ANALISIS WACANA KRITIS PODCAST SUARA BERKELAS PADA EPISODE “CARA MENEMUKAN BAHAGIA DAN RASA BERSYUKUR VERSI DIRI KAMU SENDIRI”
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i3.14029Keywords:
Analisis Wacana Kritis, Norman Fairclough, Podcast, Suara Berkelas, KebahagiaanAbstract
ABSTRACT
The rapid growth of internet-based new media has transformed podcasts from entertainment platforms into discursive spaces that shape public understanding of mental health and happiness. This study aims to examine the construction of happiness discourse in the Suara Berkelas podcast episode entitled Cara Menemukan Bahagia dan Bersyukur Versi Kamu Sendiri using Norman Fairclough's three-dimensional Critical Discourse Analysis framework, encompassing textual analysis, discursive practice, and sociocultural practice. This research employed a qualitative approach with Critical Discourse Analysis as the research method. The data consisted of verbatim transcripts obtained from the official Spotify and YouTube platforms of Suara Berkelas. Data analysis was conducted through textual analysis, discursive practice analysis, and sociocultural practice analysis, while theoretical triangulation was applied to enhance data credibility. The findings reveal that, at the textual level, the discourse employs persuasive and personalized language to establish emotional closeness with listeners. At the discursive practice level, structured monologues, vocal intonation, and audio elements reinforce the narrator's authority as a legitimate source of truth. At the sociocultural level, the discourse tends to reproduce an individualistic ideology by framing happiness as an individual's responsibility while paying limited attention to structural factors affecting mental well-being. The study concludes that podcasts function not only as motivational media but also as ideological instruments that construct and reproduce particular meanings of happiness in the digital era.
ABSTRAK
Perkembangan media baru berbasis internet telah menjadikan podcast tidak hanya sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai ruang diskursif dalam membangun pemahaman masyarakat mengenai kesehatan mental dan kebahagiaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi wacana kebahagiaan pada podcast Suara Berkelas episode Cara Menemukan Bahagia dan Bersyukur Versi Kamu Sendiri melalui tiga dimensi Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough, yaitu dimensi tekstual, praktik diskursif, dan praktik sosiokultural. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analisis Wacana Kritis. Data berupa tuturan yang ditranskripsikan secara verbatim dari podcast yang diakses melalui Spotify dan YouTube resmi Suara Berkelas. Analisis dilakukan melalui tahapan analisis teks, analisis praktik diskursif, dan analisis praktik sosiokultural, sedangkan keabsahan data diperkuat menggunakan triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi tekstual, wacana dibangun melalui penggunaan bahasa persuasif dan personal untuk menciptakan kedekatan emosional dengan pendengar. Pada dimensi praktik diskursif, penyampaian monolog, intonasi suara, dan elemen audio berperan dalam membangun legitimasi narator sebagai sumber otoritatif. Sementara itu, pada dimensi sosiokultural ditemukan bahwa wacana kebahagiaan yang ditampilkan cenderung mereproduksi ideologi individualistik dengan menempatkan kebahagiaan sebagai tanggung jawab individu dan kurang mempertimbangkan faktor-faktor struktural yang memengaruhi kesejahteraan mental. Penelitian ini menyimpulkan bahwa podcast berperan sebagai media yang tidak hanya menyampaikan pesan motivasional, tetapi juga membentuk dan mereproduksi ideologi tertentu dalam memaknai kebahagiaan di era digital.
Downloads
References
Abbas, M. A. (2026). Podcast sebagai media dakwah baru di kalangan Gen Z. Journal of Islamic Communication Studies, 4(1), 35–45.
https://doi.org/10.15642/jicos.2026.4.1.35-45
Asri, A. D., & Nurhayati, N. (2024). Ideologi konsumerisme pada poster iklan minuman: Analisis wacana kritis Norman Fairclough. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 10(1), 691–700. https://e-journal.my.id/onoma/article/view/3296
Cobb, G. (2026). ‘At first it was about me… now it’s not about me at all’: Self-care and care for the other in the women-led online sobriety movement. Journal of Gender Studies, 35(1), 64–77. https://doi.org/10.1080/09589236.2024.2434661
Fahiroh, N., Albshkar, H. A., & Sa'diyah, H. (2026). Negotiating digital identity and religiosity: A narrative analysis of Generation Z users toward Islamic self-help content. Journal of Islamic Scholarly Research, 1(1), 1–9.
https://cendikianusantara.com/index.php/ISR/article/view/27
Fauzi, R. D., Anggraini, K., & Sewaka, S. (2025). Penggunaan podcast sebagai alat komunikasi pemasaran: Studi kasus penerimaan mahasiswa baru Universitas Pamulang. Scientific Journal of Reflection: Economic, Accounting, Management and Business, 8(2), 465–472. https://doi.org/10.37481/sjr.v8i2.1072
Golaghaei, P., Aghajani Keshteli, J., Ashari, M., & Amani, H. (2026). Critical discourse analysis of coffeehouse painting in the representation of national identity (Based on Norman Fairclough’s model). The Monthly Scientific Journal of Bagh-e Nazar, e246419. https://doi.org/10.22034/bagh.2026.579452.6012
Ilman, F. Z., Azis, S. A., Amelia, W., Zaki, M. R., & Fadhil, A. (2026). Bukan sekadar viral: Menjadikan dakwah digital sebagai pengubah karakter, bukan hanya tren sesaat. Riset: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu, 720–732.
https://jurnalriset.com/index.php/riset/article/view/171
Jemadin, S., & Tahamin, A. (2026). Demokrasi deliberatif Habermas dan problematika ideologi di ruang publik digital. In Veritate Lux: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi, dan Budaya, 9(1), 15–27.
https://doi.org/10.63037/ivl.v9i1.183
Kawiswara, F. C., & Wenerda, I. (2022). Penerimaan pesan Podcast Psikologid sebagai media pembelajaran untuk kesehatan mental bagi mahasiswa. Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi, 6(2), 78–88. https://doi.org/10.56873/jimik.v6i2.209
Krämer, M. D., Asselmann, E., Harzer, C., Denissen, J. J., & Bleidorn, W. (2026). Psychological traits predict who uses self-help products but usage is not associated with two-year personality change. Scientific Reports, 16(1), 8393.
https://www.nature.com/articles/s41598-026-39468-6
Maharini, R., Safitri, S. S., Khayrani, S., & Fatimah, S. M. (2025). Harmonisasi antara dunia dan akhirat: Kajian kritis terhadap fenomena hustle culture pada Generasi Z dalam perspektif Al-Qur’an. KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin, 15(1), 138–155. https://doi.org/10.36781/kaca.v15i1.825
Metris, D. (2024). Hustle culture: Mencermati tren perilaku yang mendorong kesuksesan tanpa henti. Al-KALAM: Jurnal Komunikasi, Bisnis dan Manajemen, 11(1), 111–131. https://ojs.uniska-bjm.ac.id/index.php/alkalam/article/view/12053
Muhtar, W. C., Mulawarman, W. G., Ahmad, R., & Elyana, K. (2026). The representation of satirical language in the Webtoon The Real Lesson: A critical discourse analysis based on Norman Fairclough’s model. Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra, 5(3), 2137–2150. https://pembahas.dialeks.id/index.php/jp/article/view/1437
Prasetyaningrum, R. (2024). Dampak podcast sebagai media komunikasi baru terhadap gaya belajar mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Trenggalek. Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran, 19(2), 1472–1477.
https://doi.org/10.55558/alihda.v19i2.149
Putri, I. R., & Sifana, W. (2026, February). A Islamic podcasts in the digital age to maintain the mental health of Generation Z: Podcast Islami di era digital untuk menjaga kesehatan mental Generasi Z. Dalam Proceeding International Conference on Islam, Law, and Society (INCOILS) (Vol. 5, No. 1). https://doi.org/10.70062/incoils.v5i1.479
Rehman, A. U., Hassan, S. H., & Behera, R. K. (2026). Attractiveness vs similarity: How attributes of AI-based virtual influencers impact credibility, parasocial interaction and purchase intentions of social-media users. Asia Pacific Journal of Marketing and Logistics, 38(2), 205–222. https://doi.org/10.1108/APJML-01-2025-0144
Sasmitha, N. W. D. (2023). Analisis wacana kritis Norman Fairclough dalam stand-up comedy Mamat Alkatiri pada program Somasi. Politicos: Jurnal Politik dan Pemerintahan, 3(1), 44–58. https://ejurnal.warmadewa.ac.id/index.php/politicos/article/view/6425
Sembiring, V., & Ndona, Y. (2025). Analisis relevansi Pancasila sebagai ideologi negara dalam menjawab tantangan pergeseran budaya akibat teknologi di masa di sekolah dasar. MUDABBIR Journal Research and Education Studies, 5(1), 916–927. https://doi.org/10.56832/mudabbir.v5i1.1057
Silvastiani, C. (2026). Normalizing psychological pressure in hustle culture: Transforming work identity and pursuing constant productivity in the digital economy. Community: Pengawas Dinamika Sosial, 11(2), 134–148.
http://jurnal.utu.ac.id/jcommunity/article/view/14056
Ugboaku, P. U., Obed-Ohen, D. C., Enunekwu, E. C., Ezekwueme, A. C., Ugboaku, C. J., & Bekaren, A. U. (2026). Hustle kingdom, hook-up culture and the psychology of Generation-Z in Asaba, Delta State. Nigerian Journal of Social Psychology, 9(1). https://www.nigerianjsp.com/index.php/NJSP/article/view/264
Widyaningrum, A. Y., Yasih, D. W. P., Rakhmani, I., & Eliyanah, E. (2026). Digital sambatan and the neoliberal governance of community self-organisation in Yogyakarta, Indonesia. TRaNS: Trans-Regional and National Studies of Southeast Asia, 1–16. https://doi.org/10.1017/trn.2026.10019
Yede, G. F., Rahmawati, A., & Kuntoro, D. (2026). Strategi perancangan dan produksi vodcast edukatif sebagai sarana literasi kesehatan mental. Science and Education Journal (SICEDU), 5(2), 1739–1749. https://doi.org/10.31004/sicedu.v5i2.449
Yulianto, A. (2026). Psikoedukasi dampak judi online terhadap kesehatan mental dan relasi sosial melalui podcast. Madaniya, 7(1), 480–487.
https://www.madaniya.biz.id/journals/contents/article/view/1675
Zaskia, N., Alghifari, M. N., Helmiazri, M., & Fadhil, A. (2026). Dari konten ke kemewahan: Komersialisasi Islam dan fenomena flexing kesalehan di era media sosial. Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(7), 3704–3717.
https://publikasi.ahlalkamal.com/index.php/sinergi/article/view/650
















