WIDYAISWARA MENYAMPAIKAN MATERI PEMBELAJARAN BERBASIS AMBIDEXTERY PADA PELATIHAN DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN MAKASSAR
DOI:
https://doi.org/10.51878/social.v5i3.7266Keywords:
Widyaiswara, Materi Pembelajaran, Ambidextery, PelatihanAbstract
In the era of digital transformation, the role of instructors at training institutions, particularly at the Makassar Religious Training Center, has undergone a significant shift. Instructors no longer function solely as conveyors of material, but also as learning facilitators who integrate innovative approaches to produce competent and adaptive learners. The concept of organizational ambidexterity, encompassing both exploitation and exploration, is particularly relevant in this context. Widyaiswara is required to balance the delivery of standard material with learning innovation. This study aims to describe how widyaiswara delivers ambidexterity-based learning material. The method used is a qualitative approach with a descriptive study design, collecting data through observation, interviews, and document analysis. The results show that widyaiswara develops learning strategies that combine conventional and innovative methods and utilize digital technology. They also prioritize a learner-centered approach by understanding the characteristics and needs of the participants. Learning evaluation is conducted holistically, covering cognitive, affective, and psychomotor assessments. These results provide practical contributions to the development of a more effective learning model that is relevant to the competency development needs of the civil service. This study is expected to serve as a reference for other training institutions in implementing ambidexterity-based learning.
ABSTRAK
Dalam era transformasi digital, peran widyaiswara di lembaga diklat, khususnya di Balai Diklat Keagamaan Makassar, mengalami pergeseran signifikan. Widyaiswara tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator pembelajaran yang mengintegrasikan pendekatan inovatif untuk menghasilkan peserta didik yang kompeten dan adaptif. Konsep ambidexterity organisasi, yang mencakup eksploitasi dan eksplorasi, menjadi relevan dalam konteks ini. Widyaiswara dituntut untuk menyeimbangkan antara penyampaian materi standar dengan inovasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana widyaiswara menyampaikan materi pembelajaran berbasis ambidexterity. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi deskriptif, mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa widyaiswara mengembangkan strategi pembelajaran yang menggabungkan metode konvensional dan inovatif, serta memanfaatkan teknologi digital. Mereka juga mengedepankan pendekatan yang berpusat pada peserta dengan memahami karakteristik dan kebutuhan peserta. Evaluasi pembelajaran dilakukan secara holistik, mencakup penilaian kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil ini memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan model pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi aparatur sipil negara. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi lembaga diklat lain dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis ambidexterity.
Downloads
References
Aka, B. (2025). Analisis efektivitas program pelatihan di BPSDM Provinsi Jawa Timur (Studi kualitatif terhadap persepsi peserta dan implementasi hasil pelatihan di tempat kerja). Cendekia Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(3), 869. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i3.6173
Aliyyah, I. H., et al. (2020). Hubungan learning agility dan perilaku kolaborasi pada pekerja di Jakarta. Biopsikososial, 4(1), 82–94. https://doi.org/10.22441/biopsikososial.v4i1.8293
Darnawati, D., et al. (2025). Optimalisasi pembelajaran melalui implementasi flipped classroom berbasis blended learning di pendidikan tinggi. Social: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(3), 951. https://doi.org/10.51878/social.v5i3.6935
Hamzah. (2017). Kompetensi widyaiswara dan kualitas diklat. PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran, 1(2), 84–91. https://doi.org/10.26858/pembelajar.v1i2.4865
Hanafi Pelu, M., Suryani, I., & Rahman, F. (2025). Analisis deskriptif naratif dalam penelitian kualitatif pendidikan. Jurnal Metode Penelitian Pendidikan, 7(1), 12–28.
Harahap, A. S., et al. (2025). Meta analisis pengaruh pendekatan edupreneurship pada pendidikan teknologi dan kejuruan. Learning Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(3), 1040. https://doi.org/10.51878/learning.v5i3.6625
Haratua, C. S., et al. (2025). Analisis artikel peran pelatihan dan pengembangan dalam meningkatkan kompetensi karyawan. Social: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(3), 1180. https://doi.org/10.51878/social.v5i3.6934
Hernawati, H., Sundjoto, S., & Rahayu, S. (2025). Strategi pengembangan kompetensi ASN (Studi kualitatif kompetensi teknis di BPSDM Provinsi Jawa Timur). Cendekia Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(3), 896. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i3.6171
Jailani, J., Mirza, T., & Fahlevi, A. H. (2025). Analisis pengembangan sumber daya manusia (SDM) pada Satuan Polisi Pamong Praja Kota Prabumulih. Cendekia Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(3), 1198. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i3.6515
Karlinda, N. (2020). Transformasi widyaiswara di era new normal. Jurnal Widyaiswara Indonesia, 1(1), 45–58.
Kusumastuti, A. (2017). Modal intelektual dan kreativitas pada kinerja inovasi berkelanjutan. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 19(2), 120–127.
Kusumastuti, A., et al. (2021). Literasi digital dan etika bermedia dalam pembelajaran era digital. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 5(1), 34–49.
Mahbubillah, I., Hasaniyah, N., Anshory, A. M. A., & Abidin, M. (2025). Implementasi pembelajaran bahasa Arab model contextual teaching and learning dengan media Educaplay. Learning Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(3), 1270. https://doi.org/10.51878/learning.v5i3.5530
Mariza, I., & Baskoro, G. (2024). Strategic ambidexterity and organizational performance of manufacturing companies in Jakarta, Indonesia. Jurnal Teknik Industri: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Industri, 26(2), 181–192. https://doi.org/10.9744/jti.26.2.181-192
Novianto, W. (2016). Metode penelitian kualitatif: Pendekatan deskriptif dalam kajian pendidikan. Jurnal Penelitian Pendidikan, 13(1), 67–82.
Ramdan, A. M., & Tukiran, M. (2023). Ambidexterity organisasi: A schematic literature review. International Journal of Social and Management Studies, 4(6), 178–195. https://doi.org/10.5555/ijosmas.v4i6.375
Razilu, Z., & Iskandar, B. (2025). Pelatihan pemanfaatan multimedia interaktif di Madrasah Ibtidaiyah. Community Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 348. https://doi.org/10.51878/community.v5i2.7007
Santika, D., Hadiati, E., & Septuri, S. (2025). Manajemen sumber daya pendidik dalam peningkatan kinerja guru pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Kota Bandar Lampung. Social Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(1), 96. https://doi.org/10.51878/social.v5i1.4618
Simangunsong, M., & Habeahan, S. (2025). Analisis kompetensi profesional guru PPKn dalam mengembangkan civic skill siswa di sekolah UPT SMP N 24 Medan. Social Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(3), 1169. https://doi.org/10.51878/social.v5i3.6975
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













