URGENSI PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH TENTANG PENGELOLAAN PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATU BARA DI PROVINSI MALUKU
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i4.16268Keywords:
Pertambangan, Harmonisasi Hukum, Peraturan Daerah, Provinsi MalukuAbstract
ABSTRACT
Changes in mineral and coal mining regulations in Indonesia necessitate a review of the consistency of regional regulations with developments in national law. In Maluku Province, Regional Regulation No. 18 of 2014 concerning Mineral and Coal Mining Management was established under a legal framework that differs from the provisions introduced following the enactment of Law No. 23 of 2014, Law No. 3 of 2020, and Law No. 2 of 2025. This study aims to analyze the urgency of establishing a new regional regulation, focusing on legal harmonization, the distribution of governmental authority, and mining management requirements that reflect Maluku’s regional characteristics. The study employs normative legal research using statutory and conceptual approaches. The analysis involves identifying legal materials, examining relevant provisions, comparing regional regulations with national legislation, and developing legal arguments through descriptive-analytical analysis. The findings indicate that Regional Regulation No. 18 of 2014 needs to be evaluated to assess the consistency of its provisions concerning governmental authority, licensing, guidance and supervision, environmental protection, and community interests. The study concludes that updating the regional regulatory framework should be considered on the basis of a systematic normative evaluation, while respecting the limits of regional governmental authority and the characteristics of Maluku as an archipelagic province. Such efforts are expected to strengthen legal certainty and promote orderly, equitable, and sustainable mining management.
ABSTRAK
Perubahan regulasi pertambangan mineral dan batu bara di Indonesia menuntut peninjauan terhadap kesesuaian peraturan daerah dengan perkembangan hukum nasional. Di Provinsi Maluku, Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral dan Batu Bara dibentuk dalam kerangka hukum yang berbeda dari ketentuan setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020, dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi pembentukan peraturan daerah baru dengan menitikberatkan pada keselarasan norma, pembagian kewenangan pemerintahan, dan kebutuhan pengelolaan pertambangan sesuai karakteristik wilayah Maluku. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Analisis dilakukan melalui identifikasi bahan hukum, penelaahan ketentuan yang relevan, perbandingan pengaturan daerah dengan peraturan nasional, serta penyusunan argumentasi hukum secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perda Nomor 18 Tahun 2014 perlu dievaluasi untuk menilai kesesuaian pengaturan mengenai kewenangan, perizinan, pembinaan dan pengawasan, perlindungan lingkungan, serta kepentingan masyarakat. Penelitian menyimpulkan bahwa pembaruan regulasi daerah perlu dipertimbangkan berdasarkan hasil evaluasi normatif yang sistematis, dengan tetap memperhatikan batas kewenangan pemerintah daerah dan karakteristik Maluku sebagai provinsi kepulauan. Upaya tersebut diharapkan memperkuat kepastian hukum dan mendorong pengelolaan pertambangan yang tertib, adil, serta berkelanjutan.
Downloads
References
Aulia, H. (2026). Peran pemerintah dalam mengatur dampak pertambangan tanah di Kecamatan Tambang Ulang berdasarkan UU Nomor 3 Tahun 2020 dan UU Nomor 38 Tahun 2004. Dialog Legal: Jurnal Syariah, Jurisprudensi dan Tata Negara, 2(2), 147–158. https://mazalat.stisa-ashshofa.ac.id/index.php/dialoglegal/article/view/79
Efendi, M. W., Afiyah, S., & Hudi, M. (2025). Putusan tinjauan yuridis penambangan pasir ilegal di Sungai Bengawan Solo berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. LAW Specialist Jurnal Ilmiah Hukum, 2(1), 1–42. https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/lawspecialist/article/view/10767
Faturohman, F., Maula, G. M., & Sanjaya, S. P. (2025). Urgensi dan kelayakan pembentukan daerah otonomi baru untuk percepatan pembangunan daerah: Studi pada Kabupaten Bogor. Constituer: Jurnal Hukum Ketatanegaraan, 1(2), 30–44. https://journal.fhukum.uniku.ac.id/constituer/article/view/38
Konfat, A., Nuban, D. K., & Asnawi, N. (2026). Peralihan kewenangan dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat dalam pengawasan pertambangan batuan di Kali Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara. Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 5(1), 600–611. https://jurnaluniv45sby.ac.id/index.php/Dewantara/article/view/7320
Kurdi, K., & Cahayo, R. G. (2026). Perlindungan hukum terhadap masyarakat di pulau-pulau kecil dalam perspektif asas kedaulatan rakyat: Studi kasus pertambangan nikel di Raja Ampat Papua. DIVERSI: Jurnal Hukum, 11(2), 269–301. https://ejournal.uniska-kediri.ac.id/index.php/Diversi/article/view/7505
Ligua, F., Soeikromo, D., & Tampongangoy, G. H. (2026). Analisis yuridis pemberian izin usaha pertambangan kepada perguruan tinggi swasta berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2025 tentang perubahan keempat atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Innovative: Journal of Social Science Research, 6(4), 217–228. https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/21566
Nancy, N. (2022). Potential distortion of sustainable development in the conflict of interest of nickel mining and indigenous communities in Halmahera, North Maluku. Journal of Global Environmental Dynamics, 3(2), 11–20. https://jurnal.uns.ac.id/jged/article/view/61384
Paonganan, R. T., Maramis, R. A., & Pinasang, D. R. (2025). Analisis harmonisasi peraturan perundang-undangan dalam mengatasi konflik regulasi di Indonesia. Innovative: Journal of Social Science Research, 5(4), 4796–4812. https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/20799
Pratama, A. B., Firdaus, A. M., Inayati, A. A., & Nasrulhaq, N. (2026). Mining concession policy for religious organizations in Indonesia: An analysis of vertical inconsistencies in the norm hierarchy framework. Al-Mazaahib: Jurnal Perbandingan Hukum, 14(1), 82–96. https://ejournal.uin-suka.ac.id/syariah/almazahib/article/view/4366
Putri, N. D., Ash-shidiqqi, E. A., & Sari, M. D. (2026). Legal certainty in mining regulation: A comparative study of Indonesia and Malaysia. Administrative and Environmental Law Review, 7(2), 139–154. https://jurnal.fh.unila.ac.id/index.php/aelr/article/view/4589
Rahardjo, A., & Herman, K. M. S. (2025). Dynamics of the development of mineral and coal mining legal policy management by regional governments. Asian Journal of Social and Humanities, 3(10), 1771–1781. https://ajosh.org/jsh/article/view/570
Rajab, A. M., Andriyan, Y., & Muhamad, S. (2022). Kewenangan masyarakat hukum adat dalam pengelolaan mineral dan batubara pasca pemberlakuan UU Nomor 3 Tahun 2020. Jurnal Pemerintahan, Politik Anggaran dan Adiminstrasi Publik, 2(1), 26–35. https://e-journal.unimudasorong.ac.id/index.php/JPPADAP/article/view/6465
Ramírez-Van Stralhen, J. J., Romero-Perdomo, F., & González-Curbelo, M. Á. (2026). Investigating the mining sector’s alignment with the Sustainable Development Goals in South America. Mineral Economics, 1–14. https://link.springer.com/article/10.1007/s13563-025-00597-5
Saputra, I. E., Rahman, A., & Mamonto, M. A. W. W. (2025). Urgensi dan landasan pembentukan peraturan daerah tentang penyelenggaraan cadangan pangan di Provinsi Sulawesi Selatan: Kajian filosofis, sosiologis, dan yuridis. UNES Law Review, 7(3), 998–1013. https://review-unes.com/index.php/law/article/view/2404
Sjahboeddin, B., Harjono, D. K., Nainggolan, B., & Simatupang, D. P. (2025). Regulation on increasing added value of nickel and mineral mining business opportunities and challenges in Indonesia. Indonesian Mining Journal, 28(2), 131–146. https://devel.rubel.id/index.php/imj/article/view/1695
Soemarmi, A., Julian, F. P., Saraswati, R., Maharani, C. D., & Tholemadia, F. K. (2025). The law enforcement of mining in coastal areas for environmental justice of the indigenous people of Sangihe Island. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1537(1), Article 012006. https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/1537/1/012006/meta
Sukarno, S., & Ulum, H. (2025). Dampak hukum regulasi daerah terhadap pengelolaan pariwisata berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat. Journal Kompilasi Hukum, 10(2), 527–536. https://jkh.unram.ac.id/index.php/jkh/article/view/294
Sumirat, I. R., Rahman, A., Tabrozi, D., & Wazin, W. (2025). Constitutional framework for mining regulation: Regional autonomy and state authority. Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum dan Konstitusi, 8(2) 415–429. https://ejournal.uinsaizu.ac.id/index.php/volksgeist/article/view/12616
Tinambunan, H. S. R., Istislam, Hadiyantina, S., Kusumaningrum, A., & Tajudin, A. A. (2025). Recentralization of mining licensing authority and its impact on local autonomy in Indonesia. Jurnal Suara Hukum, 7(2), 520–539. https://journal.unesa.ac.id/index.php/suarahukum/article/view/39065
Umami, A. M., & Subadi, E. J. (2025). Pengaturan pertambangan rakyat paska berlakunya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Jurnal Risalah Kenotariatan, 6(1), 53–63. https://risalah.unram.ac.id/index.php/risalah/article/view/340
Wardana, Y., Isnandar, A., & Prasetyo, Y. (2026). The urgency of law enforcement of illegal mineral and coal mining based on the values of justice and legal certainty. SOSIOEDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan dan Sosial, 15(3), 1510–1518. https://ejournal.unibabwi.ac.id/index.php/sosioedukasi/article/view/7659
Zalianty, A. N., Salsabila, A. R., Rahmawati, D. A., Sigiro, F., & Khaerunnisa, T. N. (2026). Kepastian hukum tumpang tindih izin usaha pertambangan pasca kasasi PT GAN dan PT CSM. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(3), 9251–9256. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/7071
















