PERAN GKJ PEDAN DALAM MEMBANGUN TOLERANSI ANTARAGAMA DI KECAMATAN PEDAN
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i3.13330Keywords:
Gereja Kristen Jawa, Toleransi Antarumat Beragama, Pluralisme Agama, John Hick, Masyarakat MultikulturalAbstract
ABSTRACT
Religious diversity in Indonesia requires continuous efforts to strengthen tolerance in order to maintain harmonious social life. Although numerous studies have examined interreligious tolerance, research specifically addressing the role of churches at the local level through John Hick's perspective of religious pluralism remains limited. This study aims to analyze the role of the Gereja Kristen Jawa (GKJ) Pedan in promoting interreligious tolerance in Pedan District, Klaten Regency. The study employed a qualitative approach using a descriptive method within an interpretive paradigm. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving the pastor, church administrators, congregation members, religious leaders, and community leaders selected using purposive sampling. Data analysis followed the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that GKJ Pedan promotes interreligious tolerance through active participation in social activities, interfaith communication, and the reinforcement of local wisdom values that foster harmonious community relations. The study further demonstrates that John Hick's perspective of religious pluralism provides a relevant framework for understanding the practice of interreligious tolerance at the community level while enriching scholarly discussions on the contribution of churches to fostering an inclusive society.
ABSTRAK
Keberagaman agama di Indonesia menuntut penguatan praktik toleransi untuk menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis. Meskipun kajian mengenai toleransi antarumat beragama telah banyak dilakukan, penelitian yang secara khusus mengkaji peran gereja pada tingkat lokal melalui perspektif religious pluralism John Hick masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Gereja Kristen Jawa (GKJ) Pedan dalam membangun toleransi antarumat beragama di Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dalam paradigma interpretatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam (in-depth interview), dan dokumentasi terhadap pendeta, pengurus gereja, jemaat, tokoh agama, serta tokoh masyarakat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menerapkan model Miles, Huberman, and Saldaña yang meliputi data condensation, data display, serta conclusion drawing and verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GKJ Pedan membangun toleransi melalui keterlibatan dalam kegiatan sosial, komunikasi lintas agama, serta penguatan nilai kearifan lokal yang mendorong hubungan masyarakat yang harmonis. Temuan penelitian menegaskan bahwa perspektif religious pluralism John Hick relevan dalam menjelaskan praktik toleransi yang berkembang pada tingkat komunitas sekaligus memperkaya kajian mengenai kontribusi gereja dalam membangun kehidupan masyarakat yang inklusif.
Downloads
References
Al Hasanah, S., & Pujilestari, Y. (2024). Implementasi sikap toleransi antar umat beragama di kalangan masyarakat. Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi, 23(2), 395–399. https://doi.org/10.21009/jimd.v23i2.38846
Amalia, E. R. (2026). Religious pluralism in Indonesia's national curriculum: A critical review of interfaith religious education. Attaqwa: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 22(2), 162–178. https://doi.org/10.54069/attaqwa.v22i2.1169
Habibi, U. A., Khairat, H., Simanullang, S., & Rambe, K. F. (2025). Kolaborasi lintas sektor: Membangun kesepakatan untuk Indonesia yang inklusif. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 12(4), 1554–1565. https://jurnal.um-tapsel.ac.id/index.php/nusantara/article/view/19855
Hia, Y., & Waruwu, E. W. (2025). Moderasi beragama dalam mimbar gereja: Pendekatan inklusif dan kontekstual. Manna Rafflesia, 12(1), 32–47. https://journals.sttab.ac.id/index.php/man_raf/article/view/418
Husni, R., Utomo, E., Rizqa, M., & Husna, R. (2023). Moderasi beragama dalam masyarakat 5.0: Analisis konsep berdasarkan Surat Al-Hujurat ayat 13. SURAU: Journal of Islamic Education, 1(2), 146–160. https://doi.org/10.30983/surau.v1i2.7409
Kamaluddin, K. (2025). Pengabdian masyarakat berbasis moderasi beragama menuju inklusi beragama melalui dialog lintas agama di Angkola Selatan Tapanuli Selatan. Jurnal At-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa, 8(1), 181–200. http://jurnal.uinsyahada.ac.id/index.php/taghyir/article/view/18181
Khojir, K., Zurqoni, Z., Sudadi, S., & Afendi, A. R. (2025). The integration of local wisdom values and the improvement of santri's tolerance: A study on the pesantren in East Kalimantan. Ulumuna, 29(1), 365–397. http://ulumuna.or.id/index.php/ujis/article/view/1522
Makmur, F. P., Yusuf, Y., & Rosaliza, M. (2026). Pendirian gereja tanpa izin dalam pergumulan kontestasi sosial: Kajian perspektif teori habitus Pierre Bourdieu. Inovasi Pembangunan: Jurnal Kelitbangan, 14(1). https://jurnal.balitbangda.lampungprov.go.id/index.php/jip/article/view/1817
Manalu, N. A., & Harefa, O. (2025). Peran gereja dalam menanggapi isu sosial di tengah keberagaman budaya dan agama di Indonesia. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(2), 124–136. https://doi.org/10.62282/juilmu.v2i2.124-136
Marpaung, L. S. (2025). Peran gereja dalam membangun perdamaian dan toleransi di tengah masyarakat multikultural. Jurnal Fides Intellectum, 3(2). https://jurnal.sttsalatiga.ac.id/index.php/fides_intellectum/article/view/43
Nageri, K. I. (2026). Managing religious diversity in Nigerian secondary schools: Implications for educational policy, interfaith dialogue, and social cohesion. International Journal of Social Science and Religion (IJSSR), 119–134. http://www.ijssr.net/index.php/ijssr/article/view/393
Natonis, H. Y., Udju, A. H., Laukapitang, J. F., Ha'e, A., Konay, J. P., Oematan, D. O., ... & Tiba, Y. P. (2025). Sosialisasi moderasi beragama perspektif Kementrian Agama di GMIT Soar Penkase. Jurnal Abdidas, 6(2), 202–211. https://mail.abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/1123
Pratama, A. P. (2024). Kearifan lokal dalam Reyog Ponorogo untuk memperkuat kerukunan umat beragama: The local wisdom in Reyog Ponorogo to strengthen the harmony of the religious communities. Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan, 19(1), 53–72. https://doi.org/10.37680/adabiya.v19i1.4779
Saumantri, T. (2023). Membangun kerukunan beragama di era pluralisme: Kontribusi konsep John Hick. Religi: Jurnal Studi Agama-Agama, 19(1), 111–127. https://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/Religi/article/view/4414
Sianipar, G. (2023, May). Pengaruh modal sosial untuk kerukunan umat beragama Islam dan Kristen di Kota Medan. In Seminar Nasional Filsafat Teologi (pp. 10–23). https://ejournal.ust.ac.id/index.php/SNFT/article/view/2630
Siregar, V. D., & Boiliu, F. M. (2023). Pendidikan agama Kristen humanis sebagai pendekatan dalam membina sikap toleransi beragama. Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 8(1), 10–17. https://doi.org/10.33541/rfidei.v8i1.160
Soffi, D. A. (2023). Dialog lintas iman: Upaya Forum Kerukunan Umat Beragama dalam membangun kehidupan toleransi umat beragama. WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter, 7(2), 176–192. https://doi.org/10.21776/ub.waskita.2023.007.02.5
Sultan, M., Kamaluddin, K., & Fitriani, F. (2023). Harmonisasi sosial keagamaan dan kemasyarakatan dalam pandangan Islam dan Kong Hu Cu. Jurnal Penelitian Medan Agama, 14(1), 1–11. https://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/medag/article/view/14763/0
Trishananto, Y., Winahyu, S., Fatkhurrohman, R., Najib, R. M. N., & Ridho, M. (2025). Toleransi berbasis tradisi: Eksistensi Islam Kejawen dalam bingkai hukum positif dan kearifan lokal Desa Sarimulyo. Journal of Islamic Religious Education, 1(4), 144–151. https://doi.org/10.70248/joire.v1i4.2993
Utama, R. A. F. Y., Pratama, F. Z., Dzulfikar, M. Z., & Fadilla, W. R. (2026). Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dalam konteks toleransi antarumat beragama di Indonesia modern. Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(1), 1390–1398. https://indojurnal.com/index.php/jejakdigital/article/view/1881
Widianto, A. A., Meiji, N. H. P., Habibi, M. M., Alam, M., Ramadhan, A. G., & Dini, A. M. (2023, December). Revitalizing local wisdom: The governance of religious diversity in Manado. In International Joint Conference on Arts and Humanities 2023 (IJCAH 2023) (pp. 1746–1757). Atlantis Press. https://www.atlantis-press.com/proceedings/ijcah-23/125995522
Zanky, A., Kevin, A., Nakaya, M., Abidzar, M., Zahra, S. A., & Ghozali, I. (2025). Toleransi beragama: Kerukunan dalam masyarakat multikultural di Indonesia. Jurnal Studi Islam dan Hukum Syariah, 3(2), 455–464. https://ojsid.my.id/index.php/JURSIH/article/view/459
















