EFEKTIVITAS MEDIA PHET SIMULATIONS DALAM PEMBELAJARAN MENDALAM TERHADAP HASIL BELAJAR HUKUM OHM SISWA SMK
DOI:
https://doi.org/10.51878/vocational.v6i4.13979Keywords:
Hasil Belajar, Hukum Ohm, Pembelajaran Mendalam, PhET Simulations, SMKAbstract
This study was motivated by students’ low learning outcomes in Ohm’s Law, particularly difficulties in understanding the relationship among voltage, current, and resistance, as well as the limited use of interactive learning media. Although previous studies have shown that PhET Simulations can support learning outcomes, studies integrating PhET Simulations with a deep learning approach in Ohm’s Law instruction at vocational high schools, particularly in Grade X Electrical Installation Engineering (TITL), remain limited. The novelty of this study lies in integrating PhET Simulations with the deep learning principles of mindful, meaningful, and joyful learning. This study aimed to determine differences in learning outcomes and the effectiveness of using PhET Simulations within a deep learning approach. The study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a nonequivalent control group design. It was conducted in May 2026 over two meetings. The analyzed data involved 72 students, comprising 36 students in the experimental class and 36 students in the control class, selected through nonprobability sampling using purposive sampling. The main instrument was a validated and reliable cognitive learning outcome test administered as a pretest and posttest, while a questionnaire was used as supporting data to describe students’ responses. The Independent Samples t-Test indicated a significant difference in learning outcomes between the two classes (t = -3.078, df = 70, p = .003). The N-Gain based on mean scores was 0.714 (71.44%) for the experimental class, categorized as high, and 0.595 (59.49%) for the control class, categorized as moderate. The effect size was 0.73, indicating a moderate effect. Therefore, PhET Simulations integrated with a deep learning approach was more effective in improving students’ cognitive learning outcomes in Ohm’s Law than conventional instruction.
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada materi Hukum Ohm, terutama karena kesulitan memahami hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan serta masih terbatasnya penggunaan media pembelajaran interaktif. Meskipun berbagai penelitian menunjukkan bahwa PhET Simulations dapat mendukung hasil belajar, kajian yang mengintegrasikan PhET Simulations dengan pendekatan pembelajaran mendalam pada materi Hukum Ohm di SMK, khususnya kelas X Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), masih terbatas. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi PhET Simulations dengan prinsip pembelajaran mendalam yang mencakup mindful, meaningful, dan joyful learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar dan efektivitas penggunaan PhET Simulations dalam pendekatan pembelajaran mendalam. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental berupa nonequivalent control group yang dilaksanakan pada bulan Mei 2026 selama dua kali pertemuan. Data yang dianalisis melibatkan 72 peserta didik, terdiri atas 36 peserta didik kelas eksperimen dan 36 peserta didik kelas kontrol, yang dipilih melalui nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Instrumen utama berupa tes hasil belajar kognitif pretest dan posttest yang telah diuji validitas dan reliabilitas, sedangkan kuesioner digunakan sebagai data pendukung untuk melihat respons peserta didik. Hasil Independent Samples t-Test menunjukkan perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kedua kelas (t = -3,078; df = 70; p = 0,003). Nilai N-Gain berdasarkan rata-rata skor pada kelas eksperimen sebesar 0,714 (71,44%) dan termasuk kategori tinggi, sedangkan kelas kontrol sebesar 0,595 (59,49%) dan termasuk kategori sedang. Nilai effect size sebesar 0,73 berada pada kategori sedang. Dengan demikian, penggunaan PhET Simulations yang terintegrasi dengan pendekatan pembelajaran mendalam lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif peserta didik pada materi Hukum Ohm dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.
Downloads
References
Anggraini, F. D. P., Aprianti, A., Setyawati, V. A. V., & Hartanto, A. A. (2022). Pembelajaran statistika menggunakan software SPSS untuk uji validitas dan reliabilitas. Jurnal Basicedu, 6(4), 6491–6504. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3206
Aryanto, S., Meliyanti, M., Amelia, D., Maharbid, D. A., Gumala, Y., & Gildore, P. J. E. (2025). Pembelajaran literasi dan numerasi melalui deep learning: Pendekatan transformasional di sekolah dasar. Journal of Professional Elementary Education, 4(1), 49–57. https://doi.org/10.46306/jpee.v4i1.101
Astri, N. K. D., Wiarta, I. W., & Wulandari, I. G. A. A. (2022). Pengembangan multimedia interaktif berbasis pendekatan kontekstual pada mata pelajaran matematika pokok bahasan bangun datar. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(3), 575–585. https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i3.4371
Fernando, Y., Andriani, P., & Syam, H. (2024). Pentingnya motivasi belajar dalam meningkatkan hasil belajar siswa. ALFIHRIS: Jurnal Inspirasi Pendidikan, 2(3), 61–68. https://doi.org/10.59246/alfihris.v2i3.843
Fitriyati, I., & Prastowo, A. (2022). Pembelajaran daring menggunakan PhET Simulations untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa madrasah ibtidaiyah. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 6(4), 1041–1052. https://doi.org/10.35931/am.v6i4.1120
Hadi, D. F., Doyan, A., ‘Ardhuha, J., & Harjono, A. (2023). The influence of the PhET simulation-assisted project-based learning model on students’ ability to master the elasticity concept. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 9(4), 1840–1845. https://doi.org/10.29303/jppipa.v9i4.3626
Isnaeni, N., & Hildayah, D. (2020). Media pembelajaran dalam pembentukan interaksi belajar siswa. Jurnal Syntax Transformation, 1(5), 148–156. https://doi.org/10.46799/jst.v1i5.69
Masfaratna, M. (2023). PhET Simulation media Hukum Pergeseran Wien menggunakan model pembelajaran inkuiri tingkatkan hasil belajar siswa. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 2(4), 362–372. https://doi.org/10.51878/learning.v2i4.1815
Mashudi, M. (2021). Pembelajaran modern: Membekali peserta didik keterampilan abad ke-21. Al-Mudarris: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, 4(1), 93–114. https://doi.org/10.23971/mdr.v4i1.3187
Ningsih, V. M. V., Anggraini, D. M. A., Safitri, R. S., & Ma’sum, C. A. M. (2023). Efektivitas games matematika edukatif aplikasi PhET berbasis model problem based learning di kelas 4 MI Muhammadiyah 2 Kudus. Tarunateach: Journal of Elementary School, 2(1), 1–11. https://doi.org/10.54298/tarunateach.v2i1.167
Norlaila, N., Ansori, H., & Juhairiah, J. (2024). Pengaruh penggunaan media pembelajaran interaktif PhET Simulation terhadap hasil belajar siswa pada materi pecahan. JURMADIKTA: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Matematika, 4(2), 54–66. https://doi.org/10.20527/jurmadikta.v4i2.2770
Primaningsih, D. (2020). Penerapan U-Mat dan jam trigonometri untuk meningkatkan hasil belajar matematika ditinjau dari gaya kognitif siswa. MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology, 5(1), 1–11. https://doi.org/10.30651/must.v5i1.4319
Rizaldi, D. R., Jufri, A. W., & Jamaluddin, J. (2020). PhET: Simulasi interaktif dalam proses pembelajaran fisika. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 5(1), 10–14. https://doi.org/10.29303/jipp.v5i1.103
Roosyanti, A. (2022). PhET Interactive Simulation as a virtual laboratory for science learning in elementary school during the COVID-19 pandemic. AULADUNA: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 9(2), 121–135. https://doi.org/10.24252/auladuna.v9i2a1.2022
Rui, L., Nasri, N. B. M., & Mahmud, N. D. B. (2024). The role of self-directed learning in promoting deep learning processes: A systematic literature review. International Journal of Academic Research in Progressive Education and Development, 13(4), 3673–3695. https://doi.org/10.6007/IJARPED/v13-i4/24374
Simbolon, M., Henukh, A., Reski, A., & Silubun, H. C. A. (2023). Pelatihan blended learning menggunakan virtual laboratory berbasis PhET Interactive Simulation di SMAS YPK Merauke. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 7(1), 599–603. https://doi.org/10.31764/jpmb.v7i1.13755
Smaldino, S. E., Lowther, D. L., Russell, J. D., & Mims, C. (2008). Instructional technology and media for learning (12th ed.). Pearson.
Weng, C., Chen, C., & Ai, X. (2023). A pedagogical study on promoting students’ deep learning through design-based learning. International Journal of Technology and Design Education, 33(4), 1653–1674. https://doi.org/10.1007/s10798-022-09789-4
Wibowo, G. W., Gunawan, D., & Mardiana, D. (2025). Implementasi pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa di sekolah dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(3), 144–158. https://doi.org/10.23969/jp.v10i3.27960
Wulandari, A. P., Salsabila, A. A., Cahyani, K., Nurazizah, T. S., & Ulfiah, Z. (2023). Pentingnya media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Journal on Education, 5(2), 3928–3936. https://doi.org/10.31004/joe.v5i2.1074









