ANALISIS PENGARUH INVESTASI, TENAGA KERJA, BELANJA MODAL, DAN KAPASITAS FISKAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI (STUDI DATA PANEL 34 PROVINSI DI INDONESIA TAHUN 2015–2024)
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i4.15886Keywords:
Investasi, Tenaga Kerja, Belanja Modal, Kapasitas Fiskal, Pertumbuhan EkonomiAbstract
Regional economic growth disparities across Indonesia remain a critical structural issue, where imbalances in investment distribution and public spending effectiveness continue to trigger theoretical and empirical debates. Prior empirical literature exhibits inconclusive results regarding the elasticity of formal labor and regional fiscal capacity on aggregate economic output, creating a vital research gap that warrants comprehensive re-examination. This study aims to analyze the effect of investment, formal labor, local government capital expenditure ratio, and fiscal capacity on provincial economic growth in Indonesia over the 2015–2024 period. A quantitative approach was applied using a purposive sampling technique, yielding a balanced panel dataset of 34 provinces with 340 observations. The model was estimated using panel data regression via the Feasible Generalized Least Squares (FGLS) method, accommodating panel heteroscedasticity and first-order autocorrelation [AR(1)] through Stata 17 software to overcome residual assumption violations. The results indicate that investment and the capital expenditure ratio have a positive and significant effect on economic growth, whereas formal labor and fiscal capacity exhibit a negative and statistically insignificant effect. The Java region dummy variable yields a positive and significant coefficient, confirming that provincial economic growth in Java is consistently higher than in off-Java regions. Simultaneously, all independent variables and the regional control variable significantly influence provincial economic growth in Indonesia. These findings underscore that accelerating regional growth requires productive capital expenditure allocation and a conducive investment climate, coupled with fiscal governance reforms and labor quality improvements to generate substantial economic leverage.
ABSTRAK
Ketimpangan pertumbuhan ekonomi antarwilayah di Indonesia masih menjadi isu struktural yang belum terpecahkan secara optimal, di mana ketidakseragaman alokasi investasi dan efektivitas belanja publik kerap memicu perdebatan teoretis maupun empiris. Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang saling bertentangan (inconclusive results) terkait elastisitas tenaga kerja formal dan kapasitas fiskal terhadap output agregat daerah, sehingga memunculkan celah penelitian (research gap) yang krusial untuk dikaji lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh investasi, tenaga kerja formal, rasio belanja modal pemerintah daerah, dan kapasitas fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi di Indonesia periode 2015–2024. Pendekatan kuantitatif diterapkan menggunakan teknik purposive sampling yang menghasilkan data panel seimbang (balanced panel) mencakup 34 provinsi dengan 340 observasi. Model dianalisis menggunakan regresi data panel metode Feasible Generalized Least Squares (FGLS) dengan koreksi heteroscedasticity dan autocorrelation tingkat pertama [AR(1)] melalui software Stata 17 guna mengatasi pelanggaran asumsi varians sisaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi dan rasio belanja modal pemerintah daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan tenaga kerja formal dan kapasitas fiskal berpengaruh negatif namun tidak signifikan. Dummy wilayah Jawa berpengaruh positif dan signifikan, yang mengonfirmasi bahwa laju pertumbuhan ekonomi provinsi di Pulau Jawa cenderung lebih tinggi dibandingkan wilayah luar Jawa. Secara simultan, seluruh variabel independen bersama variabel kontrol berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi di Indonesia. Temuan ini menegaskan bahwa akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah menuntut ekspansi belanja modal yang produktif dan iklim investasi yang kondusif, serta perlunya reformasi tata kelola anggaran dan peningkatan keahlian tenaga kerja formal agar memiliki daya ungkit riil.
Downloads
References
Alfian, A., & Suparyati, A. (2026). Determinasi kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor oleh pengetahuan perpajakan, kesadaran wajib pajak, sosialisasi perpajakan, dan sanksi pajak di Provinsi Jawa Barat. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 6(3), 1516–1528. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i3.10725
Anggraini, I. H., & Kustini, K. (2026). Literasi digital melalui sosialisasi penggunaan aplikasi JMO untuk monitoring saldo JHT pekerja PT. HM Sampoerna. COMMUNITY: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 216–225. https://doi.org/10.51878/community.v6i1.8939
Auxiliadora, I., Oentoro, Y. P., & Yasin, M. (2020). Pertumbuhan ekonomi sebagai cerminan perkembangan perekonomian suatu negara. Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan, 2(3), 1–12. https://doi.org/10.54066/jmbe-itb.v2i3.1898
Azizah, R., Bagas, H., Rensa, H., Sinaga, J. B. L. A. B., & Sinaga, D. S. (2025). Analisis pengaruh kinerja keuangan pemerintahan daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara. Jurnal Lentera Bisnis, 14(2), 1626–1638. https://doi.org/10.34127/jrlab.v14i2.1520
Darmayanti, N. E., & Maghfiroh, R. D. (2026). Kesiapan internal perusahaan dalam transformasi digital melalui implementasi ERP: Studi kasus PT Delta Jaya Mas berbasis kerangka TOE. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 6(1), 339–348. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i1.8880
Dirja, I. P. (2021). Kendala dan optimalisasi pelaksanaan undang-undang terkait dengan otonomi daerah. Jurnal Ekonomi dan Pendidikan, 18(1), 1–12. https://doi.org/10.21831/jep.v18i1.38183
Fahmi, F., Nurfadillah, L., Rifky, R. A., Epita, E., Saputra, A., & Alghifari, M. R. (2026). Pembiayaan pendidikan dan politik anggaran. MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 6(2), 537–546. https://doi.org/10.51878/manajerial.v6i2.11356
Habibani, R. A., Asnil, A., Frinaldi, A., & Putri, N. E. (2025). Pengaruh belanja daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Pariaman. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(4), 1905–1914. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i4.7823
Hanum, F. D., Sugianto, S., & Murtatik, S. (2022). Determinasi pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Barat. SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan, 1(6), 941–950. https://doi.org/10.54443/sibatik.v1i6.111
Ketrin, R. A., & Sasongko, N. (2022). Determinan belanja modal pada kabupaten/kota se-Jawa tahun 2018-2020. Journal of Public Accounting (JPA), 2(1), 31–39. https://doi.org/10.30591/jpa.v2i1.3707
Latifa, A., Frinaldi, A., Magriasti, L., & Naldi, H. (2025). Desentralisasi fiskal: Tantangan pengelolaan pengeluaran daerah dalam mewujudkan otonomi keuangan daerah. Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP), 7(3), 411–417. https://doi.org/10.24036/jmiap.v7i3.1237
Lutfiana, H. F., & Hadi, N. U. (2026). Determinasi inflasi, tingkat pengangguran dan indeks pembangunan manusia terhadap kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jawa Timur. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(3), 1548–1562. https://doi.org/10.51878/social.v6i3.12094
Mankiw, N. G., Romer, D., & Weil, D. N. (1992). A contribution to the empirics of economic growth. The Quarterly Journal of Economics, 107(2), 407–437. https://doi.org/10.2307/2118477
Maulana, H., Syahnur, S., & Abrar, M. (2025). Economic growth in Indonesia: The influence of fiscal decentralization, investment, labor, and human development index. Grimsa Journal of Business and Economics Studies, 2(2), 126–139. https://doi.org/10.61975/gjbes.v2i2.75
Mendez-Guerra, C., & Kataoka, M. (2020). Disparities in regional productivity, capital accumulation, and efficiency across Indonesia: A convergence clubs approach (MPRA Paper No. 99322). Federal Reserve Bank of St. Louis. https://econpapers.repec.org/paper/pramprapa/99322.htm
Muliati, M., Ashariana, A., Ibrahim, I., Asy’hary, A., & Nurkadarwati, N. (2026). Komunikasi kebijakan pembangunan desa dalam konteks keterbatasan geografis dan digital: Studi kasus Desa Bonto Somba di Kabupaten Maros. COMMUNITY: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 602–613. https://doi.org/10.51878/community.v6i1.10059
Musviyanti, M., Khairin, F. N., Bone, H., Syakura, M. A., & Yudaruddin, R. (2022). Structure of local government budgets and local fiscal autonomy: Evidence from Indonesia. Public and Municipal Finance, 11(1), 79–89. https://doi.org/10.21511/pmf.11(1).2022.07
Naibaho, F. R., Hutauruk, R., Simanungkalit, P. S., & Tambunan, K. E. (2026). Pengaruh kemiskinan dan ketimpangan pendapatan sebagai hambatan dalam pencapaian SDGs di Indonesia. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 6(3), 1957–1965. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i3.11638
Oktavia, S., Febriani, R. G., Hadi, M. A., & Asykurunnizza, A. Z. (2025). Determinasi sosial ekonomi terhadap kemiskinan di Jawa Timur: Analisis data panel menggunakan fixed effect model. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Daerah, 5(2), 459–476. https://doi.org/10.24843/jepd.2025.v05.i02.p08
Solow, R. M. (1956). A contribution to the theory of economic growth. The Quarterly Journal of Economics, 70(1), 65–94. https://doi.org/10.2307/1884513
Sriwinarti, A., & Artaningtyas, W. D. (2023). Analysis of convergent sigma and convergent beta revenue and expenditure of regency/city government in the Special Region of Yogyakarta. International Journal of Advanced Economics, 5(7), 138–151. https://doi.org/10.51594/ijae.v5i7.542
Suparta, I. W., & Alfajar, R. (2025). Pengaruh investasi dan tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di kawasan timur dan barat Indonesia. Jurnal Ekonomika dan Bisnis (JEBS), 5(6), 1142–1151. https://doi.org/10.47233/jebs.v5i6.3720
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2020). Economic development (13th ed.). Pearson Education.
Wahyudi, S. T., & Kurniawati, L. (2022). The effect of fiscal decentralization on economic growth: A study of the province level in Indonesia. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan, 15(1), 37–48. https://doi.org/10.24843/jekt.2022.v15.i01.p03
Wardhana, A., Kharisma, B., & Lisdiyanti, T. (2020). Teknologi informasi komunikasi dan pertumbuhan ekonomi wilayah barat dan timur Indonesia periode 2014-2018. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, 9(11), 1103–1132. https://doi.org/10.24843/eeb.2020.v09.i11.p05
Wicaksono, B., & Hwihanus, H. (2026). Digitalisasi koperasi pedesaan sebagai pendorong ekonomi inklusif: Analisis kesenjangan implementasi kebijakan digital antara wilayah perkotaan dan pedesaan. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(2), 1267–1275. https://doi.org/10.51878/social.v6i2.11748
















