UPAYA PERALIHAN HAK MILIK ATAS TANAH MELALUI PERJANJIAN JUAL BELI BAWAH TANGAN
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i3.12920Keywords:
Peralihan Hak Atas Tanah, Jual Beli Di Bawah Tangan, Pendaftaran Tanah, Kepastian Hukum, PPATAbstract
The transfer of land ownership rights through sale and purchase transactions must be carried out in accordance with land law regulations to ensure legal certainty for the parties involved. However, in practice, land sale and purchase transactions conducted under private agreements without the involvement of a Land Deed Official (PPAT) are still commonly found, including in Air Hangat Timur District. This study aims to analyze the implementation of land ownership transfers through private sale and purchase agreements and to identify efforts that can be undertaken to achieve legal certainty in such transfers. This research employed a normative juridical approach with a descriptive-analytical method. Data were collected through library research and document studies and were subsequently analyzed qualitatively. The findings indicate that private land sale and purchase agreements remain prevalent because they are considered simpler, faster, and less costly than formal procedures involving a PPAT. Although such agreements are legally valid as long as they fulfill the requirements of a valid contract, they cannot serve as a direct basis for registering the transfer of land rights. Therefore, to obtain legal certainty, the parties must execute a deed of sale and purchase before a PPAT, which can then be used as the basis for registering the transfer of land rights in accordance with Government Regulation Number 24 of 1997 concerning Land Registration. Accordingly, the registration of land rights transfers serves as an essential instrument in ensuring legal certainty and legal protection for land rights holders.
ABSTRAK
Peralihan hak milik atas tanah melalui jual beli pada dasarnya harus dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum pertanahan untuk menjamin kepastian hukum bagi para pihak. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan transaksi jual beli tanah yang dilakukan melalui perjanjian di bawah tangan tanpa melibatkan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), termasuk di Kecamatan Air Hangat Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan peralihan hak milik atas tanah melalui perjanjian jual beli di bawah tangan serta upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan kepastian hukum dalam proses peralihan hak tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan sifat deskriptif analitis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan studi dokumen yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli tanah di bawah tangan masih dilakukan karena dianggap lebih mudah, cepat, dan murah dibandingkan dengan prosedur formal melalui PPAT. Perjanjian jual beli di bawah tangan tetap sah sepanjang memenuhi syarat sah perjanjian, namun belum dapat dijadikan dasar langsung untuk pendaftaran peralihan hak atas tanah. Untuk memperoleh kepastian hukum, para pihak perlu membuat akta jual beli di hadapan PPAT sebagai dasar pendaftaran peralihan hak sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah. Dengan demikian, pendaftaran peralihan hak atas tanah menjadi instrumen penting dalam mewujudkan kepastian dan perlindungan hukum bagi pemegang hak atas tanah.
Downloads
References
Alfarizi, A. Y. (2023). Kedudukan pendaftaran tanah dalam peralihan suatu hak atas tanah. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan), 7(1). https://doi.org/10.58258/jisip.v7i1.4270
Al-Himni, M. A., & Ratna M. S., E. (2022). Peralihan hak atas tanah jual beli dibawah tangan untuk tanah yang belum bersertifikat di Kabupaten Kubu Raya. Notarius, 15(1), 475–484. https://doi.org/10.14710/nts.v15i1.46055
Arrofani, A. J., & Musyafah, A. A. (2025). Perlindungan hukum terhadap jual beli tanah transmigrasi secara di bawah tangan. Notarius, 18(2), 302-318. https://doi.org/10.14710/nts.v18i2.55806
Bikio, F., Sasea, E. M., & Ramadhan, G. (2024). The impact of expedited land title transfers on legal certainty and ownership disputes. Legalis: Journal of Law Review, 2(3), 168–178. https://doi.org/10.61978/legalis.v2i3.284
Dewandani, A., & Silviana, A. (2025). Konsekuensi hukum peralihan hak atas tanah melalui jual beli terhadap perjanjian yang dibuat di bawah tangan. Sang Pencerah, 11(1). https://doi.org/10.35326/pencerah.v11i1.6508
Efendi, Y. (2026). Peran Notaris dalam Menjamin Kepastian Hukum Peralihan Hak Atas Tanah dalam Perspektif Hukum Agraria di Indonesia. Jurnal Begawan Hukum (JBH), 4(1), 13-25. https://doi.org/10.62951/jbh.v4i1.143
Harsono, B. (1997). Hukum agraria: Sejarah pembentukan isi dan pelaksanaannya. Jakarta: Djambatan.
Harsono, B. (1999). Hukum agraria Indonesia (Edisi revisi). Jakarta: Djambatan.
Hermit, H. (2009). Cara memperoleh sertifikat tanah (Cetakan ke-2). Bandung: Mandar Maju.
Imadhani, I., & Santoso, B. (2024). Keabsahan hukum peralihan hak atas tanah pada proses jual beli di bawah tangan. Notarius, 17(3), 1937–1953. https://doi.org/10.14710/nts.v17i3.50651
Kareliana, A., Pamungkas, M. N., Husna, S. M., & Daniar, N. A. S. (2025). Analisis kedudukan hukum perjanjian perikatan jual beli (PPJB) dalam proses pendaftaran peralihan hak atas tanah. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 4(2), 3349-3362. https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/2068
Maharani, I. A. D., Puspadma, I. N. A., & Astiti, N. G. K. S. (2023). Keabsahan Jual Beli Hak atas Tanah yang Dilakukan tanpa Akta PPAT Ditinjau dari Perspektif Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah. Jurnal Konstruksi Hukum, 4(3), 261-267. https://doi.org/10.22225/jkh.4.3.8036.261-267
Masud, Sutarni, N., & Hidayat, M. F. (2022). Peralihan Hak Milik Atas Tanah Melalui Perjanjian Jual Beli Di Bawah Tangan Dan Akibat Hukumnya. Jurnal Bedah Hukum, 6(1), 75-84. https://doi.org/10.36596/jbh.v6i1.710
Nurhadi, D. (2024). Kepastian Hukum Terhadap Pendaftaran Peralihan Hak Atas Tanah Melalui Pewarisan Berdasarkan Akta Pembagian Hak Waris. Jurnal Hukum Sasana, 10(2), 191-204. https://doi.org/10.31599/sasana.v10i2.2980
Rahmadhani, N. A., & Wahjuningati, E. (2024). Problematika peralihan hak atas tanah atas dasar jual beli di bawah tangan pada sertifikat hak milik. Judiciary: Jurnal Hukum Dan Keadilan, 13(1), 55–69. https://doi.org/10.55499/judiciary.v13i1.239
Rajagukguk, J. P., Zuliah, A., & Dewi, A. T. (2021). Akibat Hukum Jual Beli Atas Tanah Dengan Sertifikat Hak Milik Dalam Akta Di Bawah Tangan. Warta Dharmawangsa, 15(2), 200-208. https://doi.org/10.46576/wdw.v15i2.1212
Redhawati, D., & Roza, D. (2025). Pendaftaran peralihan hak milik atas tanah karena pewarisan dalam rangka menjamin kepastian hukum. Ekasakti Legal Science Journal, 2(2), 152–163. https://doi.org/10.60034/qc446855
Rochmah, Z., Solehoddin, S., & Miladiyanto, S. (2022). Peralihan hak atas tanah dengan perjanjian pengikatan jual beli berdasarkan SEMA No. 4 Tahun 2016. Jurnal Magister Hukum Perspektif, 13(2), 1-15. https://doi.org/10.37303/magister.v13i2.65
Sarno, S. P. O. M., Santoso, B., & Prabandari, A. P. (2021). Peran PPAT dalam melakukan perlindungan hukum bagi para pihak pada peralihan hak atas tanah melalui jual beli. Notarius, 14(2), 757–768. https://doi.org/10.14710/nts.v14i2.43802
Satrianingsih, N. N. P., & Wirasila, A. N. (2019). Peralihan Hak Milik Atas Tanah Melalui Perjanjian Jual Beli Dibawah Tangan. Kertha Semaya: Journal Ilmu Hukum, 7(6). https://ojs.unud.ac.id/index.php/kerthasemaya/article/view/52474
Setiani, D., & Kholishayatuddin, A. (2022). Praktik Jual Beli Tanah di Bawah Tangan Perspektif Hukum Islam dan Undang-Undang Pertanahan. Jurnal Al-Hakim: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Studi Syariah, Hukum Dan Filantropi, 87-100. https://doi.org/10.22515/alhakim.v4i1.5149
Suryaningsih, S., & Zainuri, Z. (2023). Pendaftaran Peralihan Hak Milik atas Tanah Karena Jual Beli dalam Mewujudkan Tertib Administrasi Pertanahan. Jurnal Jendela Hukum, 10(1), 46-54. https://doi.org/10.24929/jjh.v10i1.2845
Sutedi, A. (2007). Peralihan hak atas tanah dan pendaftarannya. Jakarta: Sinar Grafika.
Tabroni, N. M., Lontoh, R., & Sahril, I. (2024). Kepastian Hukum Proses Jual Beli Tanah Dilakukan di Bawah Tangan: Setelahnya Tidak Diketahui Keberadaan Pihak Penjual. Esensi Hukum, 6(2), 46-57. https://doi.org/10.35586/esensihukum.v6i2.394















