NILAI ETNOPEDAGOGI DALAM UPACARA NGABEN MESABU GETIAN DI DESA PAKRAMAN BULIAN KECAMATAN KUBUTAMBAHAN KABUPATEN BULELENG
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i3.13454Keywords:
Nilai Etnopedagogi, Upacara Ngaben, Mesabu Getian, Tri Hita KaranaAbstract
The Ngaben Mesabu Getian ceremony in Pakraman Bulian Village, Kubutambahan District, Buleleng Regency is a distinctive Balinese funerary tradition that embodies educational values rooted in local wisdom. This study aimed to describe the ethnopedagogical values embedded in the implementation of the Ngaben Mesabu Getian ceremony. A qualitative approach with an ethnographic design was employed. Informants were selected using the snowball sampling technique, involving customary leaders, Jro Mangku, customary village officials, and community members. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that ethnopedagogical values are transmitted naturally through community participation in every stage of the ceremony. These values include Parahyangan, reflected in strengthening sraddha and bhakti toward Ida Sang Hyang Widhi Wasa; Pawongan, reflected in mutual cooperation (nulungin and ngopin), social solidarity, and intergenerational transmission of customary knowledge; and Palemahan, reflected in respect for nature and maintaining harmony between humans and the environment. The study concludes that the Ngaben Mesabu Getian ceremony serves as an effective ethnopedagogical medium for transmitting cultural, spiritual, social, and ecological values based on the philosophy of Tri Hita Karana.
ABSTRAK
Upacara Ngaben Mesabu Getian di Desa Pakraman Bulian, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng merupakan tradisi kematian khas masyarakat Bali yang mengandung nilai-nilai pendidikan berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai etnopedagogi yang terkandung dalam pelaksanaan Upacara Ngaben Mesabu Getian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi. Informan ditentukan melalui teknik snowball sampling yang melibatkan tokoh adat, Jro Mangku, perangkat desa adat, dan masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai etnopedagogi diwariskan secara alami melalui keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan upacara. Nilai tersebut meliputi dimensi Parahyangan berupa penguatan sraddha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dimensi Pawongan berupa penanaman nilai gotong royong (nulungin dan ngopin), solidaritas, serta regenerasi pengetahuan adat, dan dimensi Palemahan berupa penghormatan terhadap alam serta upaya menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan lingkungan. Temuan ini menegaskan bahwa Upacara Ngaben Mesabu Getian merupakan media etnopedagogi yang efektif dalam mewariskan nilai budaya, spiritual, sosial, dan ekologis kepada generasi muda berbasis filosofi Tri Hita Karana.
Downloads
References
Adnyana, K. S. (2025). The Ngaben Ceremony: Contextualizing Character Formation in Social Science Education. Indonesian Values and Character Education Journal, 8(1), 1-11. https://doi.org/10.23887/ivcej.v8i1.94548
Afrianti, N. G. A. M. (2023). Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu pada Upacara Ngaben dalam Proses Mapegat Di Desa Bali Sadhar Selatan Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan. Jurnal Pendidikan Agama, 14(1), 8-16. https://rumahjurnal-stahlampung.org/index.php/JPA/article/view/25
Alwasilah, A. C., Suryadi, K., & Karyono, T. (2022). Etnopedagogi: Landasan praktek pendidikan dan pendidikan guru. Kiblat Buku Utama.
Harsono, B. M. H., Prasetiyo, T. H. P., & Jannah, I. N. M. J. (2025). Studi Etnobotani Pemanfaatan Tumbuhan pada Upacara Adat Ngaben Suku Bali di Desa Patoman Kabupaten Banyuwangi, Indonesia. Biologiei Educa?ia, 5(2), 91-105. https://doi.org/10.62734/be.v5i2.736
Indarwati, I., Sakka, W., Hasan, H., & Reski, R. (2025). Analisis Nilai Religius dan Sosial dalam Upacara Ngaben di Bali. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 5(2), 629-635. https://dmi-journals.org/deiktis/article/view/1470
Mudana, I. W., Widiana, I. W., & Kurniawan, M. F. (2025). Internalization of Ngaben ceremony values in history learning to enhance students’ cultural literacy and social attitudes. Cakrawala Pendidikan, 44(1), 248-257. https://doi.org/10.21831/cp.v44i1.59155
Pitana, I. G. (2020). Modernisasi dan transformasi kembali ke tradisi: Fenomena ngaben di krematorium bagi masyarakat Hindu di Bali. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 10(2), 351-374. https://doi.org/10.24843/JKB.2020.v10.i02.p01%20
Putu, K. D. (2024). Jalinan Suci Manusia, Alam, Dan Tuhan Dalam Upacara Ngaben Di Bali. Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama Dan Kebudayaan, 24(2), 109-117. https://doi.org/10.32795/ds.v24i2.6841
Putu, R., Gede, S. I., & Nyoman, M. P. I. (2024). Nilai Etnopedagogi Pada Tradisi Upacara “Mepangkonan” Di Desa Adat Gesing Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng. JURDIKSCA: Jurnal Pendidikan Agama Hindu Mahasiswa Pascasarjana, 3(1), 45-55. https://journal.mpukuturan.ac.id/index.php/jurdiksca/article/view/525
Robbayani, H. B. (2022). Local Wisdom Upacara Ngaben di Bali dan Keterkaitannya dengan Nilai-Nilai Bimbingan dan Konseling. Borobudur Counseling Review, 2(2), 65-70. https://doi.org/10.31603/bcr.7217
Sekarningrum, B., Amanatin, E. L., & Pratiwi, N. P. S. (2025). Ngaben: Simbolisme, Etika, Dan Tantangan Keagamaan Dalam Berkabung Di Bali. Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi, 10(1), 135-148. https://doi.org/10.24198/jsg.v10i1.63893
Subawa, I. M. P. (2026). Ngaben Berbasis Desa Adat: Antara Tradisi dan Efisiensi di Era Modern. PT. Dharma Pustaka Utama.
Sugara, U. (2022). Etnopedagogi: Gagasan dan peluang penerapannya di Indonesia. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 7(2), 93-104. https://doi.org/10.24832/jpnk.v7i2.2888
Wirabumi, I. B. M. B., Kriswiyanti, E., & Darmadi, A. A. K. (2022). Analisis keanekaragaman, indeks nilai penting dan index of cultural significance tumbuhan Upacara Ngaben berdasarkan Tri Mandala di Desa Penglipuran, Bali. Metamorfosa: Journal of Biological Sciences, 9(1), 217-226. https://doi.org/10.24843/metamorfosa.2022.v09.i01.p22
Yasa, I. M. A., Suastra, I. W., & Arnyana, I. B. P. (2023). Memperkuat Pemahaman Tri Hita Karana Melalui Upacara Ngaturang Cicipan: Perspektif Etnopedagogik. Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(4). https://doi.org/10.37329/cetta.v6i4.2764
















