KAJIAN BENTUK MOTIF FLORA DAN FAUNA PADA BATIK BOMBA DI KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH

Authors

  • Almenda Gavrilla Baideng Jurusan Seni Rupa Dan Kerajinan Fakultas Bahasa Dan Seni Universitas Negeri Manado
  • Jans G. Magare Jurusan Seni Rupa Dan Kerajinan Fakultas Bahasa Dan Seni Universitas Negeri Manado

DOI:

https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i4.15091

Keywords:

Batik Bomba, motif flora dan Faunna, Prinsip Desain, Makna motif

Abstract

Batik is one of Indonesia's cultural heritage that has aesthetic and philosophical value. One form of batik wealth outside Java Island is Batik Bomba which developed in Palu City, Central Sulawesi Province. This research aims to identify the types of flora and fauna motifs in Batik Bomba, describe its visual form, analyze the application of design principles, and examine the meaning contained in it. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. Data were obtained through observation, interviews, documentation, and literature studies involving six informants who were purposively selected based on their knowledge, experience, and involvement in Batik Bomba as well as an understanding of the meaning of local motifs and culture in Central Sulawesi. The data is then analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The research analysis used Heinrich Wölfflin's theory of form, the stages of analysis of Edmund Burke Feldman's artworks, the theory of Herbert Read's motives as well as H.W. Fowler and F.G. Fowler's, and Jakob Sumardjo's theory of meaning. The results of the study showed that the flora motifs found were moringa motifs, while fauna motifs consisted of maleo birds and dragonflies or Banggai cardinalfish. The three motifs undergo a stylization process so that the natural form is processed into a decorative form without losing its main visual character. The composition of the motif applies the principles of unity, balance, rhythm, emphasis, proportion, and harmony. In terms of meaning, these motifs represent the cultural identity, the relationship of the people of Central Sulawesi with nature, and the value of life that is inherited from generation to generation. Thus, Batik Bomba not only functions as a textile artwork, but also as a medium for the representation of cultural identity and the preservation of local wisdom that has important cultural and historical value

ABSTRAK

Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai estetis sekaligus filosofis. Salah satu bentuk kekayaan batik di luar Pulau Jawa adalah Batik Bomba yang berkembang di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis motif flora dan fauna pada Batik Bomba, mendeskripsikan bentuk visualnya, menganalisis penerapan prinsip desain, serta mengkaji makna yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka dengan melibatkan enam informan yang dipilih secara purposive berdasarkan pengetahuan, pengalaman, dan keterlibatan mereka dalam Batik Bomba serta pemahaman terhadap makna motif dan budaya lokal Sulawesi Tengah. Data kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis penelitian menggunakan teori bentuk Heinrich Wölfflin, tahapan analisis karya seni Edmund Burke Feldman, teori motif Herbert Read serta H.W. Fowler dan F.G. Fowler, dan teori makna Jakob Sumardjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif flora yang ditemukan adalah motif kelor, sedangkan motif fauna terdiri atas burung maleo dan ikan capungan atau Banggai cardinalfish. Ketiga motif tersebut mengalami proses stilasi sehingga bentuk alam diolah menjadi bentuk dekoratif tanpa menghilangkan karakter visual utamanya. Komposisi motif menerapkan prinsip kesatuan, keseimbangan, irama, penekanan, proporsi, dan harmoni. Dari sisi makna, motif-motif tersebut merepresentasikan identitas budaya, hubungan masyarakat Sulawesi Tengah dengan alam, serta nilai kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun. Dengan demikian, Batik Bomba tidak hanya berfungsi sebagai karya seni tekstil, tetapi juga sebagai media representasi identitas budaya dan pelestarian kearifan lokal yang memiliki nilai budaya dan sejarah penting.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad Helmi Yusron, T. C. K. (2022). Perancangan media promosi Batik Abhista Tuban. Seni Rupa, 10(3), 49–62. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/va/article/view/46115

Anindya, S., Yani, M. T., Sarmini, & Suprijono, A. (2024). Analisis makna simbolik dan nilai-nilai motif Batik Jetis sebagai implementasi etnopedagogi untuk penguatan karakter Profil Pelajar Pancasila. Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, 7(1). https://doi.org/10.30605/jsgp.7.1.2024.3943

Apriyani, K. T., Setyobudi, I., & Dwiatmini, S. (2021). Motif batik sebagai ikon dan mitos baru identitas Kabupaten Lebak. Jurnal Budaya Etnika, 5(1), 57. https://doi.org/10.26742/be.v5i1.1592

Apriliyanto, G. (2019). Inovasi Batik Banyumas (Kajian perkembangan motif). Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain, 15(2), 133–154. https://doi.org/10.25105/dim.v15i2.5641

Archangela, A. Y., & Asri, N. H. (2021). Batik Indonesia: Pelestarian melalui museum. Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik, 3(1), 1–14. https://proceeding.batik.go.id/index.php/SNBK/article/view/100

Ariani, W., Mindrati, E., Winarni, R., & Surya, A. (2021). Analisis nilai karakter motif flora Batik Ngawi sebagai muatan pendidikan seni rupa. Jurnal Kependidikan, 7(1), 122–130. https://doi.org/10.33394/jk.v7i1.3141

Feldman, E. B. (1967). Art as image and idea. Prentice-Hall.

Ferdiaz, F., Listya, A., & Anto, P. (2024). Kajian estetika pada motif Batik Sekar Jagad Yogyakarta. Jurnal Desain, 11(3), 659–669. https://doi.org/10.30998/jd.v11i3.20439

Fitria, N. J. L. (2023). Kajian motif batik dengan aspek nilai estetika pada batik kuno Kota Probolinggo. Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah, 40(1), 87–108. https://doi.org/10.22322/dkb.v40i1.4149

Fowler, H. W., & Fowler, F. G. (1911). The concise Oxford dictionary of current English. Clarendon Press.

Guntur. (2019). Inovasi pada morfologi motif Parang batik tradisional Jawa. Panggung, 29(4). https://doi.org/10.26742/panggung.v29i4.1051

Hartatik, T., Winarni, R., & Surya, A. (2021). Studi nilai karakter pada simbolisme Batik Ngawi motif Srambang Park dalam pembelajaran seni rupa. Jurnal Kependidikan, 7(1), 227–238. https://doi.org/10.33394/jk.v7i1.3139

Hermandra. (2022). Motif Kawung pada batik tradisional Yogyakarta: Kajian semantik inkuisitif. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 11(2). https://doi.org/10.26499/rnh.v11i2.5219

Karomah, I., Ratnawati, I., & Anggriani, S. D. (2023). Legenda asal mula Reog Kendang Tulungagung sebagai ide penciptaan batik lukis pada selendang. JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts, 2(11), 1639–1656. https://doi.org/10.17977/um064v2i112022p1639-1656

Nataza, C., Sudarman, A., & Sila, I. N. (2021). Analisis proses dan hasil pembelajaran batik jumputan di SMA Negeri 1 Genteng. Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha, 11(2), 103–115. https://doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.42026

Nautica, S., & Sayatman. (2019). Perancangan motif batik dari potensi daerah Kabupaten Sidoarjo sebagai cara melestarikan dan memperkaya motif Batik Sidoarjo. Jurnal Sains dan Seni ITS, 8(1), 84–90. https://doi.org/10.12962/j23373520.v8i1.41627

Ongko, E. S., Syahrurridhani, A., & Sutrisno, A. A. K. (2022). Kajian motif batik Gajah Oling dalam busana tari Gandrung khas Banyuwangi dengan pendekatan etnosemiotika dan estetika. Jurnal Kajian Seni, 9(1), 41–56. https://doi.org/10.22146/jksks.75661

Read, H. (1954). The meaning of art. Faber and Faber.

Salma, I. R., & Eskak, E. (2016). Kajian estetika desain batik khas Sleman “Semarak Salak.” Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah, 32(2), 1–8. https://doi.org/10.22322/dkb.v32i2.1026

Senoprabowo, A., Prabowo, D. P., & Khamadi. (2023). Digitalisasi ornamen Kala, Mentari, dan Merak sebagai inovasi motif batik kontemporer khas Bali. Jurnal Desain, 10(2), 365. https://doi.org/10.30998/jd.v10i2.14284

Sumardjo, J. (2000). Filsafat seni. Penerbit ITB.

Susilowati, S., Lilik, Chumdari, & Karsono. (2021). Nilai karakter dalam karya seni Batik Ngawi sebagai muatan pendidikan seni rupa di sekolah dasar. Jurnal Kependidikan, 7(1), 64–74. https://doi.org/10.33394/jk.v7i1.3140

Tambunan, V. S., Handayani, R., & Fitriani, E. (2022). Kajian estetika motif Batik Tulis Sipin Jajaran “Ikan Botia dan Ikan Ringo” Danau Sipin Jambi. Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain, 25(1), 41–46. https://doi.org/10.24821/ars.v25i1.6123

Wibawanto, W., & Nugrahani, R. (2018). Inovasi pengembangan motif batik digital bagi IKM Batik Semarang. Indonesian Journal of Conservation, 3(1), 99–110. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/ijc/article/view/3085

Wölfflin, H. (1950). Principles of art history: The problem of the development of style in later art (M. D. Hottinger, Trans.). Dover Publications. (Original work published 1915)

Downloads

Published

2026-08-23

How to Cite

Baideng, A. G., & Magare, J. G. (2026). KAJIAN BENTUK MOTIF FLORA DAN FAUNA PADA BATIK BOMBA DI KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan , 6(4), 3249–3261. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i4.15091

Issue

Section

Articles