AKSES DAN KEMITRAAN ORGANISASI SENI DENGAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENYELENGGARAAN SENI PERTUNJUKAN DI KOTA PALANGKA RAYA
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i4.15505Keywords:
Dukungan Pemerintah, Kapasitas Organisasi, Kemitraan, Organisasi SeniAbstract
ABSTRACT
The sustainability of local performing arts organizations relies heavily on the effectiveness of their partnerships with local governments. This study aims to analyze the access to and sustainability of partnerships between local government and performing arts organizations in Palangka Raya City, encompassing the identification of government support forms and mechanisms, the strategies employed by arts organizations to secure and maintain support, and the government's considerations in selecting and continuing collaborations. Using a qualitative approach, data were gathered from six informants selected through purposive sampling, comprising five arts group leaders and one relevant government official. Data analysis was conducted by mapping types of support, negotiation patterns, and key factors determining partnership continuity. Research findings indicate that public facilitation takes the form of funding, performance venues, facilities, and activity recommendations. In accessing these opportunities, artists employ tactics such as opportunity scanning, personal branding, legal strengthening, and bureaucratic adaptation without compromising their artistic integrity. Meanwhile, sustainability criteria from the bureaucratic perspective rest on proposal feasibility, budget availability, smooth communication, and past program execution track records. The study concludes that the continuity of this partnership relationship does not rely on a single party, but is rather the outcome of dynamic compromise between the institutional capacity of arts communities and the governance flexibility of local government.
ABSTRAK
Keberlanjutan organisasi seni pertunjukan di tingkat lokal amat bergantung pada efektivitas kemitraan dengan pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis akses dan keberlanjutan kemitraan antara pemerintah daerah dan organisasi seni pertunjukan di Kota Palangka Raya, yang mencakup identifikasi bentuk dan mekanisme dukungan pemerintah, strategi organisasi seni dalam memperoleh serta mempertahankan dukungan, hingga pertimbangan pemerintah dalam memilih maupun melanjutkan kerja sama. Lewat pendekatan kualitatif, data dihimpun dari enam orang informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, mencakup lima penggiat sanggar seni dan satu pejabat pemerintah terkait. Analisis data dilakukan dengan memetakan bentuk fasilitas, pola negosiasi, serta faktor penentu keberlanjutan kerja sama. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa fasilitasi publik berwujud pendanaan, ruang pentas, sarana, hingga rujukan kegiatan. Dalam mengaksesnya, para pelaku seni menerapkan taktik pencarian peluang, personal branding, penguatan legalitas, dan adaptasi birokrasi tanpa mengorbankan integritas artistik. Sementara itu, kriteria keberlanjutan dari sudut pandang birokrasi berpijak pada kelayakan proposal, ketersediaan alokasi anggaran, kelancaran komunikasi, serta rekam jejak eksekusi program. Disimpulkan bahwa kesinambungan hubungan kemitraan ini tidak bertumpu pada satu arah, melainkan hasil kompromi dinamis antara kapasitas kelembagaan komunitas seni dan fleksibilitas tata kelola pemerintah daerah.
Downloads
References
Ardiansyah, L. Y., Lazuardi, A. B., Yasa, I. N. M., & Nata, I. G. A. K. (2026). Penguatan ekosistem seni tradisional Sasak melalui tata kelola keuangan, pertunjukan kreatif, dan branding budaya pada Komunitas Kampoeng Baca Pelangi di Lombok Barat. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 10(1), 566–576. https://jurnal-lp2m.umnaw.ac.id/index.php/AJPKM/article/view/6689
Ardiyasa, I. P. (2021). Strategi peningkatan stakeholder baru organisasi seni pertunjukan. Jurnal Tata Kelola Seni, 7(1), 21–30. https://doi.org/10.24821/jtks.v7i1.4205
Bagaskara, B., & Sumarwahyudi, S. (2026). Sinergi seniman, institusi pendidikan, dan komunitas dalam ekosistem industri kreatif berkelanjutan. Journal of Language, Literature, and Arts, 6(7), 1000–1026. https://citeus.um.ac.id/jolla/vol6/iss7/9/
Chen, C. H., Chen, C. T., Cheng, Z. H., & Lee, J. Y. (2026). From coercion to commitment: A process model on forging a committed core in a buyer–supplier partnership. Journal of Organizational Change Management, 39(3), 723–742. https://doi.org/10.1108/JOCM-09-2025-0804
Dwilestari, E., Handayani, F., Lestari, S., Adrian, O., & Padilah, S. (2026). Strategi preservasi warisan budaya pada generasi muda di Indonesia. Prosiding Fakultas Ushulludin Adab dan Dakwah, 3(1), 241–258.
https://tigajurnal.iainkerinci.ac.id/index.php/pik/article/view/6898
Fajri, N., & Fatticia, R. (2025, April). Analisis strategi kemitraan antara pemerintah dan swasta dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif. In Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK), 4, 422–431.
https://usahid.ac.id/conference/index.php/snpk/article/view/358
Hajmohammad, S., Sedighi, M., & Sadeghi, S. (2026). Innovating for financial sustainability in nonprofit symphony orchestras: A dynamic capabilities perspective. Nonprofit and Voluntary Sector Quarterly, 08997640261432521. https://journals.sagepub.com/doi/full/10.1177/08997640261432521
Handayaningrum, W., Abdillah, A., Arumynathan, P., & Vong, J. (2021). Conservation management of performing art in East Java: A case study of traditional dances. Conservation Science in Cultural Heritage, 21(1), 279–297. https://conservation-science.unibo.it/article/view/15255
Hidayat, V., Irliawan, R., Rozan, M. A., & Saefulrahman, I. (2025). Peran otonomi daerah dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan lokal di Kabupaten Sumedang. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(1), 420–429.
https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/6749
Indraningtyas, Y., Sundari, P., Widagdo, T. H., Nurcahyo, S. A., & Ali, A. (2026). Penguatan literasi dan manajemen keuangan guna mendukung keberlanjutan organisasi Sanggar Tari Tradisi Kalijaro Taruno Mudo. Jurnal Kabar Masyarakat, 4(2), 95–103. https://jurnal.itbsemarang.ac.id/index.php/JKB/article/view/4356
Kasmita, M., Baharuddin, A., Tadampali, A. C. T., & Muchran, M. (2026). Pendampingan manajemen keberlanjutan sanggar seni sebagai penguatan ekonomi kreatif daerah. TEKNOVOKASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 84–91. https://journal.unm.ac.id/index.php/TEKNOVOKASI/article/view/12872
Kuo, B., & Dick, G. (2026). The greening of organisational IT: What makes a difference? The Australasian Journal of Information Systems, 16(2), 32. https://aisel.aisnet.org/ajis/vol16/iss2/32/
Lin, Y., & Luo, H. (2023). An international perspective on arts and cultural funding: Private, public, and hybrid models. In Y. Jung, N. Vakharia, & M. Vecco (Eds.), The Oxford handbook of arts and cultural management (pp. 523–544). Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/oxfordhb/9780197621615.013.30
Manzano, C., Nessi, C., d’Ovidio, M., Bracci, M., & Raccanelli, L. (2026). The art of taking space: Interdependencies in the contemporary art ecosystem in Milan, Italy. Space and Culture, 29(3), 523–540.
https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/12063312251363055
Murtini, M., Hariningsih, E., & Karti, G. P. (2026). Manajemen kemitraan dan kolaborasi dalam industri seni pertunjukan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 28–34. https://jurnal.stibsa.ac.id/index.php/abdimas-stibsa/article/view/271
Nisa, B. S. I. H., Putri, S. S., Tanujiwa, M. A. M., Anastasya, R. E., Salsabila, T. Z., & Nisa, N. K. (2025). Peran pemerintah dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis budaya di Desa Wisata Bumi Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(6), 9740–9752. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/2691
O’Brien, D., Rees, G., & Taylor, M. (2023). Cultural governance within and across cities and regions: Evidence from the English publicly funded arts sector. European Urban and Regional Studies, 30(2), 186–204.
https://journals.sagepub.com/doi/full/10.1177/09697764221113750
Rahayu, I. (2026). Analisis pengembangan pariwisata budaya Kota Tanjungpinang menghadapi kendala keterbatasan sumber daya manusia. Jurnal Mata Pariwisata, 5(1), 102–107. https://oai.jurnal.btp.ac.id/index.php/mata-btp/article/view/503
Ramadhani, C. M., Wibowo, D. D., & Widagdo, J. (2026). Negosiasi kultural dan adaptasi ekonomi dalam melestarikan tradisi kain Troso. ARMADA: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(7), 2381–2397.
https://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/armada/article/view/2812
Saragih, L. T., Utama, D., Yusrina, S., & Atmojo, W. T. (2026). Peran SIMPASSRI dalam perkembangan seni rupa Medan 1970–1990: Studi arsip dan dokumentasi. Jurnal Ilmiah Kajian Multidisiplin, 10(4). https://ojs.ubesco.com/index.php/jikm/article/view/1371
Sukardi, A. M., Fiqraz, M. F., Putra, M. A. A., Saputriana, A. R., Ersonia, D. M., & Wulandari, P. K. (2025). Kolaborasi antar aktor pemerintah dan Asosiasi Museum Daerah Jawa Timur (AMIDA) dalam melestarikan Gedung Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Heritage Malang. Al-Bayan: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam, 5(1), 82–97. http://www.jurnal.stainwsamawa.ac.id/index.php/Albayan/article/view/413
Syaifudin, M. (2025). Mengelola hubungan berbagai stakeholders dalam manajemen strategis. AL-MIKRAJ: Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 5(2), 1426–1435. https://ejournal.insuriponorogo.ac.id/index.php/almikraj/article/view/7114
















