OPTIMASI EKSTRAKSI LANGSUNG GLUKOMANAN DARI UMBI PORANG SEGAR (AMPHOPHALLUS MUELLERI BLUME) MENGGUNAKAN VARIASI KONSENTRASI ISOPROPANOL DAN TEKNIK PENGGILINGAN BERULANG

Authors

  • Maria Emelinda Oko Politeknik St. Wilhelmus

DOI:

https://doi.org/10.51878/cendekia.v4i4.14010

Keywords:

Porang, Glukomanan, Ekstraksi Langsung, Isopropanol, Arak Tradisional

Abstract

ABSTRACT

The demand for high-quality glucomannan has continued to increase due to its expanding applications in the food, pharmaceutical, and biomaterial industries. However, most glucomannan purification studies on porang (Amorphophallus muelleri Blume) have focused on optimizing individual processing stages, while the integrated effects of mechanical treatment, solvent selection, and drying methods remain insufficiently explored. This study investigated a direct extraction approach for fresh porang tubers by combining different concentrations of isopropyl alcohol (IPA), 44% traditional distilled liquor, varying grinding frequencies, and drying using a Solar Tunnel Dryer (STD). The experiment was arranged in a 4 × 3 factorial Completely Randomized Design with three replications. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at a 5% significance level, followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The interaction between solvent type and grinding frequency significantly affected the physical and chemical properties of the resulting glucomannan flour. The highest glucomannan content (90.29%) was achieved using 90% IPA combined with five grinding cycles, accompanied by lower calcium oxalate, protein, and ash contents, as well as higher lightness values. Meanwhile, the use of 44% traditional distilled liquor produced a higher flour yield with a glucomannan content of 81.82%. These findings demonstrate that integrating mechanical grinding, solvent selection, and controlled drying provides a more effective purification strategy than optimizing a single processing factor. This integrated approach offers a promising alternative for producing high-quality glucomannan while promoting the utilization of locally available resources in the porang processing industry.

ABSTRAK

Kebutuhan glukomanan berkualitas tinggi terus meningkat seiring berkembangnya pemanfaatannya pada industri pangan, farmasi, dan biomaterial. Meskipun demikian, upaya pemurnian glukomanan dari umbi porang masih umumnya berfokus pada optimasi satu tahapan proses, sehingga efektivitas integrasi antara perlakuan mekanis, jenis pelarut, dan sistem pengeringan belum banyak dievaluasi. Penelitian ini mengeksplorasi strategi ekstraksi langsung dari umbi porang segar melalui kombinasi variasi konsentrasi isopropyl alcohol (IPA), arak tradisional berkadar alkohol 44%, frekuensi penggilingan mekanis, dan pengeringan menggunakan Solar Tunnel Dryer (STD). Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial 4 × 3 dengan tiga ulangan, kemudian dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Interaksi antarperlakuan memberikan pengaruh nyata terhadap karakteristik fisik dan kimia tepung glukomanan. Perlakuan lima kali penggilingan dengan IPA 90% menghasilkan kadar glukomanan tertinggi sebesar 90,29% disertai penurunan kadar kalsium oksalat, protein, dan abu serta peningkatan tingkat kecerahan, sedangkan arak tradisional menghasilkan rendemen yang lebih tinggi dengan kadar glukomanan mencapai 81,82%. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas pemurnian glukomanan lebih ditentukan oleh integrasi tahapan proses dibandingkan optimasi satu faktor secara terpisah. Pendekatan tersebut menawarkan alternatif teknologi pemurnian glukomanan yang memanfaatkan sumber daya lokal dengan potensi penerapan pada pengembangan industri pengolahan porang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Astuti, E. S., Suryati, S., Bahri, S., Masrullita, M., & Meriatna, M. (2022). Pengaruh waktu dan suhu perebusan pada umbi porang (Amorphophallus muelleri Blume) menggunakan larutan NaHCO? terhadap penurunan kadar kalsium oksalat. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 11(1), 1–10. https://doi.org/10.29103/jtku.v11i1.7243

Fernando, M. (2023). Karakterisasi tepung porang (Amorphophallus muelleri) rendah kalsium oksalat yang diproses dari chip dengan perlakuan metode pengeringan dan frekuensi penghembusan udara (Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada). https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/226990

Ginting, A. S. (2023). Pengaruh perlakuan steam blanching dan perendaman natrium metabisulfit pada pengeringan chips umbi porang (Amorphophallus muelleri) menggunakan Solar Tunnel Dryer (Doctoral dissertation, Universitas Katolik Soegijapranata). https://repository.unika.ac.id/32927/

Hadi, F., & Kurniawan, F. (2020). Pengaruh pengupasan dan waktu perendaman pada umbi porang terhadap kadar glukomanan dan kadar senyawa oksalat. Jurnal Sains dan Seni ITS, 9(2). https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/1993172

Handayani, T., Aziz, Y. S., & Herlinasari, D. (2020). Pembuatan dan uji mutu tepung umbi porang (Amorphophallus oncophyllus Prain) di Kecamatan Ngrayun. MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan, 9(1), 13–21. https://doi.org/10.48191/medfarm.v9i1.27

Ibrahim, M. T., Purwadi, I., & Wahyudi, B. (2022). Peningkatan kadar glukomanan dari umbi iles-iles (Amorphophallus variabilis) pada proses ekstraksi dengan pelarut isopropil alkohol. ChemPro, 3(1), 51–57. https://doi.org/10.33005/chempro.v3i1.151

Ihsan, F., Anggraini, A., & Azzahro, H. U. (2023). Ekstraksi glukomanan dari tepung porang (Amorphophallus oncophyllus) dengan kombinasi perlakuan waktu ekstraksi dan anti-solvent. Jurnal Teknologi Pertanian, 12(2), 99–108. https://doi.org/10.32520/jtp.v12i2.2842

Jusliandi, M. (2022). Fabrikasi dan karakterisasi bioplastik berbasis glukomanan umbi porang (Amorphophallus muelleri) dengan penambahan kombinasi plasticizer sorbitol dan polietilen glikol (Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin). https://repository.unhas.ac.id/id/eprint/41855/

Koehuan, V. A., Bai'oef, A. P., & Dwinanto, M. M. (2022). Studi eksperimen rumah pengering umbi porang sistem hibrid (energi surya–biomassa) dengan variasi tebal irisan chip. LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana, 9(2), 31–39. https://doi.org/10.35508/ljtmu.v9i02.9364

Masniawati, A., Johannes, E., Magfira, M., & Tuwo, M. (2023). Analisis glukomanan umbi porang (Amorphophallus muelleri Blume) dari beberapa daerah di Sulawesi Selatan. Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan, 14(2).

https://journal.unhas.ac.id/index.php/jai2/article/view/27897

Mukkun, L., Songgor, K., Lalel, H. L., Rubak, Y. T., Roefaida, E., Tae, A. S. A., ... & Nalle, R. P. (2022). Karakteristik fisik, kadar air, dan kandungan glukomanan tepung porang (Amorphophallus muelleri Blume) melalui beberapa teknik perendaman. Jurnal Agrisa, 11(2), 122–130. https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/agrisa/article/view/9300

Nurlatifah, I., & Amyranti, M. (2023). The utilization of glucomannan from porang flour (Amorphophallus muelleri Blume) as a raw material for making an edible film. Berkala Sainstek, 11(3), 138–144.

https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/3718442

Oko, M. E. (2020). Optimasi kondisi proses isolasi glukomannan dari umbi porang (Amorphophallus muelleri Blume) (Doctoral dissertation, Universitas Katolik Soegijapranata). https://repository.unika.ac.id/25350/

Perdana, R. G. (2021). Teknologi pembuatan tepung porang termodifikasi dengan variasi metode penggilingan dan lama fermentasi. Jurnal Agroindustri. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/2238748

Salim, R., Rahmi, N., Khairiah, N., Yuliati, F., Hidayati, S., Rufida, R., ... & Amaliyah, D. M. (2021). Pemanfaatan dan pengolahan tepung glukomannan umbi porang (Amorphophallus muelleri) sebagai bahan pengenyal produk olahan bakso. Indonesian Journal of Industrial Research, 348–361. https://www.neliti.com/publications/452000/pemanfaatan-dan-pengolahan-tepung-glukomannan-umbi-porang-amorphophallus-mueller

Setiavani, G., & Suarti, B. (2023). The effect of annealing modification on increasing glucomannan content of porang (Amorphophallus muelleri Blume) flour. International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology, 13(4), 1309–1315. https://ijaseit.insightsociety.org/index.php/ijaseit/article/view/18409

Sugiar, M. A. (2021). Penurunan kadar kalsium oksalat pada umbi porang dengan metode mekanik (Doctoral dissertation, Akademi Farmasi Surabaya). https://repository.akfarsurabaya.ac.id/id/eprint/702/

Thelmalina, F. J., & Wirasuta, I. M. A. G. (2022). Potensi Amorphophallus sp. sebagai pangan fungsional untuk pasien diabetes melitus. In Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi (Vol. 1, pp. 230–243). https://doi.org/10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p19

Wardani, N. E., Subaidah, W. A., & Muliasari, H. (2021). Ekstraksi dan penetapan kadar glukomanan dari umbi porang (Amorphophallus muelleri Blume) menggunakan metode DNS. Jurnal Sains dan Kesehatan, 3(3), 383–391. https://jsk.ff.unmul.ac.id/index.php/JSK/article/view/200

Downloads

Published

2024-10-31

How to Cite

Oko, M. E. (2024). OPTIMASI EKSTRAKSI LANGSUNG GLUKOMANAN DARI UMBI PORANG SEGAR (AMPHOPHALLUS MUELLERI BLUME) MENGGUNAKAN VARIASI KONSENTRASI ISOPROPANOL DAN TEKNIK PENGGILINGAN BERULANG. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan , 4(4), 680–694. https://doi.org/10.51878/cendekia.v4i4.14010

Issue

Section

Articles