ANALISIS KEPATUHAN PELAKU USAHA GARAM KONSUMSI DI KABUPATEN PATI TERHADAP REGULASI PANGAN
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i3.12804Keywords:
Pati, Garam, CPPOBAbstract
Pati Regency is a center of salt production in Central Java, supported by its geographical potential and the demographic structure of the community, which is largely composed of salt farmers. According to data from the Ministry of Marine Affairs and Fisheries, in 2025 Pati Regency contributed 211,544.23 tons to the total production of community salt. However, the inconsistent quality of the salt produced and its inability to meet industrial salt specifications necessitate a backward examination of the underlying factors causing the inconsistency in salt quality in Pati Regency despite its considerable potential. Therefore, an analysis was conducted on the compliance of consumption salt industry in Pati Regency with applicable regulations through the examination of secondary data, including product legality and fulfillment of registration requirements for obtaining distribution permits during the 2019–2025 period, as well as the results of post-market inspections of production facilities in 2025. Based on the findings of this study, it was determined that the compliance of consumption salt industry in Pati Regency with regulations remains relatively low, particularly in the implementation of Good Manufacturing Practices (GMP/CPPOB). Data from the Processed Food Registration System (e-reg.pom.go.id/ereg and ereg-rba.pom.go.id) for the 2019–2025 period indicate that 39.74% of consumption salt industry did not continue the product legalization process, while only 15.38% had undertaken CPPOB certification procedures. These findings are consistent with the post-market inspection results, which showed that 83.33% of consumption salt production facilities did not implement CPPOB in accordance with regulatory requirements.
ABSTRAK
Kabupaten Pati merupakan sentra produksi garam di Jawa Tengah yang didukung potensi geografis dan struktur demografis masyarakat sebagai petani tambak. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Pati pada tahun 2025 mampu berkontribusi sebesar 211.544,23 ton dari jumlah produksi garam rakyat. Namun kualitas garam yang dihasilkan yang tidak konsisten dan belum mampu memenuhi spesifikasi garam industri, maka perlu ditarik ke belakang permasalahan yang menjadi penyebab inkonsistensi kualitas garam di Kabupaten Pati di tengah potensi yang begitu besar. Oleh karena itu dilakukan analisa kepatuhan pelaku usaha garam konsumsi di Kabupaten Pati terhadap regulasi melalui penelusuran data sekunder berupa legalitas produk dan pemenuhan persyaratan dalam registrasi produk untuk mendapatkan izin edar pada kurun waktu tahun 2019-2025, serta hasil pemeriksaan sarana produksi post-market pada tahun 2025. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa kepatuhan pelaku usaha garam konsumsi di Kabupaten Pati terhadap regulasi cukup rendah terutama pada penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Sistem Registrasi Pangan Olahan (e-reg.pom.go.id/ereg dan ereg-rba.pom.go.id) periode tahun 2019-2025 menunjukkan 39,74% pelaku usaha garam konsumsi tidak melanjutkan proses legalisasi produk dan hanya 15,38% yang sudah melakukan proses sertifikasi CPPOB. Hasil tersebut sejalan dengan hasil pemeriksaan post-market yang menunjukkan bahwa 83,33% sarana produksi garam konsumsi tidak menerapkan CPPOB sesuai ketentuan.
Downloads
References
Agustini, S., Yoseva, W., Irdiwan, I., & Fernando, P. (2025). Efektifitas Undang-Undang No 8 Tahun 1999 dalam menjamin hak konsumen atas keamanan produk makanan olahan. Journal of Global Legal Review, 3(2), 69–76. https://doi.org/10.59963/jglegar.v3i2.363
Akbar, M. A., Adrian, F., & Rahmatillah, L. F. (2023). Potensi dan tantangan produksi garam nasional. ARMADA: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 1(12), 1433–1438. https://doi.org/10.55681/armada.v1i12.1085
Alamsjah, M. A., Islamiyah, H. S., Rahmawati, G. A., Putri, F. A., Amalia, R., Triningtyas, P. H., Pujiastuti, D., & Nor, A. M. (2024). Integration of Tetraselmis chuii and Artemia sp. culture in industrial-scale salt production. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 16(1), 119–135. https://doi.org/10.20473/jipk.v16i1.50514
Damanik, W. S., Siregar, G., Andriany, D., & Bismala, L. (2022). Peningkatan kapasitas produksi dan pengembangan kelembagaan pada usaha minuman tradisional Kostfood. AKSIOLOGIYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(3), 370–370. https://doi.org/10.30651/aks.v6i3.9209
Elizabeth, R., & Anugrah, I. S. (2020). Akselerasi hilirisasi produk agroindustri berdayasaing mendongkrak kesejahteraan petani dan ekonomi pedesaan. MIMBAR AGRIBISNIS: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 6(2), 890–890. https://doi.org/10.25157/ma.v6i2.3604
Estuti, E. P., Fauziyanti, W., & Hendrayanti, S. (2022). Salt productivity investigation from the human resources aspect. Media Trend, 17(1), 146–155. https://doi.org/10.21107/mediatrend.v17i1.11509
Feryanto, F., & Feryanto. (2023). Komoditas pertanian unggulan untuk hilirisasi pangan. Policy Brief Pertanian Kelautan dan Biosains Tropika, 5(3), 632–638. https://doi.org/10.29244/agro-maritim.0503.632-638
Hardinandar, F., & Firmansyah, F. (2023). Australian salt import policy in Indonesia: An analysis of public policy. Agriekonomika, 12(1), 117–131. https://doi.org/10.21107/agriekonomika.v12i1.19032
Harjono, A. W., Wanta, K. C., Miryanti, Y. I. P. A., Witono, J. R., Nadut, A., & Santoso, H. (2024). Enhancing salt purification in Oli’o Village, East Nusa Tenggara: A case study on optimizing precipitating agent addition methods and salinity levels. Engineering Journal, 28(10), 1–12. https://doi.org/10.4186/ej.2024.28.10.1
Indriastuti, C. E., Sarastani, D., Kusumanti, I., Siagian, T. B., & Permata, B. I. (2024). Improving the quality and safety of fish paste through education and implementation of CPPOB in Situbondo Regency. Community Empowerment, 9(2), 279–286. https://doi.org/10.31603/ce.10719
Khusnah, H., Budiarti, D., & Humiati, H. (2025). Tinjauan yuridis pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan terhadap peredaran makanan dari luar negeri legal review of supervision by the Food and Drug Supervisory Agency on the distribution of food from abroad. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 3(2), 1798–1805. https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i2.1171
Kurniawan, N., & Basuki, Y. (2023). Identifikasi potensi tambak garam Kabupaten Pati dengan analisis kesesuaian lahan dan analisis landrent. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 19(1), 118–134. https://doi.org/10.14710/pwk.v19i1.21735
Mardiyanta, A., & Ermawan, D. (2023). Gray area between policy success and failure: Assessing the degree of success of Law Number 7 of 2016 in the salt industrialization program in West Nusa Tenggara Province. Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, 36(1), 156–171. https://doi.org/10.20473/mkp.v36i12023.156-171
Prabawati, A. I., & Reykasari, Y. (2025). Tanggung jawab Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam pelaksanaan pengawasan “Minyak Kita” sebelum beredar dan selama beredar. Indonesian Journal of Law and Justice, 3(1), 13–13. https://doi.org/10.47134/ijlj.v3i1.4797
Putri, S. A. (2022). Administrative enforcement of food safety regulation in Indonesia: Loopholes and recommendations. LAW REFORM, 18(2), 282–297. https://doi.org/10.14710/lr.v18i2.47415
Rinurwati, R., Widiana, M. E., Widyaningrum, M. E., & Widyaswari, M. S. (2021). Eskalasi daya saing usaha kelompok wanita tani Jawa Timur di era revolusi industri 4.0 dengan model standardisasi produk. IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services, 2(2), 60–60. https://doi.org/10.32585/ijecs.v2i2.1748
Sinaga, O., Antara, M., & Dewi, R. K. (2020). Strategi pengembangan usaha garam rakyat di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 4(1), 96–110. https://doi.org/10.14710/agrisocionomics.v4i1.6081
Sunoko, R., Saefuddin, A., Syarief, R., & Zulbainarni, N. (2022). Do the government support salt small and medium enterprises’ competitiveness? Binus Business Review, 14(1), 61–72. https://doi.org/10.21512/bbr.v14i1.8580
Suyadi, S., Ardiarini, N. R., Kurniawan, A., & Arifin, A. G. (2024). Pembuatan pupuk organik sebagai upaya dalam mendukung pertanian berlanjut untuk kemandirian pangan. AGROINOTEK: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 5(2), 162–169. https://doi.org/10.21776/ub.agroinotek.2024.005.02.10
Syah, A. F., Dwiyitno, D., Shodiq, S. J., Rini, R. L. T., & Simatupang, S. T. O. (2022). Evaluasi unit pengolahan garam washing plant dalam meningkatkan mutu dan daya saing garam rakyat. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 25(3), 464–474. https://doi.org/10.17844/jphpi.v25i3.43022
Usman, U. (2020). Pemanfaatan lumpur tambak garam untuk membuat telor asin di Desa Lembung Galis Pamekasan. PERDIKAN (Journal of Community Engagement), 2(2), 125–134. https://doi.org/10.19105/pjce.v2i2.4151
Winda, F., Utami, D. P., Puspa, J. P., Rahman, A., & Mahardeka, T. J. (2025). Analysis of salt policy regulations and their impact on salt farmers’ welfare: Achieving a balance between regulation and protection. Greenation International Journal of Law and Social Sciences, 3(2), 649–659. https://doi.org/10.38035/gijlss.v3i2.512
Yulianto, D. N. (2021). Peningkatan kualitas garam dengan “green technology” ozon. Dedikasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2(1), 66–74. https://doi.org/10.31479/dedikasi.v2i1.115
















