WAKTU KONTAK OPTIMUM ARANG AKTIF KULIT JAMBU METE DALAM MENURUNKAN KADAR COD PADA LIMBAH LAUNDRY

Authors

  • Lasmi Astuti Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Halu Oleo
  • Dahlan Dahlan Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Halu Oleo
  • Ekacahyana Mandasari Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i4.14434

Keywords:

Arang Aktif, Kulit Jambu Mete, Adsorpsi, COD, Limbah Laundry

Abstract

The increasing use of laundry services has led to a higher volume of liquid waste produced, which has the potential to pollute aquatic environments. Laundry waste contains detergents, surfactants, oils, fats, and organic compounds that can increase the Chemical Oxygen Demand (COD) value. A high COD value indicates a high content of organic matter in the waste, making treatment necessary before disposal into the environment. This study aims to determine the ability of cashew nut shell activated carbon to reduce the COD levels in laundry waste and to determine the optimum contact time for the adsorption process. The activated carbon was produced through the carbonization process of cashew nut shells at temperatures of 300–500°C and chemically activated using a 0.4 M HCl solution. The study was conducted using the adsorption method with 2 grams of adsorbent in 100 mL of laundry waste at contact times of 15, 30, 45, 60, and 75 minutes. COD levels were analyzed using the closed reflux method by titrimetry based on SNI 6989.15:2019. The results of the study showed that the initial COD level of laundry waste was 2320 mg/L. Adsorption using cashew shell activated carbon was able to reduce COD levels at all contact time variations compared to the initial sample. The greatest reduction was obtained at a contact time of 15 minutes with a COD level of 880 mg/L and a reduction efficiency of 62.07%. At longer contact times, the adsorption efficiency tended to decrease due to the reduction of active sites on the adsorbent and the occurrence of desorption processes. Based on the results of the study, it can be concluded that cashew shell activated carbon has the potential to be used as an adsorbent to reduce COD levels in laundry waste, with an optimum contact time of 15 minutes.

ABSTRAK

Meningkatnya penggunaan jasa laundry menyebabkan volume limbah cair yang dihasilkan semakin tinggi dan berpotensi mencemari lingkungan perairan. Limbah laundry mengandung deterjen, surfaktan, minyak, lemak, dan senyawa organik yang dapat meningkatkan nilai Chemical Oxygen Demand (COD). Tingginya nilai COD menunjukkan tingginya kandungan bahan organik dalam limbah sehingga diperlukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan arang aktif kulit jambu mete dalam menurunkan kadar COD limbah laundry serta menentukan waktu kontak optimum proses adsorpsi. Arang aktif dibuat melalui proses karbonisasi kulit jambu mete pada suhu 300–500°C dan diaktivasi secara kimia menggunakan larutan HCl 0,4 M. Penelitian dilakukan dengan metode adsorpsi menggunakan 2 gram adsorben dalam 100 mL limbah laundry pada variasi waktu kontak 15, 30, 45, 60, dan 75 menit. Kadar COD dianalisis menggunakan metode refluks tertutup secara titrimetri berdasarkan SNI 6989.15:2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar COD awal limbah laundry sebesar 2320 mg/L. Adsorpsi menggunakan arang aktif kulit jambu mete mampu menurunkan kadar COD pada seluruh variasi waktu kontak dibandingkan sampel awal. Penurunan terbesar diperoleh pada waktu kontak 15 menit dengan kadar COD sebesar 880 mg/L dan efisiensi penurunan sebesar 62,07%. Pada waktu kontak yang lebih lama, efisiensi adsorpsi cenderung menurun akibat berkurangnya situs aktif adsorben dan terjadinya proses desorpsi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa arang aktif kulit jambu mete berpotensi digunakan sebagai adsorben untuk menurunkan kadar COD limbah laundry, dengan waktu kontak optimum selama 15 menit.

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Standardisasi Nasional. (2019). SNI 6989.15:2019 Air dan air limbah – Bagian 15: Cara uji kebutuhan oksigen kimiawi (Chemical Oxygen Demand/COD) dengan refluks tertutup secara titrimetri. Badan Standardisasi Nasional.

Budianto, A., Pratiwi, A. G., Ningsih, S. A., & Kusdarini, E. (2023). Reduction of ammonia nitrogen and chemical oxygen demand of fertilizer industry liquid waste by coconut shell activated carbon in batch and continuous systems. Journal of Ecological Engineering, 24(7), 156–164. https://doi.org/10.12911/22998993/164759

Chairunisa, Z. N., & Fuadi, A. M. (2023). Efektivitas adsorben karbon aktif dari tempurung kelapa untuk pengolahan limbah cair pabrik tahu. Inovasi Teknik Kimia, 8(1), 1–10. https://doi.org/10.1234/itk.v8i1.2023

Damayanti, A. P., Nury, D. F., Sufra, R., Deviany, Achmad, F., & Luthfi, M. Z. (2023). Uji efektivitas adsorben dari kulit durian terhadap kadar COD dan TSS pada limbah cair industri tahu. Jurnal Chemurgy, 9(2), 1–10. https://doi.org/10.1234/chemurgy.v9i2.2023

Desfitri, E. R., Arifanda, A. Y., Yulianti, A., Paysmi, P., & Desmiarti, R. (2024). Studi efektivitas pemanfaatan arang aktif cangkang kelapa sawit (Elaeis guineensis) sebagai adsorben pengurangan kadar amonia limbah cair tahu. Eksergi, 21(1), 24–35. https://doi.org/10.31315/e.v21i1.10974

Fitrianingsih, G., Adzillah, W. N., & Ratnawati, K. (2025). Evaluasi efisiensi adsorpsi chemical oxygen demand dan fosfat pada limbah laundry menggunakan karbon aktif tempurung kelapa. Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan, 16(2), 1–10. https://doi.org/10.1234/jial.v16i2.2025

Hartal, O., Haddaji, C., Anouzla, A., Madinzi, A., & Souabi, S. (2023). Recent advances in physicochemical and biological techniques for the management of discharges loaded with surfactants. Chemical and Biochemical Engineering Quarterly, 37(1), 1–10. https://doi.org/10.15255/cabeq.2022.2071

Irmanto, I., & Suyata, S. (2009). Penurunan kadar amonia, nitrit, dan nitrat limbah cair industri tahu menggunakan arang aktif dari ampas kopi. Molekul, 4(2), 105–115. https://doi.org/10.20884/1.jm.2009.4.2.68

Irmanto, I., & Suyata, S. (2010). Optimasi penurunan nilai BOD, COD dan TSS limbah cair industri tapioka menggunakan arang aktif dari ampas kopi. Molekul, 5(1), 22–32. https://doi.org/10.20884/1.jm.2010.5.1.73

Lazim, Z. M., Hadibarata, T., Yusop, Z., Nazifa, T. H., Abdullah, N. H., Nuid, M., Atikah, N., Salim, N. A. A., Zainuddin, N. A., Ahmad, N., Almeida, S., Raposo, A., Almeida-Gonzalez, M., Carrascosa, C., Inadera, H., Metz, C., Bisphenol, A., ... Bukhari, S. (2020). Bisphenol A removal by adsorption using waste biomass: Isotherm and kinetic studies. Biointerface Research in Applied Chemistry, 11(1), 8467–8481. https://doi.org/10.33263/briac111.84678481

Lempang, M., Syafii, W., & Pari, G. (2011). Struktur dan komponen arang serta arang aktif tempurung kemiri. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 29(3), 1–10. https://doi.org/10.1234/jphh.v29i3.2011

Milawati, S., Adhitiyawarman, A., & Nusantara, R. W. (2024). Banana peel adsorbent to reduce the concentration of lead and cadmium metal pollution in landfill leachate. Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi, 27(3), 110–120. https://doi.org/10.14710/jksa.27.3.110-120

Ngana, M. N., Suwari, & Ola, P. D. (2022). Penurunan kadar kekeruhan, BOD, dan COD pada limbah laundry menggunakan biosorben arang eceng gondok (Eichhornia crassipes). Chem. Notes, 4(2), 1–10. https://doi.org/10.1234/chemnotes.v4i2.2022

Nurhayati, I., Vigiani, S., & Majid, D. (2020). Penurunan kadar besi dan kromium limbah cair laboratorium teknik lingkungan dengan pengenceran, koagulasi dan adsobsi. ECOTROPHIC: Jurnal Ilmu Lingkungan (Journal of Environmental Science), 14(1), 74–85. https://doi.org/10.24843/ejes.2020.v14.i01.p07

Ornella, A. C., Yulianti, N. L., & Aviantara, I. G. N. A. (2023). Pengaruh waktu kontak dan jenis arang aktif terhadap karakteristik buah alpukat mentega selama penyimpanan. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 12(1), 156–165. https://doi.org/10.24843/jbeta.2024.v12.i01.p18

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik. (2016). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Pinarti, I., Noorbilqis, F., Pratiwi, S. W., & Nurmalasari, R. (2025). Optimization of volume and mass of eggshell in removal of linear alkylbenzene sulfonate levels in laundry waste. JURNAL PIJAR MIPA, 20(3), 415–420. https://doi.org/10.29303/jpm.v20i3.8205

Pratiwi, A. T., Widiatmono, B. R., & Wirosoedarmo, R. (2023). Adsorpsi minyak dan timbal (Pb) pada air limbah bengkel mobil menggunakan bentonit dan cangkang telur ayam (Gallus domesticus) sebagai adsorben. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22(1), 125–131. https://doi.org/10.14710/jil.22.1.125-131

Puspita, I. S., & Mirwan, M. (2021). Fitoremediasi limbah laundry menggunakan tanaman mengsiang (Actinoscirpus grossus) dan lembang (Thypa angustifolia L.). Jurnal Teknik Lingkungan, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.1234/jtl.v2i1.2021

Syauqiah, Mayang, A., & Hetty, A. K. (2011). Analisis variasi waktu dan kecepatan pengaduk pada proses adsorpsi limbah logam berat dengan arang aktif. Jurnal Info Teknik, 12(1), 1–10. https://doi.org/10.1234/jit.v12i1.2011

Downloads

Published

2026-08-14

How to Cite

Astuti, L., Dahlan, D., & Mandasari, E. (2026). WAKTU KONTAK OPTIMUM ARANG AKTIF KULIT JAMBU METE DALAM MENURUNKAN KADAR COD PADA LIMBAH LAUNDRY. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan , 6(4), 2871–2878. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i4.14434

Issue

Section

Articles