. H., & Ferdiles, L. (2026). Doktrin legitimate expectation dalam hukum pajak Indonesia: Perlindungan wajib pajak atas perubahan fiskal yang mendadak. SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, 5(4), 2762–2766. https://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/seikat/article/view/2892

Shahriari, M., Asghari, S. M., & Khosravi, A. (2026). The right of access to taxpayers’ information in the legal systems of Iran and France. Journal of Historical Research, Law and Policy, 4(1), 1–13. https://jhrlp.com/index.php/jhrlp/article/view/73

Silalahi, W., & Hakim, M. A. R. (2026). Batas kewenangan Direktorat Jenderal Pajak dan kepastian perlindungan hukum bagi wajib pajak dalam pengawasan kepatuhan melalui jejaring informasi Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora, 4(3), 7–15. https://jurnal.kolibi.id/index.php/kultura/article/view/774

Sinaga, F., Kusumadewi, Y., & Tompul, V. B. (2026). Penyelesaian sengketa pajak berdasarkan ketentuan umum perpajakan: Studi Putusan Pengadilan Pajak Nomor PUT-008757.16/2023/PP/M. IA Tahun 2025. Krisna Law: Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Krisnadwipayana, 8(3), 483–500. https://ejournal.hukumunkris.id/index.php/krisnalaw/article/view/1647

Yasin, B., & Mangar, I. (2026). Evaluasi penegakan hukum terhadap penyalahgunaan keuangan daerah. Jurnal Hukum Sasana, 12(1), 34–42. https://ejurnal.ubharajaya.ac.id/index.php/SASANA/article/view/4704

Downloads

Published

2026-10-30

How to Cite

Rahman, R. A., & Arwanto, B. (2026). KEDUDUKAN DIREKTORAT JENDERAL PAJAK DALAM PENYELENGGARAAN PERPAJAKAN DI INDONESIA. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan , 6(4), 3958–3971. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i4.16276

Issue

Section

Articles