PENGELOLAAN PARIWISATA DI DESA WISATA DETUSOKO BARAT KABUPATEN ENDE
DOI:
https://doi.org/10.51878/social.v5i2.5737Keywords:
Pengelolaan, Pariwisata Berkelanjutan, Kolaborasi MasyarakatAbstract
Tourism has significant economic, social, and cultural impacts on local communities and regions. Detusoko Barat Tourism Village is one of the Tourism Villages located in Ende Regency. This study aims to determine the management of Detusoko Barat Tourism Village in Ende Regency. This research is motivated by problems that emerged following the operation of Detusoko Barat Tourism Village in 2021. It employs a qualitative descriptive approach and is supported by primary data obtained from stakeholders directly involved in the management of the tourism village. The study applies the concept of good tourism governance through sustainable tourism development with proper tourism management practices. The results of the study show that the management of Detusoko Barat Tourism Village involves all stakeholders, with the community serving as the main actor. There are capacity-building trainings for tourism managers, although the promotional value remains insignificant, and the village lacks a master development plan. The development and management of the village as a leading tourism destination are carried out through community-based innovations. Collaboration among local communities, tourism awareness groups (Pokdarwis), and the village government plays a key role in utilizing natural resources for sustainable tourism.
ABSTRAK
Pariwisata membawa dampak ekonomi, sosial, dan budaya yang signifikan bagi masyarakat dan daerah setempat. Desa Wisata Detusoko Barat merupakan salah satu Desa Wisata yang berada di Kabupaten Ende. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan Desa Wisata Detusoko Barat Kabupaten Ende. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang muncul pasca pengoperasian Desa Wisata Detusoko Barat Tahun 2021. Melalui penelitian berjenis deskriptif kualitatif dan didukung oleh data primer berupa informasi dari para pihak yang terlibat langsung dalam pengelolaan Desa Wisata Detusoko Barat. Menggunakan kajian good tourism governance melalui pembangunan kepariwisataan yang berkelanjutan dengan tata kelolah kepariwisataan yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Detusoko Barat dalam pengelolaanya melibatkan semua pemangku kepentingan, masyarakat sebagai pelaku utama, adanya pelatihan pengembangan sumber daya pengelolah, nilai promosi yang kurang signifikan, dan tidak memiliki buku induk pembangunan. Pengembangan dan pengelolaan sebagai desa wisata unggul dilakukan dengan inovasi berbasis masyarakat. Kolaborasi masyarakat lokal, pokdarwis dan pemerintah desa dalam memanfaatkan sumber daya alam untuk keberlanjutan pariwisata.
Downloads
References
Desrinelti, et al. (2021). Kebijakan publik: Konsep pelaksanaan.
Harahap, R. O., & Ramli, A. H. (2023). Pengaruh work-life balance terhadap perceived work productivity pada non-government organization. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN), 4(3), 2915–2922.
Hastutik, D., et al. (2021). Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pengembangan desa wisata di Desa Ponggok Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten. AGRITEXTS: Journal of Agricultural Extension, 45(1), 46. https://doi.org/10.20961/agritexts.v45i1.51539
Istimal, I., & Muhyidin, A. (2023). Pengelolaan sampah sebagai pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kampung Ekowisata. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Indonesia, 5(1), 61. https://doi.org/10.21632/jpmi.5.1.61-69
Jamu, M. E., & Langga, L. (2020). Strategi perencanaan obyek wisata kawasan ternak Deturia di Kecamatan Kotabaru Kabupaten Ende. AnálisiS, 9(2), 41. https://doi.org/10.37478/als.v9i2.298
Listyorini, H., et al. (2021). Merintis desa wisata, menguatkan kerjasama badan usaha milik desa dan kelompok sadar wisata. KACANEGARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 5(1). https://doi.org/10.28989/kacanegara.v5i1.1076
Matthoriq, et al. (2021). Collaborative governance dalam tata kelola pariwisata-desa (studi pariwisata-desa ‘Bumiaji Agrotourism’ di Kota Wisata Batu). Jurnal Ilmiah Administrasi Publik, 7(1), 20–29.
Moreta, A., & Harirah, Z. (2023). Collaborative governance dalam pengembangan desa wisata Nagari Tuo Pariangan pada tahun 2021-2022. Journal of Social and Policy Issues, 106. https://doi.org/10.58835/jspi.v3i3.180
Putra, R. E., et al. (2023). Karakteristik pengunjung pada wisata alam air terjun Batu Putu Kota Bandar Lampung. Jurnal Belantara, 6(1), 1. https://doi.org/10.29303/jbl.v6i1.765
Sari, P. E. P., & Suryawan, I. B. (2023). Pengelolaan sampah terpadu dalam pariwisata berbasis masyarakat di Desa Bindu, Badung. Jurnal IPTA, 11(1), 107. https://doi.org/10.24843/ipta.2023.v11.i01.p15
Satoto, S., et al. (2024). Revitalization of village-owned enterprises to strengthen the community economy in Indonesia: Between policy and prosperity. Jambe Law Journal, 7(2), 509. https://doi.org/10.22437/home.v7i2.364
Setiawan, D. F., et al. (2023). Restrukturisasi sistem dan tata kelola wisata melalui pendekatan desa wisata dan community based tourism Kabupaten Bantul. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 7(2), 1737. https://doi.org/10.31764/jmm.v7i2.13967
Suharti, L., et al. (2023). Developing a sustainable tourism village model: An exploratory study. Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, 25(1), 63. https://doi.org/10.9744/jmk.25.1.63-82
Sukarno, L. H., et al. (2023). Analisis hubungan modal sosial dengan partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata Embung Setumpeng, Kabupaten Karanganyar. Journal of Tourism and Creativity, 7(1), 40. https://doi.org/10.19184/jtc.v7i1.38176
Susetyaningsih, A., et al. (2023). Penerapan teknologi untuk pengembangan desa wisata Cinunuk. Jurnal PkM MIFTEK, 3(2), 90. https://doi.org/10.33364/miftek/v.3-2.1314
Tapparan, S. R., et al. (2022). Strategi pengembangan obyek wisata Hutan Pinus To’Nakka Ulusalu Kecamatan Saluputti Kabupaten Tana Toraja. Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Keuangan, 5(4), 1909. https://doi.org/10.32670/fairvalue.v5i4.2621
Tresiana, N., & Kartika, T. (2024). Developing a model for sustainable traditional tourism village. International Journal of Sustainable Development and Planning, 19(6), 2135. https://doi.org/10.18280/ijsdp.190613
Utami, I. J. (2023). Pengembangan pariwisata berbasis budaya berdasarkan UU No. 10 Tahun 2009 di Provinsi Banten. Prosiding Seminar Nasional Komunikasi Administrasi Negara Dan Hukum, 1(1), 301. https://doi.org/10.30656/senaskah.v1i1.242
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













