PEMBELAJARAN INQUIRI BERBASIS TEKNOLOGI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN PETA DAN WILAYAH INDONESIA PADA KELAS V
DOI:
https://doi.org/10.51878/social.v5i2.5375Keywords:
pembelajaran inkuiri, teknologi pendidikan, literasi digitalAbstract
This study focuses on strengthening students' understanding of maps and the geography of Indonesia through a technology-based approach, utilizing a technology-integrated inquiry learning model in Grade V at SD Negeri 198/VI Ulak Makam. The background of this research is the low engagement and motivation to learn among students who were previously taught using conventional methods. This study employs a qualitative Classroom Action Research (CAR) method conducted in three cycles. The learning model integrates local cultural elements and incorporates digital media such as Google Earth, Quizizz, and educational videos into the inquiry learning syntax. The results indicate that the implementation of this model successfully increased students' enthusiasm, active participation, and digital literacy. Students’ ability to understand geographic locations and map elements of Indonesia improved, with the majority achieving learning mastery. The model also allowed students to explore digital representations of their hometowns to support their cultural identity. The study concludes that technology-based inquiry learning is effective in creating relevant, contextual, and interactive learning experiences.
ABSTRAK
Penelitian ini difokuskan pada upaya memperkuat pemahaman siswa terkait topik peta dan geografi wilayah Indonesia melalui pendekatan berbasis teknologi. dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri berbasis teknologi di kelas V SD Negeri 198/VI Ulak Makam. Siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional memiliki keterlibatan dan keinginan belajar yang rendah, yang merupakan latar belakang penelitian ini. Jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilakukan dalam tiga siklus, adalah metode kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini. Model pembelajaran yang digunakan menggunakan pendekatan berbasis budaya lokal dan menggabungkan media digital seperti Google Earth, Quizizz, dan video edukatif dalam sintaks inkuiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model ini berhasil meningkatkan antusiasme siswa, keterlibatan aktif, dan literasi digital. Kemampuan siswa untuk memahami lokasi geografis dan elemen peta Indonesia meningkat, dan sebagian besar siswa mencapai ketuntasan belajar. Model ini juga mengeksplorasi digital daerah asal masing-masing siswa untuk mendukung identitas budaya mereka. Studi ini menemukan bahwa pembelajaran inkuiri berbasis teknologi efektif untuk membuat pembelajaran yang relevan, kontekstual, dan interaktif.
Downloads
References
Aisyah, S., et al. (2025). Pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran interaktif untuk siswa sekolah dasar. Jurnal Sadewa, 3(1), 391–398.
Amaliyah AR, R., et al. (2024). Pemanfaatan media pembelajaran interaktif berbasis TIK melalui gamifikasi Nearpod. Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 243–250.
Azizah, N., & Irawati, H. (2020). Peran media pembelajaran berbasis TIK dalam meningkatkan pembelajaran matematika di sekolah menengah atas. Jurnal Pendidikan dan Inovasi, 5(2), 123–130.
Black, P., & Wiliam, D. (1998). Assessment and classroom learning. Assessment in Education: Principles, Policy & Practice, 5(1), 7–74. https://doi.org/10.1080/0969595980050102
Dewi, S. Z., & Hilman, I. (2021). Penggunaan TIK sebagai sumber dan media pembelajaran inovatif di sekolah dasar. Indonesian Journal of Primary Education, 5(1), 45–53.
Gay, G. (2000). Culturally responsive teaching: Theory, research, and practice. Teachers College Press.
Harliawan. (2021). Pemanfaatan TIK sebagai media pembelajaran inovatif di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(1), 15–22.
Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (1999). Learning together and alone: Cooperative, competitive, and individualistic learning (5th ed.). Allyn & Bacon.
Koesnandar, A. (2020). Pengembangan model pembelajaran inovatif berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sesuai Kurikulum 2013. Jurnal Kwangsan, 8(1), 33–61.
Nasution, R. (2021). Pengaruh model pembelajaran inkuiri berbasis kolaboratif dan sikap ilmiah terhadap hasil belajar siswa materi gaya. Jurnal Pendidikan Dasar, 1(1).
Novak, J. D. (1998). Learning, creating, and using knowledge: Concept maps as facilitative tools in schools and corporations. Lawrence Erlbaum Associates.
Permatasari, N., et al. (2022). Pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri berbasis TPACK terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan), 3(3), 123–130.
Suci, S., et al. (2025). Penggunaan teknologi interaktif untuk meningkatkan kemampuan menyimak siswa sekolah dasar. Jurnal Sains dan Edukasi SULTRA, 6(1), 210–220.
Sulastri, et al. (2023). Implementasi model pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kompetensi profesional guru di era digital. JPG: Jurnal Pendidikan Guru, 4(3), 215–225.
Sulastri, N. D. P., et al. (2023). Model pembelajaran interaktif untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Pengantar Pendidikan. JUPENJI: Jurnal Pendidikan Jompa Indonesia, 2(4), 1–.
Suyono. (2024). Model pembelajaran inkuiri: Teori dan penerapannya. CV. Insan Kreasi Media.
Winarsih, M. (2021). Buku pedoman pelaksanaan model pembelajaran inkuiri berbasis literasi media dan informasi. Bintang Pustaka Madani.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













