EVALUASI IMPLEMENTASI 8+I LINK AND MATCH DI SEBUAH SMK NEGERI DI JAKARTA MENGGUNAKAN MODEL CIPP
DOI:
https://doi.org/10.51878/vocational.v7i1.16283Keywords:
Evaluasi Program, Link And Match, Model CIPP, Pendidikan Vokasi, Sekolah Menengah KejuruanAbstract
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menyumbang angka pengangguran terbuka tertinggi menurut jenjang pendidikan, sehingga keselarasan sekolah dengan dunia kerja menjadi persoalan kebijakan. Prapenelitian di sebuah SMK negeri di Jakarta menemukan tiga dari sembilan komponen kebijakan 8+i link and match belum terlaksana, yaitu pembelajaran berbasis proyek dari dunia kerja, riset terapan pendukung teaching factory, dan komitmen serapan lulusan. Penelitian ini mengevaluasi implementasi kebijakan tersebut dengan model Context, Input, Process, Product (CIPP). Penelitian evaluasi berpendekatan deskriptif kuantitatif ini melibatkan 33 siswa program keahlian teknik pengelasan yang telah menuntaskan praktik kerja lapangan selama satu semester, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan wakil kepala sekolah bidang hubungan industri yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan dengan angket skala Likert empat pilihan yang valid (r hitung 0,410–0,900) dan reliabel (Alpha Cronbach 0,960), lalu dianalisis secara deskriptif. Capaian komponen context sebesar 87,5% (sangat baik), input 83,6% (baik), process 82,2% (baik), dan product 80,8% (baik). Tidak ada responden yang memberi penilaian tidak sesuai atau kurang sesuai. Capaian menurun dari tahap perencanaan ke tahap hasil, dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum memberi nilai 75% pada seluruh indikator. Temuan ini menempatkan pembelajaran berbasis proyek bersama industri dan komitmen serapan lulusan sebagai prioritas perbaikan
Downloads
References
Aini, Y. N., & Purba, Y. A. (2022). Analisis penyerapan tenaga kerja dan program link & match pada lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) program kelautan & perikanan. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 12(1), 23–37. https://doi.org/10.15578/jksekp.v12i1.10339
Audhiha, M., Vebrianto, R., Habibi, M., Febliza, A., & Afdal, Z. (2022). Pengembangan instrumen kemandirian belajar untuk siswa sekolah dasar. Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, 14(2), 111–124. https://doi.org/10.18860/mad.v14i2.13187
Aziz, S., Mahmood, M., & Rehman, Z. (2018). Implementation of CIPP model for quality evaluation at school level: A case study. Journal of Education and Educational Development, 5(1), 189–206. https://doi.org/10.22555/joeed.v5i1.1553
Hasan, A., Yasin, S. N. T. M., & Yunus, M. F. M. (2015). A conceptual framework for mechatronics curriculum using Stufflebeam CIPP evaluation model. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 195, 844–849. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.06.324
Lippe, M., & Carter, P. (2018). Using the CIPP model to assess nursing education program quality and merit. Teaching and Learning in Nursing, 13(1), 9–13. https://doi.org/10.1016/j.teln.2017.09.008
Munthe, A. P. (2015). Pentingnya evaluasi program di institusi pendidikan: Sebuah pengantar, pengertian, tujuan dan manfaat. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 5(2), 1–14. https://doi.org/10.24246/j.scholaria.2015.v5.i2.p1-14
Pradipta, B. Q., Hirawan, F. B., & Ragamustari, S. K. (2021). Evaluation of policy in the vocational education system revitalization in Indonesia: Examining the teaching factory readiness of industry. Jurnal Pendidikan Vokasi, 11(1), 68–77. https://doi.org/10.21831/jpv.v11i1.37693
Prianto, A., Winardi, & Qomariyah, U. N. (2021). The effect of the implementation of teaching factory and its learning involvement toward work readiness of vocational school graduates. International Journal of Instruction, 14(1), 283–302. https://doi.org/10.29333/iji.2021.14117a
Rukmana, A. R., Rahmawati, A., Murni, J. S., & Adzani, V. H. (2021). Evaluasi program bantuan pelaksanaan teaching factory di SMK Jakarta Pusat 1. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 7(3), 959–966. https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.959-966.2021
Sancar Tokmak, H., Baturay, H. M., & Fadde, P. (2013). Applying the context, input, process, product evaluation model for evaluation, research, and redesign of an online master’s program. The International Review of Research in Open and Distributed Learning, 14(3), 273–293. https://doi.org/10.19173/irrodl.v14i3.1485
Saputro, I. N., Soenarto, Sofyan, H., Riyanita, M. C., Rebia, P. S., & Listiana, A. (2021). The effectiveness of teaching factory implementation in vocational education: Case studies in Indonesia. Universal Journal of Educational Research, 9(11), 1841–1856. https://doi.org/10.13189/ujer.2021.091104
Suharno, Pambudi, N. A., & Harjanto, B. (2020). Vocational education in Indonesia: History, development, opportunities, and challenges. Children and Youth Services Review, 115, 105092. https://doi.org/10.1016/j.childyouth.2020.105092
Suherman, A. I., Suharyanto, S., & Sauri, S. (2022). Manajemen program penyelarasan kurikulum SMK 2013 dengan industri, dunia usaha dan dunia kerja (IDUKA) dalam meningkatkan keterserapan tenaga kerja lulusan SMK Kota Bandung. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(2), 460–465. https://doi.org/10.54371/jiip.v5i2.430
Sunawardhani, N., & Casmudi, C. (2022). Implementasi program SMK Pusat Keunggulan berbasis kompetensi keahlian agribisnis ternak unggas di SMK Negeri 3 Penajam Paser Utara. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(3), 4968–4981. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i3.2932
Warju, W. (2016). Educational program evaluation using CIPP model. Innovation of Vocational Technology Education, 12(1). https://doi.org/10.17509/invotec.v12i1.4502









