TAHAPAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 4-5 TAHUN DALAM PERSPEKTIF ALIRAN STRUKTURALISME: STUDI KASUS DI KB LARAS SAKTI

Authors

  • Dhea Yunika Universitas Al-Qur’an Ittifaqiah (UQI) Indralaya
  • Meta Rosalia Universitas Al-Qur’an Ittifaqiah (UQI) Indralaya
  • Rosalina Destyaningsi Universitas Al-Qur’an Ittifaqiah (UQI) Indralaya
  • Syaza Aulia Alpinia Universitas Al-Qur’an Ittifaqiah (UQI) Indralaya
  • Novita Loka Universitas Al-Qur’an Ittifaqiah (UQI) Indralaya

DOI:

https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i3.12505

Abstract

Language development in children aged 4–5 years forms a critical foundation for cognitive, social, emotional, and academic growth. However, challenges such as delayed articulation, limited vocabulary, and difficulties in constructing sentences remain prevalent. This study aims to comprehensively analyze language development in this age group through a structuralist lens encompassing phonology, morphology, syntax, and semantics simultaneously an innovation over prior studies that addressed only one or two linguistic components. A qualitative case study design was employed at KB Laras Sakti Sakatiga. Data were collected through observations during animal-habitat-themed learning activities, guided question-and-answer sessions, and field documentation using observation sheets and interview guides. Data analysis was organized according to relational language patterns observed in child interactions. Findings indicate that children could follow simple instructions, respond to questions about animal habitats, produce vocabulary such as bird, fish, and water, and construct basic sentences like "fish live in water." All four structuralist dimensions were evident: phonology in clear phoneme articulation during singing, morphology in the use of the bound morpheme di-, syntax in comprehension of S-P-O-C sentence patterns, and semantics in accurate paradigmatic word selection. This study underscores the importance of consistent use of concrete learning media and two-way communication by early childhood educators and parents to systematically build children's semantic networks in alignment with Saussurean sign theory.

ABSTRAK

Perkembangan bahasa anak usia 4–5 tahun merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan kognitif, sosial, emosional, dan akademik. Namun, permasalahan seperti keterlambatan pengucapan, keterbatasan kosakata, dan kesulitan menyusun kalimat masih kerap ditemukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan bahasa anak usia tersebut secara komprehensif melalui perspektif strukturalisme yang mencakup aspek fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik secara bersamaan sebuah inovasi dari kajian sebelumnya yang cenderung berfokus pada satu atau dua aspek saja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di KB Laras Sakti Sakatiga. Data dikumpulkan melalui observasi kegiatan pembelajaran bertema habitat hewan, sesi tanya jawab terarah, dan dokumentasi lapangan menggunakan lembar observasi serta panduan wawancara. Analisis data dilakukan berdasarkan pola relasi bahasa dalam interaksi antar anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mampu memahami instruksi sederhana, menjawab pertanyaan terkait habitat hewan, menyebutkan kosakata seperti burung, ikan, dan air, serta menyusun kalimat sederhana seperti "ikan hidup di air." Keempat aspek strukturalisme termanifestasi secara nyata: fonologi tampak pada kejelasan pengucapan fonem saat bernyanyi, morfologi pada penggunaan morfem terikat di-, sintaksis pada pemahaman pola S-P-O-K, dan semantik pada pemilihan kata paradigmatik yang tepat. Penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan media konkret dan komunikasi dua arah oleh guru PAUD dan orang tua guna membangun jaringan makna bahasa anak secara sistematis sesuai teori tanda Saussure.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adriani, S. W., & Sunarti, V. (2025). Hubungan antara stimulasi bahasa oleh orang tua dengan perkembangan bahasa anak usia 4–5 tahun di RW 04 Kelurahan Alang Laweh Kota Padang, 249–260. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/5209753

Amanda, M. G., & Kurniawan, M. (2024). Faktor-faktor perkembangan bahasa ekspresif (berbicara) pada anak usia 4–5 tahun. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(1), 10744–10751. https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/6147

Darwin, D., Anwar, M., & Munir, M. (2021). Paradigma strukturalisme bahasa: Fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Jurnal Ilmiah Semantika, 2(02), 28–40. https://doi.org/10.46772/semantika.v2i02.383

Diantari, N. M. E. (2020). Pengaruh bercerita menggunakan media e-big book terhadap motivasi belajar bahasa Inggris pada anak kelompok B PAUD Gugus Anggrek Kuta Utara tahun ajaran 2019/2020 (Skripsi). Repository Universitas Pendidikan Ganesha.

Dilla, M. R., & Jayadinata, A. K. (2025). Perkembangan bahasa anak usia dini: Analisis tren penelitian melalui systematic literature review (2020–2025). Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(1). https://doi.org/10.23969/jp.v11i01.43669

Elvina, A., Sastra, G., & Lindawati, L. (2020). Pemerolehan kalimat bahasa Indonesia anak usia 4;0–5;0 tahun. LINGUA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 17(2), 180–202. https://doi.org/10.30957/lingua.v17i2.659

Fitrianti, & Hidayat, N. (2025). Peran guru dalam meningkatkan keterlibatan belajar siswa di kelas. Damhil Education Journal, 1(5), 66–72. https://ejurnal.pps.ung.ac.id/index.php/DEJ/article/view/2788

Gulo, T., Hidayatulloh, I., & Gulo, B. B. (2023). Pemerolehan fonologi dalam perkembangan bahasa anak usia 3,5 tahun. Pragmatik: Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan, 1(4), 20–31. https://doi.org/10.61132/pragmatik.v1i4.237

Hafiza, H., Fitriani, W. R., & Mariyanti, T. (2024). Peningkatan kemampuan kognitif anak usia dini melalui berbagai macam media pembelajaran. Abata: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 4(2), 154–167. https://doi.org/10.32665/abata.v4i2.3391

Handayani, A. W., & Chandra, A. (2022). Perkembangan bahasa anak usia 4–5 tahun ditinjau dari aspek fonetik dan aspek semantik. Generasi Emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 5(1), 11–21. https://doi.org/10.25299/ge:jpiaud.2022.vol5(1).7482

Imanulhaq, R., & Ichsan, I. (2022). Analisis teori perkembangan kognitif Piaget pada tahap anak usia operasional konkret 7–12 tahun sebagai dasar kebutuhan media pembelajaran. Waniambey: Journal of Islamic Education, 3(2), 126–134. https://doi.org/10.53837/waniambey.v3i2.174

Juanda, J., & Azis, A. (2023). Pemerolehan bahasa pertama anak usia 4 tahun 3 bulan di Makassar Indonesia. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 1465–1478. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i2.4113

Mufidah, A. (2021). Perkembangan kemampuan bahasa anak usia 4–5 tahun melalui bercerita sederhana ditinjau dari segi aspek sintaksis dan semantik. Generasi Emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 4(2), 107–118. https://doi.org/10.25299/ge:jpiaud.2021.vol4(2).7670

Nissa, K., & Putri, H. J. (2021). Peran guru dan strategi dalam meningkatkan partisipasi siswa. Jurnal Guru Kita, 5(4), 53–60. https://media.neliti.com/media/publications/585913-peran-guru-dan-strategi-dalam-meningkatk-a4342813.pdf

Nuraini, K., & Pramita, D. A. (2025). Analisis perkembangan bahasa ekspresif anak usia 4–5 tahun di lingkungan multibahasa. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Anak Usia Dini, 1(2), 85–94. https://ejournal.aspirasi.or.id/index.php/jupenbaud/article/view/47

Pratama, R. Y., Sihombing, S., & Febriana, I. (2023). Pemerolehan bahasa anak usia 4 tahun dalam kajian morfologi. ALFIHRIS: Jurnal Inspirasi Pendidikan, 1(3), 147–158. https://doi.org/10.59246/alfihris.v1i3.297

Rahmadhani, E., & Surbakti, A. H. (2022). Analisis kemampuan berpikir logis anak usia dini melalui permainan Montessori. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(5), 5079–5090. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i5.1894

Salamah, U., & Depalina, S. (2025). Pentingnya lingkungan dan interaksi sosial dalam perkembangan bahasa anak usia dini. WISSEN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 3(3), 308–318. https://journal.appisi.or.id/index.php/wissen/article/view/1076

Supriyadi, A., & Djumadil, S. M. S. (2022). Pemerolehan fonologis, sintaksis dan semantik anak usia 3–5 tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(6), 6149–6163. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.3255

Suryana, D. (2021). Pendidikan anak usia dini: Teori dan praktik pembelajaran. UNP Press.

Susanti, U., & Sholihah, M. (2026). Tinjauan literatur tentang efektivitas penggunaan media benda konkret dalam pembelajaran PAUD. Humaira: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 33–34. https://jurnal.iaidarussalam.ac.id/index.php/piaud/article/view/761

Yayah Haenilah, E., Drupadi, R., & Syafrudin, U. (2023). Pelatihan merancang desain pembelajaran daring berbasis experiential learning bagi guru PAUD di Bandar Lampung. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 8(1), 258–264. https://doi.org/10.30653/jppm.v8i1.229

Zahra, A. I., & Baadillah, I. (2024). Pemerolehan bahasa pada tataran sintaksis anak usia dini. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 437–452. https://doi.org/10.37985/murhum.v5i2.862

Downloads

Published

2026-06-26

How to Cite

Yunika, D., Rosalia, M., Destyaningsi, R., Alpinia, S. A., & Loka, N. (2026). TAHAPAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 4-5 TAHUN DALAM PERSPEKTIF ALIRAN STRUKTURALISME: STUDI KASUS DI KB LARAS SAKTI . CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan , 6(3), 2202–2212. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i3.12505

Issue

Section

Articles