WINI RONAN(G) DALAM FESTIVAL JELAJAH MAUMERE (FJM) SEBAGAI MEDIA PROMOSI UNTUK MEMBANGUN KETAHANAN PANGAN LOKAL DI KABUPATEN SIKKA
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i2.10398Keywords:
Wini Ronan(g), pangan lokal, ketahanan panganAbstract
This study aims to analyze the role of Wini Ronan(g) in the Maumere Exploration Festival as a medium for promoting local food in strengthening community food security in Sikka Regency. Wini Ronan(g), interpreted as a seed granary in local tradition, represents cultural values, traditional knowledge, and principles of sustainability passed down through generations. This research employs a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, involving festival organizers, local food MSME actors, traditional leaders, and festival visitors as research subjects. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that Wini Ronan(g) functions not only as a cultural symbol but is also concretely implemented through local food exhibitions, cultural performances, traditional narratives, and creative economic activities based on local food. The Maumere Exploration Festival effectively serves as a medium for promoting local food by increasing the visibility of MSME products, strengthening interaction between producers and consumers, and fostering pride in local food. Moreover, the festival contributes to raising public awareness of the importance of local food security through a persuasive and educational cultural approach. This study concludes that culture-based festivals rooted in local wisdom can serve as strategic instruments for promoting local food and strengthening sustainable community food security.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Wini Ronan(g) dalam Festival Jelajah Maumere sebagai media promosi pangan lokal dalam upaya membangun ketahanan pangan masyarakat di Kabupaten Sikka. Wini Ronan(g), yang dimaknai sebagai lumbung benih dalam tradisi lokal, merepresentasikan nilai budaya, pengetahuan tradisional, serta prinsip keberlanjutan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian terdiri atas panitia festival, pelaku UMKM pangan lokal, tokoh adat, serta pengunjung festival. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wini Ronan(g) tidak hanya hadir sebagai simbol budaya, tetapi juga diimplementasikan secara nyata melalui pameran pangan lokal, pertunjukan seni, narasi adat, dan aktivitas ekonomi kreatif berbasis pangan. Festival Jelajah Maumere berfungsi efektif sebagai media promosi pangan lokal dengan meningkatkan visibilitas produk UMKM, memperkuat interaksi produsen dan konsumen, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap pangan lokal. Selain itu, festival berperan dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ketahanan pangan lokal melalui pendekatan budaya yang persuasif dan edukatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa festival budaya berbasis kearifan lokal dapat menjadi instrumen strategis dalam promosi pangan lokal dan penguatan ketahanan pangan masyarakat secara berkelanjutan.
Downloads
References
Amri, C., Nurliani, N., Ladani, L., Aboni, A., Rahmawati, L. E., Fazira, A., Nabila, S. P., Khotimah, K., Polanunu, S., Melly, M., Tumangger, A., Alfatah, A., Jauzi, A. J., Ramadhan, S., Monal, M., & Yarmaliza, Y. (2023). Gambaran perilaku masyarakat terhadap kawasan rumah pangan lestari di Desa Purwodadi Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya. PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(3), 16458. https://doi.org/10.31004/prepotif.v7i3.20515
Baby, J., & Joseph, A. G. (2023). Influence of travelers’ pro-environmental behavior and support of the local economy towards purchase intention of local foods. International Journal of Food Science and Agriculture, 7(3), 368. https://doi.org/10.26855/ijfsa.2023.09.005
Berbara, E., Wahab, M. I., & Aswim, D. (2024). Menggali makna motif tenun ikat dalam hubungan dengan perilaku sosial masyarakat di Desa Sikka Kecamatan Lela Kabupaten Sikka. Prosiding Seminar Nasional Teknologi, Kearifan Lokal dan Pendidikan Transformatif, 1(2), 516. https://doi.org/10.12928/sntekad.v1i2.15930
Bhaga, B. J., Darmawan, D., & Hadian, H. (2022). Kekuatan bahasa magis dalam praktek pengobatan alternatif Covid-19: Sebuah kearifan lokal di Kabupaten Sikka. Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 11(3), 21. https://doi.org/10.31000/lgrm.v11i3.7192
Christyanto, M., & Mayulu, H. (2021). Pentingnya pembangunan pertanian dan pemberdayaan petani wilayah perbatasan dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional: Studi kasus di wilayah perbatasan Kalimantan. Journal of Tropical AgriFood, 3(1), 1. https://doi.org/10.35941/jtaf.3.1.2021.5041.1-14
Darmawan, A. (2023). Implementasi kebijakan SDGs pemerintah daerah dalam mengelola ketahanan pangan pada masa pandemi Covid-19 (Studi kasus Desa Pandak, Kec. Baturaden, Kab. Banyumas). Jurnal Ketahanan Nasional, 29(2), 145. https://doi.org/10.22146/jkn.87986
Ditasari, R. A., Ghifaari, S. M., Murniyati, D., Rochmah, K., Oktaviani, S., & Agustiyani, F. D. (2025). Rebranding, repackaging, pemasaran dan legalitas usaha guna meningkatkan nilai produk UMKM di Desa Sugihrejo, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan. CITAKARYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 23. https://doi.org/10.63922/citakarya.v3i01.1587
Dwimarwati, R., Suparli, L., & Mulyati, E. (2023). Teater tari puseur sancang pangirutan, pertahanan budaya dan eduekologi. Panggung, 33(3). https://doi.org/10.26742/panggung.v33i3.2728
Fahamsyah, E., & Chansrakaeo, R. (2022). The legal politics harmonization of sustainable agricultural policy. Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum, 16(2), 169. https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v16no2.2635
Firman, A., Latief, F., Yusriadi, Y., Asniwati, A., & Surianto, S. (2025). Everyday agrarian labor as physical activity: Gender, health, and community cohesion in rural Indonesia. Retos, 72, 1115. https://doi.org/10.47197/retos.v72.117586
Hidayat, B. A., Faturohim, A., & Akbar, A. M. (2023). Kearifan lokal “segelurung” sebagai inovasi untuk mendukung kebijakan ketahanan pangan di pedesaan. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, 15(2), 93. https://doi.org/10.15578/jkpi.15.2.2023.93-103
Istiqomah, S., Krisdiantoro, K., Pratama, N. W. I., Sari, A. C. P., Oktatian, E. M., Ati, A. P., Kusuma, A. C., Pratito, S., Utomo, G. S., Masdita, F. I., & Sukaton, D. L. A. (2022). Peningkatan ketahanan pangan masyarakat dalam masa pandemi Covid-19 di Desa Kandangan Kabupaten Blitar. Buletin KKN Pendidikan, 4(1), 80. https://doi.org/10.23917/bkkndik.v4i1.17399
Krisnawati, I. (2021). Program pengembangan desa wisata sebagai wujud kebijakan pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi pasca Covid dan implementasinya. Transparansi: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi, 4(2), 211. https://doi.org/10.31334/transparansi.v4i2.1974
Kusmaningtyas, R. F., Hidayat, A., Soebiakto, G. P., Permana, A. F., & Abdullah, I. H. (2023). Traditional cultural expression as an embodiment of indigenous communities and regional identity (Semarang Indonesia Case). Journal of Indonesian Legal Studies, 8(1), 45. https://doi.org/10.15294/jils.v8i1.63191
Kusmayati, Y., Budiman, A., & Sondarika, W. (2025). Tradisi ruwatan wayang golek sebagai pilar ketahanan sosial budaya di era globalisasi: Studi di Desa Mulyasari, Kota Banjar. FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah, 14(2), 187. https://doi.org/10.17509/factum.v14i2.89514
Mukti, H., Rahmawati, B. F., & Marzuki, M. M. (2022). Kajian etnosains dalam ritual belaq tangkel pada masyarakat suku sasak sebagai sumber belajar IPA. Educatio, 17(1), 41. https://doi.org/10.29408/edc.v17i1.5520
Musyarif, M., Juriah, J., & Ahdar, A. (2023). The use of Lontara Pananrang in the agricultural tradition of Mattiro Ade Village: An analysis from the Islamic perspective in the community’s perception. Jurnal Adabiyah, 23(2), 246. https://doi.org/10.24252/jad.v23i2a8
Pratama, A. Y., Wijaya, D. N., Yafie, E., Annisya, A., & Ariska, F. (2025). The arena of cultural production: Cultural ecology and the resilience of indigenous communities in Selorejo, East Java. Advances in Social Science, Education and Humanities Research, 311. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-352-8_26
Pujiriyani, D. W. (2021). Agrarian culture and Javanese attachment to their land: A study of local wisdom values in Javanese proverbs. MOZAIK HUMANIORA, 20(2), 120. https://doi.org/10.20473/mozaik.v20i2.21448
Rismayanti, L. N., Sarini, P., & Selamet, K. (2026). Eksplorasi sains ilmiah pada pembuatan dodol tradisional khas desa penglatan untuk mendukung pembelajaran IPA SMP. SCIENCE: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA, 6(2), 978. https://doi.org/10.51878/science.v6i2.10036
Rizky, L. (2022). Ritual ngarosulkeun dan kekerabatan pada masyarakat tani pasigaran. Panggung, 32(2). https://doi.org/10.26742/panggung.v32i2.1781
Sadarestuwati, S., Suryaningsih, D., & Haryanta, D. (2023). Strategies to uphold food sovereignty in Indonesia. Journal of Applied Plant Technology, 2(2), 86. https://doi.org/10.30742/japt.v2i2.116
Sulaiman, A. I., Masrukin, M., & Putri, D. D. (2022). Community empowerment program based on green economy in preserving herbs as local wisdom. Sustainable Development Research, 4(2). https://doi.org/10.30560/sdr.v4n2p14
Supadi, Y. M., Langoday, T. O., & Asa, M. (2026). Study of business advantages and financial management models in the Anggur Merah Self-Reliant Village Program (Program Desa Mandiri Anggur Merah) in North Central Timor Regency, East Nusa Tenggara. Indonesian Journal of Business Analytics, 6(1), 107. https://doi.org/10.55927/ijba.v6i1.16197
Utami, D. P. (2021). Strategi branding untuk membangun image positif pangan lokal bagi usaha mikro kecil dan menengah. Journal of Food Technology and Agroindustry, 3(1), 26. https://doi.org/10.24929/jfta.v3i1.1208
Utomo, S. L. (2023). An examination of indigenous community-based strategies for sustaining food autonomy: Indonesia’s case. Journal of Southwest Jiaotong University, 58(1). https://doi.org/10.35741/issn.0258-2724.58.1.45
Wibowo, M. A. S., Artini, W., Sidhi, E. Y., & Lisanty, N. (2025). Preferensi konsumen atas pembaruan kemasan produk kerupuk lamuk (studi kasus jajanan tradisional khas Desa Kalirong, Kediri). JURNAL AGRICA, 18(2). https://doi.org/10.31289/agrica.v18i2.14232
Widyastuti, N. W., Ali, A., Winangsih, R., & Haila, H. (2021). Community empowerment and social media models as marketing communication innovations for local culinary products in Serang, Indonesia. Advances in Biological Sciences Research. https://doi.org/10.2991/absr.k.210304.012
Yudari, A. A. K. S., Karmini, N. W., Ngurah, I. G. A., & Sriwinarti, N. N. (2023). Pelestarian kearifan lokal beryajna melalui edukasi budidaya tanaman kelapa upakara di Desa Bunutin. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 7(2), 175. https://doi.org/10.37329/jpah.v7i2.2095















