MANAJEMEN FASILITAS BELAJAR DALAM OPTIMALISASI MUTU PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL STUDI KASUS DI SMK
DOI:
https://doi.org/10.51878/vocational.v5i3.6499Keywords:
manajemen fasilitas belajar, mutu pembelajaran, era digital, sekolah kejuruanAbstract
This study aims to describe the implementation of learning facilities management in enhancing the quality of education in the digital era, with a particular focus on SMK Bhakti Insani in Bogor City. The research explores various aspects, including planning, procurement, inventory, utilization, maintenance, and disposal of educational facilities. Using a qualitative approach with a case study method, data were collected through observations, in-depth interviews, and document analysis involving the principal, vice principal of facilities, curriculum coordinator, IT operator, and students. The findings reveal several challenges, such as the absence of digital inventory systems, lack of written standard operating procedures (SOPs), and unequal distribution of facilities across departments. However, the school exhibits promising practices, including the use of simple technologies and strong community participation through a culture of mutual cooperation. The results underscore the need for a more professional and data-driven management system. In conclusion, SMK Bhakti Insani has the internal capacity to develop adaptive and participatory facility management that aligns with the demands of digital-based learning.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan manajemen fasilitas belajar dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran di era digital, dengan fokus khusus pada SMK Bhakti Insani Kota Bogor. Aspek yang dikaji meliputi perencanaan, pengadaan, inventarisasi, pemanfaatan, pemeliharaan, dan penghapusan sarana belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sarpras, wakil kurikulum, operator IT, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat keterbatasan seperti belum adanya sistem inventarisasi digital, ketiadaan SOP tertulis, dan kurangnya pemerataan fasilitas antarjurusan, sekolah menunjukkan inisiatif melalui pemanfaatan teknologi sederhana dan budaya gotong royong. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya penerapan sistem manajemen fasilitas belajar yang lebih profesional dan berbasis data. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa SMK Bhakti Insani memiliki potensi untuk mengembangkan tata kelola fasilitas pembelajaran yang adaptif, partisipatif, dan mendukung kebutuhan pembelajaran digital di masa kini dan mendatang.
Downloads
References
Aliyyah, R. R., Lutfah, S. A., & Lathifah, Z. K. (2017). Pengelolaan tenaga pendidik pada sekolah dasar. Didaktika Tauhidi: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 4(2), 75–86.
Arifin, M. (2023). Manajemen pendidikan kontemporer. Jakarta: Bumi Aksara.
Arifin, Z., Indra, S., & Maryani, N. (2024). Manajemen kurikulum integratif pesantren madrasah di Pondok Pesantren Modern Ar-Ridho Sentul. Al-Kaff: Jurnal Sosial Humaniora, 2(6), 634–642.
Athoillah, A. (2010). Dasar-dasar manajemen. Bandung: Pustaka Setia.
Bafadal, I. (2003). Manajemen perlengkapan sekolah: Teori dan aplikasinya. Jakarta: Bumi Aksara.
Bafadal, I. (2021). Manajemen sarana dan prasarana sekolah. Jakarta: Rajawali Pers.
Dewa, R. S., Lathifah, Z. K., & Indra, S. (2023). Konsep kurikulum pendidikan akhlak perspektif Imam Abu Hamid Al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumuddin. Al-Kaff: Jurnal Sosial Humaniora, 1(5).
Dewi, P., Mahrudin, A., & Indra, S. (2023). Pengaruh kepemimpinan guru kelas terhadap perilaku belajar peserta didik di SD Negeri Leuwibatu 06. Al-Kaff: Jurnal Sosial Humaniora, 1(4).
Fitriyani, N. (2023). Pentingnya sarana prasarana dalam peningkatan mutu sekolah. Jurnal Manajemen Pendidikan, 15(1), 45–52.
Ibnu Majah. (n.d.). Sunan Ibnu Majah, Hadis No. 224.
Kemendikbudristek. (2022). Kebijakan Merdeka Belajar dan Transformasi Digital dalam Pendidikan. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kholik, A., Bisri, H., Lathifah, Z. K., Kartakusumah, B., Maufur, M., & Prasetyo, T. (2022). Impelementasi kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berdasarkan persepsi dosen dan mahasiswa. Jurnal Basicedu, 6(1), 738–748.
Kompri. (2013). Manajemen dan kepemimpinan pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Mintzberg, H. (2013). Simply managing: What managers do—and can do better. San Francisco: Berrett-Koehler Publishers.
Nurohmah, R., Aini, N., Kholik, A., & Maryani, N. (2020). Literasi media digital keluarga di tengah pandemi COVID-19. Educivilia: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 1(2), 159–168.
Peaucelle, J.-L. (2000). Henri Fayol, the manager. London: Routledge.
Sagala, S. (2013). Manajemen strategik dalam peningkatan mutu pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sari, P. R., & Prasetyo, B. (2022). Literasi digital dan efektivitas pembelajaran daring. Jurnal Teknologi dan Pembelajaran, 6(3), 112–120.
Setyawati, R. (2020). Manajemen sarana dan prasarana di SMK Negeri 1 Sinjai. Jurnal Administrasi Pendidikan, 12(1), 45–53.
Setyawati, R., & Ansar, A. (2020). Manajemen sarana dan prasarana di SMK Negeri 1 Sinjai. Jurnal Administrasi dan Kebijakan Pendidikan, 4(1).
Sutrisna, R. (2024). Evaluasi pemanfaatan sarpras pendidikan pada pembelajaran era digital di sekolah swasta menengah di Bogor. Jurnal Evaluasi Pendidikan Digital, 4(1), 55–68.








