DAMPAK SOSIAL EKONOMI PENGEMBANGAN AGROWISATA PETIK ANGGUR DI DESA GEROKGAK
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i4.15460Keywords:
Agrowisata, Dampak Sosial Ekonomi, Desa Gerokgak, Pengembangan Pariwisata, Wisata Petik AnggurAbstract
ABSTRACT
The development of agritourism based on local flagship commodities serves as a crucial strategy to curb the rate of land conversion while narrowing regional tourism disparities in Bali. This investigation aims to thoroughly unpack the attraction potential, governance barriers, and socio-economic transformation accompanying the operations of the Subur Makmur Grape-Picking Agritourism in Gerokgak Village, Buleleng Regency. Adopting a qualitative framework utilizing a case study approach, data collection was carried out through in-depth interviews, participatory observation, and document reviews with key informants. Empirical findings confirm that this destination possesses spatial advantages in the form of diverse grape varieties and direct picking experiences, although its developmental pace remains constrained by limited hospitality capacity, sparse supporting infrastructure, and investment deficits. Conversely, the presence of tourism has proven to spark collective mindset shifts, foster ecological awareness, and generate new business opportunities for local residents. As an essential conclusion, strengthening local institutional capacity and cross-sector synergy serves as an absolute prerequisite to ensure inclusive welfare distribution and long-term sustainability.
ABSTRAK
Pengembangan agrowisata berbasis komoditas unggulan lokal menjadi strategi krusial untuk menahan laju konversi lahan sekaligus memperkecil ketimpangan pariwisata antarwilayah di Bali. Penyelidikan ini dimaksudkan untuk membongkar secara mendalam potensi daya tarik, hambatan tata kelola, serta transformasi sosial ekonomi yang menyertai operasional Agrowisata Petik Anggur Subur Makmur di Desa Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Mengadopsi kerangka kualitatif berbasis studi kasus, pengumpulan data ditempuh lewat wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta bedah dokumen bersama informan kunci. Temuan empiris mengonfirmasi bahwa destinasi ini menyimpan keunggulan spasial berupa keragaman varietas anggur dan pengalaman petik langsung, meski laju perkembangannya masih tertahan oleh keterbatasan kapasitas hospitality, minimnya sarana pendukung, dan defisit investasi. Di sisi lain, kehadiran pariwisata terbukti memantik perubahan pola pikir kolektif, menumbuhkan kesadaran ekologis, serta membuka unit usaha baru bagi warga lokal. Sebagai simpulan esensial, penguatan kapasitas kelembagaan lokal dan sinergi lintas sektor menjadi prasyarat mutlak untuk menjamin pemerataan kesejahteraan yang inklusif serta keberlanjutan jangka panjang.
Downloads
References
Adnantara, K. F. (2026). Konflik Agraria dan Alih Fungsi Lahan Pariwisata di Bali. Jurnal Ilmiah Sains Sosial, Kewirausahaan dan Kebudayaan, 4(2). https://ejournal.universitastabanan.ac.id/index.php/jissiwirabuda/article/view/498
Akibun, F., Zen, R. A., Endey, N., & Kaluku, M. R. A. (2026). Model Akuntansi Digital Berbasis Komunitas untuk Penguatan Tata Kelola Rantai Nilai Ekonomi Hijau: Studi Community-Based Tourism di Desa Oluhuta. Owner: Riset dan Jurnal Akuntansi, 10(4), 4146–4164. https://doi.org/10.33395/owner.v10i4.4019
Ardiansyah, A., Zalianti, J. M., Rahma, Z. Z., Zidane, Z., & Munajar, A. (2026). Analisis Ketimpangan Pengembangan Pariwisata antara Bali Utara dan Bali Selatan: Studi Kasus Kabupaten Buleleng. INTEGRASI: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 4(02), 1144–1157. http://dx.doi.org/10.61590/int.v4i02.527
Askhar, B. M., Megawati, M., Mahmud, M. B., & Rachman, F. N. (2022). Wisata petik buah sebagai habitus sosial ekonomi baru bagi masyarakat Dusun Sumberejo, Desa Lopang. SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 1(2), 12–24. https://doi.org/10.56910/sewagati.v1i2.471
Dasipah, E., Erviany, N., & Gantini, T. (2021). The Impact of Agrotourism “Waaida Farm” on Community Empowerment, Pamulihan District, Sumedang Regency. Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation, 4(1), 95–105. https://doi.org/10.17509/jithor.v4i1.32986
Jawang, U. P., Ndapamuri, M. H., Retang, E. U. K., Djo, M. N., Adji, R. H., Kasa, F. A., & Bora, A. (2025). Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Agrowisata: Diversifikasi Produk Lokal Pertanian di Kelompok Dasawisma Kuta, Desa Kuta, Kabupaten Sumba Timur. Jurnal Abdimas Indonesia, 5(4), 2548–2557. https://dmi-journals.org/jai/article/view/2184#google_vignette
Kipkorir, N., Twili, N. S., & Gogo, A. (2022). Effects of agritourism development on the local community in Kericho County, Kenya. Journal of Tourism, Culinary, and Entrepreneurship (JTCE), 2(1), 34–53. https://doi.org/10.37715/jtce.v2i1.2254
Mahaendrayasa, I. N., Suasih, N. N. R., & Mahaendrayasa, M. S. A. (2024). Polemic on the Agricultural Land Conversion for Tourism Sector in the Province of Bali: Factors and Actors. Research on World Agricultural Economy, 5(4), 270–282. https://doi.org/10.36956/rwae.v5i4.1164
Nuriyanti, W., Munir, S., & Marliani, L. (2024). Pengawasan Tata Kelola Destinasi Wisata Bukit Meralaya Oleh Pemerintah Desa Mekarsari Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis. Inskripsi, 1(2), 279–286.
https://www.ojs.unigal.ac.id/index.php/inskripsi/article/view/4855
Permatasari, I. (2022). Peran model pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (Community based tourism) dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan (Sustainable tourism) di Bali. Kertha Wicaksana, 16(2), 164–171. https://doi.org/10.22225/kw.16.2.2022.164-171
Pratiwi, A. P. A. H., Yuliati, N., & Rizkiyah, N. (2026). Partisipasi Masyarakat Lokal dalam Pengembangan Agrowisata di Kebun Belimbing Tasikmadu Kecamatan Palang Kabupaten Tuban. Jurnal Agribisnis Indonesia, 14(01), 29–37. https://doi.org/10.29244/jai.2026.14.01.29-37
Putra, M. A. F. A., Affandie, M. B., Winarno, A., & Hermawan, A. (2023). Pemberdayaan Masyarakat Dan Pengelolaan Agrowisata Telaga Madiredo Sebagai Destinasi Wisata Alam Pedesaan. Jurnal Pemantik, 2(1), 1–12. https://doi.org/10.56587/pemantik.v2i1.53
Rizal, R. (2024). Analisis Dampak Sosial Ekonomi Agro Wisata dan Pemberdayaan Masyarakat Di Rembangan Wilayah Kabupaten Jember. Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Manajemen, 2(9), 1–12.
https://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jiem/article/view/956
Salsabila, K., Agatha, N. A., & Fairiza, M. N. (2026). Pengembangan agrowisata manggis berbasis community based tourism di parakan garokgek, purwakarta. Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas, 10(1).
https://ejournal4.unud.ac.id/index.php/jkh/article/view/3263
Satriawan, I. K., Pujaastawa, I. B. G., Sarjana, I. M., & Sadyasmara, C. A. B. (2025). Agrowisata: diversifikasi daya tarik wisata Bali. Deepublish.
Shalsabila, N. N., Istijanto, S., & Tohar, I. (2025). Analisis Potensi Agrowisata Belimbing Karangsari Sebagai Daya Tarik di Kota Blitar. Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur, 4(1), 30–39. https://doi.org/10.37477/lkr.v4i1.717
Suma, N. N. (2022). Pengembangan Agrowisata Berbasis Masyarakat Islam Lokal di Kawasan Perkebunan Sentool Kabupaten Jember. In Proceedings of Annual Conference on Community Engagement, 3, 317–330.
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/ACCE/article/view/1072
Suardi, I. D. P. O., Widhianthini, W., Arisena, G. M. K., Suyarto, R., & Krisnandika, A. A. K. (2022). Management Policies Implication for the Agricultural Land Conversion Sustainable Control Strategy in Bali Province. Journal of Environmental Management and Tourism, 13(3), 721. https://doi.org/10.14505/jemt.v13.3(59).12
Utama, I. G. B. R., & Trimurti, C. P. (2021). The ethical of agritourism development in border protected area from stakeholder perspective. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 771(1), 012021. https://doi.org/10.1088/1755-1315/771/1/012021
Utomo, D. L. (2026). Evaluasi Distribusi Fasilitas Pariwisata Bali Utara Berbasis Analisis Skalogram dan Implikasinya terhadap Penatagunaan Tanah. Khatulistiwa Profesional: Jurnal Pengembangan SDM dan Kebijakan Publik, 7(1), 15–28. https://doi.org/10.62099/khapro.v7i1.124
Widawski, K., Krzemi?ska, A., Zar?ba, A., & Dzikowska, A. (2023). A sustainable approach to tourism development in rural areas: The example of Poland. Agriculture, 13(10), 2028. https://doi.org/10.3390/agriculture13102028
















