MENGURANGI GEJALA FEAR OF MISSING OUT (FOMO) PADA SISWA MELALUI PSIKOEDUKASI DALAM LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL
DOI:
https://doi.org/10.51878/action.v5i1.5631Keywords:
FOMO (Fear of Missing Out), Psikoedukasi, Bimbingan Klasikal, Siswa, Kesehatan MentalAbstract
ABSTRACT
The phenomenon of Fear of Missing Out (FOMO) has become increasingly prominent among adolescents, particularly due to the intensive use of social media. FOMO negatively impacts mental health, leading to issues such as anxiety, academic stress, and impaired concentration in learning. This study aims to determine the effectiveness of classroom guidance services based on psychoeducation in reducing FOMO symptoms among high school students. The method used is Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and McTaggart model, consisting of two cycles. The research subjects were 25 eleventh-grade students at Alwashliyah Senior High School in Medan, who exhibited moderate to high levels of FOMO based on pretest results. Data collection instruments included a FOMO questionnaire adapted from the scale developed by Przybylski et al. (2013), participatory observation, and informal interviews. The results showed a decrease in FOMO scores from 72.4 (high category) before the intervention, to 61.2 (moderate category) after the first cycle, and 50.8 (low category) after the second cycle. This reduction indicates that psychoeducational-based classroom guidance services are effective in raising students’ awareness of the impacts of FOMO and equipping them with self-management strategies for social media use. These findings support the importance of integrating psychoeducational approaches into school counseling programs to enhance students’ psychological well-being in the digital era.
ABSTRAK
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) menjadi isu yang semakin menonjol di kalangan remaja, terutama akibat penggunaan media sosial yang intensif. FOMO berdampak negatif terhadap kesehatan mental, seperti kecemasan, stres akademik, dan gangguan konsentrasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan bimbingan klasikal berbasis psikoedukasi dalam mengurangi gejala FOMO pada siswa sekolah menengah. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari dua siklus. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas XI SMA Alwashliyah Medan dengan tingkat FOMO sedang hingga tinggi berdasarkan hasil pretest. Instrumen pengumpulan data mencakup angket FOMO yang dimodifikasi dari skala Przybylski et al. (2013), observasi partisipatif, dan wawancara informal. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor FOMO dari 72,4 (kategori tinggi) sebelum tindakan, menjadi 61,2 (kategori sedang) setelah siklus I, dan 50,8 (kategori rendah) setelah siklus II. Penurunan ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan klasikal berbasis psikoedukasi efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa mengenai dampak FOMO dan membekali mereka dengan strategi pengelolaan diri dalam penggunaan media sosial. Temuan ini mendukung pentingnya integrasi pendekatan psikoedukatif dalam program bimbingan dan konseling di sekolah untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa di era digital.
References
Ainul Yaqien, M. I., & Putra, C. E., & Rachman, I. F. (2019). Peran kegiatan literasi sosial media positif dalam mengurangi risiko gangguan mental remaja. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI), 2(4).
Alt, D. (2015). College students’ academic motivation, media engagement and fear of missing out. Journal of Instructional Psychology, 42(1), 17–27.
Anshori, I., & Wulandari, A. (2020). Hubungan fear of missing out (FOMO) dengan penggunaan media sosial pada remaja. Jurnal Psikologi Insight, 22(1), 55–64. https://doi.org/10.24198/insight.v22i1.26219
Astuti, Y. S., & Rahmah, H. (2021). Efektivitas layanan bimbingan kelompok dalam menurunkan FOMO pada siswa SMA. Jurnal Bimbingan Konseling Ar-Rahman, 7(1), 33–42.
Baker, Z. G., Krieger, L. A., & LeRoy, D. A. (2016). Fear of missing out: Relationships with depression, mindfulness, and physical symptoms. Translational Issues in Psychological Science, 2(3), 275–282. https://doi.org/10.1037/tps0000075
Donker, T., Griffiths, K. M., Cuijpers, P., & Christensen, H. (2009). Psychoeducation for depression, anxiety and psychological distress: A meta-analysis. BMC Medicine, 7(1), 79. https://doi.org/10.1186/1741-7015-7-79
Elhai, J. D., Levine, J. C., Dvorak, R. D., & Hall, B. J. (2016). Fear of missing out, need for touch, anxiety and depression are related to problematic smartphone use. Computers in Human Behavior, 63, 509–516. https://doi.org/10.1016/j.chb.2016.05.079
Fitriani, D., & Ramdhani, N. (2020). Fear of missing out (FOMO): Konsep dan implikasi terhadap kesejahteraan psikologis. Humanitas, 17(2), 112–123. https://doi.org/10.26555/humanitas.v17i2.14722
Hidayat, A., & Santoso, B. (2021). Pengaruh media sosial terhadap kecemasan dan FOMO pada mahasiswa. Jurnal Psikologi Terapan, 8(2), 75–82.
Kusumawati, T., & Setiawan, R. (2020). Efektivitas psikoedukasi dalam layanan bimbingan klasikal untuk mengurangi kecemasan siswa. Jurnal Konseling Pendidikan, 8(1), 45–53. https://doi.org/10.23916/00382020
Lestari, M., & Hidayah, R. (2023). Psikoedukasi sebagai intervensi untuk menurunkan FOMO pada remaja. Jurnal Psikologi Ulayat, 11(1), 48–58.
Mulyani, S., & Putri, N. W. (2022). Fear of missing out dan dampaknya terhadap kesehatan mental remaja di era digital. Jurnal Psikologi Pendidikan Indonesia, 6(2), 112–120.
Przybylski, A. K., Murayama, K., DeHaan, C. R., & Gladwell, V. (2013). Motivational, emotional, and behavioral correlates of fear of missing out. Computers in Human Behavior, 29(4), 1841–1848. https://doi.org/10.1016/j.chb.2013.02.014
Rozgonjuk, D., Sindermann, C., Elhai, J. D., & Montag, C. (2021). Fear of missing out (FOMO) and social media’s impact on daily life and productivity. Personality and Individual Differences, 171, 110546. https://doi.org/10.1016/j.paid.2020.110546
Satici, S. A. (2019). Facebook addiction and subjective well-being: A study on the mediating effect of fear of missing out. International Journal of Mental Health and Addiction, 17(4), 864–879. https://doi.org/10.1007/s11469-018-9890-6
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dina Hidayati Hutasuhut, Syarif Maulidin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












