IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PRIORITAS PENGGUNAAN DANA DESA DALAM PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN UNTUK PENURUNAN STUNTING DI KECAMATAN RUMPIN

Authors

  • Jayanti Merdeka Wati Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Djuanda
  • Rita Rahmawati Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Djuanda
  • Faisal Tri Ramdani Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Djuanda

DOI:

https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i3.10420

Keywords:

implementasi kebijakan, Dana Desa, pemberian makanan tambahan, stunting

Abstract

Stunting remains a major public health issue that requires the involvement of multiple sectors, including village governments through the effective utilization of Village Funds. Although the Supplementary Feeding Program (PMT) has been promoted as one of the key strategies for accelerating stunting reduction, the implementation of policies prioritizing Village Fund allocation for this program continues to face various challenges at the local level. This study aims to analyze the implementation of the Village Fund prioritization policy in the Supplementary Feeding Program (PMT) as an effort to reduce stunting in Rumpin District, Bogor Regency. A qualitative approach with a descriptive case study design was employed. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving purposively selected informants. Data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model and validated through source and technique triangulation. The analysis was based on Edward III’s policy implementation framework, which includes communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The findings indicate that the implementation of the Village Fund-based PMT policy has been carried out but has not yet achieved optimal results. Major challenges include uneven dissemination of information, limited human and financial resources, low community participation, and ineffective cross-sectoral coordination. On the other hand, implementers’ commitment and effective communication among stakeholders serve as supporting factors. The study highlights that successful stunting reduction policy implementation is strongly influenced by the quality of communication, adequacy of resources, commitment of implementers, and coordination effectiveness among stakeholders. The findings imply the need to strengthen the coordinating role of sub-district governments, optimize Village Fund utilization, and enhance community participation to support sustainable stunting reduction efforts.

ABSTRAK

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan keterlibatan berbagai sektor, termasuk pemerintah desa melalui optimalisasi penggunaan Dana Desa. Meskipun Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) telah menjadi salah satu strategi percepatan penurunan stunting, implementasi kebijakan prioritas penggunaan Dana Desa untuk program tersebut masih menghadapi berbagai tantangan pada tingkat pelaksanaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan prioritas penggunaan Dana Desa dalam Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai upaya penurunan stunting di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang dipilih secara purposive. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Analisis implementasi kebijakan mengacu pada teori Edward III yang meliputi aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan PMT yang didanai Dana Desa telah berjalan, namun belum optimal. Permasalahan utama ditemukan pada penyampaian informasi yang belum merata, keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran pendukung, rendahnya partisipasi masyarakat sasaran, serta koordinasi lintas sektor yang belum berjalan secara efektif. Di sisi lain, komitmen pelaksana dan dukungan komunikasi antaraktor menjadi faktor yang mendukung pelaksanaan program. Temuan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan penurunan stunting sangat dipengaruhi oleh kualitas komunikasi, kecukupan sumber daya, komitmen pelaksana, dan efektivitas koordinasi antar pemangku kepentingan. Implikasi penelitian menunjukkan perlunya penguatan peran pemerintah kecamatan dalam fungsi koordinasi, optimalisasi pemanfaatan Dana Desa, serta peningkatan partisipasi masyarakat guna mendukung percepatan penurunan stunting secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustina, I. F. (2026). Strategi pengembangan program desa mandiri untuk cegah stunting melalui pemberian makanan tambahan balita di Desa Jambangan Kecamatan Candi. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 7(2), 633–647. https://doi.org/10.56552/jisipol.v7i2.350

Aminah, S., Rahmawati, R., & Santoso, A. (2021). Partisipasi ibu balita dalam kegiatan posyandu dan hubungannya dengan status gizi anak. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(1), 55–63. https://doi.org/10.15294/kemas.v16i1.24031

Ariestiningsih, E. S., Has, D. F. S., Kurniawan, B. A., Rahma, A. M., Riswanto, M. F. R., Savitri, S., & Visyawaludina, R. A. (2024). Pencegahan stunting sejak dini melalui optimalisasi modifikasi bahan pangan lokal di Desa Sedagaran Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik. Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 108–120. https://doi.org/10.37478/mahajana.v5i2.4302

Grindle, M. S. (2020). Politics and policy implementation in the Third World (2nd ed.). Princeton University Press.

Handayani, B., & Arianto, B. (2023). Strategi pencegahan stunting berbasis tata kelola dana desa. Dialogika: Jurnal Manajemen dan Administrasi, 3(2), 241–252. https://doi.org/10.31949/dialogika.v3i2.7544

Kristian, I. (2023). Kebijakan publik dan tantangan implementasi di Indonesia. Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial, 21(2), 88–98. http://www.jurnaldialektika.com/index.php/piani/article/view/155

Mosshananza, S., & Pramazuly, D. (2024). Strategi pemerintah desa dalam percepatan penurunan stunting berbasis pemberdayaan masyarakat. Jurnal Administrasi Publik Terapan, 8(1), 45–62.

Nisa, N., Husaini, M., & Munawarah, M. (2025). Implementasi program pemberian makanan tambahan (PMT) untuk pencegahan stunting di Desa Ujung Murung Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Jurnal Kebijakan Publik, 2(1), 371–384. https://ejurnal.stiaamuntai.ac.id/index.php/PPJ/article/view/990

Nur Sukmawati, Pradina, L. A., Sari, Y., Perdana, A., & Sa’diah, R. (2026). Implementasi kebijakan program pemberian makanan tambahan (PMT) untuk penurunan stunting. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(2), 2555–2565. https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.4682

Paji, D. N., Sinaga, M., & Larasati, G. W. K. (2025). Analisis implementasi kebijakan penurunan stunting di Desa Penfui Timur Kabupaten Kupang. Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan, 5(1), 11–22. https://doi.org/10.55606/jrik.v5i1.4950

Pontang, G. S., Alia, A. P., & Setiyaningsih, S. (2024). Perbedaan status gizi sebelum dan sesudah pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal pada balita stunting di Desa Kalijambe dan Desa Tanjung Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang. Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang, 6(1), 53–67. https://doi.org/10.55606/sinov.v6i1.801

Puspitasari, Y. D., Indarwati, R., Wahyuni, S. D., & Suraya, A. S. (2025). Community and family-based intervention strategies to prevent stunting: A systematic review. Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 13(2), 286–298. https://doi.org/10.33366/jc.v13i2.6613

Purwanto, Y. A. F., & Putri, R. M. (2024). Implementasi program pemberian makanan tambahan (PMT) dan kegiatan posyandu sebagai upaya penurunan angka stunting di Desa Sumberbendo, Kabupaten Probolinggo. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(14), 847–856. https://doi.org/10.5281/zenodo.13749064

Raesalat, R., Nurbudiwati, N., & Alawiyah, M. D. (2024). Strategi pemerintah desa dalam pencegahan stunting melalui program pemberian makanan tambahan (PMT) TOSS di Desa Jangkurang Kecamatan Leles. Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik, 15(1), 1–13. https://doi.org/10.36624/jpkp.v15i1.148

Rijali, A. (2018). Analisis data kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81–95.

Rinah, S. A., Utari, D. S., Mandala, E., Khairina, E., Karim, Z. A., & Nengsih, N. S. (2025). Evaluasi implementasi kebijakan penanganan stunting oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 7(1), 254–267. https://doi.org/10.56552/jisipol.v7i1.324

Risnawati. (2025). Analisis evaluasi program pemberian makanan tambahan terhadap perkembangan gizi anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(5), 1637–1645. https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i5.7082

Siboro, S. M., Siboro, T., Hermawati, P., Jafar, I., & Wahyanto, T. (2025). Analisis peran dan tugas kader posyandu dalam pelaksanaan program pencegahan stunting. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(1), 45–54. https://doi.org/10.55606/klinik.v4i1.5842

Tunny, R., Hatuwe, E., Umagapi, F., Dolang, M. W., & Tukiman, S. (2025). Pemberian makanan tambahan berbahan dasar pangan lokal sebagai inovasi untuk meningkatkan tumbuh kembang balita stunting di Desa Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat. Jurnal Ners, 9(4), 6311–6317. https://doi.org/10.31004/jn.v9i4.50685

Wahyuzan, D. A., & Saidah, S. D. (2025). Analisis literatur terhadap faktor risiko dan strategi penanggulangan stunting di Provinsi Aceh: Literature review. Medic Nutricia: Journal Ilmu Kesehatan, 16(1), 31–40. https://cibangsa.com/index.php/medicnutriciajournal/article/view/1844

Downloads

Published

2026-06-16

How to Cite

Wati, J. M., Rahmawati, R., & Ramdani, F. T. (2026). IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PRIORITAS PENGGUNAAN DANA DESA DALAM PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN UNTUK PENURUNAN STUNTING DI KECAMATAN RUMPIN. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan , 6(3), 1992–2002. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i3.10420

Issue

Section

Articles