EKSISTENSI KEPERCAYAAN MASYARAKAT SASAK TERHADAP MATA AIR SAKRAL PEREMBUKAN DI LOMBOK TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.51878/academia.v4i4.15496Keywords:
Masyarakat Sasak, Mata Air Perembukan, Tempat Sakral, Kearifan Lokal, KonservasiAbstract
ABSTRAK
Mata air Perembukan di Desa Kembang Kerang Daya, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, merupakan sumber air yang sekaligus dipahami masyarakat sebagai ruang sakral. Penelitian ini bertujuan menganalisis sejarah munculnya kesakralan mata air Perembukan, bentuk-bentuk pelestarian yang dilakukan masyarakat, serta manfaat dan dinamika kepercayaan tersebut dalam kehidupan kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosial dalam metode sejarah. Pengumpulan sumber dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus desa, dan warga, serta dokumentasi. Data selanjutnya melalui kritik sumber internal dan eksternal, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesakralan Perembukan dipelihara melalui ingatan kolektif mengenai pengalaman spiritual tetua adat dan keyakinan terhadap keberadaan kekuatan supranatural di sekitar mata air. Eksistensinya tidak bersifat statis: ritual pengobatan dan kegiatan 1 Muharram mulai berkurang frekuensinya, tetapi praktik doa, sesajen, gotong royong membersihkan kawasan, serta penanaman pohon masih dipertahankan oleh sebagian masyarakat. Mata air juga berfungsi sebagai sumber air domestik dan irigasi, ruang ritual, simbol warisan budaya, serta media pengikat relasi sosial. Dengan demikian, keberlanjutan mata air Perembukan bertumpu pada pertemuan antara kepercayaan, identitas budaya, dan praktik konservasi berbasis masyarakat. Pelestariannya memerlukan pewarisan antargenerasi sekaligus pengelolaan lingkungan yang lebih terstruktur agar nilai budaya dan fungsi ekologis dapat dipertahankan secara bersamaan.
Downloads
References
Arfan, M. (2024). Dialektika agama dan budaya: Pola hubungan Islam dan budaya lokal di masyarakat Gerung Lombok Barat. Fikroh, 8(2), 72–94. https://jurnal.iaihpancor.ac.id/index.php/fikroh/article/view/1702
Dewiyanti, D., Natalia, T. W., & Aditya, N. C. (2021). Re-connecting community collective memory with the change of life culture and the cultural resistance in Paku Alam Village, Sumedang, West Java, Indonesia. Built Environment Studies, 2(1), 28–36. https://doi.org/10.22146/best.v2i1.999
Febriyanti, R. M., Saefullah, K., Susanti, R. D., & Lestari, K. (2024). Knowledge, attitude, and utilization of traditional medicine within the plural medical system in West Java, Indonesia. BMC Complementary Medicine and Therapies, 24, 64. https://doi.org/10.1186/s12906-024-04368-7
Fielmua, N. (2021). Understanding water governance from a systems’ perspective: A precursor for an enhanced water governance in small towns. Habitat International, 116, 102418. https://doi.org/10.1016/j.habitatint.2021.102418
Fikri, H. K., & Rasyidi, A. H. (2024). Sacred frankincense and spiritual meaning in Sasak Muslim rituals. Academia Open, 10(2). https://doi.org/10.21070/acopen.10.2024.12812
Husna, M., Mari’i, & Qodri, M. S. (2024). Makna simbol dalam tradisi ritual Nunas Nede di Desa Kesik, Lombok Timur: Kajian interpretatif simbolik. Jurnal Bastrindo, 5(1), 47–61. https://doi.org/10.29303/jb.v5i1.1682
Mokashi, S., & Mudaliar, P. (2024). Sacred natural sites conservation in India: Examining supernatural institutions through Ostrom’s design principles and gender. Society & Natural Resources, 39(3), 407–423. https://doi.org/10.1080/08941920.2024.2553350
Mulyanti, D. (2024). Kearifan lokal masyarakat terhadap sumber mata air sebagai upaya konservasi dan pengelolaan sumber daya lingkungan. Bina Hukum Lingkungan, 6(3), 410–424. https://www.bhl-jurnal.or.id/index.php/bhl/article/view/224
Murdi, L. (2021). Religious-magic beliefs of the Sasak community in East Lombok-NTB. Jurnal Ilmu Sosiologi Dialektika Kontemporer, 9(2). https://ojs.unm.ac.id/elektikakontemporer/article/view/31653
Pradipta, I. G. N. G. A., & Saraswati Putri, L. G. (2024). Sustainable water governance based on the local wisdom of Tri Hita Karana and Sad Kertih values: Impact for environmental sustainability. International Journal of Environmental Impacts, 7(2), 181–190. https://doi.org/10.18280/ijei.070203
Sahroan, S., Badarudin, B., Zidni, Z., & Purnama, L. W. A. (2024). Batu Layar tomb: Local history, sacred architecture, and pilgrimage traditions in West Lombok. Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan, 9(3). https://doi.org/10.29408/fhs.v9i3.36579
Satria, B., Manan, A., Kamarullah, K., Salasiyah, C. I., Juanita, J., & Fajri, F. (2024). We get healed immediately: Preference for traditional healing in rural Indonesia. Mankind Quarterly, 65(1), 26–41. https://doi.org/10.46469/mq.2024.65.1.4
Setiawan, K. E. P., Wahyuningsih, W., Rizaldy, D. R., & Kasimbar, D. C. (2021). Suwuk: Construction of the Javanese people's mindset in medicine. Javanologi: International Journal of Javanese Studies, 5(1). https://doi.org/10.20961/javanologi.v5i1.67938
Simarmata, D. P., Khurun'in, I., & Yudilastiantoro, C. (2024). Community-led initiatives for water resource management in Sumenep Regency, Indonesia. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 14(4), 675. https://doi.org/10.29244/jpsl.14.4.675
Siregar, R. A., & Effendi, O. (2023). Religion and culture the perspective of customary law in the wedding tradition of Sasak societies in Lombok. SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan, 6(1). https://doi.org/10.20414/sangkep.v6i1.2621
Subhani, A., Hadi, M. S., Agustina, S., Murdi, L., & Haerudin, H. (2024). Eksplorasi nilai-nilai edukasi konservasi mata air pada tradisi Ngalun Aik di Lombok Timur. Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan, 10(2), 297–312. https://doi.org/10.29408/jhm.v10i2.25803
Subhani, A., Hadi, M. S., Agustina, S., Murdi, L., & Haerudin, H. (2024). Eksplorasi nilai-nilai edukasi konservasi mata air pada tradisi Ngalun Aik di Lombok Timur. Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan, 10(2), 297–312. https://doi.org/10.29408/jhm.v10i2.25803
Sutejo, A. A., Laksmi, N. K. P. A., Zuraidah, Prihatmoko, H., & Kamandalu, S. G. B. (2024). Konservasi lingkungan dan pemanfaatan mata air Pura Tirta Empul: Kajian Prasasti Manukaya. AMERTA, 43(1), 89–106. https://doi.org/10.55981/amt.2024.8670
Tuti, S. N. T., & Safitri, R. (2024). The ritual communication as a medium for cultural preservation and collective identity: Study on Nyadran Sonoageng tradition. SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan, 7(3). https://doi.org/10.20414/sangkep.v7i3.11820
Widjoyo, E. C. K., Zildzan, A. R., Aulia, O. E. A., Haqqani, A. R., Nugroho, F. A., Fariz, T. R., Jabbar, A., Kholil, P. A., & Haris, A. (2024). Sustainability analysis of spring water utilization as a community-based clean water supply system in rural areas. Spatial Review for Sustainable Development, 2(1). https://doi.org/10.61511/srsd.v2i1.2024.1959
Wula, Z. (2021). Budaya mitos sumber mata air Mota Uwi dalam mewujudkan tertib sosial di Desa Ngalukoja Kecamatan Maurole Kabupaten Ende. Jurnal Neo Societal, 6(3), 179–190. https://doi.org/10.52423/jns.v6i3.19748
Zainuddin. (2023). Akulturasi budaya Sasak dengan Islam perspektif pendidikan agama Islam (Studi di Desa Bayan Belek). An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam, 3(2), 85–93. https://doi.org/10.51806/an-nahdlah.v3i2.79
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Muhammad Zulkifli Efendi, Bambang Eka Saputra, Suhupawati Suhupawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.














