MODEL PEMBELAJARAN ACTIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERLIBATAN DAN MOTIVASI SISWA PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SDN TANGUNGGUH 2
DOI:
https://doi.org/10.51878/action.v5i3.5937Keywords:
Active Learning, Motivasi Belajar, Keterlibatan Siswa, IPASAbstract
This study aims to determine the extent to which the implementation of the Active Learning model can improve student engagement and motivation in IPAS learning among fourth-grade students at SDN Tangungguh 2. This research is a Classroom Action Research (CAR) conducted over three cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The research subjects were 25 fourth-grade students, including 11 boys and 14 girls. Data were collected through observations, motivation questionnaires, and student engagement observation sheets. The results showed that the implementation of the Active Learning model significantly improved student motivation and engagement. This was evidenced by an increase in motivation scores from an average of 70.10 in cycle I to 88.25 in cycle II, and 89.05 in cycle III. Student engagement also improved in indicators such as discussion participation, activity involvement, and attendance and discipline, all of which showed upward trends across the cycles. Thus, the Active Learning model proved effective in creating more active, enjoyable, and meaningful learning experiences for students.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan model pembelajaran Active Learning dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPAS di kelas IV SDN Tangungguh 2. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam tiga siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas IV yang terdiri dari 11 laki-laki dan 14 perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi, angket motivasi, dan lembar pengamatan keterlibatan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Active Learning secara signifikan meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan skor motivasi dari rata-rata 70,10 pada siklus I menjadi 88,25 pada siklus II, dan mencapai 89,05 pada siklus III. Peningkatan keterlibatan siswa juga terlihat dari indikator keaktifan diskusi, partisipasi aktivitas, serta kedisiplinan dan kehadiran yang menunjukkan tren naik di setiap siklus. Dengan demikian, model Active Learning terbukti efektif dalam menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa.
Downloads
References
Appaji, K. (2020). “Slow learners- a universal problem and providing educational opportunities to them to be a successful learner.” PEOPLE International Journal of Social Sciences, 6(1), 29. https://doi.org/10.20319/pijss.2020.61.2942
Bhardwaj, V., et al. (2025). Redefining learning: Student-centered strategies for academic and personal growth. Frontiers in Education, 10. https://doi.org/10.3389/feduc.2025.1518602
Desyandri, D. (2018). Nilai-nilai kearifan lokal untuk menumbuhkembangkan literasi budaya di sekolah dasar. Sekolah Dasar Kajian Teori Dan Praktik Pendidikan, 27(1), 1. https://doi.org/10.17977/um009v27i12018p001
Goodwin, J. R. (2024). What’s the difference? A comparison of student-centered teaching methods. Education Sciences, 14(7), 736. https://doi.org/10.3390/educsci14070736
Hamidah, N. A. C. (2025). Pengaruh budaya organisasi, gaya kepemimpinan dan motivasi terhadap kinerja pegawai bagian hubungan masyarakat pada Kementrian Pertahanan Republik Indonesia. Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi, 6(3), 1375. https://doi.org/10.38035/jemsi.v6i3.3965
Kahar, A. P., & Fadhilah, R. (2019). Pengembangan perangkat pembelajaran biologi SMA berbasis potensi lokal, literasi lingkungan dan sikap konservasi. Pedagogi Hayati, 2(2), 21. https://doi.org/10.31629/ph.v2i2.832
Li, B., et al. (2024). Impact of active learning instruction in blended learning on students’ anxiety levels and performance. Frontiers in Education, 9. https://doi.org/10.3389/feduc.2024.1332778
Mayasari, N., et al. (2023). Pengaruh kecerdasan buatan dan teknologi pendidikan terhadap peningkatan efektivitas proses pembelajaran mahasiswa di Jawa Timur. Jurnal Pendidikan West Science, 1(12). https://doi.org/10.58812/jpdws.v1i12.863
Mulyani, S. (2020). Strategi guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Jurnal Nasional Pendidikan Dasar (JNPD), 4(1), 33–41.
Mustamiah, M., & Widanti, R. (2020). Pengaruh motivasi belajar terhadap keterlibatan siswa dalam pembelajaran ekonomi. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE), 8(2), 100–107.
Naseer, F., & Khawaja, S. (2025). Mitigating conceptual learning gaps in mixed-ability classrooms: A learning analytics-based evaluation of AI-driven adaptive feedback for struggling learners. Applied Sciences, 15(8), 4473. https://doi.org/10.3390/app15084473
Pratiwi, S. E., & Maftujianah, M. (2023). Implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas 8 di SMPN 2 Kalisat. ScienceEdu, 6(1), 64. https://doi.org/10.19184/se.v6i1.40022
Rochayati, N., et al. (2018). Peningkatan aktivitas belajar mahasiswa pada mata kuliah geomorfologi melalui metode kolaboratif - kontekstual dalam kegiatan lesson study. Jurnal Prakarsa Paedagogia, 1(1). https://doi.org/10.24176/jpp.v1i1.2615
Sari, I., et al. (2017). Meningkatkan hasil belajar siswa melalui metode problem posing dalam setting cooperative learning pada pembelajaran fisika di kelas X 2 SMA Negeri 10 Banjarmasin. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika, 1(2), 104. https://doi.org/10.20527/jipf.v1i2.1971
Selviana, R., et al. (2023). Efektivitas komunikasi interpersonal antar mahasiswa dalam membangun motivasi penyelesaian tugas akhir. Karimah Tauhid, 2(5), 1794. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v2i5.10214
Subekti, R. B., et al. (2022). Tanggapan guru dan siswa terhadap blended learning pada masa pandemi Covid-19 mata pelajaran PJOK di SMAN 1 Singosari tahun ajaran 2020/2021. Sport Science and Health, 4(8), 748. https://doi.org/10.17977/um062v4i82022p748-760
Tatontos, D. S. (2020). Troubleshooting students’ slow learning through classical tutoring service. Educouns Journal Jurnal Pendidikan Dan Bimbingan Konseling, 1(2), 58. https://doi.org/10.53682/educouns.v1i2.699
Triyanto, A., et al. (2022). The learning process with contextual approach to improve students’ motivation and mathematics learning achievement. Journal of Instructional Mathematics, 3(1), 26. https://doi.org/10.37640/jim.v3i1.1043
Ulya, A., et al. (2023). Konsep dasar IPS dan implementasinya di sekolah. Jurnal Gentala Pendidikan Dasar, 8(2), 225. https://doi.org/10.22437/gentala.v8i2.29970
Utami, D. P., et al. (2025). Pengembangan media pembelajaran interaktif pada materi fotosintesis di kelas IV sekolah dasar. JAMPARING Jurnal Akuntansi Manajemen Pariwisata dan Pembelajaran Konseling, 3(1), 696. https://doi.org/10.57235/jamparing.v3i1.5396
Wang, Q. (2025). Re-discover student engagement from the perspective of definition and influencing factors. Frontiers in Psychology, 15. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2024.1428668
Wikarya, Y., et al. (2022). Peningkatan kemampuan guru SD dalam menguasai materi melukis teknik tarikan benang, lipatan, dan tiupan. Suluah Bendang Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 22(2), 394. https://doi.org/10.24036/sb.02950
Yuanita, I. (2020). Penerapan strategi pembelajaran aktif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyah. Pencerah: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Sosial dan Budaya, 8(2), 125–134.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Luluk Mauliddiyah, Serafim Kristianingsih, Anisa Nur Fadila, Andika Adinanda Siswoyo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












